NovelToon NovelToon
Setulus Cinta Fajar

Setulus Cinta Fajar

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Suami ideal / Tamat
Popularitas:20.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rrnsnti

Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.

Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.

Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apalagi ini

Bimo tengah mondar-mandir di depan ruangan Mega, istrinya itu sempat pingsan saat tau jika Safira dinyatakan buta akibat kecelakaan yang di alaminya.

Cobaan demi cobaan kini menghampiri keluarga Bimo, entah salah apa dia di masa lalu sampai semuanya menjadi seperti ini.

"Gimana keadaan bunda,yah?" tanya Alesha berlari ke ruangan Mega. Tadi ia dan Refan sempat menemani Rey juga pagi ini.

"Ayah gak tau, ayah takut terjadi sesuatu sama bunda kamu." ujar Bimo menyandarkan kepalanya di kursi tunggu.

"Dia bukan bunda Alesha." sentak Maura yang baru saja datang membawa Risa di dalam gendongannya.

Bimo sontak berdiri di hadapan Maura,ia menatap tajam wanita itu." Dia yang mengurus Alan dan Alesha,bukan kamu."

"Tapi dia yang memisahkan aku dengan anak-anak aku sendiri, dia yang telah merusak kebahagiaanku pantas merasakan itu semua, ini adalah karma buat Mega dan Safira. Kalo bukan gara-gara kedua perempuan biadab itu aku gak akan pernah merasakan jadi gelandangan di jalanan, dan anak aku juga gak akan pernah merasakan menjadi istri kedua."

Refan langsung membawa Risa ke dalam gendongannya, dan Alesha memberi kode agar Refan menjauh dari sini agar putrinya tidak melihat pertengkaran kedua orang dewasa itu.

"Tapi kamu telah selingkuh di belakangku, Maura." bentak Bimo kepada mantan istrinya itu.

"Dan kamu percaya sama dia? Kamu percaya sama wanita murahan itu..."

Plak!

Alesha menutup mulutnya saat tangan kekar ayahnya menyentuh pipi mulus Maura, dia tidak percaya jika ayahnya akan berbuat kasar seperti itu kepada ibunya.

"JANGAN PERNAH SEBUT MEGA DENGAN SEBUTAN KOTOR SEPERTI ITU."

"LALU AKU HARUS SEBUT APA WANITA SEPERTI DIA? MALAIKAT YANG TELAH MENJAGA ANAK-ANAK KU SELAMA INI? ATAU IBLIS YANG PURA-PURA MENJELMA MENJADI MALAIKAT AGAR MENDAPATKAN KEHIDUPAN LAYAK DENGAN MERUSAK KEBAHAGIAAN WANITA LAIN? BERTAHUN-TAHUN KAMU MEMISAHKAN AKU DENGAN ANAKKU, DAN KAMU TIDAK MENCARI TAU TENTANG KEBENARANNYA JIKA AKU SELINGKUH ATAU TIDAK."

Semua orang yang berlalu lalang menatap kedua orang yang sedang bertengkar, salah satu orang yang ada di sana pun langsung bergegas mencari satpam untuk menenangkan Bimo dan Maura.

"Apa kamu tau Kalo wanita itu lah yang merencanakan ini semua? Aku akui dia memang tulus menyayangi anak-anakku, tapi dia telah merusak kebahagiaanku, aku harus hidup sebatangkara. Aku nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu dan anak-anak aku Bim, tapi kamu memisahkan aku dengan darah dagingku sendiri."

"DAN INI KARMA UNTUK DIA DARI SEORANG ISTRI YANG TERSAKITI, AKU YAKIN JIKA IBU DAN ANAK ITU TIDAK AKAN PERNAH LAGI MERASAKAN KEBAHAGIAAN SEBAGAIMANA AKU YANG TIDAK PERNAH BAHAGIA SELAMA DUAPULUH  TAHUN ATAS PERBUATANNYA." setelah mengucapkan itu,Maura pergi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Alesha masih syok atas pertengkaran kedua orang tuanya.

Alesha menutup kedua matanya, satu sisi Mega adalah orang yang telah merawatnya sedari kecil, dan satu sisi Maura adalah ibunya, ibu yang sangat ia sayangi. Dan Alesha tidak percaya jika ibunya mampu berbicara seperti itu, ibunya mengutuk bunda dan kakaknya.

"Maura" lirih Bimo dengan mata memerah, selama ini Bimo merasa jika pilihannya adalah tepat karena telah menjauhkan anak-anaknya dari Maura,wanita yang dia anggap sebagai wanita kotor karena telah berselingkuh di belakangnya.

"Sampai kapanpun kamu akan tetap ada di hatiku, tapi aku terlanjur kecewa saat mengetahui wanita yang selama ini aku cintai telah bermain api di belakangku, apa aku harus mencari tau yang sebenarnya? Selama ini aku hanya diam saja tanpa mau tau kebenaran tentang Maura." lirih Bimo dalam hati.

Di sisi lain, kini Maura tengah berada di rumahnya, rumah miliknya dulu, tempatnya setelah di usir Bimo.

Dulu Maura adalah anak yatim piatu, ia tinggal di panti asuhan sejak usianya masih berumur empat tahun, saat menginjak usia remaja, Maura bertekad untuk menjadi wanita mandiri dan selalu giat belajar untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan kuliah.

Tapi tiba-tiba Bimo datang membawa cinta untuknya, Bimo yang usianya lima tahun lebih tua dari Maura melamarnya, dia menjanjikan kebahagiaan untuk Maura. Saat Maura akan masuk perguruan tinggi, dia dinyatakan hamil, dan itu membuat Bimo bahagia, sebab itu lah Bimo menjadi posesif dan melarang Maura untuk melanjutkan kuliahnya.

Maura dengan senang hati menuruti kemauan Bimo, Maura tipe wanita yang penurut dan penyayang, setelah memiliki Alan, tiga tahun kemudian Maura pun hamil kembali, tapi saat anak keduanya lahir, di situlah awal mula kehancuran rumah tangganya.

Seorang wanita muda datang untuk melamar kerja menjadi baby sitter, dia adalah Mega, wanita cantik yang di terima baik oleh Maura di rumahnya.

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba Bimo pulang dari kantor langsung menyeret Maura ke luar rumah, ia menuduh Maura berselingkuh di belakangnya, dan dalang dari tuduhan tersebut adalah Mega.

Setelah pengusiran dari rumah, Maura mendapat kabar jika setahun setelah perceraiannya,Bimo menikah kembali dengan Mega, selaku baby sitter anak-anaknya.

Selama itu hidup Maura hancur, dia di tinggalkan orang tercinta, bahkan di pisahkan dengan anak-anaknya. Apakah Maura tidak pantas untuk bahagia?.

"A-aku gak bermaksud bahagia di atas penderitaan Mega dan anaknya, aku---aku hanya terbawa emosi saat mengingat perlakuan mereka, Mega tidak hanya merusak kebahagiaanku, tapi kebahagiaan putriku juga, bahkan kebahagiaan cucuku."

"Aku tidak pernah dendam kepada Mega, dia sebenarnya wanita baik. Bahkan dia menyayangi anak-anakku seperti anaknya sendiri, tapi perlakuannya pun tidak bisa di benarkan begitu saja."

"Aku kecewa sama kamu Mas, kamu lebih mempercayai wanita itu dari pada istrimu sendiri, setelah aku memberikan cinta untukmu, tapi kamu malah memberikan luka untukku." lirih Maura,dadanya terasa sesak, kapan dirinya akan merasakan kebahagiaan yang utuh dengan keluarganya. Dia tidak pernah merasakan itu semua.

*****

"Mas, aku takut terjadi sesuatu sama Mama, aku udah coba hubungi Mama berkali-kali, tapi telpon Mama gak aktif." ucap Alesha memegang lengan Refan yang sedang menyetir, di belakang ada Risa yang tengah tertidur pulas. Mereka baru saja ingin pulang setelah menemani Safira seharian dan menjaga Mega.

"Sabar sayang, Mas udah suruh Zean buat cari keberadaan Mama, kita berdoa aja supaya Mama baik-baik aja, kita pulang ya sayang, kasian Risa." Alesha menengok kebelakang dimana putrinya yang nampak kelelahan.

"Maaf Mas, aku sampe lupa sama anak-anak, hari ini aja aku belum ketemu anak-anak, aku ibu yang buruk ya."

Mendengar ucapan Alesha,sontak Refan menepikan mobilnya. Dia tidak suka jika Alesha berbicara seperti itu.

"Dengerin Mas, sayang. Kamu gak boleh bicara seperti itu, kamu ibu yang baik buat anak-anak, mereka juga pasti mengerti dengan keadaan ini, keluarga kita sedang terkena musibah, jadi Kaira pasti akan memberi pengertian kepada adik-adiknya."

"Sekarang kita fokus untuk menyelesaikan semua ini, kita juga harus fokus cari pendonor mata buat Safira, kita harus menjaga bunda juga." ujar Refan menggenggam erat tangan istrinya, bahkan ia mencium punggung tangan Alesha berkali-kali.

"Mas" panggil Alesha.

"Hm"

"Apa aku salah, aku sayang banget sama bunda,aku sayang bunda seperti aku sayang Mama Maura. tapi bunda juga salah karena telah membuat Mama menderita, tapi aku gak pernah bisa benci sama bunda,sebab bunda yang selama ini selalu ada untuk aku, jika aku membencinya,maka aku adalah anak yang tidak tau terimakasih."

"Perbuatan bunda memang salah, tapi kasih sayang bunda sama kamu mungkin gak salah, dari tatapan matanya, Mas tau kalo bunda tulus sayang sama kamu, tapi kamu juga jangan lupa sama Mama, dia wanita yang telah melahirkan kamu, kita juga gak tau seberapa menderitanya bunda jauh dari anak-anaknya."

"Hidup aku rumit banget ya Mas."lirih Alesha menatap luar jendela, melihat gelapnya malam yang di hiasi bintang.

"Menurut kamu mungkin hidup kamu rumit sayang, tapi menurut Mas, kamu jauh lebih beruntung dari pada aku. Mas kehilangan kedua orang tua Mas sejak masih kecil, Mas bahkan tidak mengingat masa-masa Mas dengan orang tua Mas. Mas hidup berdua hanya dengan kak Serra, Mas juga harus menikah dengan Clara berkat paksaan kak Serra, setelah Mas bangkit dan hidup bahagia kembali, Mas harus ikhlas menerima jika kebahagiaan Mas lagi-lagi hilang, kamu jangan pernah larut dengan masalah kamu yang sekarang, mungkin masih banyak rintangan-rintangan yang jauh lebih besar kedepannya."

"Jangan pernah tinggalin aku Mas,aku gak mau kebahagiaan aku yang sekarang hilang, aku gak mau jauh dari kamu, aku mau hanya maut yang memisahkan kita, aku ingin jadi seperti Mba Clara, aku ingin cintaku hanya berhenti di kamu."

"Kamu bukan yang pertama buat Mas, dan Mas juga bukan yang pertama buat kamu, tapi insyaallah,kamu akan menjadi yang terakhir untuk Mas." Refan menarik tubuh Alesha ke dalam dekapannya. Dia mencium kening istrinya dengan lembut sambil memejamkan matanya.

"Mas akan selalu ada buat kamu, Mas juga mencintaimu karena Allah, berkat kamu, Mas jauh lebih dekat dengan sang pencipta."

Alesha memegang dada bidang suaminya," aku harap di sini hanya ada aku dan Mba Clara, Mba Clara akan tetap ada di hati kamu, dia akan tetap menjadi yang pertama di sini." ujar Alesha, mereka hanyut dengan perasaannya masing-masing.

Setelah tenang, Refan menjalankan mobilnya kembali menuju rumahnya, dia juga sudah mendapatkan kabar tentang ibu mertuanya yang kini sedang berada di rumah lamanya.

Alesha bernafas lega saat tau ibunya baik-baik saja, hari ini dia ingin istirahat untuk menghadapi hari esok yang akan datang. Entah itu kebahagiaan atau rintangan kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!