NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

makan malam yang canggung

Brummm...

​Suara raungan mesin moge sport milik Angga yang sangat khas terdengar berhenti di depan pagar rumah, tepat ketika azan Magrib mulai berkumandang sayup-sayup dari masjid terdekat. Suara itu seketika membangunkan Tyas dari tidur nyenyaknya. Setelah panggilan video dengan Satya sore tadi, gadis itu rupanya ketiduran karena efek lemas hari pertama haid yang masih tersisa.

​Tyas mengerjapkan matanya, mengumpulkan kesadaran yang belum sepenuhnya utuh. Ia melirik jam di ponselnya yang sudah menunjukkan tepat pukul 18.00 sore. Menyadari kakak iparnya sudah pulang, Tyas buru-buru bangkit dari ranjang, merapikan sedikit kaus oversize-nya yang agak kusut, lalu melangkah cepat ke lorong depan untuk membukakan pintu rumah.

​Klik. Pintu utama dibuka dari dalam.

​Angga berdiri di ambang pintu sambil menenteng helm full-face-nya di tangan kiri. Di tangan kanannya, ia memegang sebuah kantong plastik putih berlogo restoran cepat saji yang masih mengeluarkan aroma gurih yang menggugah selera. Wajah Angga tampak lelah setelah seharian mengurus administrasi di bank, namun sorot matanya langsung menatap lekat ke arah Tyas yang baru bangun tidur, dengan rambut pendek sebahunya yang sedikit berantakan.

​"Eh, Mas Angga sudah pulang," ucap Tyas dengan suara khas bangun tidur yang agak serak.

​"Iya," jawab Angga singkat, melangkah masuk ke dalam rumah. Ia mengangkat kantong plastik di tangannya sedikit lebih tinggi. "Mas sudah belikan ayam goreng buat makan malam kita nanti. Mbak Rani kan tadi pesan buat lihat-lihat kamu, dan Mas tahu kamu benar-benar tidak bisa memasak."

​Tyas tersenyum lega, rasa laparnya mendadak bangkit begitu mencium aroma makanan tersebut. "Wah, makasih banyak ya, Mas. Tyas memang bingung banget tadi malam mau makan apa, soalnya cuma bisa masak mi instan aja."

​"Ya sudah, ini kamu bawa ke meja makan dulu. Mas mau ke kamar buat mandi dan ganti baju. Nanti kita makan sama-sama," kata Angga, menyerahkan kantong plastik itu kepada Tyas.

​Saat proses serah-terima kantong makanan itu, jemari Angga tidak sengaja bersentuhan dengan kulit tangan Tyas yang halus. Sentuhan singkat itu entah mengapa membuat suasana di ruang tamu yang remang-remang itu mendadak kembali terasa canggung. Angga bergegas melangkah menuju kamar utama untuk membersihkan diri, sementara Tyas membawa ayam goreng tersebut ke dapur, menyadari bahwa malam pertama mereka hanya berdua di rumah ini baru saja dimulai.

Tyas melangkah ke dapur dengan langkah ringan, membawa kantong plastik berisi ayam goreng yang masih hangat. Aroma bumbu gurihnya langsung memenuhi area dapur bersih yang menyatu dengan ruang tengah tersebut. Dengan cekatan, ia mengeluarkan kotak-kotak makanan itu dan menatanya di atas meja makan kaca. Tyas juga mengambil dua pasang piring, sendok, dan garpu dari rak, serta menuangkan air putih ke dalam dua gelas tinggi.

​Melihat meja makan yang sudah rapi, Tyas tersenyum puas. Perutnya yang sempat keroncongan kini benar-benar menuntut untuk segera diisi. Ia menarik salah satu kursi makan lalu duduk di sana, menopang dagunya dengan kedua tangan sembari menunggu kakak iparnya selesai bersiap.

​Sementara itu, di kamar utama, Angga baru saja menyelesaikan mandinya. Air dingin yang mengguyur tubuhnya perlahan meluruhkan rasa penat setelah seharian bekerja di bank bawah tekanan dokumen yang menumpuk. Namun, air dingin itu rupanya belum sepenuhnya mampu mendinginkan isi kepalanya.

​Setiap kali ia memejamkan mata di bawah pancuran air, bayangan bentuk tubuh Tyas di balik piyama satin tadi pagi, gesekan tak sengaja di lorong sempit, hingga penampilan seksi adik iparnya dengan kaus oversize dan celana jin pendek siang tadi, terus saja berputar tanpa bisa dicegah. Keberadaan Rani yang kini jauh di luar kota membuat benteng pertahanan di benak Angga perlahan-lahan mulai terasa rapuh.

​Angga mengeringkan tubuhnya dengan handuk, lalu melangkah ke lemari pakaian. Kali ini, ia memilih pakaian rumahan yang santai; sebuah kaus oblong tipis berwarna abu-abu yang mencetak jelas dada bidangnya, dipadukan dengan celana pendek katun di atas lutut.

​Setelah menyisir rambutnya yang masih agak basah ke belakang, Angga membuka pintu kamar utama. Langkah kakinya yang santai perlahan menuntunnya berjalan menyusuri lorong yang remang menuju ke arah dapur, tempat di mana Tyas sudah menunggunya untuk melewatkan malam pertama mereka berdua di rumah itu.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!