Ribeena (Bee), 26 tahun awalnya gadis cupu yang selalu mendapatkan bullyan di kampusnya akhirnya bertransformasi menjadi model dingin tidak tersentuh dan populer setelah beranjak dewasa. Ia harus menjalani hidup mandiri yang tidak tau siapa orangtua kandungnya. Berkat dari atasannya lah Bee menjadi model terkenal. Bee gadis cupu bersama sahabatnya mendirikan agency model, Bee mampu membuktikan dirinya bisa bangkit dari kerasnya kehidupan.
Sean, 28 tahun lelaki tampan kakak angkat Bee yang selalu melindungi dan diam-diam mencintai Bee, mereka berpisah karena Sean harus melanjutkan S2 nya di luar negeri. Bee sendiri semenjak berpisah dari Sean tidak ingin di ganggu dan di hubungi oleh Sean, Bee ingin fokus mencari jati dirinya.
Bagaimanakah kisah Bee dan Sean selanjutnya, apakah Bee akan bertemu dengan kedua orangtuanya, apakah perjalanan hidup nya masih akan mendapatkan ujian? Yuukk.. mampir dan ikuti perjalanan Ribeena (Bee)..
Salam author,
ariista
ig: aritanti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuliah sambil Bekerja
Pagi ini Bee ada jadwal kuliah manajemen keuangan pukul 9.00 nanti, Bee masih berada di kamar nya, baru selesai sarapan bubur ayam yang untung nya pagi ini di teras ia tidak mendapatkan bullyan seperti hari kemarin.
Bee menikmati sarapannya sambil membayangkan sore ini ia akan mulai bekerja di butik terkenal. Tentu saja Bee merasa senang karena bisa langsung bertemu dengan pemilik butik Miss Selyn.
Bee sudah stalking medsos Yeppeo Butik. Ia juga jadi tau apa arti yeppeo itu yang ternyata artinya cantik. Bee melihat banyaknya postingan yang ada di medsos Yeppeo Butik. Disain gaunnya bagus-bagus. Bee menyukainya.
Akankah suatu saat ia bisa memakai gaun tersebut. Menghayal kan boleh-boleh saja tidak ada yang melarang, batin Bee.
Bee terkikik sendiri membayangkan dirinya yang cupu memakai gaun disainer ternama Selynna.
Keasyikan menghayal, Bee tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 8.10 menit. Bee yang melihat jam weker di atas nakas segera bergegas, ia sudah mandi sedari bangun tidur tadi, jadi ia hanya akan mengganti pakaiannya saja.
Selesai memakai outfit cupunya dan kacamata jadulnya ia segera turun ke lantai satu.
Di lantai satu suasana juga sudah sepi. Bee segera ke bagasi mengeluarkan motornya. Kemudian ia menghidupkan motornya dan menggasnya, dengan pelan Bee menyusuri jalanan menuju kampusnya yang hanya berjarak beberapa meter saja.
Bee memarkirkan motornya di bawah pohon, tiba-tiba saja ada seorang cowok yang baru masuk ke parkiran dan akan memarkirkan motor sport nya di sebelah motor Bee suara motornya yang kencang mengagetkan Bee. Cowok itu menggasnya motornya kuat-kuat di samping Bee entah apa maksudnya.
Bee kaget reflek ia menepuk-nepuk dadanya. Cowok tersebut mengernyitkan alisnya. Menatap Bee tak berkedip. Kemudian pergi begitu saja. Mungkin di lihatnya Bee yang cupu dan tidak menarik.
Dea yang juga baru datang menghampiri Bee.
"Bee, kamu kenapa?" Dea melihat Bee masih terbengong dan menepuk-nepuk dadanya.
"Kaget De, suara ni motor bikin kaget aja,"
"Bukannya ini motor Farel idola kampus ini ya?"
Bee mengedikkan bahunya.
"Ayo ke kelas," ajak Bee.
Bee dan Dea berjalan berdua, tubuh Bee yang tinggi dengan gayanya yang cupu membuat setiap mata menoleh ke arah mereka.
Bee tidak suka menjadi pusat perhatian tetapi tetap saja dengan dandanan cupu pun Bee selalu menonjol.
Mereka menuju ke kelas mereka di lorong kelas mereka melihat cowok yang tadi menggeber motornya di samping Bee sedang melihat ke arah mereka.
"Bee kenapa si Farel melihat ke arah kamu terus," bisik Dea di telinga Bee.
Bee mengedikkan bahunya. Mereka lewat di depan Farel, Bee menundukkan kepalanya. Dea melirik lewat ekor matanya ke Farel.
"Farel masih menatap ke kamu Bee," bisik Dea lagi.
"Biarkan aja De,"
Mau masuk ke pintu kelas Bee dan Dea berpas-pasan dengan Claudya cs.
Claudya sengaja menyenggol bahu Bee kuat-kuat dan masuk dengan sikap pongahnya diikuti oleh dayang-dayangnya.
Bee dan Dea masuk ke kelas. Hampir dua jam di kelas mata kuliah manajemen keuangan selesai.
Bee dan Dea menuju ke kantin untuk makan siang. Di kantin pun Bee melihat ada Claudya dan dayang-dayangnya.
"Kita makan di luar aja ya De," ajak Bee menarik tangan Dea agar tidak masuk ke kantin.
Mereka akhirnya tidak jadi makan di kantin mereka mencari makanan di sekitaran depan kampus.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan angka 16.15 menit. Bee bergegas akan ke berangkat ke butik.
"De aku lanjut ke butik ya," ujar Bee sambil bergegas ke parkiran.
Bee jalan terburu-terburu sambil memasukkan ponsel nya ke dalam tas. Tiba-tiba saja tubuhnya bertubrukan dengan seorang cowok. Ia hampir jatuh tetapi tangan cowok di depannya memegang lengannya agar tidak jatuh.
"Ma-maaf," ucap Bee karena berjalan sambil menunduk tidak melihat orang yang berjalan di depannya.
Bee mengangkat kepalanya ia kaget dengan cowok di depannya ini. Ia melongo.
"Kamu lagi?" ucap Bee.
"Hati-hati kalo jalan," cowok tampan itu mengeluarkan suara nya.
Suaranya sangat enak di dengar di telinga, batin Bee.
Bee mengeluarkan motornya di parkiran. Ia menaiki motornya dan melaju ke Yeppeo Butik.
15 menit Bee telah sampai di butik, Ia segera menuju ke lantai dua menuju ke ruangan miss Selyn.
Bee mengetuk pintu ruangan miss Selly.
"Masuk," ucap suara dari dalam.
Perlahan Bee masuk ke dalam ruangan.
"Selamat sore Miss Selyn," sapa Bee dengan wajah sumringah.
"Sore Bee, duduklah,"
Bee duduk di depan Miss Selyn.
Miss Selyn mengambil berkas kontrak kerja untuk Bee. Ia menyerahkan kontrak kerja ke Bee.
"Kamu bisa membacanya dulu sebelum tanda tangan, masih ada waktu jika kamu ingin pikir-pikir dulu, saya berharap kamu mau bekerja di kantor ini," ucap miss Selyn.
Bee mengambil berkas dari miss Selyn. Ia membukanya dan membaca setiap poinnya.
Semua isi perjanjian itu tidak ada yang menekan dirinya. Ia kemudian selesai membaca kontrak kerjanya.
"Bagaimana?" tanya miss Selyn ke Bee.
"Saya setuju Miss,'
"Baiklah kamu tandatangan ya di sini,"
Miss Selyn menunjukkan di mana tempat Bee menandatangani kontrak kerjanya. Bee menandatangani kontrak kerjanya.
"Baiklah Bee, semua sudah jelas sekarang kamu resmi menjadi bagian dari butik ini, selamat datang, Ribeena," miss Selyn menjabat tangan Bee.
Mata Bee berkaca-kaca, Bee terharu, hatinya lega.
"Terimakasih miss Selyn anda baik sekali mau menampung saya yang masih kuliah ini,"
"Sama-sama Bee,"
"Setelah bekerja seminggu kamu akan mendapatkan seragam butik ini, sekarang kamu boleh mulai bekerja, semangat Bee,"
"Terimakasih Miss, saya permisi keluar Miss,"
"Baiklah Bee kerja yang rajin ya," pesan mama Angel.
Bee menganggukkan kepalanya.
Bee keluar dari ruangan miss Selyn. Ia turun ke lantai satu dan berkenalan dengan semua pegawai yang ada di butik.
Bee merasa hari ini adalah hari keberuntungannya. Miss Selyn sangat baik kepada dirinya, padahal Ia tidak mengenal Bee tapi Ia mau langsung menerima dirinya sebagai pegawai butik ini.
"Bee," panggil seseorang yang Bee kenal suaranya.
Bee menoleh ke samping kanan dilihatnya wajah tampak segar kakak angkatnya ini.
"Kak Cheris,"
"Kamu mau beli gaun ya Be?" tanya Cherish
" Tidak kok kak,"
"Jadi kamu ngapain?"
"Bee bekerja di sini kak," ucap Bee pelan.
"Hah? Kerja di sini?" Cherissa kaget.
Bee menatap ke kakaknya yang sudah lama tidak dilihatnya.
"Iya kak, Bee bekeja di butik ini baru juga mulai hari ini, kakak mau yang mana pilih aja Kak," Bee menemani kakak angkat nya yang cantik memilih - milih gaun koleksi terbaru Yeppeo Butik.
Bee senang bisa bekerja di butik ini banyak baju bagus koleksi terbaru dikeluarkan butik ini dan pengunjung di butik ini rata-rata high class. Bee menyukai penampilan para pengunjung dengan segala aksesoris mahal di tubuhnya.
Apakah suatu saat aku bisa seperti mereka, berjalan dengan pandangan lurus ke depan, berjalan dengan percaya diri, pasti cool sekali, monolog Bee ke dirinya sendiri.
tp jgn cuek in Sean donk
kok gk diangkat Bee....
btw Sean pergi nyatain perasaannya gk y🤔🤔