NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Menjelang Natal

Bentuk rumah dan tata kota yang penuh salju sangat indah, seperti gambar - gambar di kartu natal. Keluar belanja saja membuat Adel bahagia. Karel terus mengambil gambar istrinya.

Sampai di rumah, Adel yang mau merapikan belanjaan, tidak di ijinkan oleh mamanya. Simeon bersama mama dan tante yang merapikan stok belanjaan mereka.

"Kamu istirahat sebentar, jam makan siang. Mama panggil. Jangan bantah mama ya sayang."

Adel mundur teratur, Kaleb, Karel dan papa hanya tersenyum. Karel langsung mengendong istrinya ke kamar.

"Mas.... Adek berat loh."

"Mas kuat."

Sampai di Kamar, Karel merayu istrinya. Dia ingin sekali menengok bayinya. Tongkat juniornya ingin mencari kehangatan di dalam rahim istrinya. Adel pun mengijinkan.

"Kesempatan kita bisa bercinta di kota ini."

"Maunya mas."

"Iya dong. Boleh kan??"

"Sangat boleh. Aku milikmu sayang."

"Yes yours mine."

Drama percintaan, dua insan ini, berakhir ketika Karel melepaskan serumnya, namun saat ini tidak bisa membuahi, karena istrinya, perempuan yang dia cintai sedang mengandung empat jalan lima bulan. Penghangat ruangan tidak membuat Adel maupun Karel kedinginan, meskipun tak sehelai pun kain menutupi tubuh mereka. Adel sudah lemas dia tertidur dalam pelukan suaminya.

"Kalau tidak dibuat begini, kamu tidak akan istirahat."

Karel mencium kening dan bibir istrinya. Dia turun dari pelan - pelan dari tempat tidur, setelah menyelimuti tubuh istrinya yang sedang berbadan dua. Karel langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, setelah itu dengan kimono dia membawa air hangat dalam wadah dan mengelap tubuh istrinya. Kemudian mengenakan pakaian dalam dan baju hangat. Adel tidak terganggu sedikit pun. Dia hanya tertidur.

"Adel tidur??"

"Sudah ma."

"Pintar sekali kamu membujuk istrimu."

"Gurunya siapa??" Papa dan kakaknya serta dua ajudan Karel tertawa.

"Dasar papa dan anak sama."

"Darah ma, ingat." Mamanya hanya tersenyum, tante Nunik tertawa melihat tingkah keluarga kakaknya.

"Tadi tuan rumah membawa pohon natal ini. Mama mau, Adel saja yang pasang hiasannya."

"Pasti dia suka sekali."

Karel bersama Resa dan Simeon sedang melapor lewat email ke kepolisan setempat. Hal yang harus dia lakukan. Karena status Karel sebagai interpol. Sambil menikmati wine.

"Surga aku bos."

"Aku tahu, bisa menikmati wine kan??"

"Benar sekali."

Karena cuaca dingin, maka mereka minim wine, hal yang biasa jika tinggal di daerah dingin. Tadi saja, Kaleb dan Karel beli wine banyak untuk mereka. Tak terasa sudah empat jam Adel tidur. Karel diperintahkan untuk membangunkan istrinya.

Karel ke kamar mencium - cium istrinya. Sampai Adel bangun. Matanya bengkak, hidungnya merah.

"Ayo mau makan, baginda ratu menyuruh. Kalau tidak suamimu bisa di hajar."

"Oke. Adek tidur lama ya??"

"Lumayan. Bagaimana kondisi adek??"

"Adek bahagia mas."

Karel langsung mengendong istrinya di belakang. Menuju meja makan besar yang tampung delapan orang.

"Papa beli pohon natal??"

"Papa pesan tadi waktu tiba sama yang memiliki penginapan ini. Papa mau perayaan natal kita sempurna." Adel tersenyum.

"Nanti Adel yang hias ya. Karel dan kak Kaleb yang bantu bersama Resa dan Simeon."

"Siap komandan."

Selesai makan, mereka semua turun tangan mendekor pohon natal hidup ini. Sangat seru. Ketika pohon natal jadi. Suasana natal semakin terasa.

"Besok waktu yang pas kita untuk melihat Aurora Borealis Cahaya dari Utara dan melihat ikan paus bungkuk dan paus orca."

"Mama setuju, mama berharap kali ini mama bisa melihat Aurora itu."

"Emang bisa ngak dapat gitu ma."

"Bisa sayang. Mama waktu pertama kali ke sini dan tiga kali pergi melihat Aurora ngak dapat. Sedang papa dengan kedua anak laki - lakinya dapat. Mama dan orangtua mama tidak."

"Semoga ya ma."

"Mama itu beruntung punya papa??"

"Bukan papa yang beruntung panya mama."

"Papa dan mama yang beruntung punya kami berdua."

Pagi hari di kota Tromso, Norwegia sebelah utara ini, terasa seperti tengah malam. dan suasana ini akan berlangsung sampai bulan Januari. Adel sudah bagun. Begitu juga dengan mama dan tante Nunik. Mereka akan menyiapkan sarapan. Karena hari ini, mereka akan berjalan - jalan sehari penuh.

Pukul tujuh pagi hari mereka sudah sarapan. Ada roti, ada nasi goreng dan ayam goreng serta sayur tumis. Jam delapan lewat kami berangkat ke tempat dimana kami bisa menikmati aurora dan melihat paus jika beruntung.

"Adek vitamin kamu sudah minum belum??"

"Sudah sayang." Adel tersenyum dan langsung mencium istrinya. Karel sebelum keluar dia akan berdoa khusus buat calon anaknya di perut istrinya dia ajak berbicara, agar tidak terjadi sesuatu bagi mereka berdua.

"Papi tahu, jika mami bahagia maka kamu sayang didalam perut mami akan baik - baik saja. Sama papi kita jaga mami ya sayang." kemudian dicium perut istrinya. Itu kebiasaan Karel, sejak Adel keguguran, Karel lebih protektif menjaga istrinya. Takut kejadian itu terulang. Di dalam mobil ada kursi roda buat istrinya jika dia kelelahan.

Mereka menyewa mobil besar, yang muat bagi mereka berdelapan. Karel dan Keleb yang berganti mengendarai mobil itu. Biasanya Simeon dan Resa yang bergantian menjadi pemandu. Setelah mengatur istrinya duduk aman. Mobil jalan dengan supir Kaleb. Duda keren, kakaknya Karel.

Keberuntungan memihak kepada mereka bisa melihat Aurora dan paus di laut bagian utara negara Norwegia. Sampai siang hari jam satu siang mereka masih menikmati keindahan alam itu sambil makan siang di tempat rekreasi itu. Banyak sekali moment yang dia abadikan oleh keluarga ini. Sore harinya mereka menikmati pasar natal banyak sekali ole - ole yang Adel beli.

"Coklat panas yang mahal."

"Only for you."

"Ade suka cangkirnya mas. Unik."

"Iya mas tahu."

Karel masih setia mendorong kursi roda yang mana istrinya sedang duduk. Banyak jajan kue yang enak - enak yang Adel beli. Dan berakhir dengan makan malam di sebuah restoran yang dekat dengan pasar natal ini.

Mereka juga mengambil foto keluarga Barnabas di studio foto yang ada di pasar natal juga menjadi tempat mengabadikan sukacita mereka. Kaleb Imanuel Barnabas diapit oleh orangtua dan adeknya bersama istrinya. Ada doa yang menjadi harapan mereka, natal tahun depan mereka sudah tiga pasangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!