"Maaf, aku tidak bisa mengkhianati mendiang istriku. Apakah kau ridho jika menjadi istri yang tidak tersentuh? Kalau setuju, ayo kita menikah!" Dave Matthews ( Ex Mafia Black Hawk )
Sekar adalah korban pelecehan ketika gadis itu mencari kerja di kota. Ia menjadi korban penipuan sehingga tak tau kalau ternyata di jual pada seorang Casanova.
Sekar berhasil kabur dan kembali pulang ke desanya. Sayang, gadis belia itu membawa serta benih yang sama sekali tak ia harapkan hadir di dalam rahimnya.
Kenyataan hamil di luar nikah, membuat Sekar putus asa dan berakhir depresi. Sampai seorang pria mualaf yang merupakan mantan mafia bersedia menikahinya.
Sekar menjadi istri yang haram untuk di sentuh sampai ia melahirkan bayi perempuannya.
Dapatkan Sekar, menimbulkan percikan cinta di hati seorang Dave, yang mati bersama jasad mendiang Anne?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13.
Sekar merasakan sakit luar biasa pada perutnya. Kebetulan di minggu terakhir kehamilannya, Dave memerintahkan istrinya itu agar membawa ibunya menginap di kediaman mereka.
Sekar merasa beruntung mendapatkan perhatian dari Dave. Walaupun pria itu sengaja menjaga jarak darinya. Semua demi kebaikan mereka berdua.
Mendengar erangan dari putrinya, Miranti yang tengah menyetrika pakaian bayi pun langsung mendekat. Miranti terlihat panik ketika putrinya mengeluarkan darah dan cairan itu mengalir di betisnya yang putih.
Penampakan yang tentu belum pernah Dave lihat. Pria itu bahkan tidak tau bagaimana warna kulit dan bentuk tubuh yang di sembunyikan oleh Sekar di balik baju longgarnya. Bahkan selama ini, Dave pun tak melihat wajah istrinya sendiri. Karena pria itu memerintahkan Sekar untuk mengenakan cadar ketika dia pulang ke rumah.
"Bu, sakit," rintih Sekar lagi. Kali ini wanita muda itu sampai mengeluarkan air matanya. Baru kali pertama ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian bawah perutnya. Rasanya seperti ada yang tengah mendorong dan meremasnya dengan kuat. Bahkan tulang punggungnya pun terasa ngilu.
"Ya Allah. Ini pasti tanda-tanda kamu mau melahirkan, Nduk. Itu kamu malah pendarahan gitu," kata Miranti dengan wajah khawatir.
"Kalau begitu, tolong ambilkan ponsel Sekar. Aku mau menghubungi Zahra," pinta Sekar dengan suara pelan. Rasa sakit itu sedang mereda. Namun, baru saja Sekar mau bicara gelombang cinta dari bayinya itu kembali datang.
"Astaghfirullahal adzim, ya Allah," ucap Sekar lirih sambil olah napas seperti yang di ajarkan oleh instruktur yoga. Karena dan Velicia sesekali ikut kegiatan ini hamil yang di adakan oleh balai desa.
"Sini, Nduk. Biar Ibuk yang bicara dengan non Zahra," kata Miranti. Sekar langsung menyerahkan ponselnya. Miranti pun berbicara ketika panggilan tersebut telah terhubung.
"Assalamualaikum, Non Zahra. Ini saya istri Semar. Iya, Non. Sekar sepertinya mau melahirkan. Baik, kami tunggu."
Miranti meletakkan ponsel itu begitu saja dan wanita itu mulai mengusap pinggang putrinya yang sedang meringis.
"Non Zahra akan segera kesini dengan mobil ustadz Zayn. Kamu yang sabar ya, Nduk. Semoga Allah memudahkan semuanya. Dan rasa sakit yang menimpamu saat ini, semoga Allah jadikan pelebur dosa."
"Aamiin. Sekar ikhlas Bu. Sekar ridho atas jalan takdir yang Allah berikan. Sekar menyayangi anak ini, Sekar mau di selamat," ucapnya terbata-bata karena sambil merasakan kontraksi.
"Alhamdulillah kalau kamu sudah ikhlas, Nduk. Ibuk doakan semua berjalan lancar dan Allah berikan keselamatan pada kalian berdua. Ibuk dan bapak, sudah gak sabar liat bayi kamu. Cucu kami berdua," ucap Miranti sambil terus mengusap punggung putrinya.
Wanita itu mencoba menenangkan putrinya walaupun di dera rasa takut yang teramat sangat. Apalagi Sekar terus mengeluarkan darah dan air ketuban secara bersamaan.
"Bu, tempat tidurnya penuh darah dan air ketuban," ucap Sekar sambil menarik napasnya. Kontraksi itu benar-benar menguras tenaganya.
"Sudah, jangan pikirkan masalah itu. Nanti, biar Ibu sama bapak yang bersihkan. Ibu ke depan dulu buka pintu. Sepertinya, non Zahra sudah datang," kata Miranti yang langsung mengenakan jilbab instannya kemudian keluar kamar.
Sekar yang kini sendirian hanya bisa melafazkan doa sebisanya. Untung saja dia selalu ikut kajian di pesantren. Sehingga bacaan Al Qur'annya semakin baik, Tartil dan lancar. Sekar juga hafal banyak doa-doa penting dan juga surah-surah pendek dalam Al Qur'an.
"Wahujji ilaiki bidzid i'nnakhlati tusaakith a'laiki ruthoban janiyya." Sekar membaca surah Maryam ayat ke 25 itu berkali-kali demi mengurangi rasa sakit pada saat kontraksinya itu. Salah satu doa yang di ajarkan oleh Arumi padanya. Mengambil momen dan kisah ketika Maryam melahirkan nabi Isa seorang diri di bawah pohon kurma yang sudah kering.
Maryam adalah salah satu perempuan suci dan mulia. Maryam hamil dalam keadaan suci tanpa seorang suami. Maryam bahkan menanggung semua kesusahan pada saat hamil seorang diri sampai ia pergi jauh dari kediamannya karena di kucilkan.
Sekar berpikir, masih jauh lebih baik nasibnya ketimbang Ummu dari nabi Isa alaihi salam. Keadaannya jauh lebih baik. Dia memiliki suami walaupun pria itu tidak ada di sisinya. Namun Dave sebisa mungkin memantaunya sekalipun dari jauh.
Pria itu bahkan memberikan semua fasilitas yang memudahkannya. Membuatnya nyaman dan tenang. Menjaga nama baiknya agar tidak di kucilkan oleh masyarakat desa. Di kediamannya ini, area pesantren Darussalam, tak ada satu orang pun yang mempertanyakan soal kehamilannya. Hal tersebut nyatanya mendatangkan ketenangan pada dirinya.
Dave bahkan menyiapkan rumah sakit maupun bidan terbaik untuk tempatnya melahirkan nanti. Karena di rasa perjalanannya ke kota aman memakan waktu, maka Dave menyiapkan bidan di desa sebelah sebagai opsi kedua.
Velicia datang bersama Arumi dan juga Zayn. Mereka langsung membawa Sekar ke rumah sakit. karena menurut Arumi keadaan Sekar harus di tangani oleh dokter kandungan dengan peralatan yang lengkap. Jadilah, Zayn melakukan kendaraan roda empat itu dengan cukup cepat.
Velicia menghubungi sang Daddy dan Dave segera meluncur dari tempatnya sekarang. Pria itu ingat pesan dari Max bahwa dirinya harus ada di sisi Sekar ketika wanita itu telah melahirkan. Walaupun Dave tak perlu menemani, namun keberadaannya itu penting demi menjaga kecurigaan orang-orang.
Sekar pada akhirnya harus menjalani proses persalinan secara Caesar. Karena pendarahan terus berlangsung dengan bocornya selaput ketuban serta pembukaan yang tidak berjalan sempurna. Bayi Sekar juga ternyata mendapati dua lilitan tali pusar di lehernya. Karena itulah bayi tersebut harus di lahirkan secepatnya.
Tak lama kemudian, bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu lahir. Semar yang telah ada di sana di minta oleh Zayn untuk melafazkan adzan pada bayinya Sekar.
Semar terlihat gemetar ketika menggendong bayi mungil yang merupakan cucu pertamanya itu. Air matanya laju ketika lantunan adzan mulai meluncur keluar dari bibirnya.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lailaha ilallah. Ashadu alla ilaha illallah. Ashadu anna Muhammadar Rosulullah. Hayya alasholah, hayya alal Falah, qodqomatisholah, qodqomatisholah. Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lailaha ilallah."
Semar selesai membisikkan iqomah pada telinga kiri bayi tersebut. Kini tangisnya tak dapat terbendung lagi. hingga Miranti menghampirinya untuk mengambil alih sosok mungil tersebut.
Kejadian itu tak lepas dari perhatian Dave. Pria itu nyatanya sudah berada di sana beberapa menit lalu. Sehingga ia menyaksikan momen haru dimana sang kakek yang membisikkan adzan serta iqomah pada bayi tak berayah itu.
Dave mengeratkan rahangnya. Kemudian pria itu memalingkan wajahnya sambil mengusap setitik kristal bening yang tau-tau ada di ujung matanya.
"Selamat untuk kalian berdua. Sekarang kalian sudah jadi embah dan eyang uti. Itu artinya, kalian bertambah tua," kata Max yang di ikuti dengan gelak tawanya.
"Eh, Mas Bule. Nanti juga bakalan jadi kakek. Sampeyan juga bertambah tua. Bukan saya saja," balas Semar yang mana hal itu mengundang tawa semua orang yang ada di sana. termasuk Dave yang menampilkan senyumnya walaupun segaris.
*
*
Tiga hari kemudian.
"Jadi, Dave sama sekali tidak mau melihat bayi itu?" Semar bertanya pada Miranti, yang menatapnya dengan ekspresi sedih.
sama sini hujan trs,,,,,ni kopi buat teman nls biar cpt u🤣💞💞
males update jadinya 🥲
masih setia menunggu