NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:968
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Kinan dan Darwin bertemu pada malam hujan yang penuh bahaya. Untuk menghilang dari masa lalu mereka, keduanya pindah ke sebuah desa dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di balik kehidupan sederhana sebagai guru TK dan petugas kebersihan puskesmas, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang merugikan warga. Saat berusaha mengungkap kebenaran, perasaan yang awalnya hanya sandiwara mulai berubah menjadi nyata.

Namun tidak ada yang tahu bahwa Kinan adalah bos mafia yang ditakuti, dan Darwin adalah CEO yang sengaja menghilang dari dunia bisnis.

Ketika rahasia mereka terbongkar, mana yang lebih sulit dipertahankan: penyamaran, atau perasaan yang terlanjur tumbuh?

Pernikahan 2 Rahasia: Antara CEO dan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja

Jarum jam baru menunjukkan pukul sebelas lewat sedikit ketika Kinan tiba di depan kontrakan. Ia mendorong pintu kayu yang masih berderit setiap kali dibuka. Ruangan itu tetap sesederhana pagi tadi.

Kinan membuka jendela agar udara masuk. Cahaya matahari langsung memenuhi ruangan yang semula pengap.

Pandangannya berkeliling sekali lagi. "Hidup dari awal lagi..." gumamnya pelan.

Ia mengambil sapu yang disandarkan di belakang pintu, lalu mulai membersihkan lantai. Debu-debu halus berkumpul di sudut ruangan. Sesekali ia berhenti untuk mengelap keringat di pelipis.

Tak ada lagi yang bisa dikerjakan. Perutnya mulai terasa lapar. Kinan hanya duduk di kursi sambil memandangi jam dinding, menunggu Darwin pulang.

Ruangan itu sunyi. Hanya bunyi detik jam dinding yang mengisi sela-sela napasnya.

Pandangannya jatuh pada telapak tangannya sendiri. Telapak itu pernah menandatangani transaksi bernilai miliaran rupiah tanpa ragu. Pernah pula mengangkat satu jari, lalu membuat puluhan orang bergerak dalam waktu bersamaan. Tidak ada yang berani membantah. Satu keputusan darinya dapat menentukan siapa yang naik, siapa yang jatuh, bahkan siapa yang menghilang dari dunia bawah.

Ironisnya, kedua orang tuanya tidak pernah mengetahui kehidupan yang sebenarnya.

Di hadapan mereka, Kinan tetaplah putri yang pulang tepat waktu, menemani makan malam, sesekali menghadiri pesta amal, dan tersenyum ketika diminta berfoto bersama. Mereka mengenalnya sebagai perempuan yang sibuk mengurus berbagai investasi keluarga.

Mereka tidak pernah bertanya mengapa teleponnya sering berdering tengah malam. Mereka juga tidak pernah tahu mengapa ia kadang pulang dengan luka kecil di tangan yang selalu ia sebut sebagai kecelakaan kerja.

Kinan sengaja menjaga semuanya tetap seperti itu. Semakin jauh orang tuanya dari dunia yang ia bangun, semakin aman mereka.

Bayangan rumah besar itu perlahan memenuhi benaknya. Ruang makan yang selalu terang. Aroma teh hangat setiap sore. Suara langkah pelayan yang keluar masuk membawa makanan.

Dan wajah Nyonya Megan. Perempuan itu mungkin sedang mondar-mandir di ruang keluarga. Ia pasti sudah menghubungi semua kenalan yang dimiliki, berharap seseorang menemukan jejak putri yang hilang tanpa kabar.

Lalu Tuan Tristan. Pria itu jarang menunjukkan kepanikan. Namun Kinan tahu, ketika ayahnya memilih diam, justru saat itulah pikirannya bekerja paling keras. Ia akan membuka berkas demi berkas, menghubungi relasi lama, dan mengerahkan segala cara tanpa banyak bicara.

Kinan memejamkan mata sejenak. Ia dapat membayangkan kursi makan yang sengaja dibiarkan kosong serta dua orang tua yang masih menunggu pintu rumah terbuka.

Rasa sesak menyelinap perlahan. Selama bertahun-tahun ia terbiasa menghadapi ancaman, pengkhianatan, bahkan kematian tanpa membiarkan wajahnya berubah. Namun membayangkan kedua orang tuanya mencemaskan dirinya terasa jauh lebih berat daripada menghadapi musuh bersenjata.

"Maaf..." Bisikan itu nyaris tak terdengar.

Kinan berharap dapat memberi kabar kepada mereka. Bukan untuk menjelaskan siapa dirinya sebenarnya, melainkan sekadar mengatakan bahwa ia masih hidup.

Sayangnya, ia tidak bisa mengambil risiko itu.

Satu panggilan saja mungkin cukup untuk membawa bahaya ke depan pintu rumah yang selama ini ia lindungi.

Kinan mengangkat kepala.

Sinar matahari yang masuk dari jendela mulai bergeser, memanjang di lantai kontrakan yang baru saja ia sapu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, Darwin tidak langsung kembali ke kontrakan. Ia berhenti di sebuah minimarket kecil yang berada di pinggir jalan desa. Di samping pintu masuk berdiri sebuah mesin ATM. Darwin memasukkan kartu ke dalam mesin.

Beberapa saat kemudian, uang tunai keluar. Ia memasukkannya ke dompet tanpa menghitung lagi.

Ponselnya tiba-tiba bergetar.

Ayah.

Nama itu kembali muncul di layar. Darwin memandangnya beberapa detik. Panggilan itu dibiarkan berdering hingga berhenti sendiri. Ia kemudian berjalan menuju konter kecil di sebelah minimarket.

"Mas, saya mau kartu SIM baru."

"Nomor baru?"

"Iya."

Tak sampai sepuluh menit, kartu lama sudah tidak lagi berada di dalam ponselnya. Darwin mematikan ponsel sejenak sebelum memasukkannya kembali ke saku.

Setelah itu, ia masuk ke toko peralatan rumah tangga. Ketika keluar, kedua tangannya sudah dipenuhi kantong belanja. Sebuah kompor satu tungku, tabung gas kecil dan panci kecil. Ia masih sempat mampir ke toko kelontong membeli beras, telur, minyak goreng dan mie instan.

Jarum jam tepat menunjuk pukul dua belas siang ketika Darwin tiba di kontrakan.

Begitu pintu dibuka, Kinan langsung menoleh.

Tatapannya berpindah dari wajah Darwin ke kantong-kantong belanja yang memenuhi kedua tangannya. "Kau merampok toko?" tanyanya datar.

Darwin mengembuskan napas pendek. "Kalau iya, aku tidak mungkin masuk lewat pintu depan."

Kinan berdiri, lalu mengambil salah satu kantong.

Isinya beras. Di kantong lain terdapat kompor dan peralatan masak. "Kita memang butuh semua ini," katanya pelan. "Tapi..."

Tatapannya beralih kepada Darwin. "Uangnya dari mana?"

Darwin meletakkan kompor di atas meja. "Masih ada tabungan."

"Tabungan?"

"Aku sempat menyisihkannya sebelum pergi."

Kinan menatapnya beberapa saat. Ekspresi Darwin tidak berubah sedikit pun. "Baik." Hanya itu jawabannya. Ia berbalik membantu mengeluarkan barang-barang dari dalam kantong plastik.

Sementara Darwin memasang tabung gas, Kinan diam-diam kembali melirik dompet yang baru saja dimasukkan pria itu ke dalam saku. Ia tidak bertanya lagi. Namun rasa penasarannya belum ikut selesai.

.

.

Darwin selesai memasang regulator gas. Ia memutar knop kompor.

"Ceklek." Api biru langsung menyala.

"Berhasil."

Kinan berdiri di samping meja sambil memperhatikan isi kantong belanja yang belum sempat dikeluarkan.

"Hanya ada telur dan mi instan. Kita makan itu?"

"Untuk hari ini." Darwin mengambil panci, lalu berhenti. "Kita punya beras."

Kinan menggeleng pelan. "Butuh waktu lama."

Darwin menoleh ke jam dinding. "Benar juga."

Ia meletakkan kembali kantong beras. "Mi instan saja."

Kinan meraih panci dari tangannya. "Biar aku saja."

Darwin tidak memaksa. Ia hanya mengambil dua gelas, mencucinya di kamar mandi, lalu mengisinya dengan air minum.

Beberapa menit kemudian, aroma mi rebus memenuhi ruangan sempit itu.

Kinan memecahkan dua butir telur ke dalam panci. "Kalau dipikir-pikir..."

Darwin mengangkat kepala. "Hm?"

"Ini pertama kalinya aku memasak untuk orang lain."

Darwin tersenyum kecil. "Semoga aku tidak keracunan."

Sendok kayu yang dipegang Kinan berhenti. Ia menoleh datar. "Kalau takut, jangan makan."

"Aku bercanda."

"Sudah terlambat."

Tak lama kemudian, dua mangkuk mi hangat tersaji di atas meja.

Darwin menyatukan kedua telapak tangannya.

"Terima kasih untuk makanannya."

Kinan duduk di seberangnya. "Jangan berterima kasih dulu."

"Kenapa?"

"Rasanya belum tentu enak."

Darwin mengambil suapan pertama. Ia mengunyah perlahan. Lalu mengangguk. "Bisa dimakan."

Kinan menghela napas pelan. "Itu pujian atau kritik?"

"Fakta."

Kinan menggeleng kecil.

Untuk pertama kalinya sejak tinggal serumah, mereka makan tanpa merasa canggung harus mencari bahan pembicaraan.

Darwin menyeruput kuah mi perlahan.

"Bagaimana denganmu?" tanya Kinan. "Dapat pekerjaan?"

Darwin mengangguk. "Dapat."

"Di mana?"

"Puskesmas."

Kinan sedikit mengangkat alis. "Sebagai apa?"

Darwin mengambil telur rebus di mangkuknya.

"Tukang bersih-bersih."

Beberapa detik berlalu. Darwin menunggu Kinan tertawa atau setidaknya menggodanya.

Namun perempuan itu hanya mengangguk pelan.

"Itu pekerjaan yang baik."

Darwin menatapnya. "Kau serius?"

"Kenapa tidak?"

"Banyak orang menganggap pekerjaan itu rendah."

Kinan menggeleng. "Yang rendah itu bukan pekerjaannya."

Darwin terdiam.

Kinan melanjutkan makannya seolah baru saja mengucapkan sesuatu yang biasa.

Beberapa saat kemudian, Darwin balik bertanya.

"Kalau kamu?"

"Aku diterima mengajar di TK."

Darwin tersenyum. "Aku sudah menduganya."

"Kok bisa?"

"Wajahmu cocok dikerubungi anak-anak."

"Kau baru mengenalku sehari."

"Itu cukup."

Kinan mendengus pelan. "Penilaianmu terlalu cepat."

"Mungkin." Darwin menyuapkan mi lagi ke mulutnya. "Anak-anaknya bagaimana?"

Kinan teringat wajah Sasa. "Lucu." Ia berhenti sejenak. "Tapi... ada satu anak yang membuatku sedikit kepikiran."

Darwin mengangkat kepala. "Kenapa?"

Belum sempat Kinan menjawab...

BRUK!

Suara benturan keras terdengar dari luar kontrakan. Keduanya serentak menoleh ke arah pintu.

1
Kayla Rane
tambah seruuu lihat aksi Kinan. kak indah mau masuk grup author gak. kalau mau chat japri yuk. tukeran no wa
Kayla Rane
lanjutt Thor tmbah seru
Kayla Rane
tuh kan bener. keukehh waeee... 🤨
Kayla Rane
huuuh dsr Roni rese. mau nyulik Sasa, ntar jd jaminan lagi nyuruh Linda kudu nandatangani surat lahan 😤
Kam1la: terimakasih kak...sudah berkomentar 👍👍
total 1 replies
Kayla Rane
Yee Kinan pahlawan wanita. gak nyangka ih Thor Kinan trnyata ahli bela diri /Joyful//Bye-Bye/
Kam1la: kan bos dia...😄
total 1 replies
Kayla Rane
Kinan ayo bantu Sasa! kasian ibunya
Kayla Rane
kesel si Roni, maksa pisan heuuh
Kayla Rane
bagus Linda lawan aja suamimu yg TDK tanggungjawab tapi sok tanggung jawab 😤
Kayla Rane
kasar ih s Roni, GK tau diri ga tau malu🤨
Kayla Rane
🥺 ya kasian linda
Kayla Rane
Andika siapa tiba2 Dateng, jahat apa baik ga ya orangnya /Scream/
Kayla Rane
yee keren banget kinan🤭💪
Kayla Rane
lanjut seru 🤭
Kayla Rane
haha lucuu/Joyful/ darwin
Kayla Rane
keren lanjutkan k😇
Kam1la: siap..
total 1 replies
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Kayla Rane
lanjutkan k😍
Kayla Rane
😍🤭 Darwin kapan jatuh cinta sama Kinan nya?
Kayla Rane
yeey udah nikah juga 😍
SANG
Keren 💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!