𝐇𝐈𝐀𝐓𝐔𝐒‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️
Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampann namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
bac
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Pemalsuan Data
...Lampu-lampu kota Jakarta sudah mulai menyala, namun bagi Rania, dunia terasa gelap gulita....
...Segera setelah jam kantor berakhir, ia tidak langsung menuju tempat ganti pakaian seperti biasanya....
...Ia berlari kecil ke arah ruang kantor manajer di bagian belakang kafe Dark Moon....
...Ia tidak peduli dengan wig cokelat yang terasa gatal di kepalanya atau rasa lelah yang menusuk kaki....
...Ia hanya peduli pada satu hal, yaitu nyawanya di kantor sedang terancam....
...Tanpa mengetuk, Rania masuk ke ruangan itu. Pak Tedy, manajer kafe yang sudah paruh baya namun sangat pengertian, terlonjak dari kursinya....
...Ia melihat Rania yang terengah-engah, wajahnya pucat pasi, dan matanya berkaca-kaca....
..."Rania? Ada apa? Kenapa kamu masih pakai seragam itu?" tanya Pak Tedy, suaranya terdengar cemas....
...Ia segera bangkit dan menutup pintu ruangannya rapat-rapat....
...Rania tidak bisa menahan dirinya lagi....
...Begitu pintu tertutup, ia jatuh terduduk di depan meja Pak Hans, memegang ujung kemeja pria itu dengan tangan gemetar....
...Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah juga....
..."Pak Tedy, tolong saya..." isak Rania....
...Suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang mendalam....
..."Tenang, Rania. Tarik napas dulu. Apa yang terjadi? Siapa yang mengganggumu?" Pak Tedy berjongkok di depan Rania, mencoba menenangkan gadis yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri....
...Rania menggelengkan kepalanya kuat-kuat....
..."Arkan... bos saya di kantor... dia sedang mencari tahu siapa Milky. Dia sudah menyewa orang untuk menyelidiki latar belakang saya, mencari tahu alamat tinggal saya, bahkan sejarah hidup saya selama setahun terakhir."...
...Pak Tedy tertegun....
...Ia tahu betul siapa Arkan. Arkan adalah pelanggan VVIP kafe mereka, pria yang dingin dan memiliki kuasa besar....
...Mendengar bahwa Arkan sedang melakukan investigasi privat terhadap salah satu karyawannya membuat Pak Tedy pun ikut merasa terancam....
..."Dia melakukan itu? Tapi kenapa?" tanya Pak Tedy serius....
..."Karena dia curiga," jawab Rania sesenggukan. ...
..."Dia merasa ada kemiripan antara saya dan Milky. Pak Tedy, kalau dia sampai tahu kalau Milky adalah Rania, saya akan dipecat. Bukan cuma itu, dia mungkin akan menuntut saya karena telah menipu perusahaan dengan identitas ganda atau entahlah, saya benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa."...
...Rania menangis tersedu-sedu. Ia menceritakan bagaimana Arkan tadi pagi menginterogasinya, bagaimana tangan kanannya, Bram, sudah bergerak melakukan pelacakan. Rania merasa sudah di ujung tanduk....
...Pak Tedy mendengarkan semuanya dengan wajah yang semakin mengeras....
... Ia sangat protektif terhadap stafnya, dan melihat Rania dalam kondisi seperti ini membuatnya sangat marah pada pria yang telah membuat gadis itu ketakutan....
..."Tenang, Rania. Jangan menangis lagi," kata Pak Tedy tegas namun lembut. ...
...Ia berdiri, kembali ke kursinya, lalu membuka komputer kantornya....
... "Kita akan melakukan sesuatu."...
...Rania mengusap air matanya dan menatap Pak Tedy dengan penuh harap....
... "Apa, Pak?"...
..."Saya akan mengunci semua data asli kamu di sistem kafe," ujar Pak Tedy sambil jemarinya menari-nari di atas keyboard....
... "Saya akan menghapus nama asli kamu, alamat rumahmu yang asli, dan semua catatan administrasi yang menghubungkan Rania dengan Dark Moon. Mulai malam ini, di mata sistem, 'Milky' adalah seorang gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan yang sudah tutup tahun lalu. Saya akan membuatkan identitas digital baru yang benar-benar kosong."...
...Rania menatap layar komputer Pak Tedy dengan mata membelalak....
... "Tapi, bagaimana kalau mereka datang ke sini dan memeriksa dokumen fisik?"...
...Pak Tedy tersenyum tipis, senyum yang tenang. ...
..."Sudah lama saya menyimpan dokumen fisik karyawan di brankas pribadi saya, bukan di file umum. Saya akan menukar berkasmu dengan dokumen palsu yang sudah saya siapkan untuk keadaan darurat. Namanya akan tertulis 'Milky', dengan alamat fiktif di daerah pinggiran kota yang sudah tidak ada akses data kependudukannya secara online."...
...Rania merasa dadanya terasa lebih ringan....
... "Pak Tedy, terima kasih... saya tidak tahu harus bagaimana kalau tidak ada Bapak."...
..."Jangan berterima kasih dulu," potong Pak Tedy sambil menatap Rania tajam. ...
..."Ini sangat berisiko. Kalau sampai ketahuan, kafe ini bisa kena masalah hukum karena pemalsuan data. Tapi, saya tidak akan membiarkan Arkan memperlakukanmu seperti mainan. Kamu sudah bekerja keras di sini, Rania. Kamu jujur dan rajin. Saya tidak akan membiarkan orang sombong seperti dia menghancurkan hidupmu."...
..."Tapi Pak..." Rania merasa bersalah....
... "Bagaimana kalau mereka memeriksa identitas bank? Saya kan menerima gaji lewat rekening atas nama Rania."...
...Pak Tedy kembali sibuk di komputernya. ...
..."Itu akan saya urus lewat sistem pembayaran cash khusus mulai bulan depan. Saya akan bilang pada bagian keuangan bahwa Milky ingin dibayar tunai karena dia tidak punya bank. Untuk bulan-bulan sebelumnya, saya akan mengedit data transaksi agar tidak terbaca oleh sistem audit publik."...
...Rania hanya bisa menatap Pak Tedy dengan rasa syukur yang luar biasa. ...
...Ia tahu bahwa apa yang dilakukan Pak Tedy adalah tindakan ilegal, namun demi melindungi identitasnya, itu adalah satu-satunya jalan keluar....
..."Pak Tedy, bagaimana jika mereka bertanya tentang orang tua atau saudara?" tanya Rania dengan suara yang lebih tenang....
..."Itu bagian paling mudah," jawab Pak Tedy....
... "Saya akan menanamkan data bahwa Milky adalah perantau yang tidak punya keluarga di Jakarta. Sering berpindah-pindah tempat kos sebelum akhirnya bekerja di sini. Jejaknya akan hilang di satu titik yang tidak bisa dilacak oleh siapapun."...
...Setelah hampir satu jam bergelut dengan sistem komputer, Pak Tedy akhirnya menekan tombol Enter dengan mantap....
... "Selesai. Sekarang, di sistem, Rania Adisti tidak pernah bekerja di Dark Moon. Yang ada hanyalah Milky, seorang gadis misterius yang bekerja paruh waktu tanpa meninggalkan jejak masa lalu."...
...Rania merasa seperti beban berton-ton yang menghimpit pundaknya barusan terangkat. Ia bernapas lega. Ia menatap Pak Tedy dengan mata yang masih sedikit merah....
..."Pak, saya janji, saya akan bekerja lebih keras lagi. Saya akan melakukan apa saja untuk membalas kebaikan Bapak," ucap Rania sungguh-sungguh....
...Pak Tedy menatap Rania dengan pandangan yang protektif....
... "Cukup dengan menjaga rahasia ini dengan baik. Dan ingat, mulai besok, saat kamu di kantor, kamu adalah Rania yang culun dan tidak tahu apa-apa. Saat kamu di sini, kamu adalah Milky yang ceria. Jangan pernah campur adukkan keduanya. Terutama, jangan pernah beri celah sedikit pun bagi Arkan untuk melihatmu sebagai Milky di kantor."...
..."Saya mengerti, Pak," jawab Rania yakin....
..."Sekarang," Pak Tedy mengulurkan tangan, membantu Rania berdiri....
... "Pergilah ke depan. Bersihkan wajahmu, hapus air matanya, dan kembali bekerja. Tunjukkan pada semua orang bahwa tidak ada yang salah malam ini."...
...Rania mengangguk....
... Ia berjalan ke arah cermin di sudut ruangan, menyeka wajahnya, dan memastikan tidak ada bekas air mata....
... Ia memakai kembali wig cokelatnya dengan sempurna. Ia menarik napas dalam, memejamkan mata, dan saat ia membukanya kembali, tatapan takut tadi sudah hilang. Berganti dengan tatapan ceria dan manis milik Milky....
...Ia melangkah keluar dari ruangan manajer dengan senyum yang dipaksakan, namun terlihat sangat alami....
... Di luar, suasana kafe sudah kembali tenang. Pelanggan mulai berdatangan untuk menikmati makan malam mereka....
...Rania berjalan menuju bar, mengambil nampan, dan mulai melayani pelanggan dengan senyum yang sama seperti biasanya....
... Tidak ada yang tahu apa yang baru saja terjadi di ruang manajer. Tidak ada yang tahu bahwa identitas asli seorang gadis bernama Rania Adisti baru saja dihapus dari muka bumi oleh Pak Hans demi melindungi rahasia terbesarnya....
...Rania merasa aman, namun di saat yang sama, ia juga merasa tegang. ...
...Ia tahu kalau Arkan bukanlah pria yang mudah menyerah. Arkan pasti akan terus mencari. Tapi dengan bantuan Pak Tedy Rania yakin ia punya pertahanan yang cukup kuat untuk menghadapi badai itu....
...Malam itu, Rania bekerja dengan lebih fokus. Ia tetap ceria, tetap imut, namun di dalam pikirannya, ia terus memikirkan langkah selanjutnya....
... Bagaimana jika Arkan bertanya langsung tentang alamat tinggal Milky yang baru? Bagaimana jika Bram mencoba mengikuti Milky pulang ke tempat yang berbeda dari alamat yang tertulis di berkas palsu?...
...Ia harus memikirkan rencana pelarian yang sempurna. Ia harus menyiapkan alasan yang masuk akal setiap kali Arkan mengajukan pertanyaan tentang kehidupan pribadinya....
...Rania melirik ke arah pintu masuk kafe, berharap Arkan tidak datang malam ini....
... Ia butuh waktu satu atau dua hari untuk memantapkan skenario identitas barunya....
...Saat kafe mulai sepi, Rania kembali menatap Pak Tedy yang berdiri di depan meja kasir. ...
...Pria itu memberikan kode lewat anggukan kecil, tanda bahwa semuanya sudah beres. Rania membalasnya dengan senyuman yang penuh rasa terima kasih....
...Ia tahu, pertempuran ini belum berakhir. Arkan mungkin sudah kalah di babak pertama karena data yang salah, namun Arkan pasti akan kembali dengan strategi yang lebih tajam....
...Rania tidak takut. Sekarang dia tahu dia tidak sendirian. Dia punya Pak Tedy, dia punya tempat persembunyian, dan dia punya rencana....
...Ayo kita main, Tuan CEO, pikir Rania saat ia meletakkan gelas terakhir di rak. Mari kita lihat siapa yang akan menyerah lebih dulu....
...Rania pun pulang malam itu dengan perasaan yang jauh lebih tenang. ...
...Meski masih ada sedikit rasa cemas, ia tahu dia sudah melakukan yang terbaik. Identitasnya kini tersimpan rapi di balik sistem yang dipalsukan. Dan selama Pak Tedy menjaga rahasia itu, dia akan tetap menjadi Milky yang tak terjangkau, dan Rania yang tak terlihat....
...Ia melangkah keluar dari gedung kafe, menyambut udara malam Jakarta dengan tekad baru. Tidak ada yang akan bisa menghancurkannya. Apapun yang terjadi, ia akan tetap bertahan. Identitas ganda ini bukan lagi beban, melainkan perisai yang akan melindunginya dari pria sombong yang ingin tahu segalanya....
...Rania pun melanjutkan perjalanannya menuju tempat kosnya. Besok pagi, ia akan kembali menjadi Rania Adisti, sekretaris magang yang patuh, tanpa Arkan tahu bahwa gadis yang ia cari sebenarnya berada tepat di depan matanya setiap hari....
yang banyak update nya 😉😉😉