Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.
Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.
Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.
Rahasia?
⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.13
Keesokan harinya~
Pukul 06:50 Syeira terbangun dari tidurnya akibat suara berisik dari alarmnya.Dia mengerjapkan matanya perlahan guna menyesuaikan cahaya.Syeira hendak beranjak dari posisi tidurnya namun kepalanya kembali berdenyut dengan kencang sehingga dia membatalkan niatnya untuk ke kamar mandi.
"Sshh...Aw" Syeira memegang kepalanya yang semakin berdenyut.Dengan perlahan dia mengambil obat pereda pusing yang dia letakkan di laci nakas.
Perlahan dia mendudukkan dirinya di diranjang dengan punggung yang menyender di kepala ranjang.Tanganya perlahan terulur untuk mengambil air putih yang terletak di nakas.
Syeira membuka penutup obat dan mengeluarkan satu butir obat berukuran sedang.Dengan cepat dia meminum obat tersebut dengan bantuan air putih.
Drt...drt...drt
Handphone yang dia letakkan di samping tempat tidur pun berbunyi menandakan ada panggilan masuk.Dia meraba tempat tidurnya guna mencari handphone.Setelah mendapatkan handphonenya di langsung melihat siapa yang menelponnya dan ternyata nomor tidak dikenal.
"Siapa" Tanya Syeira sambil memejamkan matanya.
"Gua Devan,lo gak save nomor gua?"
"Oh.Gak"
"Udah gua tebak.Oh ya lo gak sekolah?,ini bel nya mau bunyi"
"Iya gua sekolah.Tumben nanya?"
"Ya gapapa sih,gua kan sebagai ketua OSIS yang patut di teladani harus memastikan kondisi semua anak sekolah"
"Hm" Syeira memutuskan sambungan teleponnya sepihak.
Dengan perlahan dia mulai turun dari ranjang dan berjalan pelan menuju kamar mandi.
Hanya butuh waktu sepuluh menit Syeira sudah keluar dari kamar mandi dengan seragam yang melekat di tubuhnya.
Dia berjalan menuju meja rias dan mulai menyisir rambut panjangnya setelah itu dia menaburkan bedak bayi dan dilanjutkan dengan polesan liptint di bibir pucatnya.
Setelah dirasa cukup Syeira pun segera menyambar tas yang ada di kursi rias.Dia keluar dari kamar dan tak lupa mengunci pintunya.
"Tiara sini sarapan bareng" Syeira menghentikan langkahnya dan menatap mommy nya yang sedang makan bersama dengan anggota keluarga yang lain."Gak" Senyum lebar Diana pun perlahan memudar.Dia menatap punggung anaknya yang semakin mengecil di pandangannya dan detik selanjutnya punggung Syeira menghilang di balik tembok putih.
"Tuh kan,dia emang gitu,gak ada sopan santunnya" ucap Sisi memanas-manasi."Sudah lanjutkan makanya"ucap David.
Sedangkan kini Syeira melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena kepalanya yang terus-terusan berdenyut.Sebenarnya dia ingin menambah kecepatan motornya agar cepat sampai di sekolah karena ini sudah pukul 07:10.Namun kepalanya tidak bisa diajak bekerja sama dengan baik.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya Syeira sampai di depan gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat.Syeira memandang gerbang sekolah yang menjulang tinggi itu dengan tatapan lelah.Lagi,lagi dan lagi dia telat ke sekolah dan pastinya dia akan mendapat hukuman.Dia yakin itu!.
Syeira memutar arah motornya dan mulai melajukan motornya ke belakang sekolah.
Syeira memarkirkan motornya di bawah pohon mangga sedangkan dia sedang berusaha memanjat pagar.
Saat hendak turun dari pagar Syeira dikejutkan oleh suara seseorang dan hampir membuatnya jatuh.
"Ekhem".
"Kenapa loncat pagar?" Syeira melihat ke arah bawah dan mendapati Devan yang sedang berdiri dengan tangan yang dilipat di depan dada.Syeira pun segera turun dari pagar dan mendarat sempurna di atas tanah"Lo ikut gua ke ruang BK" Devan menarik tangan Syeira dan membawanya ke ruang BK.
Tok...tok...tok.
"Bu saya Devan,ketua OSIS" ucap Devan sambil mengetuk pintu."Ya,masuk" ucap guru yang ada didalam ruang BK.
ceklek
Devan pun membuka pintu dan segera masuk sambil menggandeng tangan Syeira.
"Bu ini ada murid yang telat dan loncat pagar" adu Devan dengan sopan."Syeira kamu itu anak perempuan kenapa kamu sering telat dan panjat pagar sih" Guru BK yang bernama Bu Sri itu meminta pelipisnya,pasalnya ini bukan pertama kalinya Syeira terlambat dan loncat pagar.
"Karena kamu sudah melanggar peraturan sekolah maka saya akan menghukum kamu lari 15 putaran di lapangan"
Syeira menghela napas.Mau tak mau dia harus menjalani hukuman itu.Syeira keluar dari ruang BK tanpa mengucap satu kata pun.
"Devan kamu awasi Syeira,jangan sampai dia bolos" ucap sang guru."Iya bu,saya permisi" pamit Devan lalu keluar dari ruang BK dan menyusul Syeira di lapangan.
Syeira berlari mengelilingi lapangan,ketika putaran ke 5 Syeira berhenti sambil memegang kepalanya.Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas dan kepalanya terasa sangat berat,pandangannya terasa berputar dan memburam.
Dia mengerjapkan matanya berkali-kali guna memperjelas pandangannya.
Devan yang melihat Syeira berhenti pun segera menghampiri.
"Lo kenapa?" tanya Devan sambil memegang kedua pundak Syeira.
"Aw,ta..tangan lo" ucap Syeira bergetar menahan.Devan pun segera melepaskan tangannya dari pundak Syeira dan melihat tangannya yang berwarna merah karena terkena darah Syeira."Ini Kenapa?" tanya Devan bingung.Devan melihat ada darah di pundak Syeira.
"Pusing" ucap Syeira lirih dan detik berikutnya Syeira jatuh pingsan di pelukan Devan.
"Syei bangun,hey" ucap Devan sambil menepuk pipi Syeira agar dia bangun.Melihat Syeira tak kunjung bangun membuat Devan khawatir,diapun segera menggendong tubuh Syeira ke UKS.
Devan meletakkan tubuh Syeira di brankar UKS.
"Loh Devan,ini kenapa?" tanya Selma yang baru saja datang.Selma merupakan salah satu petugas UKS.
"Dia pingsan,tolong obati dulu kak" ucap Devan datar. "Iya,kamu tolong keluar dulu" ucap Selma sambil mendekati tempat Syeira terbaring."Ya" jawab Devan singkat,lalu segera keluar dari ruang UKS.
Setelah 10 menit Selma pun keluar dari ruang UKS.
"Sebaiknya kamu bawa dia ke rumah sakit, karena kondisinya lumayan parah,dia harus mendapat Tranfusi darah karena darahnya lumayan berkurang.Tadi kakak udah perban pundaknya" ucap Selma panjang lebar."Iya kak.Kalau gitu tolong ijinkan ke guru ya" ucap Devan.
"Ya nanti kakak ijinin.Sekarang cepat kamu bawa Syeira ke rumah sakit sebelum terjadi apa-apa" ucap Selma.
"Hm" Devan segera masuk kembali ke UKS kemudian dia keluar dengan Syeira yang ada digendongannya.
Devan membopong tubuh Syeira dan memasukkannya ke mobil.Setelah dirasa cukup Devan pun mulai melakukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Setelah dua puluh lima menit perjalanan akhirnya Devan sampai di rumah sakit terdekat.Dia langsung membawa Syeira ke IGD agar mendapat penanganan dari dokter.
"Dokter tolong!" Teriak Devan di Koridor IGD.
"Ini Syeira kenapa" Dokter Citra yang kebetulan lewat pun menghentikan langkahnya.
"Dia pingsan!,dokter cepat tangani dia" Dokter Citra mengangguk.Dia memanggil dua suster yang kebetulan lewat.
"Letakkan di sini" Devan meletakkan Syeira di brankar rumah sakit yang tadi sempat diambil oleh dua suster.
"Kamu tunggu disini" Dokter Citra pun mendorong brankar Syeira menuju IGD.
ditunggu up nya