Ayu adalah Gadis Cantik yang berasal dari desa mengadu nasib ke Kota..
Ayu anak pertama dari 4 bersaudara..
demi menyekolahkan adik-adiknya..
Ayu harus jadi Tulang punggung keluarga..
Ayah Ayu hanya seorang Petani..
dan Ibu Ayu Hanya seorang Ibu Rumah tangga.
Siapa Sangka Saat Di Kota Dirinya Tiba-tiba dilamar oleh Ibu-ibu cantik..
untuk Anaknya yang bernama Reyhan..
Apakah alasannya..?
bagaimana Ayu bisa menerimanya..?
Reyhan Pemuda Kaya Raya..
Pemilik Investor terbesar di Negara Nya..
dimana pun Reyhan menanam modal bisa dipastikan Perusahaan itu akan melejit pesat..
.
Ikuti Kisahnya Ya... .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kocil
"Honey....? Kau sudah menikah....? Sialannn.......! Apa yang terjadi ? Kenapa Reyhan Bisa menghianatiku.....! " Maki Nana melempar dan menghancurkan segala benda yang ada didepannya...
Bahkan Telfon dari Segala Pria Ranjangnya dia tak Hiraukan... Pikirannya Kacau Saat ini...
Nana tidak tau saja segala kebusukannya selama ini telah diketahui Reyhan... Nana sudah dari dulu seperti Itu.. Reyhan Saja yang tidak tau....
Jika saja Reyhan meminta Tubuhnya... Maka dengan senang hati Nana melayaninya tapi Reyhan Bukanlah penjahat wanita...
............
"Kenapa Kau sangat kecil....? " Tanya Reyhan tiba-tiba disaat mereka masih didalam perjalanan..
"Hah...? Hemm.... Aku tidak tau.....! " Jawab Ayu gelagapan..
"Hmmfft......! " Reyhan menahan Tawanya mendengar pernyataan Ayu..
Ayu makin saja Malu diejek oleh Pria yang sudah menjadi suaminya itu sungguh memalukan..
"Kk... kenapa...? " Tanya Ayu ragu-ragu.
"berapa Lingkar Dadamu...? " Tanya Reyhan Hanya ingin menggoda saja..
Pipi Ayu langsung memerah Mendengar Pertanyaan Reyhan..
Spontan Ayu menyilangkan Tangannya didepan Dadanya..
"Emang.. K.. kenapa...? Ja.. jangan Du.. dulu Kakk... A.. Aku bel.. um siap....! " Gagap Ayu terbata-bata..
Reyhan spontan saja tertawa terbahak-bahak.. Gadis yang digodanya ini malah gugu gagak seolah Reyhan akan mengambil Hak nya..
Mana Bisa Reyhan melakukan itu sementara Dirinya tidak mencintai Ayu hanya saja Reyhan benar-benar tak habis Fikir. Wanita Mungil yang jauh dari Kriterianya itu malah jadi istrinya..
Dari tingginya saja Sudah beda, Bagaimana Tubuhnya begitulah Fikir Kotor Reyhan entah apa yang salah dengan Otaknya hingga menjurus ke Arah Itu...
"Bukan hanya Tubuhmu yang kecil... Otakmu juga kecil....! Ahahaaa.....! " Tawa Reyhan meledek..
"Kakaaaakkkkk..... Emang otak Kakak sebesar Apa...? " Kesal Ayu..
Bukannya Berhenti Reyhan malah tertawa terpikal-pikal melihat wajah menggemaskan Ayu yang Emosi Versi Ayu...
Hilang sudah Gugupnya Ayu saat Otaknya di Ejek sekecil Tubuhnya. Ayu juga pintar Hanya saja Ayu tidak punya Biaya untuk lanjut Kuliah...
"Bodo... Ah... Kakak Jahatt.....! " Ayu malah memberengut menoleh ke arah Lain, enggan menatap Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu...
sedangkan Reyhan masih asik dengan tawanya malah sudah punya kesenangan saja Dirinya bisa membuat Ayu kesal...
"Kenapa... kamu memanggilku Kakak..? " Tanya Reyhan setelah berhasil mengendalikan tawanya..
"Jadi aku panggil kakak Apa...? " Tanya Balik Ayu..
"Iya juga Yah... Terserah mu saja... Pegangan Cil... Aku tancap Gas....! " Ujar Reyhan..
"Cil....? " ulang Ayu..
"KOcil....! " Jawab Reyhan...
"Kakakkkkkkk.....! " Teriak Ayu dengan kesalnya. .
Reyhan Tertawa cekikikan, Ayu Berteriak Tidak memecahkan Gendang telinga..
"dia pasti Pintar Nyanyi.. Suaranya Bagus....! " Batin Reyhan ditawa Gelinya..
Ayu tak tau lagi mau bilang apa... Pria yang sudah menjadi suaminya Ini malah mengejeknya Kecil bahkan memanggilnya Kocil...
Ayu sudah muak dengan ejekan itu Ledekan semua teman sekolahnya dulu Si mungil,si Kocik, dan berbagai ledekan lainnya.
Kini dapat julukan baru saja Dirinya..
Kocil, Begitu bikin sakit Kupingnya mendengar panggilan itu Ayu kan tidak salah terlahir kecil. Kenapa Dia harus diledek..?
"Cepat Pegangan Cil.... Aku akan langsung ke Kantor....! " Pinta Reyhan setelah melihat notifikasi HPnya..
"iya.... Tapi Masa Ayu dibawa ke Kantor Kakak sih..? Ayu enggak mau...! " Tolak Ayu sambil memegang apapun yang ada disampingnya..
"Tunggu sebentar..! " Reyhan mencoba Menghubungi Mama nya..
"Halo Ma...? "
"iya Sayang... Ada apa..?"
"Reyhan ada Rapat Ma di Kantor... Jadi Nggak sempat Antar Ayu ke Rumah.. Bisa mama Bawa Ayu...! " Reyhan Berkata..
Maya menyeringai Usil di Dalam mobilnya..
"Maaf Sayang... Mama Mau ke Rumah Teman Mama.. Mengenai Ramalan Mama.. Penting pokoknya....! kamu bawa aja Ayu, Kamu kan tidak lama Rapatnya.! "
"Benar mama Enggak bisa...? " Tanya Reyhan Curiga..
"ya enggak bisa...! " Tolak Maya cepat..
Maya Mau membuat mereka berdua makin dekat dan maya yakin Ayu akan dilihat oleh Karyawan Reyhan nantinya, Bisa dipastikan Ayu akan dihormati kedepannya bila berkunjung ke Kantor Reyhan..
Panggilan Pun terputus dari mamanya..
"Ckkkk... Kebohongan Mama terlalu jelas...! " Cibir Reyhan mendengus pelan..
"Tidak ada Pilihan lain Cil... kamu harus ikut....! " Tak mendengar Protes Ayu..
Reyhan langsung melajukan kecepatannnya..
"aaaahhh.....! " Ayu Malah berteriak memejamkan Matanya Takut dengan kecepatan Reyhan seperti mau Bunuh Diri saja...
Lama Kelamaan Teriakan Ayu Tidak ada lagi terdengar...
Reyhan tak ambil Pusing. dirinya sibuk dengan Waktu dan kecepatannya..
Saat Mobil Reyhan sudah tiba dikantornya barulah Ayu membuka Matanya..
"Kak...? " Panggil Ayu..
"Apa...? " Jawab Reyhan sambil melepas SeatBealt nya..
"Ada Mukenah...? " Tanya Ayu ragu-ragu..
Reyhan mengernyit bingung... "hah...? "
"Itu buat alat Sholat....! " Jelas Ayu..
"Ooh... ! Kamu mau seperangkat alat Sholat...? " Reyhan mengerti...
"ikut Aku... !" Perintah Reyhan..
Ayu Berusaha melepas Seatbealtnya..
"Kak.. Susah...! " rengeknya..
Reyhan menghela Nafas, Dia pun membantu Ayu melepas Seatbealnya..
"Ayo Cepat.... Cil...! " Reyhan mengatakannya tepat di hadapan Ayu, Jarak wajah mereka hanya berkisar 5 CM saja..
Ayu mengangguk cepat saat ini pikirannya hanya Sholat hutang nya belum terbayar, Jadi tidak sempat menikmati Pemandangan Ciptaan Allah yang satu itu...
Reyhan tersenyum tipis melihat Wajah Ayu tidak bersemu merah.. Biasanya Siapapun Gadis yang dia dekati bakal Bersemu merah.. beda dengan Ayu..
Reyhan Keluar Dari Mobilnya sambil menelfon seseorang untuk membelikan Alat Sholat kemauan Ayu..
Ayu mengekorinya dengan berlari kecil sebab Reyhan cepat sekali jalannya..
Sepanjang perjalanan Ayu jadi pusat perhatian Karyawan Reyhan..
"Kenapa mereka menatapku kayak aku seorang pencuri...! " batin Ayu berlari dengan cepat memegang Lengan Baju Reyhan dan bersembunyi di Balik Lengan besar Reyhan..
Ayu yang mungil bisa dengan mudah bersembunyi di Lengan Reyhan..
"Cil...? " kekeh Reyhan..
"Mereka menatapku Kayak aku pencurii...Jadi aku bersembunyi....! " jelas Ayu..
Reyhan tertawa Lepas dan itu tak luput dari penglihatan Seluruh karyawannya tak pernah sejarahnya mereka melihat tawa lepas Atasan mereka itu...
"Kakak....! " Rengek Ayu memukul Lengan Reyhan..
"Tampang polosmu patut dicurigai sebagai pencuri Cil....! " Cibir Reyhan..
"Iishh.... Allah itu melarang Hambanya mencuri... Haram itu.. mana mungkin aku melakukan Larangan Allah... yang ada Dosa itu mah...! " Ayu malah ceramah dibalik Persembunyiannya di Lengan Reyhan..
Entah kenapa Reyhan jadi Gemas, Dia mengacak Puncak Kepala Ayu..
"Cepatlah.. Kakakmu ini buru-buru....! " nada Serius Reyhan membuat Ayu mengangguk Cepat..
Ayu berlari mengekori langkah Kaki Reyhan, Sebagian dari mereka melihat wajah Ayu.. Selebihnya tidak Karna Ayu bersembunyi di Lengan Boss Mereka..
sampai mereka masuk Lift...
Saat tiba di Lantai 21 Ruang Kerja Reyhan. Ayu terperangah melihat megahnya Desain Kantor Keluarga ChahNiaGer itu.
"Cil.. Malah bengong sih.. Aku telat nih....! " Reyhan Menepuk Puncak kepala Ayu..
"Eeh.. Iya Kak....! " Ayu segera berlari menyusul Reyhan menuju Ruang Kantornya..
"Awwwh.... Kakak... Sakit....Ngerem bilang-bilang deh...! " Ngomel Ayu mengusap jidat suci nya yang belum pernah menabrak apapun sebelumnya..
"Diam Cil....! " Ledek Reyhan cekikikan..
"Ehe... Ehem....! " Reyhan menormalkan Ekpresinya di depan Seluruh Karyawannya yang hendak ikut Rapat ini..
Mereka mematung melihat Reyhan membawa Gadis mungil dan Belum lagi Badai Es melanda sebab Boss Mereka menunjukkan tawa langka nya...
😊😊😊
.......