NovelToon NovelToon
Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / CEO / Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:665.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: arsyazzahra

Mohon maaf typo masih bertebaran di mana-mana 🙏


Mengandung adegan dewasa, kekerasan, bawang. Siapkan tisu sebelum baca cerita ini.

Berniat membalaskan dendamnya atas kematian sang kekasih, justru membuat ia terjebak dalam belenggu cinta.

●●

Darren Jeremy Wilson, pria berusia 29 tahun. Ia memiliki dendam pada seorang wanita bernama Calista, karena di duga wanita itu telah menyelenyapkan nyawa Breana sang kekasih yang dua minggu kemudian hendak ia nikahi.

Demi menebus perasaan bersalahnya, Calista terpaksa menyetujui untuk menikah dengan Darren. Meski ia tau ada niat terselubung dari balik pernikahan itu.

●●
Fb: Ara

Baca juga karya Author yang lain.
1. Cinta segitiga
2. Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
3. Do You Love Me?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyazzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan ku beri hadiah

🌹🌹Alur cerita ini memang lambat ya readers tercinta, maaf kalau buat bosan😊🌹🌹

🌹🌹Telat up, sorry badan lagi gak enak banget sumpah😭😭🌹🌹

🌹🌹Selamat membaca🌹🌹

Malam semakin larut, Calista merasakan gelisah, hingga pukul dua belas malam ia tak kunjung memejamkan matanya.

"Kenapa aku merasa gelisah seperti ini ya.."gumam Calista.

Calista memutuskan untuk keluar dari kamar miliknya.

Dan di sinilah Calista berada, di depan kamar milik Darren.

"Kenapa aku bisa kesini, jika Mas Darren tau dia pasti akan marah."ucapnya, ia kembali memutar tubuhnya untuk kembali ke kamar.

Tapi...

Kata hatinya menolak, seolah menyuruhnya untuk tetap memasuki kamar suaminya.

Perlahan Calista kembali bergerak mendekati kamar suaminya, menarik handle pintu.

Ceklek.. tidak terkunci.

Calista berjalan mendekati ranjang, terlihat di sana suaminya tengah terlelap, bulir-bulir keringat terlihat membasahi keningnya.

"Mamaa.. Papa.. Breee.. ku mohon jangan tinggalkan aku.."gumam Darren dalam tidurnya.

Kepalanya terlihat bergerak kesana dan kemari, memperlihatkan begitu gelisahnya ia dalam tidurnya.

"Apa dia bermimpi buruk.."ucap Calista.

"Bree jangan pergi ku mohon..."lirih Darren lagi.

Deg...

Tanpa sadar Calista memegang dadanya yang berdenyut nyeri, matanya tampak berkaca-kaca. Entah karena kini ia merasa bersalah ataukah ia merasa cemburu, Calista masih belum memahami perasaannya.

Menghapus sudut matanya yang basah, perlahan Calista mendekati suaminya lalu memegang pipi dan dahi Darren.

"Panas sekali, dia demam...."ucap Calista.

Calista keluar ke dapur mengambil sebaskom air untuk mengkrompes, tidak lupa ia juga mengambil obat penurun panas.

Sampai di kamar Darren ,Calista segera mencelupkan handuk kecil pada baskom yang berisi air lalu memerasnya dan menempelkannya pada dahi suaminya.

"Bre.. jangan pergi ku mohon..."sejak tadi Darren terus memanggil nama mantan calon istrinya itu.

Hiks.. hiks.. Calista menangis, "Dia begitu mencintai Breana. Dan aku telah melenyapkan segala kebahagiaannya.."

"Maafkan aku mas.."sambungnya.

Calista menepuk pipi Darren, "Mas bangun sebentar, minum obat dulu.."

Darren tetap terlelap tak membuka matanya, tapi pria itu kini sudah tak merancau menyebut nama Breana lagi.

"Bagaimana caranya agar dia tetap meminum obatnya.."pikir Calista, ia mencoba mencari ide.

Glekk.. Calista menelan salivanya dengan susah.

"Maafin aku mas, jika kau tau aku melakukan ini kau pasti akan sangat marah.."ucap Calista.

Calista memasukan obat itu ke dalam mulutnya, perlahan ia mencondongkan wajahnya pada wajah suaminya.

Cup.. Calista mencium bibir suaminya, memaksa Darren membuka mulutnya lalu memberikan obat itu.

Lalu Calista kembali mengambil air di atas nakas, meminumnya dan kembali mencium bibir Darren memberikan minuman itu lewat bibirnya.

Setelah selesai Calista kembali menegakkan tubuhnya, lalu ia mengusap bibirnya.

"Jangan sampai dia menyadari aku melakukan hal ini, atau nyawaku akan berada di ujung tanduk.."ucap Calista.

Memegang bibirnya, pipi Calista bersemu merah ketika kembali teringat betapa kenyal dan hangatnya bibir suaminya.

Mengambil kursi di depan meja rias, Calista berniat menunggu hingga panas di tubuh suaminya turun. Sampai pada akhirnya ia merasa ngantuk dan tertidur dengan posisi tangan di atas perut suaminya.

🌹🌹

Matahari mulai merangkak naik, perlahan Darren membuka matanya, ia terkejut ketika mendapati ada sesuatu barang di atas keningnya.

"Apa ini.."ucapnya, ia mengambil handuk yang di atas dahinya.

"Handuk, siapa yang melakukan ini.."sambungnya,

Darren hendak bergerak duduk, tapi ia merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya, perlahan ia melirik ke samping.

"Calista.."ucapnya terkejut, mendapati istrinya tertidur dengan posisi duduk.

Ekor matanya kembali bergerak melirik di atas nakas di mana di situ ada sebaskom air, juga botol obat demam.

Perlahan tangannya bergerak hendak menyentuh istrinya, namun ia mengurungkan niatnya, saat menyadari Calista menggeliat.

"Emm..."

"Mas kau sudah bangun, apa masih panas, coba aku cek..."Calista bangkit dari tempat duduknya, lalu menempelkan telapak tangannya di dahi suaminya.

Senyum mengembang di bibirnya, "syukurlah panasnya sudah turun,"sambung Calista.

"Memangnya apa yang terjadi padaku.."tanya Darren

"Kau demam semalam panasnya terlalu tinggi."Sahut Calista, setelah itu hendak melangkahkan kakinya keluar.

"Mau kemana..?"tanya Darren yang kini telah bersandar di ranjang.

"Balik kamar.."sahutnya tanpa kembali menatap wajah Darren.

Darren menepuk sisi tempat tidurnya, "Kemarilah.."

Calista terkejut, "Mas mau apa...?"

"Temani aku istirahat sebentar, nanti akan ku beri hadiah.."

"Tapi, aku harus menyiapkan sarapan..."

"Biar Bi Nah yang masak, kau tidak ingin menjadi istri yang durhaka bukan dengan menolak permintaan suamimu.."ucap Darren, bisa banget maksanya.

Calista menggeleng, "Baiklah.."

Calista memutar tubuhnya menuju sisi ranjang sebelah kiri, lalu mulai merangkak naik ke tempat tidur. Calista berbaring di sisi Darren dengan jarak di ujung sedikit menjauh dari Darren.

"Ck.."decak Darren.

Ia mendekati Calista, lalu meraih pinggang istrinya.

"Mas..."pekiknya terkejut.

🌹🌹🌹

Ada yang penasaran gak, hadiahnya apa..?

Jangan lupa

Like

Komentar

Hadiahnya

Tbc.

1
Nicky Nick
endingnya nyesek bgt thor😭😭😭air mata keluar trs hbs tissu sebgks😒... ada ga' ya cinta sejati kyk darren-calista
Nicky Nick
ayoo naik naik ke puncak gunung.. turun ke lembah goal daah😆
Nicky Nick
jona gentle
Nicky Nick
angela sakit jiwa
Nicky Nick
ok thor siap2 mo kondangan nih..
Nicky Nick
dita dita pingin liat aja apa pingiiiiinn... 😄
Nicky Nick
duuh jd slh thor..kirain dita dijodohin ma jonathan.. trnyata jona dijodohin ma an temen bpknya.. jgn2 jodoh jona perempuan yg ditabrak itu..
Nicky Nick
jona kok sama dita sih thor.. ga' sama leno aja
Nicky Nick
sama leno dit moga berjodoh😊
Nicky Nick
smoga calista & bayinya baik2 saja.. dam smoga author berbaik hati menyalatkn mereka😒
Nicky Nick
sedih trs thor.. bikin bahagia dong mereka
Nicky Nick
tissu tissu😭😭
Nicky Nick
huhuuu mewek aq thorr... nyesek bgt😭
Nicky Nick
nasib calista ada ditgnmu thor😢
Nicky Nick
hmmm leno... jodohin ma dita aja thor babang pembinor
Nicky Nick
please thor biarkan darren - calista bahagia selamanya
Nicky Nick
darren cari tau pnyakit istrimu sblm trlmbat..
Nicky Nick
bu meysa jgn pengaruhi daren trs ya.. lama2 daren cinta mati looh ma calista
Nicky Nick
daren lama2 bucin looh
Shifa Burhan
lihat koment2 wanita jadi miris ya

saat ada pelakor mereka akan koment, menghujat, memaki, melaknat, pokok koment mereka semua pedas
tapi
saat ada pebinor mereka adem2 aja

miris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!