entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
AUTHOR POV
hari wekeend(akhir pekan), hari dimana seseorang akan memenfaatkannya untuk sekedar bersantai ataupun berlibur diluar bersama keluarga. berbeda dengan andriana, akhir pekan baginya hari dimana dia bisa membersihkan kontrakannya. seperti yang dilakukannya sekarang, setelah mandi dan berpakaian dia tampak sibuk menyapu dan mengepel lantai.
"tokk tokk tokk" terdengar suara ketukan pintu.
"siapa sih yang bertamu pagi pagi" andriana berdecak kesal, karena merasa sudah diganggu. ia menghentikan pekerjaannya dan berjalan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang kekontrakannya.
"ckklekkkk"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
MARIANA POV
Setelah mendapat informasi dari orang kepercayaanku, bahwa putraku alex akhir akhir ini sering bersama dengan sekertarisnya, dan tampak begitu dekat. aku sudah berfikir bahwa pasti itu andriana mengingat andriana pernah mengatakan kalau dia diterima diperusahaan ALEXANDER MARK GROUP sebagai sekertaris, ternyata duagaanku benar setelah aku menerima foto sekertaris putraku.
aku sudah mencoba menghubungi andriana, namun no.nya selalu diluar jangkauan, dan kuputuska. untuk datang kekontrakannya.
"tokk...tokkk..tokkk" aku mengetuk pintu kontrakan andriana. tak lama seseorang membuka pintu.
"Ckleekkkk" pintuk terbuka
"selamat pagi nak andriana" sapaku melihat andriana yang membukakan pintu.
"eh... tante maria, kok bisa disini" ucapnya sedikit kaget melihatku
" memangnya tante gak boleh kesini" tanyaku basa basi dengannya
"eh....boleh kok tante, yaudah sulahkan masuk tante" ucapnya mempersilahkanku masuk kedalam kontrankannya.
"silahkan duduk. maaf tante, berantakan.... adriana sementara bersih bersih tadi" lanjutnya
"apa tante mengganggumu?"
"tidak kok tante, kalau boleh tau ada apa tante kekontrakan andriana?" ucap andriana
"tante hanya ingin bertemu saja, kan sudah lama kuta gak bertemu. tante sudah mencoba menghubungi ponselmu, tapi gak pernah aktif" jelasku padanya
"eh itu tante, ponsel lama andriana hilang" ujarnya
"kok bisa hilang nak?"
" mungkin terjatuh dijalan tante, waktu andriana pulang kerja, oh iya om mark kabarnya gimana tante, kok gak ikut kesini" tanya andriana mencoba mengalihkan pembicaraan.
"suami tante baik baik saja, dan sekarang lagi ada urusan kerja diluar negeri jadi gak bisa ikut ksini. suami tante cuma nitip salam" ucapku
"iya tante. eh iya andriana sampai lupa nawarin minum" andriana tampak malu sendiri karna lupa nawarin minum
"tidak usah repot repot, tante kesini mau ngajakin andriana nemenin tante kebutik. maukan nemenin tante?" ajakku padanya
"iya tante andriana mau kok, kalau gitu andriana siap-siap dulu " andriana berdiri dari tempat duduknya, berjalan masuk kesebuah kamar, mungkin itu kamarnya.
aku cuma mengangguk pelan, mendengar ucapan andriana.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ALEXANDER POV
tidurku terlalu nyenyak, sampai harus bangun kesiangan. karna ini hari weekend jadi gak jadi masalah, aku langsung bangun berjalan menuju kamar mandi.
setelah keluar dari kamar, aku mencari mama yang sedari tadi gak terlihat. biasanya mama akan membangunkanku, jika kesiangan meskipun dihari weekend.
"bikk, mama kemana kok gak ada" tanyaku kepada bik minah. bik minah salah satu pelayan dirumahku yang sudah bekerja saat aku masih sekolah, bik minah satu satunya pelayan yang aku anggap sebagai keluargaku.
"itu...tadi mama aden keluar katanya mau ketemu sama temennya" .
"tumben mama keluar jam segini" batinku.
akupun memutuskan menelfon andriana, untuk mengajaknya pergi.
"panggilan terhubung"
"hallo... ini dengan siapa" ucapnya menganggkat telfonku
"ini aku..." ucapku
" pak alex....ehh maksud saya Sayang"
"ckk... kamu lagi dimana?" tanyaku agak kesal karna andriana masih memanggilku pak, meski tiba tiba dia merubahnya dengan cepat
"ini aku lagi dibutik, nemeninn....."
"butik mana" potongku langsung
"butik aqira" jawabnya ketus
"tunggu aku disitu, aku akan menjemputmu" akupun langsung mematikan telfon, sebelum andriana mengomel gak jelas.
"ngapain dia disana, itukan butik termahal dikota ini. yang datang kesana juga cuman kalangan atas" fikirku sejenak
"sudahlah, lebih baik aku kesana sekarang" batinku.
akupun mengendarai mobilku menuju butik yang dikatakan andriana tadi, aku berfikir dia pasti bersama pria lain disana dan pria itu pasti ingin membelikan andriana pakaian maka dari itu aku memutuskan menemui dia langsung.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------