-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Belas
Mereka pun mulai menyanyi, Semua Mahasiswa/Siwi saling menggenggam tangan teman mereka, dan bahkan ada yang berpelukan menangis bersama. Entah itu bersama sahabat / teman mereka atau ada juga yang berpelukkan dengan pasangan mereka masing-masing.
Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku
Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Wangi rumah di sore itu
Kue coklat, balon warna-warni
Pesta hari ulang tahunku
Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku
Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam ku hitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur, suaramu buatku lelap
Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku
Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu, jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu, ungkapan terima kasihku
Lembar monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta bila bukan karena hati baikmu
Monokrom - Tulus
Prok Prok Prok
Semuanya bertepuk tangan dengan air mata sudah ada berada di pipi mereka sebagian. Tapi tidak dengan Jeslyn, dia hanya tersenyum tipis dengan pandangan yang masih ke arah pintu masuk. Dia sedang menunggu dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
"hey Jes, sudah jangan menunggu orang tua mu lagi, mungkin saja mereka sedang terjebak macet atau ada masalah pada kantor" ucap Manda menenangkan kesedihan Jeslyn.
"iya, mungkin saja begitu" ucap Jeslyn dengan senyum tipisnya.
"baiklah... bagaimana penampilan mereka? Pasti sangat bagus bukan?" tanya Mc.
"iya!!!" jawab semuanya.
"nah selanjutnya, ada 1 penampilan lagi sebelum acara Wisuda dimulai. Dan siapkan air mata kalian, karena kalian pasti akan bernostalgia kembali pada kisah kalian, dari saat kalian masuk ke sekolah hingga akhirnya kalian menemukan seseorang yang sangat begitu sayang dan peduli pada kalian" ucap MC membuat semuanya heboh karena penasaran.
"baiklah-baiklah, kalian sudah tidak sabar ternyata, hahaha... Kita sambut saja salah satu Primadona Kampus kita Sinta Tasya Pratama" ucap Mc, semua pun bertepuk tangan dan ada juga yang memberikan siulan saat Sinta naik ke atas panggung.
"Lah? Sejak kapan tu anak udah ada disana?" tanya Rey kaget.
"gak tau aku juga"
"jangan kan kalian, gua juga gak tau" ucap Manda.
"hehehe,,, Hai semua... pada heran ya kenapa gua berdiri disini? Pakai panggil gua-lo apa aku-kamu nih?" ujar Sinta dengan kekehannya, membuat semuanya makin heboh.
"aku-kamu!!!" jawab para cowok.
"hehehe,,, yaudah. Aku kesini cuman mau nyampein semua perasaan aku ke teman-teman aku yang sekarang ini sedang pasang wajah cengo mereka" ucap Sinta, membuat Manda, Jeslyn dan Rey menjadi pusat perhatian semua orang, termasuk para orang tua.
"aku langsung ke tujuan aku ya, jadi aku disini mau bacain puisi buat kalian semua, terutama mereka bertiga. eh gak gak, Rey gak masuk, hehehe... Judul puisi nya 'Jarak Tak Mampu Memutus Persahabatan', semoga kalian suka ya" setelah mengucapkan itu, Sinta pun mulai membacakan puisi nya dengan penuh penghayatan dan dengan penuh makna.
Jarak Tak Mampu Memutus Persahabatan
Di bangku sekolah itu
Aku berjumpa dengannya
Dia yang sama sekali tak ku kenal
Dia yang dulu bukan bagian dari hidupku
Manda dan Jeslyn memutar kembali semua kenangan mereka.
"hai,,, aku boleh duduk disebelah kalian gak?" izin seorang gadis cantik dengan senyum manis yang terpampang di wajahnya.
"eh? iya boleh, lagian ini tempat umum juga" ucap lawan bicara.
"oh iya, kenalin nama aku Jeslyn Casey, kalau kalian?" tanya Gadis yang diketahui namanya Jeslyn.
"nama gua Sinta Tasya Pratama, kalau dia Manda Damaiana Hutapia. maaf ya kalau kita pakai lo-gue" jawab gadis berpipi cubby yang namanya Sinta.
Disitulah dimulainya Kisah mereka bertiga.
Ku lihat semangat menggapai cita-cita ada dimatanya
Sosok periang yang selalu menebarkan kegembiraan
Gelak tawa lepas yang selalu tersuguhkan
Candaan yang tak pernah melukai perasaan
Hiburan yang tak pernah menjadi hinaan
Jeslyn sudah tak kuasa menahan air matanya, dia pun menangis dengan senyum tulus terbit di wajahnya.
Aku yang dulu hanya terduduk sendiri
Sekejap memiliki kawan untuk berbagi
Teman di kala sukar menghampiri
Kawan di kala bahagia memberkati
Curahan hati yang tercurahkan
Selalu menjadi cerita yang dinantikan
Mereka bertiga begitu sangat melengkapi, Jeslyn yang sangat bisa membuat Manda dan Sinta berbaikkan jika sedang berantem, Manda yang selalu memberikan kata-kata bijaksana jika Jeslyn atau Sinta curhat, dan Sinta yang selalu bisa mengubah suasana sedih atau tegang menjadi ceria kembali.
Hari demi hari terlampaui
Hitungan tahun telah dilewati
Usia semakin bertambah
Seiring memberatnya beban kehidupan’
Tapi..
Tak ada satupun diantara kami berniat untuk meninggalkan
Kepolosaan yang perlahan tumbuh menjadi kedewasaan
Keegoisan yang berbalik menjadi kebijaksanaan
Aral melintang tetap dilalui bersama
Dengan erat menggengam tangan
Bahu saling menopang
Kaki saling berpijak untuk menguatkan
Rayuan impian semakin hari semakin membesar
Memenuhi kepala yang tak lagi hanya berisi kesenangan
Mereka yang selalu ada di kala senang dan sedih, bahkan jika salah satu dari mereka ada yang bersedih. Maka jangan harap detik selanjutnya dia menangis, karena di waktu itu juga mereka akan mengubah kesedihan itu menjadi keceriaan bagaimana pun caranya.
Tahapan demi tahapan proses kehidupan
Ditapaki dengan penuh keteguhan
Upaya demi masa depan yang gemilang
Usaha demi tercapainya bintang kejora yang selalu diharapkan
Teruntukmu sahabat perjuangan
Janganlah ragu untuk menempuh jarak yang berjauhan
Janganlah kau bimbang
Untuk melalui semak kehidupan
Aku akan selalu disini
Jangan pernah ragukan itu
Tak perdulu berapa juta jarak memisahkan
Perduliku tak akan lekang
Satu keyakinan yang selalu digenggam
Tiada jarak yang mampu memutuskan
Persahabatan yang murni ini
Perpisahan demi menapaki perjalanan impian
Tak akan mampu menghapuskan ingatanku akan sosokmu.
- sumber : Google
Dan bahkan disaat mereka mengetahui kejadian malam itu, mereka tidak meninggalkan satu-sama lain. Mereka akan senantiasa merangkul apapun masalah yang sedang dialami teman mereka. Teman? Tidak, sepertinya kata itu sudah berubah menjadi Sahabat atau bahkan saudara (?)
Jeslyn dan Manda pun langsung berlari ke arah Sinta yang baru saja turun dari panggung setelah mengucapkan kata Terimakasih nya. Semua itu pun tak luput dari pandangan semua orang, bahkan tepuk tangan semuanya bukannya berhenti, mereka malah semakin mengencangkan suara tepuk tangan mereka.
"makasih karena kalian selalu ada buat aku" ucap Jeslyn.
"makasih karena kalian mau berteman dengan orang berisik kayak aku" kini Sinta.
"Makasih karena kalian sudah mengajarkan aku apa itu arti persahabatan yang sesungguhnya" dan yang terakhir Manda, mereka pun melepas pelukan mereka setelah beberapa menit.
"hai bumil! Kamu barusan lari hmm.. nakal sekali" ucap Sinta dengan suara seraknya.
"biarin, siapa suruh kamu bikin aku pengen meluk kamu" ujar Jeslyn dia pun memajukan bibirnya.
"yeh, baru aja mewek-mewekkan, udah berantem aja lu pada" kini malah Manda yang kesal.
"hehehe... ampun madam" ucap keduanya.
----BERSAMBUNG----
maaf telat update🙏
jangan lupa LIKE dan KOMEN:)