NovelToon NovelToon
Our Marriage

Our Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Windu Puspita

Pernikahan yang dilakukan Oleh Vino Syahputra Pratama dengan Sisilia Eka Dwiyatno adalah pernikahan berdasarkan perjanjian dan juga penawaran yang diajukan oleh Vino kepada Sisil untuk menghindari perjodohan yang direncanakan oleh papanya itu.

Sisil yang sangat Frustasi dengan apa yang telah dilakukan oleh papanya itu. Dia mengaku sangat tidak menyukai dengan apa yang telah direncanakan oleh papanya itu.

Sisil menjadi sangat bingung, karena disisi lain dia masih memiliki seorang kekasih yang masih sangat disayanginya.

Akan tetapi, karena sesuatu hal Kekasihnya yang bernama Dito itu melarikan diri. Dia tidak berani bertemu dengan kedua orang tua Sisil. Sebagai syarat dari papanya, perjodohan akan dibatalkan apabila Sisil membawa pacar atau calon suami kerumah untuk diperkenalkan kepada mereka.

Sisil yang sedang melamun dirumah sahabatnya itu. Tiba - Tiba saja datang seseorang yang menghampirinya. Dia tahu semua permasalahan yang sedang dihadapi oleh sahabat adiknya tersebut.

Maka dari itu, Vino mencoba membuat penawaran kepadanya. Melalui perjanjian pernikahan dengan syarat dan ketentuan yang telah dia buat.

Akankah Sisil menerima penawaran itu?
Atau dia menerima perjodohan yang direncanakan oleh papanya itu?
Dan akankah Dito kekasihnya itu kembali kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windu Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konsultasi

Setelah selesai menghadiri acara pemakaman ayah Alexa. Vino dan Sisil kembali pulang ke apartemennya. Mereka sudah pindah kemarin. Vino terlihat sangat lelah sekali. Dia duduk dibangku sofa yang ada diruang tamu diapartemennya. Sisil berjalan menuju dapur untuk mengambilkannya minum.

"Ini honey minum dulu teh hangatnya." Wanita itu menyodorkan secangkir teh lemon hangat kepada suaminya.

"Terimakasih sayang." Vino tersenyum kepada Sisil dan mengambil cangkir yang diberikan oleh istrinya itu. Sisil tersenyum kepada suaminya. Dia sangat senang ketika melihat suaminya itu tersenyum. Wajah yang tampan makin terlihat semakin tampan.

"Sayang, kemungkinan aku akan batalkan untuk kita pergi kedokter kandungan minggu besok. Aku akan menjadwal kembali. Karena ada suatu pekerjaan penting yang harus aku kerjakan." Vino melihat kearah wanita itu. Sisil hanya tersenyum saja. Didalam hati wanita itu hanya senang. Karena suaminya membatalkan rencananya untuk pergi kedokter kandungan.

"Ya sayang, tidak apa - apa? nanti kan bisa kita jadwal ulang!" Ucap Sisil dengan tersenyum.

"Oke, kalau begitu aku kembali kekamar. Nanti kamu tidurlah lebih dulu. Karena aku akan bekerja diruang kerjaku." Vino beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

" Alhamdulillah, akhirnya batal juga rencana Vino ke dokter kandungan. Aku harus konsultasi terlebih dahulu kedokter kandungan. Takut nanti ada efek dari obat penunda kehamilan itu." Gumam Sisil. Lalu dia menelepon seseorang disebrang sana.

Setelah membuat jadwal, Sisil lalu masuk kedalam kamar. Dia lalu membersihkan dirinya dan segera istirahat. Wanita itu beberapa kali berusaha memejamkan matanya. Akan tetapi, matanya tidak bisa terpejam. Akhirnya, dia memutuskan untuk menyusul Vino.

Tok..Tok..Tok..pintu ruang kerja Vino diketuk oleh Sisil.

"Ya masuk!" Sisil mendengar suara Vino yang sudah menyuruhnya untuk masuk.

"Maaf sayang, apa aku mengganggumu?" Tanya Sisil ragu dengan membuka sedikit pintu ruang kerja Vino.

"Tidak sayang! masuklah" Vino melambaikan tangannya. Menyuruhnya untuk masuk.

Sisil berjalan menghampiri suaminya itu. Laki - laki itu lalu menepuk pahanya. Agar Sisil bisa duduk dipangkuannya. Wanita itu yang paham dengan kode yang diberikan suaminya itu menurut dan duduk diatas pahanya.

" Kenapa kamu tidak istirahat?" Tanya Vino dengan lembut dengan tangannya yang merapikan rambut istrinya kebelakang telinganya.

"Aku tidak bisa tidur! Bolehkah aku menemanimu disini?" Tanya Sisil dengan pelan. Dia takut nantinya dia akan mengganggu pekerjaan Vino.

Laki - laki itu membawa Sisil kedalam dekapannya. Dia mulai menepuk - nepuk pundaknya pelan.

"Tidurlah sayang, aku akan meneruskan pekerjaanku. Sedikit lagi akan selesai." Vino melihat wajah Istrinya itu yang sudah mengantuk. Sisil hanya mengangguk saja.

Tidak berapa lama Vino sudah menyelesaikan pekerjaannya. Dia juga tadi sempat sedikit berbicara kepada Rafael asisten Alexa. Karena dia sendiri masih segan menanyai langsung kepada adik iparnya itu. Sepertinya waktu masih belum tepat. Tapi, dari pembicaraan yang dia dapat dari Rafael. Kalau dia akan mengikuti saran asisten adik iparnya itu. Dia akan terlebih dahulu mencari tahu latar belakang dari Ardi. Agar dia bisa mudah untuk mengetahui orang seperti apa Ardi ini?

Vino melihat wajah istrinya yang sudah terlelap tidur. Dia menggendongnya dan membawanya kembali kekamar. Karena pekerjaannya juga sudah selesai. Dia akan menemani istrinya ini untuk istirahat. Setelah meletakkan istrinya diatas ranjang. Vino melihat ponsel istrinya itu berbunyi. Setelah dilihatnya ternyata dokter kandungan yang dikenalnya itu juga adalah dokter kandungan yang akan Sisil kunjungi juga. Sebelum dia pergi bersama suaminya.

Kemudian, Vino menelepon kembali dokter tersebut. Sambil berjalan keluar kamar. Dia menanyakan kepada nya secara detail mengenai maksud istrinya itu. Dokter itu menjelaskan kepada Vino. Dia mengerti mengapa Sisil sangat gelisah sekali ketika dirinya mengajaknya ke dokter kandungan. Rupanya dia sendiri mau memeriksakan terlebih dahulu. Vino yakin dia ingin berkonsultasi mengenai obat tersebut. Apakah ada efek samping atau tidak?

"Baik dokter, saya tahu kalau istrinya saya itu sebenarnya ingin menunda kehamilannya. Akan tetapi, saya sendiri tidak ingin menunda. Dan saat ini istri saya sedang mengkonsumsi Vitamin yang sudah saya tukar. Dia mengira kalau obat itu adalah obat penunda kehamilan."Jelas Vino kepada dokter itu.

"Baik Pak. Saya akan mencoba nanti menggantinya dan memberikan saran kepada istri anda. Kalau memang istri anda masih ingin menunda kehamilan." Jawab dokter itu dengan membuat Vino sedikit lega. Karena dokter itu sedikit bisa membantunya.

"Terimakasih dok! Saya hanya ingin nanti dokter berikan saja vitamin kepada istri saya. Kalau memang dia keras kepala. Dan saya meminta tolong kepada dokter untuk memberikan informasi kepada saya mengenai hasilnya." Ucap Vino dengan sedikit perintah. Dokter kandungan tersebut hanya menurut kepadanya. Karena memang dokter kandungan itu adalah teman baik dari Vino sejak kuliah. Makanya, dia merasa beruntung bisa memiliki teman yang berprofesi sebagai dokter.

"Oke. Udah ya..gak usah terlalu formal. Capek juga gue bicara formal sama lo!" Ucap sang dokter dengan sedikit tertawa.

Dokter Anita, adalah dokter kandungan yang juga teman lama dari seorang Vino. Dia juga sedikit kaget ketika istri dari temannya itu menghubunginya. Awalnya dia tidak mengetahui. Akan tetapi, sekarang dia sudah tahu semua. Dan mungkin akan membantu temannya itu. Untuk memberikan informasi mengenai program kehamilan tanpa sepengetahuan istrinya. Mungkin dia sendiri akan berpura - pura tidak mengenal Vino ketika dia akan datang bersama dengan istrinya.

"Ya sudah..makasih ya nit! Gue lega, kalau istri gue ternyata menghubungi lo!" Ucap Vino dengan sedikit menghela nafasnya.

" Ya sama - sama!"

" Tapi, inget ya! semua informasi mengenai hasilnya itu harus lo kasih tahu sama gue!" Vino sedikit mengancam kepada dokter Anita. Yang hanya ditanggapi dengan kekehan saja. Dokter Anita sangat memahami temannya ini.

"Ya cerewet banget sih! Sudah ya. Anak gue jadi bangunkan!" Desah Anita dengan menutup teleponnya. Vino hanya terkekeh geli karena pasti dia akan bergadang menemani anaknya yang terbangun akibatnya.

Setelah menelepon dokter Anita, Vino kembali kekamar. Dia menaruh ponsel diatas nakas. lalu, ikut bergabung tidur disamping istri kecilnya itu.

***

Sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Sisil datang keklinik milik dokter Anita. Dia sudah mendaftar ulang dan mendapatkan nomor 2. Dia sengaja datang lebih awal. Agar, dia bisa lebih cepat bertemu dengan dokter Anita dan bisa pulang lebih awal.

Ketika namanya sudah dipanggil. Sisil masuk kedalam ruangan dokter Anita. Dia bersalaman dengan dokter tersebut. Sebelum melakukan konsultasi. Terlebih dahulu tubuh Sisil diperiksa. Untuk tekanan darah dan juga yang lainnya terlihat baik tidak ada masalah.

Dokter Anita memulai konsultasi nya.

"Bu Sisil ingin konsultasi mengenai program hamil atau..?

"Saya sebenarnya ingin konsultasi mengenai menunda kehamilan." Potong Sisil ketika dokter Anita belum selesai berbicara.

"Kenapa? bu Sisil ingin menunda kehamilan? dan sudah berapa lama kalian menikah?" Tanya dokter Anita kepada Sisil. Wanita itu tampak sedikit gugup. Ketika ditanya alasannya menunda kehamilan.

"Saya baru menikah dokter. Sebenarnya suami saya tidak tahu, kalau saya sedang mengkonsumsi obat penunda kehamilan ini." Sisil memberikan kotak obat itu kepada dokter Anita.

Dokter Anita yang sudah mengetahui sebelumnya. Akhirnya hanya tersenyum saja. Dia masih menanyakan alasan dari wanita itu kenapa ingin sekali menunda kehamilan. Apalagi, sampai suaminya tidak tahu.

"Alasannya apa bu Sisil ingin menunda kehamilan?" Tanya dokter Anita sekali lagi.

" Saya hanya belum siap saja dokter. Saya masih ingin melanjutkan kuliah." Ucap Sisil dengan sedikit gugup.

"Saya tahu, setiap manusia pasti berbeda - beda. Akan tetapi, banyak wanita yang sudah menikah justru ingin segera memiliki anak. Dan kalau menurut saya? Kehamilan juga bukan jadi hambatan anda untuk tetap bisa meneruskan kuliah." Jawab dokter Anita sedikit menyakinkan Sisil. Agar dia tidak menunda kehamilannya.

"Dan kenapa anda tidak memberitahukan suami mengenai hal ini?" Tanya Dokter Anita yang membuat Sisil menjadi terdiam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dokter kali ini. Dia masih bingung dan takut memberitahukan Vino akan hal ini.

" Saya bukannya ingin menutupi hal ini dari suami saya dokter? akan tetapi, saya masih belum memberitahukan mengenai hal ini kepadanya." Sisil terlihat sangat gugup dan gelisah.

"Harusnya? sebelum anda konsultasi dengan saya. Bu Sisil harus memberitahukan terlebih dahulu kepada suaminya. Agar, suami anda mengerti dan juga paham akan kemauan anda." Dokter Anita sedikit memberikan nasihat kepada Sisil. Agar Sisil bisa lebih paham apa yang dilakukan saat ini.

"Hikss...hiks..hiks..Saya bingung dok! Sebenarnya suami saya tidak ingin menunda kehamilan. Saya juga takut kalau nanti dia akan kecewa dengan saya dok." Sisil terisak ketika mendengar nasihat dokter Anita. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar membuat suaminya itu mengerti. Sebenarnya Sisil juga sangat takut karena perjanjian pernikahan tersebut.

"Apa yang membuat ibu Sisil takut untuk memberitahukan hal ini kepada suami anda?" Tanya dokter Anita dengan sedikit curiga karena seperti ada yang disembunyikan olehnya.

"Sebenarnya, ada sesuatu yang masih saya pikirkan dokter." Ucap Sisil dengan lirih. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana?

" Mengenai hal apa kalau boleh saya tahu??" Tanya dokter Anita kepadanya.

" Maaf dokter ini masalah pribadi saya!! mungkin nanti saya akan sampaikan langsung dengan suami saya mengenai hal ini." Tegas Sisil. Wanita itu memang belum mengetahui kalau dokter Anita adalah teman dari suaminya itu.

Dokter Anita memahami apa yang dialami dari pasiennya itu.

" Baiklah, Bu Sisil. Saya akan menuliskan resep obat, nanti bisa ibu tebus di apotik terdekat. Sisil mengambil resep itu dan berdiri, bersalaman dengan dokter Anita sebelum dia keluar dari ruangan itu.

Memang selama ini, Sisil tidak pernah cerita tentang masalah pribadinya kepada siapapun kecuali Virgin sahabatnya. Dia memang sedikit lebih tertutup. Karena itulah, dia bingung harus bercerita kepada siapa?

Selama di Apotik Sisil memikirkan bagaimana caranya dia memberitahukan kepada Vino alasan dirinya menunda untuk memiliki anak. Karena masih banyak impian yang harus dia kejar. Apalagi didalam lubuk hatinya dia masih menginginkan Dito bisa kembali kepadanya.

Sisil memang wanita yang Naif. Selain dia ingin tahu alasan Dito pergi begitu saja. Dia juga masih mengharapkan lebih. Walau sekarang dirinya sudah bersama dengan Vino.

*Happy Reading*

1
Maizuki Bintang
bgs
Wita Anggraeni
lanjuttt thorrr
Asti Asyifa
lanjut,gak sabar deh. gregetan beutt
Asti Asyifa
ke dalam mulutnya kli
Asti Asyifa
bukan oleh Sisil,tp dengan Sisil mungkin,lanjutkan ya
Asti Asyifa
bukan membuat perjanjian kepada vino kli,tp dengan vino mungkin. lanjutkan.
Asti Asyifa
pen ta' tabok dah si Ardi. lanjutkan,ya!
Asti Asyifa
lanjut
Asti Asyifa
rasanya kurang adil ya buat Dito. kasian Dito. lanjutkan
Asti Asyifa
lanjutkan euy
Asti Asyifa
sumpah ,suka deh,gercep banget soalnya.
Windu1709: kalo gak gercep nnti ketinggalan
total 1 replies
Windu1709
terimakasih koreksinya
Windu1709
keluarga sultan😁😀
Asti Asyifa
sesuai ekspetasi,virzha nya imout beut
Asti Asyifa
kedua orangtua nya tidak sadarkan diri? meninggal mungkin ? lanjutkan
Asti Asyifa
jenazah. (koreksi)lanjutkan,ya.
Asti Asyifa
ribet ya , jd keluarga Vino,mesti punya pelacak,bodyguard,dan lain sebagainya. lanjutkan ya
Asti Asyifa
lanjutkan
Asti Asyifa
cerdas! lanjutkan
Asti Asyifa
nice story nih,cekatan banget resep kn bacanya juga. lanjutkan
Windu1709: Terimakasih jangan vote nya😉😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!