NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Sore harinya, Lilis sedang merapikan penampilannya di depan cermin sebelum berangkat. Ia menoleh ke arah Arka yang sedang memakai jam tangan.

"Kita menginap tidak, Mas?" tanya Lilis.

"Menginap saja lah. Tidak usah bawa baju, baju kamu kan masih banyak di sana," jawab Arka santai.

"Oh, ya sudah kalau begitu."

Mereka kemudian turun dan masuk ke dalam mobil. Arka mulai menjalankan kendaraannya membelah jalanan sore yang cukup padat. Di tengah perjalanan, pikiran Lilis masih tertuju pada kabar tentang iparnya.

"Mas," panggil Lilis pelan.

"Hmm, apa?" sahut Arka tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan.

"Calon suaminya Tiara itu siapa?" tanya Lilis penasaran.

"Aku juga tidak tahu, Ayah tidak bilang namanya. Tapi Ayah bilang dia itu orang yang dulu dekat sama kita," jelas Arka.

Lilis terdiam sebentar, mencoba menggali ingatan masa lalunya. "Emmm, siapa ya, Mas? Aku jadi penasaran banget."

Arka melirik sekilas ke arah istrinya dengan tatapan yang sedikit berubah. "Ngapain kamu penasaran sama laki-laki lain?"

"Bukan gitu, Mas. Kan ini buat Tiara, aku cuma khawatir saja."

"Sudah, tidak usah dipikirkan. Nanti juga tahu sendiri pas sampai sana," pungkas Arka, meski tangannya kini memegang kemudi sedikit lebih erat, kembali merasa sedikit cemburu jika Lilis terlalu antusias membahas laki-laki lain.

Mobil Arka perlahan memasuki halaman rumah yang luas. Dari kejauhan, terlihat Yuda sedang sibuk membersihkan halaman bersama kedua anaknya, Zayn dan Aira. Suasana sore itu terasa sangat asri dengan tumpukan daun kering yang baru saja disapu.

Begitu mobil berhenti sempurna, Aira yang pertama kali menyadari kedatangan mereka langsung berlari kecil dengan wajah ceria.

"Bang Arka!" ucap Aira girang.

Arka turun dari mobil sambil tersenyum, disusul oleh Lilis. Yuda pun menghentikan kegiatannya, meletakkan sapu lidi di tangannya, dan berjalan mendekat untuk menyambut mereka.

"Assalamu’alaikum, Yah," ucap Arka sambil melangkah mendekat.

"Wa’alaikumussalam," jawab Yuda dengan senyum hangat.

Arka segera meraih tangan ayahnya untuk menyalaminya, diikuti oleh Lilis yang juga salim dengan takzim.

"Ibu mana, Yah?" tanya Arka sambil mengedarkan pandangan ke arah pintu rumah yang terbuka.

"Ada di dalam, lagi masak buat makan malam kita nanti," sahut Yuda.

Arka kemudian teringat pada adik laki-lakinya. "Kenan?"

"Bang Kenan lagi pergi ke pabrik tadi," Zayn yang menjawab sambil menyeka keringat di dahinya. Ia berjalan mendekat ke arah Arka dengan tatapan penuh selidik ke arah tangan abangnya.

"Bawa makanan nggak, Bang?"

Arka terkekeh melihat tingkah adiknya itu.

Lalu menjitak pelan dahi Zayn.

"Kamu mikirin makanan mulu. Tuh, perut kamu udah besar," goda Arka sambil menunjuk ke arah perut Zayn.

Zayn langsung merengut dan menepuk-nepuk perutnya sendiri. "Ini nggak besar, Bang! Aku tiap hari Minggu olahraga sama Bang Kenan kok," belanya tak mau kalah, yang langsung disambut tawa kecil oleh Lilis di balik cadarnya.

Yuda hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak-anak laki-lakinya itu.

"Sudah, kalian masuk saja dulu," pinta Yuda lembut. "Lilis, langsung masuk saja temui Ibu di dapur, ya. Pasti dia senang ada yang bantu."

"Iya, Yah," jawab Lilis patuh.

Sambil membawa tas kecilnya, Lilis melangkah masuk ke dalam rumah yang sudah sangat familiar baginya itu, sementara Arka masih tertahan di halaman karena Zayn terus merengek menanyakan oleh-oleh apa yang dibawa abangnya dari rumah baru.

Lilis melangkah masuk ke area dapur yang harum dengan aroma bumbu tumisan. Benar saja, Kirana sedang sibuk di depan kompor.

"Eh, mantu Ibu sudah datang," sambut Kirana dengan wajah berbinar saat melihat kehadiran Lilis. Di dekat meja makan, terlihat pula Tiara yang sedang membantu memotong buah.

Lilis segera menghampiri dan menyalami ibu mertuanya itu. "Udah, Bu, baru saja," jawab Lilis lembut.

"Suamimu mana?" tanya Kirana sambil sesekali mengaduk masakannya.

"Ada di depan, Bu, sama Ayah," sahut Lilis.

Tiara yang sejak tadi memperhatikan, mendongak dan menatap Lilis dengan dahi berkerut. "Loh, tumben kalian ke sini, Lis?" tanya Tiara penasaran, karena biasanya Arka dan Lilis baru berkunjung saat akhir pekan.

"Kan Ayah yang ngundang..." jawab Lilis polos.

Belum sempat Lilis menyelesaikan kalimatnya, Kirana langsung menyenggol pelan lengan Lilis sambil memberikan kode diam lewat tatapan matanya. Kirana tidak ingin Tiara tahu bahwa undangan ini berkaitan dengan rencana kejutan untuk Tiara sendiri.

Tiara yang merasa ada yang aneh langsung bertanya, "Emang kenapa?"

Lilis yang menyadari kodenya segera meralat ucapannya dengan cepat.

"Nggak ada kok. Mas Arka kangen masakan Ibu aja, makanya kami mampir," ucap Lilis berusaha bersikap biasa saja.

Tiara hanya mengangguk-angguk kecil, meski tampak masih sedikit curiga. Lilis kemudian meletakkan tasnya di atas kursi dan menggulung sedikit lengan bajunya.

"Ada yang bisa Lilis bantu, Bu?" tanya Lilis siap untuk bekerja.

Namun, Kirana justru memegang pundak Lilis dan menghentikannya. "Nggak usah, Sayang. Ini sudah selesai semua, tinggal nunggu matang saja. Kamu ke kamar dulu saja, taruh tasnya dulu," pinta Kirana dengan ramah.

"Benar nggak apa-apa, Bu?"

"Iya, nggak apa-apa. Istirahat sebentar, pasti capek kan habis perjalanan," pungkas Kirana sambil tersenyum.

Lilis pun mengangguk patuh. Ia mengambil kembali tasnya dan melangkah menuju kamar Arka.

Sementara itu di halaman rumah, suara deru mesin motor terdengar memasuki gerbang. Kenan baru datang dengan sepeda motor miliknya. Ia segera memarkirkan motornya dan melepas helm, lalu wajahnya berubah cerah saat melihat mobil Arka terparkir di sana.

"Eh, Bang Arka!" seru Kenan. Ia langsung menghampiri kakaknya dan menyalami tangan Arka dengan takzim.

"Salim, Bang," ucap Kenan.

Zayn yang sejak tadi menunggu, langsung menghambur ke arah Kenan. "Mana Bang? Katanya mau beliin jajanan pas pulang dari pabrik tadi?" tagih Zayn dengan wajah menuntut.

Kenan menepuk jidatnya sendiri. "Aduh, lupa Zayn! Tadi buru-buru karena jalanan macet," jawab Kenan santai yang langsung membuat wajah Zayn cemberut.

Aira, si bungsu, yang sejak tadi memperhatikan dari teras langsung menyambar dengan nada meledek. "Makan terus sih kamu, Zayn! Tuh, makanya jangan mikirin jajan terus, nanti perutnya makin bulat kayak bakso," ledek Aira sambil tertawa kecil, membuat Zayn semakin kesal.

Kenan tidak menghiraukan perdebatan adik-adiknya. Ia malah mendekat ke arah Arka dan merangkul bahu kakaknya itu.

"Bang, nanti pinjam mobil kamu ya? Mau ajak Zayn sama Aira jajan."

"Pakai saja, kuncinya ada di kantong tas depan," jawab Arka memberikan izin.

"Masuk dulu ya," kata Arka kemudian kepada Kenan dan Ayahnya. Ia merasa ingin segera membersihkan diri dan menemui istrinya.

Begitu melangkah masuk ke dalam rumah, Arka langsung menuju dapur untuk menyapa ibunya. Ia mencium tangan Kirana yang sedang menata piring.

"Lilis mana, Bu?" tanya Arka saat tidak melihat keberadaan istrinya di dapur.

"Udah naik tadi ke kamar, mau taruh tas sekalian istirahat katanya," jawab Kirana sambil tersenyum lembut menatap putra sulungnya itu.

Arka mengangguk, lalu bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk menemui Lilis.

Malam harinya, Di dalam kamar, Arka dan Lilis sedang bersiap-siap untuk turun karena sang ibu sudah berpesan agar mereka segera bergabung untuk makan malam bersama.

Arka yang sudah rapi dengan kemeja santainya berdiri di dekat tempat tidur, memperhatikan Lilis yang sedang merapikan jilbabnya di depan cermin.

"Sudah siap, sayang?" tanya Arka lembut.

Lilis menoleh, sedikit merapikan gamisnya. "Sudah, Mas. Aku begini saja nggak apa-apa?" tanya Lilis ragu, merasa penampilannya terlalu sederhana.

Arka tersenyum tipis, matanya menatap lekat istrinya.

"Sudah. Emang mau diapain lagi? Natural gini aja udah cantik," puji Arka tulus, membuat semburat merah muncul di pipi Lilis.

Arka melangkah mendekat, menghirup aroma lembut yang menguar dari tubuh istrinya. "Kalaumas boleh minta, kamu nggak usah pakai parfum deh," lanjut Arka tiba-tiba.

Lilis sedikit terkejut. "Cuma pakai dikit kok, Mas."

"Sama saja."

"Kalau nanti malam Mas minta kamu pakai parfum, boleh?" tanya Arka dengan nada yang mulai berubah berat.

Lilis mengernyitkan dahi, merasa heran. "Buat apa? Kan mau tidur, Mas."

"Oh, jadi sekarang kamu nggak mau nuruti perintah suami?" Arka mulai mengikis jarak. Ia melangkah maju hingga Lilis terdesak ke meja rias. Arka menunduk, menatap lekat wajah Lilis yang belum memakai cadar, memperlihatkan kecantikan utuhnya yang hanya boleh ia lihat.

"Nggak mau?" ulang Arka dengan suara rendah, menuntut jawaban.

"Mau, Mas..." jawabnya lirih.

"Sayang..." ucap Arka pelan, semakin mengikis jarak hingga napasnya terasa di kulit wajah Lilis. Jantung Lilis berdegup kencang, ia merasa sangat gugup dengan serangan perhatian suaminya yang tiba-tiba ini.

"Nanti malam. Mas mau mengambil hak mas sebagai suami." Yang langsung membuat Lilis yang mendengarnya ketar-ketir.

1
aroem
bagus
Aghitsna Agis
lis cerita ke mas arka biar nga salah faham
𝐈𝐬𝐭𝐲
arka kok jadi seorang yg pencemburu ya🤔 cemburu boleh tapi jgn terlalu malah jadinya gak baik...
Aidil Kenzie Zie
si Arka pencemburu
Aidil Kenzie Zie
ingat waktu TK dulu Liam dibuat nangis sama Tiara gara gara diajak menikah sama Liam e. taunya beneran mau dinikahi 🤭🤭🤭🤭🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
Luar biasa
𝐈𝐬𝐭𝐲
Lumayan
Aghitsna Agis
arka kan lilisnya juga nga nerima rama malah nolak keras sm rama hrsnya arka senang lilis nolak rama bkn malah meledak marah2 kalau nerima batu metasa harga firinya diinjak2
Nice1808
Gila rama ngaku bujang padahal bristri dan anak, wadoh tau agama kok gak terus terang🤭🤣
Aghitsna Agis
lilis harus hati kalau dirumah sendirian takutnya tiba2 rama datang lagi dan rama senak jidatnya aja faham agama dari mana kaya gitu
Ryan Dynaz
sepupu blh nikah tuh...oke aja kok
falea sezi
sah aja masih kaku
Aidil Kenzie Zie
udah sah juga dibiasakan aja💪💪💪
Sri Supriatin
mampir Thor, langsung gercep semangat 8 bab nich, lanjut Thor 🤭🤭🙏🙏🙏
Nice1808
lanjut thor semngat💪💪💪
・゚・ Mitchi ・゚・
bukannya sepupu ga bisa nikah ya thor, kan masih hubungan darah mba rita sama arya. 🤔
Nabila Nabil: Arya sama rita sekandung lhooo.....
total 2 replies
Evi Lusiana
arka sm lilis itu sepupu an y thor,arka anakny arya,adikny mb rita
ig: denaa_127: iya Arya almarhum ayah arka dan tiara
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Lilis 🤔🤔🤔
ig: denaa_127: namanya Lilis, tapi nama asli Elisa 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Arka beneran gercep
Aidil Kenzie Zie
mampir tor padahal cerita maknya belum kelar dibaca malah lari kesini 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!