NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 ~ Mulai Dari Awal

"Hezlin..." panggilnya pelan sedikit menggoyangkan tangan sahabatnya, matanya tetap terarah ke atas. "Lihat ke sana... bukankah itu Felicia?"

Benar saja, di teras lantai atas yang agak teduh, terlihat sosok wanita itu sedang berdiri santai sambil memegang ponsel di telinganya. Bibirnya bergerak-gerak, sesekali tersenyum tipis atau mengangguk kecil, jelas tengah asyik menelepon seseorang, sikapnya terlihat akrab dan santai sekali seolah sedang mengobrol dengan orang terdekat.

Hezlin hanya melirik sekilas ke arah itu, tatapannya datar tanpa ada perubahan ekspresi. Perlahan ia kembali menunduk, lalu mengaduk minumannya di gelas dengan sendok kecil, gerakannya tenang dan biasa saja.

"Hezlin, apa mungkin dia bersama Garra kemari?" tanya Rachel dengan nada penasaran sekaligus waspada, matanya masih tak lepas mengawasi gerak-gerik wanita di lantai atas itu.

Hezlin hanya mengangkat pundaknya dengan sikap acuh tak acuh, tidak ada sedikit pun rasa penasaran atau gelisah yang terlihat di wajahnya.

"Aku tidak tahu... dan juga tidak ingin tahu," jawabnya singkat, lalu menyesap sedikit minumannya dengan tenang.

Tak lama kemudian, Felicia terlihat menurunkan ponselnya dan mengakhiri percakapannya. Ia melangkah santai menuju tangga, turun ke lantai bawah, berjalan dengan anggun dan penuh percaya diri. Begitu sampai di depan pintu utama restoran, pandangannya langsung tertuju pada sebuah mobil mewah hitam yang sudah terparkir menunggu di tepi jalan.

Ervan, orang kepercayaan Garra, sudah berdiri di samping mobil itu. Begitu melihat kedatangan Felicia, ia segera membukakan pintu penumpang dengan sikap hormat.

Felicia tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil itu dengan santai. Tak lama kemudian, kendaraan itu melaju perlahan meninggalkan tempat itu.

Rachel mengerutkan kening, menahan amarah yang kembali meluap di dadanya. Ia menoleh tajam ke arah Hezlin, suaranya terdengar kesal dan tak bisa menerima kenyataan yang baru saja dilihatnya.

"Kamu lihat itu, Hezlin? Baru saja tadi Garra meminta padamu agar mau kembali, tapi sekarang apa? Dia malah membawa wanita lain masuk kedalam mobilnya!"

Ia mendengus keras, tangannya mengepal di atas meja.

"Dasar pria tidak tahu diri! Benar-benar tidak punya prinsip dan tidak punya rasa malu sedikit pun!"

Hezlin hanya mengangkat wajahnya perlahan, menatap jalanan tempat mobil itu menghilang dengan tatapan kosong dan datar. Ia menghela napas pelan, lalu tersenyum tipis yang terasa hampa.

"Biarkan saja.. Itu bukan lagi urusanku," jawab Hezlin mencoba untuk tetap tenang.

Namun di balik ketenangan yang ia tunjukkan itu, sesungguhnya ada rasa yang begitu sesak memenuhi rongga dadanya. Bertahun-tahun ia bertahan, menahan segalanya, berharap suatu hari nanti hati pria itu bisa luluh, dan ia bisa benar-benar memilikinya sepenuhnya. Ia sudah berusaha mengerti, memberi ruang, bahkan menutup mata pada banyak hal, dengan keyakinan bahwa kesetiaannya akan berbuah manis.

Tapi nyatanya, sampai kapan pun, hati Garra tak pernah benar-benar berpindah ke dirinya. Hati pria itu masih terikat erat pada masa lalunya, pada kenangan yang tak pernah ia lupakan, dan kini tergantung pada wanita lain yang seolah lebih berhak mendapatkan tempat itu.

Rasa sesak itu menyelinap perlahan, menusuk pelan namun terasa begitu dalam, namun Hezlin menahannya rapat-rapat. Ia takkan membiarkan air matanya tumpah, takkan menunjukkan bahwa ia masih terluka. Semua itu sudah cukup menjadi pelajaran pahit yang harus ia telan sendirian.

••

••

Tap.

Tap.

Tap.

Suara langkah sepatu hak tinggi terdengar teratur dan mantap melintasi lorong lantai atas. Siang ini, Felicia baru saja selesai menjalani sesi pemotretan untuk materi promosi terbaru Kingston Group baru saja selesai. Sebagai duta merek yang terikat kontrak resmi.

Begitu tiba di depan pintu ruang kerja utama Garra, ia berhenti sejenak lalu mengetuk pintu itu dengan ketukan yang sopan namun pasti.

Tok...

Tok...

Tok...

"Masuk," jawab suara berat dan datar dari dalam.

Felicia mendorong pintu perlahan dan melangkah masuk dengan postur tegap serta anggun. Pintu tertutup kembali di belakangnya. Di balik meja kerja besar itu, Garra terlihat sedang fokus menatap layar laptopnya, wajahnya datar dan serius seperti biasa. Baru setelah beberapa detik, ia mengangkat kepala dan menatap wanita itu tanpa ekspresi yang jelas.

"Ada apa? Apakah sesi hari ini sudah selesai?" tanya Garra dengan nada datar, lalu menutup laptopnya dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

"Sudah semuanya. Hasilnya juga sudah diserahkan ke tim kreatif untuk diperiksa," jawab Felicia sambil tersenyum lembut, lalu melangkah mendekat hingga berdiri tepat di hadapan meja. "Tapi selain soal pekerjaan, ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu."

Matanya menatap lurus ke arah Garra, senyumnya perlahan berubah menjadi lebih menggoda.

"Semalam aku sudah menunggumu cukup lama di tempat yang kita sepakati, tapi kamu tidak datang dan juga tidak memberi kabar. Aku pikir, lebih baik aku datang langsung ke sini saja untuk menanyakanya langsung padamu."

Garra terdiam sejenak, tatapannya tetap datar dan tak berubah.

"Kita tidak pernah menyepakati pertemuan itu sejak awal," ucapnya tenang namun menusuk. "Hanya kamu yang berasumsi begitu dan datang tanpa kepastian. Lagipula malam itu aku memiliki urusan penting yang harus diselesaikan, dan tidak ada waktu untuk hal yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan."

"Aku mengerti..." jawab Felicia lembut.

Ia melangkah memutar sisi meja, mendekati tempat Garra duduk. Tanpa meminta izin lebih lanjut, Felicia lalu duduk tepat di atas pangkuan pria itu. Satu tangannya segera terulur, memegang dan memainkan ujung dasi yang melingkar rapi di leher Garra seolah sudah memiliki hak penuh.

"Tapi apakah kita sudah benar-benar tidak memiliki waktu lagi untuk memulainya?"

Namun Garra hanya diam, menatapnya dengan tatapan tetap dingin dan kosong. Ia tidak mendorongnya pergi, tapi juga tidak menyambut sama sekali.

"Turun," ucapnya akhirnya, nadanya tegas dan datar.

Felicia menggeleng pelan, justru makin mendekatkan tubuhnya hingga dada mereka bersentuhan. Napasnya terasa hangat menyentuh kulit leher Garra.

"Tidak mau.. Aku ingin kita seperti dulu lagi, Garra.. Kita mulai semuanya dari awal."

❤️

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!