Sebuah kisah tentang seorang anak yang sejak lahir sudah merenggut banyak nyawa. Kisah tersebut dijulukki dengan sebutan Malam Berdarah kota Ling.
Bagaimanakah cara anak tersebut mencari teman yang akan selalu menemaninya sehidup srmati?
Penasaran dengan kisah ceritanya?, Mari ikuti dengan membaca bersama!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerry Napukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Kehebatan Segel Ling
Di sebuah ruang hampa yang mencekam, dengan berbagai makhluk aneh di dalamnya. Terdapat seorang bocah berumur 10 tahun sedang melayang-layang kesana kemari. Menghindari setiap badai yang menyerang dirinya.
Bongkahan bongkahan batu yang saling bertabrakan ada kalanya juga menyasar ke arah tubuh kecilnya. Namun bukannya takut sang bocah memasang ekspresi kebahagiaan karena mendapatkan mainan baru. Dimana ia dapat menambahkan beberapa mainan tersebut untuk serangan kejutannya.
Bocah tersebut adalah Ling Ro Bai yang telah keluar dari jalur teleportasinya. Ia terbawa sampai ke ruang hampa yang minim pencahayaan. Namun dengan mata hitam pekat serta insting yang tajam. Kegelapan tersebut tak membuatnya gentar ataupun takut.
Ia dapat merasakan semua yang terjadi pada sekelilingnya. Hingga wajahnya memasang ekspresi menyeramkan membuat bulu kuduk siapapun berdiri.
Ia menatap tangan kirinya yang terdapat sebuah tato berbentuk mata tertutup. Dengan gerakan yang masih santai guna menghindari badai ruang dan waktu serta bongkahan-bongkahan batu yang mengarah pada dirinya. Ling Ro Bai membuat segel tangan untuk melepaskan segel keluarga ling.
Pola-pola aneh terbentuk di udara kosong lalu terserap ke dalam tato mata yang terletak di tangan kirinya. Reaksi dari masuknya pola-pola tersebut adalah cahaya terang yang menyelimuti telapak tangannya.
Mata pada tangan kirinya terbuka hingga bersinar menjadi warna merah darah. Ling Ro Bai mengangkat tangan kirinya di depan dada. Mengarah pada salah satu badai yang saat ini menerjang ke arahnya.
Senyum menyeramkan terpatri, ia menggumamkan sesuatu seperti perintah. "Serap!"
Ketika kata tersebut terucap, badai ruang dan waktu yang tadi menerjang menjadi melaju semakin cepat ke arahnya. Ling Ro Bai tidak menghindar sama sekali.
Hingga sesuatu yang mengejutkan mata terjadi. Dimana badai ruang dan waktu yang menerjang ke arahnya tiba-tiba tersedot ke dalam tangannya hingga membuat tangan kiri nya bergetar hebat.
Whuss!
Cratt!
Tangan yang ia gunakan untuk menyerap badai tersebut tiba-tiba mengeluarkan darah yang lumayan banyak hingga membuatnya meringis kesakitan. Walau pun tak berteriak dari alis yang terangkang sudah memastikan bahwa ia kesakitan.
"Tutup!". Dengan perintah yang keras ia menutup segel dari keluarganya. Membuat mata yang tadi terbuka menjadi tertutup perlahan-lahan.
Keadaan Ling Ro Bai tak begitu baik karena ia tak sepenuhnya bisa menghindari badai-badai yang ada. Ada kalanya batu yang bertabrakan membuatnya menjadi pusing karena saking kerasnya benturan.
Setelah mendapat apa yang ia inginkan, Ling Ro Bai mencoba merasakan dan mencari jalur teleportasi agar dapat melanjutkan perjalanannya.
Walaupun Shen Goldy berkata siapapun yang masuk ke dalam ruang hampa tak akan bisa keluar, namun Ling Ro Bai yakin ia pasti dapat keluar hidup-hidup.
Di ruang hampa ini bukannya tak ada cahaya namun hanya minim cahaya, yang mana membuat mata kita menjadi kabur sampai mengganggu pandangan.
Memang sesekali akan ada cahaya merah terang yang berasal dari dua buah bongkahan batu yang sangat besar bertabrakan. Sampai menimbulkan gesekan.
Di ruang hampa ini juga tak ada tanah untuk berpijak ataupun air untuk menghilangkan dahaga. Yang ada hanyalah ruang kosong seperti di angkasa dimana banyak sekali benda-benda yang berterbangan. Ditambah dengan badai ruang dan waktu yang semakin menambah suasana mencekam.
Ling Ro Bai terus terbang kesana kemari mencari jejak dari untaian jalur teleportasi. Rambut putih serta baju dan jubah putihnya telah terlumuri oleh darahnya sendiri. Nafasnya sudah terengah-engah karena minim nya udara.
Ling Ro Bai merasa jika ia dalam dua hari ini tak menemukan jalur teleportasi yang ada sudah dipastikan akan mati mengenaskan. 1 hari berlalu cepat dan dia belum menemukan jalur teleportasi yang ia cari. Hingga dimana, ia merasakan sebuah energi tipis dari arah samping kanannya.
Berjuang sekuat tenaga untuk dapat mencapai energi tipis tersebut. Wajah dan badan yang sudah tak berupa membuatnya tampak seperti iblis kecil berdarah dingin.
Hingga dimana ia melihat sesuatu yang membuatnya bahagia, "Akhirnya"
*****
2 tahun telah berlalu di dunia dimana tempat pendaratan kelima wanita yang bersama dengan Ling Ro Bai saat itu.
Ling Mei yang memiliki pemikiran paling logis dan dapat berpikir tenang akhirnya pada saat itu mencari bantuan dan informasi.
Ia mendapatkan kabar bahwa tempat ia berpijak adalah sebuah realm tingkat rendah padahal jalur yang ia dan lainnya pakai adalah jalur menuju realm tingkat rendah.
Tak putus asa dengan keadaan, kelimanya terus mencari Ling Ro Bai ke setiap penjuru realm tersebut. Namun sayangnya ia dan lainnya tak menemukan sedikitpun tentang riak teleportasi yang muncul kembali.
Selama setahun mereka sangat putus asa dan bersedih karena pencarian mereka selama ini tak membuahkan hasil apapun. Sampai dimana Ling Fei Yi yang memiliki kepekaan paling tinggi untuk merasakan untaian jiwa milik Ling Ro Bai berkata bahwa Tuan Muda mereka telah berada di jalurnya.
Mereka berempat yang mendengarnya sangat senang, jadi kelimanya berencana menyambut Tuan Mudanya di laut lepas saat mereka di muntahkan waktu itu.
Lima wanita tersebut juga tak hanya berdiam diri saja di realm tersebut. Saat ini mereka telah memiliki sebuah asosiasi dagang yang menyediakan banyak sekali barang-barang berkualitas tinggi.
Nama dari asosiasi dagang tersebut adalah ASDALOB. Yang mana memiliki kepanjangan asosiasi dagang Ling Ro Bai. LOB diambil dari nama tuan mereka.
Asdalob benar-benar sangat terkenal di kekaisaran-kekaisaran serta kerajaan-kerajaan yang ada. Asdalob sangat disegani bahkan oleh kaisar sekalipun. Bukan hanya karena menyediakan banyak barang berkualitas namun juga karena kekuatan dari pemilik asosiasi tersebut yang di luar jangkauan manusia di realm tersebut.
*****
Di ruang yang sangat megah terdapat 5 wanita yang sedang minum teh bersama.
"Bagaimana jiwa tuan muda yang kau temukan Fei Yi?" tanya Ling Mei.
"2 hari lagi, tuan muda akan datang ke realm ini. Hanya saja tempat ia muncul akan sedikit berbeda. Walaupun sama-sama di laut lepas, jarak antara kita waktu itu dengan kemunculannya saat ini berkisar 800 kilometer. Dimana arah jarum jam menunjukkan pada jam 9.30", jawab Ling Fei Yi.
"Bagus kalau begitu, kita akan berangkat nanti malam untuk menyambut kedatangan beliau", kata Ling Mei bahagia.
"Kau benar kakak Mei, kehidupan kita saat ini tidak akan ada gunanya jika tuan muda tak berada di sekeliling kita", Ling Yui dan lainnya sangat bahagia mendengar informasi ini.
Hidup hampa selama dua tahun walaupun memiliki banyak uang dan kedudukan. Namun semua yang mereka miliki tak akan dapat membeli sebuah kasih sayang dan nyawa dari seseorang yang paling berharga untuk mereka.
keren... bener keren