NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Evakuasi

"Dikta, jadi kamu akan pergi ke ujung perbatasan untuk melihat kondisi yang ada di sana?" tanya Nayla yang datang ke rumah sakit untuk bertemu Dikta, karena dia juga mendapatkan kabar buruk yang terjadi di ujung perbatasan.

"Benar, aku harus pergi," jawab Dikta.

"Aku ikut," ucap Nayla.

"Untuk apa Nayla, ini adalah urusan rumah sakit dan pekerjaan ini bukan berpariwisata, bukan untuk bersenang-senang," jawab Dikta

"Aku tahu itu dan bahkan salah satu korban adalah sahabatku yang sedang ada di sana, dia tidak baik-baik saja, terjebak dalam bencana itu. Lalu apa salahnya jika aku ingin melihat keadaannya," ucap Nayla.

"Urusan Zivanna akan menjadi urusanku dan kamu tidak perlu ikut!" tegas Dikta.

"Tidak bisa seperti itu Dikta, aku akan meminta izin kepada Om Andra. Aku yakin mereka akan memberi izin kepadaku untuk ikut," ucap Nayla.

"Nayla aku mohon pada kamu untuk tidak memaksakan hal yang tidak masuk akal. Ini adalah situasi bahaya dan terlebih lagi cuaca di desa juga tidak baik-baik saja. Kamu tetap berada di Jakarta dan berdoa. Semoga Zivanna dan orang-orang yang terjebak lainnya baik-baik saja!" tegas Dikta.

Nayla bahkan ingin kembali protes, tetapi Dikta tidak mendengarkan dan sudah menegaskan bahwa Nayla tidak akan ikut untuk mengevakuasi rumah sakit yang roboh.

Dikta pada akhirnya berlalu dari hadapan Nayla dan tetap tidak memberi izin Nayla untuk ikut yang membuat Nayla tampak sedih melihat keper Dikta.

*****

Benar apa yang dikatakan Zivanna menjadikan rumah sakit yang belum diketahui ketahanannya sebagai tempat isolasi dan justru memperburuk keadaan, terdapat dua korban yang meninggal dunia dan sementara 6 lainnya masih dalam pencarian dengan alat seadanya.

Tim penyelamat yang baru saja sampai dikirim dari Jakarta, mereka cukup cepat sampai karena menggunakan helikopter, mereka mencoba memasuki ke dalam gedung yang roboh tersebut dengan menggunakan alat-alat yang mereka bawa untuk mendeteksi orang-orang yang terjebak di dalamnya dan selama 4 jam pencarian kembali tidak satupun ditemukan dan tidak ada tanda-tanda masih ada yang hidup yang terjebak di dalam gedung itu.

Azka juga pasti panik, khawatir dan ikut membantu, bahkan dia seorang tentara tidak memerlukan benda apapun atau perlindungan apapun yang terpenting ada celah untuk masuk ke dalam gedung tersebut dan berusaha untuk mencari Zivanna.

Sementara Sherina, ketika mengetahui temannya terjebak di dalam gedung roboh itu membuat Sherina hanya bisa menangis sembari mengobati pasien, dia benar-benar takut jika temannya kenapa-napa.

"Sherina fokus!" seorang Dokter menegurnya dengan menepuk bahunya.

Sherina mengganggukan kepala dan berusaha untuk tenang dan profesional sebagai seorang Dokter.

Suara ban mobil besar berhenti seketika di lapangan dengan suara remnya yang tampak mengganggu konsentrasi membuat Sherina melihat dan ternyata terlihat ada dua zeep besar yang berhenti dengan orang-orangnya keluar dari mobil tersebut

Orang-orang dari rumah sakit dan termasuk Dikta bersama dengan komisaris.

"Alhamdulillah, akhirnya ada juga beberapa Dokter yang ikut," ucap Sherina merasa lega karena bantuan semakin banyak dan terlebih lagi tim medis juga diperbanyak untuk mengobati orang-orang yang terluka parah akibat robohnya gedung tersebut dan mengurus yang lainnya.

Dikta langsung berjalan mendekati gedung itu. Dikta sampai tidak bisa berkata-kata dengan memegang kepalanya, mengusap wajahnya dengan kasar dan sudah pasti terlihat penyesalan.

"Mungkin kita bisa mencari bagian sana. Saya yakin Zivanna pasti ada di sana!" fokus Dikta teralihkan ketika mendengar seorang pria memakai seragam tentara menyebut nama istrinya dengan lantang.

Dikta memperhatikan pria itu tidak kalah paniknya seperti dirinya, bahkan dari pakaian yang sudah kotor dan sudah dapat dipastikan bahwa sejak kejadian itu terjadi dia sudah mengevakuasi.

"Ya Allah, kenapa bisa jadi seperti ini? Bagaimana putri hamba!" Dikta menoleh ke sebelahnya dan ayah mertuanya sudah berada di sampingnya dan tidak tahu sejak kapan.

"Kamu mau kemana Dikta?" tanya Andra ketika menantunya itu langsung melangkah begitu buru-buru.

"Datang ke tempat ini untuk mencari Zivanna!" jawab Dikta langsung pergi meninggalkan ayah mertuanya.

Tidak ada gunanya meratapi, yang terpenting bagaimana caranya berusaha untuk mencari istrinya.

Semua yang berhubungan dengan tim penyelamat melakukan sebisa mereka dari pagi sampai malam dan bertemu pagi lagi, Mereka hanya menemukan salah seorang wanita dan wanita itu bahkan sudahlah meninggal.

Overthinking sudah mulai menjalar di pikiran Dikta, Andra dan juga yang lainnya bisa ditebak bahwa orang-orang yang berhasil dievakuasi dalam gedung itu sudah pasti tidak akan selamat.

Dikta masih berusaha untuk berpikir positif dan percaya jika istrinya pasti akan selamat dan mungkin jika istrinya tewas dalam robohnya gedung tersebut sudah pasti dia akan menyesal seumur hidupnya dan begitu juga dengan Andra.

"Tuan mau kemana?" di saat Dikta memasuki lorong kecil, mungkin hanya dengan membungkuk bisa masuk kedalam tempat itu.

"Saya harus mencari rekan saya yang terjebak di dalam sana," jawab Dikta pada Aska.

"Anginnya semakin kencang dan mungkin akan terjadi roboh susulan, sebaiknya ditunggu agar cuaca membaik sebentar dan kita akan tetap melakukan pencarian," ucap Aska memberi peringatan.

"Tidak bisa! saya tidak bisa mengulur waktu untuk mencari orang yang terpenting," sahut Dikta.

"Tuan, semua orang yang ada di dalam sana adalah orang-orang penting, nyawa mereka tetap nomor satu dan termasuk Dokter Zivanna, sejak awal tujuan saya hanya untuk menyela, tetapi sebaiknya Anda menghentikan untuk ikut campur dengan tim penyelamat agar tidak memperburuk keadaan!" tegas Aska.

"Kamu baru saja menegaskan kepada saya bahwa kamu hanya ingin menyelamatkan satu orang yaitu Dokter Zivanna, sepertinya wanita itu sangat penting untuk kamu," ucap Dikta.

Tiba-tiba saja sepertinya ada yang harus dibahas dulu, sebelum Dikta menemukan istrinya karena bagaimanapun suami mana yang tidak panik ketika ada seorang pria yang sebegitu kerasnya untuk mencari sang istri.

"Benar, bagi saya dia memang sangat penting, saya akan menjadi orang yang menyesal seumur hidup jika sampai tidak menemukannya dalam keadaan selamat, salah satu Dokter yang berjuang dan bertanggung jawab di desa ini dan bahkan sempat protes untuk tidak menggunakan rumah sakit ini sebagai tempat Isolasi, jadi bagaimanapun di saat situasi ini terjadi dan saya tidak harus diam saja," ucap Aska menekankan.

Pembicaraannya bukan pembicaraan biasa, seperti ada sesuatu yang terselubung dalam kalimat tersebut menekankan Zivanna memang adalah orang yang paling penting untuknya.

Dikta tidak peduli dengan apapun yang dikatakan Aska dan memilih untuk menampung ke dalam gedung tersebut menggunakan orang itu.

"Tuan dengarkan saya!"

"Tuan!"

"Aska!" Dikta terus memanggil.

Bersambung......

1
Dew666
🔥🔥🔥🔥
yeti ardiani
alhamdulillah,,, lanjut
Teh Euis Tea
alhamdulilah pertolongan segera datang
Teh Euis Tea
semoga kalian selamat ya, dan setelah selamat mulailah perbaiki kesalah pahaman kalian
Endang 💖
dah jgn brantem aja kalian ya.. yang akur kalian di dalam situ😁😁
Herman Lim
nah setelah terjebak berdua makin lengket nanti 🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
malah terjebak ber2 😢😢😢😢😢
Teh Euis Tea
duhh ikut deg degan sm nasib Zifana, mudah2an Zifana selamat😢
Herman Lim
ada yg tukar obat yg di suntik zivanna
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!