Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.
Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.
Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.
So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I DON'T FORGET IT !
Gak nyangka ya dulu aku pemberani.
Jatuh cinta sendirian.
🍉Willo🍉
🌻🌻🌻🌻🌻
Aku terhenyak ketika menerima telpon dari seorang pria pagi itu.
"Willo, jam berapa ini??? Buruan ke kantor !!"
"Lo siapa sih nyuruh-nyuruh gue???" Aku mengerang seraya menerima telpon dan garuk-garuk kepala. Aku dari tadi tidur dan di kagetkan oleh suara getaran ponsel di bawah bantal.
Ini saja aku masih ngumpulin nyawa.
"Lo jangan main-main ya Willo !! Ke kantor sekarang juga atau lo gue pecat !!" Sekarang nyata sekali kalau suara di telpon itu si Bang Kai.
Aku pun langsung tersadar kalau hari ini aku di ajak jamuan ke Kantor Kementerian Komunikasi Dan Informatika. Aku kan di kasih tugas sebagai penerjemah.
"II--- Iya Bos !!" Aku berteriak seraya mengambil kantor kresek yang ada di meja belajar di sisi ranjang.
Aku remas plastik itu di depan microphone ponsel.
"Bang ! Buruan napa saya telat ini !!! Maaf Bos saya lagi di jalan !!!"
Aku akting cosplay penumpang ojek online untuk mengelabui bos. Padahal aku baru membuka mata. Dan belum bersiap-siap.
Selama 2 hari ini tenaga aku curahkan untuk urusan Kantor akhirnya aku keenakan tidur hingga lupa tugasku.
Ponsel aku lempar random ke ranjang dan lari ke kamar mandi. Aku cuma mengguyur badan dengan air, pakai sabun tanpa keramas. Aku sudah tak punya waktu lagi.
Kok bisa sih aku lupa pasang alarm.
Ku ambil pakaian sekenanya dan sisiran ala kadarnya. Agar cepat aku naik Go-Ride.
Di lobi kantor sudah berkumpul Si Bang Kai, Pandu, Nancy, Gio, Pak Rudi dan 2 orang staff lain menunggu kedatanganku.
Semuanya tersenyum kecuali Bang Kai. Wajahnya gak ngenakin banget. Untung bos gue.
Dan kali ini dia tampil beda. Seumur-umur aku baru liat Bang Kai rapi begini. Aku berdecak kagum karena ke hensem annya.
"Lo kenapa ngliatin gue begitu?? Lo terpesona???!!" Teguran sinis Bang Kai menyadarkan lamunanku kalau dia mungkin tampan tapi tetap saja dia berjiwa setan.
"Ma af Bos, saya telat" Aku menundukkan kepala.
Bang Kai menatapku dari ujung rambut ke ujung kaki.
"Emang lo enggak punya outfit yang agak modis selain ini?? Come on Willo, ini bukan interview kerja!!" Bang Kai menatap tajam wajahku dengan jari telunjuknya menunjuk ke penampilanku.
Aku melihat penampilanku sendiri. Ya Ampun !! Parah banget. Masa aku pakai celana hitam, kemeja putih ama blazer hitam persis mau wawancara kerja.
"Nancy, masih berapa lama lagi??" Tanya Bang Kai pada Nancy.
"1 jam lagi dari jadwal Bos " Jawab Nancy seraya melihat jadwal di IPAD.
"kenapa Kai?? Ayo kita berangkat...." Pandu yang baru saja kembali dari menelpon heran melihat Kai yang masih berada disana.
"Kalian semua berangkat duluan di aula KOMINFO. Gue masih ada urusan ama Willo !" Tanpa berkata lagi tangan Kai segera menyeret ku masuk ke mobil Range Rover hitamnya dan kita berdua pergi meninggalkan kantor.
"Bang, gimana yang lain??" Tanyaku panik.
"Lo enggak nyadar apa? Ngaca dong astagaaaaa !!" Bang Kai nampak kesal dengan sikapku.
Aku sadar aku salah kostum. Aku sebal dengan sikap bodohku kali ini. Aku tadi buru-buru dan baju ini yang aku pakai. Aku melirik kaca spion.
Ya Tuhan, rambutku yang udah berantakan karena asal nyisir di tambah dengan tekanan angin yang menerpa rambutku saat naik Go-Ride menambah ancurnya kondisiku. Seperti orang yang abis nangkap bebek di kandang.
"Kenapa? Apa lo nyesel enggak masang alarm??" Tanya Bang Kai to the point.
"Gue kesiangan" Jawabku lirih tanpa berani melirik ke arahnya.
"Gue udah duga ini bakal terjadi. Dari dulu lo enggak pernah berubah. Gue trauma dulu pas kita pertama kali kencan, gue nungguin lo lama banget. Dan lo datang ya persis kacau kayak gini. Belajar dari kesalahan dong Willo. Gue...." Diapun tak melanjutkan kata-katanya.
Bang Kai mengoceh tentang masa lalu kita saat pacaran dulu. Dimana dia pernah mengajak ku ngedate di Dufan dan aku datang terlambat. Karena saat itu aku pikir Bang Kai cuma ngerjain aku aja. Taunya dia nungguin aku sampai kehujanan.
Dan kini, aku mengulang kesalahan itu. Aku lupa pasang alarm dan kita akhirnya terlambat. Bisa saja proyek Bang Kai hancur gara-gara kecerobohanku.
"Maafin aku Bang.." Aku hanya bisa menunduk. Menyesalpun tak guna karena semua udah terjadi.
Bang Kai hanya diam setelah berbicara panjang lebar mengungkit hubungan kita di masa lalu.
Hingga akhirnya kami berhenti di salah satu counter baju. Bang Kai menyuruhku untuk segera turun.
"Bang, kita kok kesini?? Ini bukan aula kementrian !" Aku masih bingung kenapa aku di ajak kesini.
"Willo, lihat dong penampilan lo. Kita itu mau ketemu pejabat?? Please jangan norak dong..." Dia tampak lebih kesal dari yang tadi.
"Penampilanku enggak ada yang aneh, aku sopan. Aku...."
Bang Kai menyiramkan white coffe yang tinggal setengah botol ke bajuku. Aku ternganga... Kenapa dia bisa melakukan ini di saat darurat?? Kemeja putihku terkena noda white coffee di bagian dada.
"Lo pilih, ikut gue atau baju lo kotor" Tegas Bang Kai.
.
.
.
.
Bang Kai memilihkan baju yang pantas dipakai di acara penting dibantu staff counter baju branded itu.
"Gak usah tengok harga, gue sanggup bayar. Buruan !!" Diapun membentakku yang masih sempat melihat harga di bandrol pakaian itu.
Dan setelah aku mencoba sekitar 5 baju, akhirnya ada yang cocok menurut Kai.
Dan aku rasa ini memang cocok sih buat aku tapi no !!
Rambutku masih kusut.
"Mbak, sekalian di bantu nyisir rambutnya" Kai pun menyuruh staff toko itu untuk merapikan rambutku serta memakaikan sedikit make up tipis seraya sibuk menelpon seseorang. Tak lupa sentuhan lipcream warna pink mempercantik tampilanku.
Aku mematut di cermin. Aku sendiri hampir tak percaya dengan perubahan penampilanku.
Saat aku melihat di bawah, Aku shock karena sepatuku masih sepatu sneakers. Efek keburu jadi semua nya berantakan.
Aku menyuruh mbak-mbak staff counter baju untuk mengambilkan sepatu. Dan kenapa sih memilihkan aku sepatu yang ada pengait di bagian pergelangan kakinya.Aku yang tak punya pengalaman memakai sepatu cantik jadi ribet memakainya.
Aku masih berkutat dengan memasang sepatu itu serta mengaitkannya. Dan kakiku yang satu lagi masih belum memakai sepatu.
"Astaga Willo... pakai sepatu model ginian aja enggak bisa. Lo perempuan dari planet mana sih???" Bang Kai yang selesai menelpon mengeluh tentang kelemotanku dengan sigap berjongkok di depanku yang sedang duduk di kursi memasangkan sepatu di kakiku.
Bang Kai memasangkan sepatu di kakiku??
DE-MI-A-PAAAAAA ?????
Meskipun Bang Kai mengataiku bodoh soal penampilan , aku di bilang lemot dan tak berubah, aku memang sebal. Namun rasa sebal itu mendadak sirna dengan perlakuan Bang Kai padaku.
"Kenapa malah bengong?? Ayo !!!" Aku terhenyak dan segera mengikuti langkah Kai ke mobil.
Dan dengan kecepatan tinggi kami menyusul ke Kantor Menkominfo.
Beruntung, acara belum di mulai. Aku yang baru datang bersama Bang Kai mendadak jadi pusat perhatian teman sekantorku. Entah kenapa mereka begitu. Apa karena penampilanku??
Bang Kai segera menyapa beberapa tamu yang hadir. Sedangkan Pandu menghampiriku.
"Kamu tampak beda. Kayak ada manis-manisnya gitu??" Pandu tersenyum setengah memggoda padaku. Aku jadi tersipu malu.
"Pak Pandu punya rencana jadi bintang iklan ya?" Candaan Pak Pandu mengingatkanku pada jargon sebuah iklan air mineral di TV.
Dia pun tersenyum kecil.
"Oh iya, kamu pakai earphone ini ya. Kai akan berbicara pada Wakil Mentri untuk membahas proyek yang akan di garap pemerintah. Ilmuwan dari Polandia itu pasti akan berbicara dengan bahasa mereka. Bantu Kai." Pandu menepuk pundakku, memberi ku suntikan energi untuk membantu Kai dan Flowchart.
Aku menghela nafas untuk menetralisir kegugupanku.
Aku bisa.
Aku pasti bisa !
Mereka duduk di salah satu meja berbentuk bundar. Disana ada Pak Wakil Mentri, Bang Kai, ilmuwan dari Polandia itu beserta asistennya, Nancy, dan beberapa pria yang sepantaran dengan Papa dan aku tak mengenal mereka.
Aku dan Pandu duduk di salah deretan meja lain mengamati mereka. Jika ilmuwan itu bicara, aku harus segera menerjemahkannya.
"Suatu kehormatan, Bapak mengundang saya untuk ikut bagian dalam kerja sama yang baik ini.." Ucap Bang Kai di sela-sela perjamuan yang mendadak membuatku tegang.
"Aku tertarik mengundang pihak FLOWCHART karena selain perusahaan Anda terkenal di Amerika dan India, Anda juga pemuda yang berasal dari Indonesia. Aku tenang jika anak bangsa sendiri yang ikut ambil bagian.." Pak Mentri terlihat takjub dengan Kai yang masih muda namun banyak berinovasi.
"Terima kasih Pak." Bang Kai tersenyum.
Kini Giliran Ilmuwan itu berkata :
"Jestem również bardzo dumny, że mogę pomóc Indonezji w naszych najnowszych odkryciach technologicznych."
Dan aku langsung mentranslate :
"Aku juga sangat bangga bisa membantu Indonesia untuk teknologi terbaru temuan kami."
Aku membimbing Bang Kai untuk bicara.
"Znam już technologię, którą znalazłeś i jestem zainteresow " (aku sudah tau teknologi yang anda temukan dan aku tertarik untuk berpartisipasi)
Bang Kai pun melafalkan apa yang aku ucapkan.
Dan ilmuwan itupun tersenyum senang.
"Myślę, że chcę z tobą współpracować" (aku rasa aku ingin bekerja sama denganmu)
Pak Wamen pun yang dulunya ternyata Dubes Indonesia untuk Polandia tentunya sudah tau apa yang dibicarakan ilmuwan itu. Pantas tak ada penerjemah.
Aku tau informasi itu sesaat setelah Pandu memuji penampilanku. Dia memberitahu info penting itu.
Kai menoleh ke arah tempat dudukku dan dia tersenyum padaku. Seolah kekesalan nya terhadapku sirna.
Ah mana mungkin???
🌻🌻🌻🌻
Aku rebahan setelah mengerjakan tugas yang sangat menantang seharian ini dan Gina menghubungiku melalui chat wa.
Kenapa aku jadi kegirangan begini melihat foto Bang Kai yang dikirimkan Gina padaku. Siang tadi Bang Kai update di twitter.
Dia tadi memang terlihat berbeda dan tampan. Biasanya dia berpenampilan casual cenderung swag dengan celana jeans, kaos dan jaket. Tapi dia tadi siang memakai setelan jas yang mampu meruntuhkan sebagian tembok move on yang aku bangun susah payah selama 8 tahun ini.
Apalagi dia tadi juga mengungkit tentang hubungan singkat kita di masa lalu. Apa dia masih mengingat semua kenangan itu??? I Dont know.
Kemarin aku berharap jika Kai akan mengganti style seperti Pandu dan doaku jadi kenyataan.
Aku berguling-guling di atas kasur memandangi wajah Kai.
OH, BANG KAI........🍓🍓🍓🍓
🍒🍒🍒🍒
To Be Continued.
tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.
sejauh ini sukaa😍 semangat kakk