NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:734.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dek La

Sekuel Terpaksa Menikah.

Yang langsung mau baca season dua juga boleh, ada di sini semua ya gaes.

Chelsi Amira Putri berusaha menghindari perjodohan yang dibuat oleh ayahnya. Namun, dia malah terjebak dalam kesalahannya sendiri. Dia menjadikan Alaska Lencana kambing hitam untuk menolongnya agar terhindar dari perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Gadis Mesum?

Matahari tak lagi tinggi, sinarnya membias redup ke bumi. Pria dengan balutan baju piama duduk di balkon sembari menikmati udara sore yang menenangkan. Dengan ditemani segelas cappucino. Laska merasa sudah enakkan, dia sudah bosan berbaring terus menerus.

Pandangan matanya menatap penuh haru langit sore kota Jakarta, sesekali dia meraih gelas berisi minumannya dan menyesapnya dengan perlahan. Rasa dingin mengaliri kerongkongannya yang beberapa jam lalu terasa panas.

Setelah membersihkan diri tadi, Amira pamit untuk keluar sebentar. Laska tak masalah, pria itu tak pernah melarang sang istri untuk ke mana pun. Karena Amira memiliki emosi yang naik turun, Laska tak ingin ribut lagi dengannya.

“Alhamdulillah,” ucapnya ketika minuman sudah tandas. Mengembalikan kembali gelas ke meja, Laska meraih ponsel yang beberapa jam ini dia anggurin.

Berderet pesan masuk melalui aplikasi berlogo telepon warna hijau, dengan gesit jemari Laska sudah menyentuhnya. Hingga deretan pesan dari berbagai kontak terlihat.

Paling pertama dia memilih pesan dari Amira. Padahal gadis itu baru pergi setengah jam yang lalu, tetapi sudah mengirim pesan saja.

[Om, yang ini cocok tidak?]

Mata Laska membola sempurna saat melihat foto yang Amira kirim. Baju transparan yang beberapa hari lalu dia lihat, itu sangat menggoda. Dengan segera Laska keluar dari room Amira, lalu mematikan ponselnya.

Apa-apaan dia? Dasar gadis mesum!

Laska terus mengumpat dalam hati, dia mengambil gelas kosong di meja lalu beranjak masuk ke dalam kamar.

**

Sebuah pusat perbelanjaan tampak rame sore ini, hilir mudik orang-orang di dalam ruangan khusus pakaian. Gadis dengan balutan sweater merah muda dan rok di bawah lutut berwarna senada tengah memilih-milih pakaian yang akan dia beli. Tentunya ditemani dengan sahabat yang baik hati, Cinta.

“Menurut kamu aku cocok tidak pakai dress ini?” tanya Amira sembari memperlihatkan dress berwarna abu terang dengan hiasan permata.

“Bagus, cantik itu.” Cinta menanggapi seperti biasa, setelah itu dia kembali sibuk dengan buku di genggaman.

“Reaksi kamu selalu saja begitu,” gerutu Amira seraya menatap kesal Cinta, yang hanya dibalas cengiran oleh gadis itu.

“Tubuh kamu ‘kan ideal, pakai apa saja cocok,” puji Cinta. Amira tersenyum manis.

Menatap baju ini, dia jadi membayangkan yang iya iya. Pergi kencan berdua dengan pria tampan, lalu menikmati indahnya langit malam. Plus makan di restoran yang mewah, Amira tersenyum sembari mengkhayal apa saja yang bisa dia khayalan. Hingga tersadar saat seseorang tak sengaja menyenggol lengannya.

Amira langsung mengucap istigfar sembari mengelus dada, dia mendumal karena orang itu telah mengacaukan khayalannya.

Setelah membayar baju, Amira mengajak Cinta untuk makan di kafe sembari menikmati senja. Gadis dengan balutan pas mina plisket hanya bisa mengangguk sembari menggerutu kesal. Dia sudah lelah belajar, kini harus terus mengikuti Amira.

“Kamu mau pesan apa?” tanya Amira pada Cinta.

“Oranye jus,” jawab Cinta seraya meletakkan bukunya di meja. Pandangan mata gadis itu mengedar hingga terhenti di satu objek, Alfaliansky Afganda. Pria itu di sana juga.

“Ta, setelah ini kita mau ke mana?” Pertanyaan Amira tak mendapat jawaban, karena Cinta masih fokus melihat ke arah Alfa. Tampak sekali pria itu tengah menunduk, sesekali matanya melihat sana sini.

Karena tak mendapat jawaban, akhirnya Amira memilih mengikuti pandangan mata Cinta. Saat sudah melihat, dia tersenyum, mengerti dengan apa yang Cinta lihat.

“Itu adik ipar aku. Adik kandungnya Om Laska,” ucap Amira membuka suara kembali. Cinta gelagapan sembari merapikan hijab yang padahal sudah rapi.

“Kamu ngomong apa sih?”

“Alfaliansky Afganda. Kamu naksir sama dia?”

Bola mata sebening embun melotot sempurna dengan mulut menganga, Cinta langsung membuang pandangan untuk menghindari tatapan menggoda Amira. Berulang kali membuang napas agar suaranya tak kelihatan gugup.

“Enggak! Apaan sih kamu?”

Dasar Cinta. Hahaha.

“Kalau kamu suka, nanti aku bilangin,” ujar Amira lagi.

“Enggak Amira! Enggak!” Cinta menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya, sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Amira masih tertawa menggoda, sembari menunjuk-nunjuk Alfa yang tengah menunduk. Cinta hanya bisa menghela napas kasar kalau sudah begini, pasti nanti Amira akan mengadu pada abangnya. Dan dia akan mendapat godaan lagi. Sungguh melelahkan.

“Sepertinya si Alfa lagi ada masalah, lesu banget.” Amira membuka suara kembali setelah menyesap jus alpukat pesanannya.

“Enggak tahu. Sudah jangan bahas dia lagi,” pinta Cinta sembari mengambil gelas jus miliknya.

“Kita sebagai umat Islam harus saling tolong menolong. Walaupun dia tak ingin cerita, setidaknya kita bisa memberikan semangat.”

“Tumben bijak?”

“Is, Cinta. Aku serius.” Amira menggerutu kesal sambil mengerucutkan bibir.

**

Pria yang sejak tadi menjadi objek pandangan dua gadis cantik kini bangkit, dia berjalan lesu keluar pintu yang terbuat dari kaca bening hingga tembus pandang. Helaan napasnya terdengar lelah, pandangan matanya pun tampak sayu.

Setelah keluar dari ruang guru tadi, Alfa mendapat kertas yang sudah dia tunggu sehari lamanya. Tapi sayangnya, tak sesuai dengan impian. Alfa mendesah kesal saat melihat nilai ulangan yang tertera di sana, sangat buruk.

Dia tak bisa memperlihatkan pada Abi dan ummi, itu pasti akan sangat memalukan. Seumur hidupnya, dia memiliki cita-cita hanya ingin lebih pintar dari Laska. Tapi sampai sekarang, itu belum terjadi. Alaska Lencana masih tetap unggul.

“Tidak perlu khawatir Sayang, kamu tetap anak Umi yang terbaik. Tidak semua impian, bisa tercapai meski sudah berusaha sekuat tenaga.”

Alfa tersenyum sesaat mengingat kembali perkataan Kia. Dia jadi rindu pada wanita itu, surganya.

**

Sepanjang perjalanan selalu ada tawa. Amira dan Cinta memilih pulang setelah menikmati makanan di kafe. Dua gadis SMA itu berjalan sepanjang jalan raya sembari bercanda ria, Amira terus bercerita tentang kesehariannya bersama Laska yang sangat membosankan.

“Pasti om Laska sangat menyukai nasi goreng buatan kamu,” puji Cinta sambil tertawa.

“Pasti dong, ‘kan aku pakarnya.” Amira membanggakan diri, gadis itu berjalan riang sembari menggenggam jemari Cinta.

Keduanya berhenti di kursi pinggir kota, biasanya digunakan sebagai tempat istirahat bagi pejalan kaki. Mereka sama-sama menatap langit, memandang cahaya jingga yang membias indah. Semburat senyum di wajah Cinta, bayangan sang ibu terlintas dalam sekejap. Ada rasa rindu yang menyeruak dalam dada, tetapi dia langsung sadar dan mengusap sudut mata yang sudah basah.

“Kapan lagi kita bisa menikmati sore indah begini? Kamu pasti sering sibuk dengan buku-bukumu itu,” ucap Amira sambil menatap ke arah Cinta.

“InsyaAllah aku bisa bagi waktu,” jawab Cinta dengan mantap, membuat Amira tersenyum bahagia.

“Aku rindu ayah dan ibu, tapi mereka masih marah. Pasti tidak mau bertemu aku.” Amira tertunduk dengan mata sayu. Dia menahan agar air mata tak terjatuh.

“Memangnya kamu tahu kalau mereka marah? Jangan menyimpulkan apa yang bahkan kamu belum tahu, karena takutnya akan berakhir suuzan. Coba deh, kamu main ke rumah orang tuamu, minta maaf pada mereka,” saran Cinta. Amira terdiam sejenak. Lalu menjawab, “Besok deh. Tapi enggak apa, aku bahagia karena tidak jadi nikah dengan ustaz itu. Jadi apa kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa telingaku ini jadi lebar karena terus ditarik daun telinganya untuk menutupi.”

Cinta menggeleng kepala, sedangkan Amira tertawa bahagia.

“Menikah sama om Laska, kamu bahagia?”

“Hehehe. Setidaknya tak suka ceramah.”

 

 

Bersambung

Maaf author tidak up tadi malam karena ketiduran. Jadi, hari ini author akan up tiga bab. Pagi, Siang dan malam. Oke😂

 

1
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
CEWEK LEMAH,BODOH DAN EGOIS..MENGORBAN KAN SAHABAT DEMI KEBAHAGIAAN SENDIRI,APA ITU YG NAMANYA SAHABAT,Pantes aja Laska dan juga Alfha gak tertarik sama kamu,kayak cewek murahan..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa peran Amira disini kayak cewek tukang pengemis sih,Kesel aku lama2..
Qaisaa Nazarudin
MENDING BERSAMA DENGAN ORANG YG MENCINTAI KUTA DARI ORANG YG KITA CINTAI MIRA..DI CINTAI DIA AKAN MERATUKAN KITA DLM ISTANA CINTANYA, SEDANG KAN MENCINTAI KITA YG AKAN TETLUKA KARNA TDK PERNAH DI ANGGAP,CINTA ITU TDK BISA DIPAKSA.
Kamu masih muda,Kamu juga cantik,kamu juga gak benaran hamil kan,terus kenapa harus ngemis2 cinta sama orang..
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah tau begini,Kalo aku jadi Amira, Bikin perasaan Laska jungkir balik, Setelah itu tinggalkan dia,Biar tau rasa,kalo emang dia suka biarkan dia yg ganti berjuang mendapatkan hati mu..
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampe menjilat ludah sendiri..Aku sih gak apa2 Kalo bilang gak CINTA, Bisa aja seiring waktu dan dengan seringnya bersama,bisa saling MENCINTAI,Tapi jangan bilang KAMU BUKAN TIPE KU,Aku gak terima aja,Seakan hina banget seorang isteri di bilang gitu,Sedang kan ntar hujung2 nya kamu sendiri yg Bucin dan jilat Ludah sendiri..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Rasain tun Glora emang enak di tolak mentah2 , Kepedean banget..
Qaisaa Nazarudin
Ya salam..Semakin di hindarin kok malah makin dekat aja..
Qaisaa Nazarudin
Sholat..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Laska kan..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Alaska akan balas dendam nih akibat Amira menjebaknya dlm pernikahan..
Qaisaa Nazarudin
Kasian Laska yang gak tau papa langsung dapet nogem mentah..Ckk Amira..
Azizach
Q terharu sama benda panjang berwarna putih ada kepalanya trus ad daunnya 2🤣🤣
Nur Adam
lnjht
said191
lanjutan'a mna ya?
Eva kusrini
gaje singkatan ga jelas... semangat
Gratika Anandita
Aku juga pernah bahkan sampai hampir 3 tahun, walaupun seminggu/ 2 minggu sekali ketemu tergantung kesibukan suami dulu. Rasanya ya nano nano deh. Cuma kuncinya 3, yaitu komunikasi, kepercayaan dan kejujuran klo lagi LDR-an. jika menerapkan 3 hal itu insya allah semua akan akan terkendali saat LDR-an.
Gina Putri Dental
ringan ja kak
Gina Putri Dental
Amira bikin ngakak 😂😂
Gina Putri Dental
Amira
awas Lo bucin sama om om 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!