Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 13
Siang itu Pramudia langsung berpamitan dari Star Building. Keinginannya untuk menemui Airin pupus, maka dari itu untuk apa dia berlama-lama berada di sana.
Rey semakin curiga dengan CEO Argo Bumi tersebut. Ia yakin Pram memiliki maksud terhadap Airin.
" Aku harus mengatakan ini pada Airin. Ia harus hati-hati dengan Pram. Rin ... Rin, baru ge nikah malah ada yang pengen ngejar kamu. Perasaan dulu pas masih single nggak ada tuh yang deketin kamu."
Rey menggelengkan kepalanya pelan. Ia pun kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang sejenak tertunda karena kedatangan Pram.
Pram yang baru saja keluar dari gedung Star Building langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemennya. Mood nya langsung hilang saat mengetahui wanita yang ia inginkan ternyata sudah menikah.
" Sial, mengapa dia sudah nikah sih. Mana suaminya putra Rama Joyodiningrat dan kakaknya seorang Kai Bhumi Abinawa. Kalau orang biasa mah cincai gue yakin bisa rebut. Lha ini buset deh. Tapi jujurly gue udah kepalang suka ma cewek itu. Apa gue nekat aja?"
Pram bermonolog sepanjang dirinya mengemudikan mobil. Ia sungguh merasa frustasi kali ini. Ingin maju tapi rintangannya terlalu besar, namun ia juga masih sangat penasaran dengan Airin.
" Gue harus berpikiran tenang. Gue yakin akan ada jalan keluarnya."
Pram memantapkan dirinya untuk terus mendekati Airin. Sepertinya Pria itu tidak peduli dengan status Airin yang sudah menikah. Bahkan dia tidak gentar ketika mengetahui siapa suami Airin.
🍀🍀🍀
Beberapa hari berlalu. Akhza terus mencoba untuk memakan makanan yang berbahan daging. Dan bersyukur, ia tidak merasakan sakit perut lagi. Benar apa yang ia pikirkan bahwa sakit perutnya hanya kaget saja karena belum lama tidak dihampiri daging sudah sekian lamanya.
" Apakah enak By," tanya Airin kepada sang suami. Airin mebuatkan sei sapi untuk makan malam kali ini.
" Alhamdulillah enak Ai, papa kemana Ai kok nggak ada di rumah semenjak pulang dari kantor tadi."
" Papa lagi camcer sama gengnya, sama Ayah Rama juga kok."
Akhza hanya mengangguk, ia cukup tahu kalau memang para orang tua itu sering bepergian bersama. bahkan pernah sekali waku mereka touring bersama dari kota J ke pulau B.
Akhza dan Airin menyelesaikan makan malam mereka tanpa masalah. Setelah itu mereka masuk ke kamar. Keduanya langsung mengambil laptop masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
Tidak lupa Airin mengambilkan teh dan juga potongan buah untuk sang suami dan untuk dirinya juga. Saat mereka sedang bekerja di rumah begini biasanya akan ditemani buah atau makanan ringan.
" Bagiamana permasalah di kota K by, apakah sudah beres?" tanya Airin kepada sang suami.
" Sudah dan belum. Sudah selesai untuk sementara tapi sebenarnya belum selesai. Dalang utamanya belum ketemu. Saat ini sedang dalam penyelidikan. Oh iya Ai, mungkin aku harus kesana lagi."
Airin mengangguk, ia tahu tanggung jawab suaminya sebagai seorang CEO itu tidak mudah. Dia sudah mengikuti Naisha dan sekarang Rey menjadi sekretaris pribadi mereka jelas Airin tahu persis bagaimana perkejaan seorang CEO.
Airin menutup laptopnya lalu bangkit dari duduknya. Ia hendak ke kamar mandi tapi sebelumnya ia mengambil sesuatu dari lemari. Airin menoleh ke arah sang suami, dilihatnya Akhza begitu fokus dengan laptopnya, ini akan jadi kesempatannya mengganti pakaiannya.
Di dalam kamar mandi ia melepas baju rumahan miliknya mengganti dengan sebuah lingerie. Kali ini yang ia pakai adalah lingerie yang berwarna hitam. Airin akan mengajak sang suami untuk mencoba kembali. Tidak dipungkiri Airin rindu sentuhan suaminya.
Airin melepas ********** bagian atas dan hanya menyisakan dalamann bagian bawah. Lalu ia mengenakan lingerie. Jadi baju dinas istri itu mengekspose seluruh tubuhnya. Bahan lace tipis dan menerawang jelas membuat tampilannya menadi sekssi dan menggoda.
" Ya, menggoda suami adalah hal yang diwajibkan. Baiklah mari kita mencoba treatment konsumsi daging yang sudah beberapa hari ini Kak Akhza lakukan."
Airin mengambil nafasnya dalam dan membuangnya perlahan. Ia berdoa dalam hati agar apa yang sudah jadi perjuangan Akhza berhasil.
Perlahan tapi pasti Airin keluar dari kamar mandi, rambutnya ia gelung ke atas sehingga lehernya yang jenjang terlihat begitu menggoda. Ia juga menyemprotkan wewangian supaya menimbulkan hasrat sang suami untuk menciumi tubuhnya.
" Sayaaang," panggil Airin dengan anda manja dan sensuaal.
Akhza tadinya tidak terlalu merespon. Tapi wangi parfum yang Airin pakai terendus oleh hidungnya. Akhza pun terkejut melihat tampilan sang istri yang begitu sekssi dan menggoda.
" Ai, sayang, kamu."
Akhza langsung menutup ponselnya dan berjalan menghampiri sang istri. Akhza seketika memeluk pinggang ramping Airin. Tanpa ragu Akhza meraup bibir istrinya. Keduanya berciuman dengan penuh gairaah. Tangan Akhza mulai bergerilya, bahkan lingerie milik Airin sudah berhasil ia jatuhkan ke lantai. Kini Airin sudah hampir polos hanya tinggal dalamann bawahnya saja.
Airin pun tidak mau tinggal diam, ia satu persatu melepaskan kacing piyama Akhza dan melemparkannya ke sembarang arah. Akhza langsung mengangkat tubuh Airin dan menjatuhkannya ke atas ranjang. Ia menarik ciuman bibirnya itu lalu memindahkannya ke leher dan terus kebawah. Akhza berhenti di bagian dada dan bermain di sana.
" By, dia mengeras."
" Iya Ai."
Akhza dan Airin tersenyum saat mengetahui bahwa pentungan Akhza menyembul keluar melewati celana miliknya. Dengan cepat Akhza melepaskan semua pakaiannya. Pun dengan Airin. Keduanya kini sama-sama polos. Akhza menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
" Ai apa mau menyentuhnya?"
Awalnya Airin ragu, tapi ia kemudian mengangguk. Airin memberanikan diri menyentuh pentungan Akhza. Jantungnya berdegup kencang, milik sang suami begitu besar, panjang dan keras.
" Ternyata bisa begini ya by?"
" Iya sayang, bisa. Jadi mari kita coba benda ini menerobos milikmu."
Airin menelan saliva nya dengan susah payah. Ia akan bersiap menerima itu. Akhza kembali mencium bibir sang istri dan memainkan bagian lain. Dirasa sudah santai Akhza mulai bersiap untuk eksekusi.
Sebuah doa ia panjatkan dulu agar semuanya bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan semua. " Aku mulai ya sayang "
Akhza mulai mengarahkan pentungannya itu. Jika biasanya saat menempel akan langsung lemas, kini tidak. Akhza merasa ia berhasil masuk ke sana. Airin oun bisa merasakan benda keras itu mulai memasuki miliknya. Airin mencengkeram erat sprei untuk menahan hal selanjutnya tapi apa yang ia tunggu rupanya tidak kunjung terjadi. Malah benda keras itu sudah tidak ada lagi di sana.
" Maaf Ai, ini belum juga berhasil. Lihatlah dia sudah kembali ke bentuk semulanya lagi."
Greb
Airin memeluk suaminya dengan erat. Ia bisa merasakan bagaimana kecewanya Akhza saat ini.
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor