"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adeline Margaretha 1
"Atas nama nyonya Adeline Pradipta?"
"Benar"
Sejenak dokter itu menatap wanita muda di hadapannya,make-up tak bisa menyembunyikan wajah pucatnya yang sudah seperti kertas, tubuhnya kurus dan terlihat lemah.
"Kenapa baru datang sekarang?.Sudah separah ini,apa kau tidak merawatnya?"
"Dokter bisa katakan saja hasilnya"
Dokter itu menghela nafas berat, sambil menggeleng Ia memberikan kertas putih dimana tulisan-tulisan medis di dalamnya.
"Anda di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi ini masih gejala awal jadi tingkat keberhasilan operasi masih 75%.Asal secepatnya di tangani dan sebaiknya segera di operasi"
Saat mengatakan nya,sang dokter tidak menemukan kesedihan di wajah wanita muda itu, tatapannya kosong,hampa dan dalam seperti lautan yang gelap dingin tiada ujung.
"Jika tidak operasi?"
"Jangan gila,kau masih sangat muda untuk menyerah,kalau tidak operasi kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
"Hei nak,ini bukan main-main kanker tidak bisa di anggap remeh.Ingat hidup hanya sekali,dan kau masih mempunyai kesempatan untuk sembuh jangan pesimis begini"
"kalau hidup hanya untuk menderita untuk apa dok?,mati juga bukanlah hal yang buruk."
"Akan jauh lebih baik untuk ku dan untuk semua orang", ucapnya bergumam hampir tak terdengar oleh sang dokter.
"Tapi..."
"Terimakasih dokter"
Tanpa menunggu penjelasan sang dokter lagi,wanita bertubuh ringkih kurus dan lemah itu pergi begitu saja tak ingin mendengar penjelasan dan nasehat apapun, membawa selembar kertas hasil diagnosa kanker nya yang sudah masuk stadium 3.
"Entah ini kabar buruk atau kabar bahagia"
Ia berjalan sendirian di lorong rumah sakit yang cukup sepi, dengan beberapa pasien yang lewat ditemani oleh pasangan mereka atau orangtua dan bahkan mungkin saudara mereka.
Tapi Ia sendiri?,Ia selalu sendirian kemanapun pergi.
Ia tidak pernah benar-benar punya rumah sejak kecil,Ia tidak punya orangtua yang menemaninya dalam masa tumbuh nya, mempunyai suami tapi tak pernah mendapatkan perannya, tidak punya kerabat atau sekedar sahabat dan teman.
Dunia seolah bercanda padanya, membiarkan nya hidup dalam dunia dengan takdir yang jahat namun tak pernah benar-benar memberikannya hidup dimana Ia bisa bernafas lega,dan bersyukur dengan kehidupan nya barang sedikitpun atau sekalipun.
Semua orang di sekitarnya tak pernah menganggap nya benar-benar ada.
Entah dosa apa yang Ia buat di kehidupan sebelumnya,sampai Ia harus menjalani kehidupan seperti ini.
Ia masuk ke dalam lift dengan langkah lemah.Hanya Ia sendiri di sana sehingga rasanya tak bisa lagi menahan tangisnya dan terperosot di sudut lift hingga terduduk.
Di tatapnya kembali selembar kertas di tangannya,buliran-buliran bening yang berjatuhan dari pelupuk matanya membasahinya kertas itu."Tapi mungkin ini adalah jawaban atas doa ku"
***
Satu bulan yang lalu
Adeline tiba-tiba di bawa ke mansion keluarga Pradipta oleh suaminya Damar Pradipta.Dia mengatakan kalau akan ada orang yang spesial akan pulang kembali ke keluarga mereka.
Malam itu Meja makan persegi panjang dan besar terletak sempurna di tengah taman mansion keluarga Pradipta.Tidak lupa bola-bola Lampu berwarna-warni menghiasai bunga-bunga dan pohon-pohon taman ,ratusan balon pink dan putih di susun seindah mungkin di bentuk melengkung dan di tempelkan pada tempat yang sudah di sediakan,dengan tulisan SELAMAT pada tengah-tengah balon.
lampu berkedap-kedip dengan semangat seolah menggambarkan betapa bahagianya orang-orang di sana.
Sebanyak 20 orang lebih duduk di sana mengucapkan selamat pada wanita muda yang menjadi Ikon hari ini.Ia berbicara dan bercerita penuh semangat dan ceria begitu bahagia dan semua orang mendengarkan nya tersenyum bangga dan penuh kasih,seolah dia adalah seorang malaikat yang turun dari khayangan.
Namanya adalah Shakira,wanita yang di sukai semua orang termasuk Damar Pradipta,suami Adeline Pradipta yang sudah menikah sejak 3 tahun lalu.
Adeline.Wanita itu duduk di pojok meja,karna Ia baru selesai membantu pelayan untuk menyiapkan semua hidangan di atas meja untuk hidangan hari ini,Ia baru bergabung setelah mereka semua hampir selesai,sementara suaminya sejak awal duduk di samping kepala meja dimana tuan besar Pradipta selalu duduk di posisi itu,dengan Shakira yang duduk di sampingnya.
Dalam keluarga itu memiliki posisi duduk masing-masing saat di meja makan,kepala keluarga akan duduk di ujung meja, sementara di si kanan akan ada anak mantu yang duduk berpasangan dengan urutan anak pertama hingga terakhir, sementara di sisi kiri istri kepala keluarga beserta cucu-cucu di keluarga Pradipta.
Adeline melihat ke sebelah suaminya,tapi Ia tidak ingin protes dimana saat ini Syakira duduk di samping suaminya, sementara Ia duduk di sisi kanan meja dan duduk paling pojok bersama cucu-cucu keluarga Pradipta,karna sejak tadi Ia memasak di dapur dan semua orang sudah duduk di tempat masing-masing,dan tinggal kursi itu yang tersisa bahkan itu juga kursi tambahan karna tadinya tidak cuku.
Adeline adalah menantu tertua meski menjadi yang termuda dari 3 menantu keluarga Pradipta.Ia di tuntut untuk membantu pekerjaan rumah saat ada acara di sana karna di anggap paling mampu dalam bidang itu,Ia melakukan semuanya dengan sepenuh hati melayani keluarga suaminya selama 4 tahun tanpa banyak mengeluh,karna ibu mertuanya dan semua orang akan memuji pekerjaan nya dan mereka juga paling suka makan masakannya.Dan itu membuat nya senang dan di hargai,apalagi ketika semua hidangan yang Ia masak akan di santap habis oleh mereka dan terus memujinya,itu membuat nya merasa usahanya di hargai.
Itu karna sebelum menikah dengan Damar, Adeline adalah seorang koki di sebuah restoran kelas atas, dan sebelum bekerja di restoran Ia juga sebenarnya sudah pintar memasak karna tuntutan kehidupan nya.
Hari sebenarnya Adeline masih tidak tau akan ada acara apa sampai ada pesta di mansion itu dengan gerbang yang di hiasi seindah mungkin,dan anak mantu beserta keluarga mereka pulang dari luar kota bahkan luar negeri untuk acara yang Ia tidak tau.Ia hanya di suruh memasak tanpa memberitahunya acara apa itu,Dan pada akhirnya Ia mengetahuinya dari pelayan saat mereka sedang memasak di dapur.
Meski setelah mengetahui nya,Ia masih santai dan tidak masalah akan hal itu tapi ketika melihat sendiri bagaimana wanita bernama Shakira itu bergelayut manja seperti seorang adik kecil di tangan suaminya, dadanya bergemuruh terlebih keluarga suaminya yang tampak santai-santai saja bahkan bercanda tentang kecocokan mereka.Dan suaminya juga tampak tidak menolak atau mempermasalahkan ucapan keluarga nya.
Selama ini Ia tidak masalah dengan perlakuan keluarga suaminya meski harus lelah melakukan semua pekerjaan rumah dan terkadang tidak di anggap sebagai menantu,karna setelah menikah 4 tahun dengan Damar mereka tidak pernah menuntut untuk di berikan cucu,bahkan mereka selalu mengatakan "Meski tidak punya anak juga tidak masalah,masih muda kok kalian jangan buru-buru ya,kalian tidak punya anak selamanya juga tidak apa-apa"
Mereka selalu mengatakan itu, terlebih ibu mertuanya seperti selalu memberikan kata-kata penenang untuk nya.
Selama ini Ia berpikir kalau keluarga suaminya sangat pengertian padanya dan begitu murah hati.
Namun hari ini Ia tau sebuah fakta yang menghantam hatinya.Mereka bercanda di atas meja makan.
'Jika kalian menikah,kalian pasti akan melahirkan anak-anak yang lucu,dan kami tidak sabar menunggunya itu pasti sangat menggemaskan'
Ternyata selama ini mereka tidak masalah akan hal itu karna,mereka semua tidak menginginkan nya menjadi menantu keluarga Pradipta selamanya,mereka tidak menginginkan anak dari kandungan nya,mereka tidak pernah menginginkannya menjadi istri Damar yang menjadi kebanggaan keluarga Pradipta sejak awal,mereka tidak sabar ingin segera menyingkirkan nya setelah kedatangan wanita yang menjadi kesukaan mereka semua, mereka tidak sabar menjadikan wanita itu menjadi menantu tertua di keluarga itu.
Tapi setelah mendengar itu,Ia masih tetap menguatkan hatinya dan meyakinkan kalau itu memang sebuah candaan saja.
Lagipula siapa yang tidak akan menyukai wanita seperti Shakira.Wanita muda yang sukses dalam karirnya di usia 26 tahun, usianya sama dengan Adeline tapi karirnya dalam dunia entertainment dan bisnis begitu melejit, memiliki banyak penggemar salah satunya adalah keluarga Pradipta.
Oh salah.Mereka adalah penggemar nomor satu,karna Shakira ternyata sangat dekat dengan keluarga itu sejak kecil.Ia juga tumbuh bersama-sama dengan Damar dan saudara-saudaranya yang lain.
Hidupnya benar-benar sempurna dengan di kelilingi orang-orang yang baik dan tulus menyayangi nya,hal itu membuat Adeline iri.
Memikirkan semua itu Adeline menggeleng,Ia tidak ingin membanding-bandingkan dirinya.Namun saat Ia tengah makan,semua orang serasa diam seketika semua memperhatikan nya dengan tatapan yang tak bisa Ia mengerti,hingga saat Ia bersitatap dengan beberapa dari mereka, mereka tampak tersenyum canggung.
Ia menjadi tidak nyaman karna ternyata hanya tersisa Ia yang belum selesai makan, sementara semua orang sudah berbincang-bincang dengan tawa sejak tadi, bahkan beberapa pelayan sudah membersihkan meja makan untuk mengganti hidangan penutup,hanya tersisa Ia sendiri yang makan di meja itu.
"Adeline kau belum selesai makan,bisa tidak mama minta tolong kau pergi ke dapur saja,tidak enak kan kalau kau sendirian makan sementara acara utama akan di mulai",Margaret ibu mertuanya menghampiri nya yang duduk di kursi pojok meja makan hanya untuk menyuruh nya pergi.
Adeline merasa tenggorokan nya tercekat, tangan nya juga tertahan untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya,sebenarnya ini bukan pertama kali kejadian begini tapi entah kenapa hari ini rasanya beda sekali,padahal bukan nya Ia yang makan pelan tapi karena dirinya lah yang sejak tadi sibuk menyiapkan semua makanan di meja itu, sehingga orang-orang makan lebih awal dan siap lebih awal juga.
Ia melihat ke sekitar,semua orang menatapnya dengan tatapan aneh hingga membuatnya menjadi canggung.Masalahnya Ia memang lapar sejak pagi tadi Ia belum makan,belum lagi memasak banyak makanan menguras tenaga hingga membuatnya kelaparan.
Tenggorokan nya tercekat menahan sesuatu yang akan keluar, dengan kaku Ia mengangguk dan tersenyum."Iya ma", jawabnya kemudian perlahan pandangan nya di pada semua orang hingg berhenti pada suaminya yang sejak awal duduk di samping Shakira, pandangannya tidak pernah teralihkan padanya,bahkan di saat seperti ini pria itu hanya menatapnya sekilas dan tidak mengatakan apapun,dingin dan tidak peduli.
"Maaf ya sayang,makan mu harus terganggu",ucap Margaret ibu mertuanya yang kemudian kembali ke tempat duduknya yang berseberangan langsung dengan Shakira dan Damar.
Dadanya tiba-tiba rasanya nyeri, saat Ia pergi mereka semua kembali tertawa penuh bahagia dan bercanda satu sama lain yang membuat mereka semua terdengar tergelak.
Di genggam nya kuat nampan nya, Ia baru menyadari kalau selama ini Ia tidak pernah berada di tengah-tengah kebahagiaan mereka seperti saat ini,Ia tidak pernah duduk dan berbicara dengan santai dan bahagia,Ia hanya akan berada di dapur saat perkumpulan seperti saat ini dan mereka semua akan duduk dengan penuh kebahagiaan dan canda tawa.
Ternyata selama ini Ia tidak lebih dari seorang pelayan untuk mereka.
***
Jangan lupa like komen ya😘😘😘😍
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..