NovelToon NovelToon
TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: Dhessy

Menikah dengan teman sendiri? Tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Dulu kami saling bermusuhan. Em, no! Bukan bermusuhan. Lebih tepatnya berteman, bersahabat, tapi jarang sekali kita bisa akur.

Dan sekarang kami harus terlibat dalam suatu pernikahan.

Tidakk!!

Rumah tangga yang bagaimana yang akan kami jalani nanti?
Apa rasa sayang sebagai teman bisa berganti menjadi rasa sayang sebagai suami?

Tolong! Tolong katakan padaku kalau ini hanya mimpi!

Katakan padaku ini tidak nyata!

- Carissa Amalina -


Harus tinggal satu atap dengan perempuan yang bawel dan cerewet tak pernah terbayangkan olehku.

Kami berteman sejak kecil. Walaupun tidak bermusuhan tapi juga jarang akur.

Kami lebih banyak berdebat, tak ada yang mau mengalah. Apa jadinya kalau dikumpulkan didalam satu rumah?

- Raka Putra Wibawa -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhessy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 13

Kalau Raka pikir setelah malam dimana ia berhasil memiliki Rissa seutuhnya akan membuat Rissa sedikit saja lebih lembut padanya, maka Raka salah.

Usai malam itu, Raka merasa bahwa Rissa semakin bawel dan mulutnya semakin lihai saja menjawab setiap ucapannya.

Benar yang orang-orang bilang. Berdebat dengan perempuan, jangankan bisa menang, bisa seri saja sudah luar biasa. Benar tidak?

"Raka... Sudah aku bilang, kalau habis mandi handuknya langsung di jemur, jangan di taruh diatas kasur begini. Sepreinya jadi basah, nanti lama-lama jamuran."

Meskipun dengan mengomel sepanjang sungai Bengawan solo, Rissa memindahkan handuk basah yang tergeletak manja di ujung tempat tidur.

"Kebiasaan kalau habis pakai sisir nggak langsung di balikin ke tempatnya," Rissa kembali mengomel setelah melihat sisir rambut yang tergeletak di atas meja. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Raka?

Raka menghembuskan napas pelan kemudian mendekati istrinya yang sedang berdiri di depan cermin. "Nyonya Raka, pagi-pagi sudah marah-marah. Nanti cepet tua, loh." Rayunya sambil memeluk tubuh Rissa dari belakang.

"Kalau yang kamu lakuin itu benar, aku nggak akan marah-marah."

Skakmat. Kembali pada kenyataan awal, Raka-lah yang salah. Diam saja kamu, Raka! Daripada jatah setiap malam tidak akan kamu dapat!

***

Hari-hari yang Rissa lalui kini semakin berwarna. Seperti remaja yang sedang di mabuk cinta, hati Rissa membuncah bahagia ketika mendapati nama Raka terpampang di layar ponselnya.

Entah untuk menelponnya atau sekedar mengirimi pesan dan bertanya sedang apa atau sudah makan atau belum.

Hal romantis lainnya adalah ketika Raka tiba-tiba saja sudah berada di ruangannya saat Rissa kembali dari pekerjaannya. Terkadang Raka membawa bunga atau dua bungkus makan siang untuk Raka dan dirinya.

"Pengen makan bareng istri," jawabnya santai saat Rissa bertanya mengapa harus datang dan membawa makanan. Tidak tahu saja kalau jawaban Raka membuat pipinya merona dan hatinya merasa bahagia.

Tidak di pungkiri, satu bulan lebih hidup dengan Raka dibawah satu atap bahkan tidur diatas ranjang yang sama membuat rasa cinta dalam hati Rissa tumbuh dengan suburnya.

Sore ini, Raka menjemput Rissa di rumah sakit. Senyuman manis merekah di bibir Rissa saat ia keluar sudah mendapati Raka berdiri bersandar pada mobil.

Rissa menahan napas melihat Raka yang tersenyum manis kepadanya. Kedua tangan Raka yang dimasukkan ke kantong celana membuat ketampanan Raka meningkat hampir seratus persen.

"Sudah siap, my wife?" Tanya Raka sambil menyambut uluran tangan Rissa untuk bersalaman.

"Apaan, sih? Norak!"

Meskipun lidahnya berusaha mengelak, namun mata, pipi serta hatinya tidak bisa berbohong bahwa Rissa tersipu mendengar panggilan Raka untuknya.

Sudah jauh-jauh hari Raka merencanakan untuk pergi ke sebuah villa yang berada di Tawangmangu. Raka merasa bahwa ia dan Rissa membutuhkan suasana baru untuk sekedar merefresh pikiran mereka. Hawa dingin dan indahnya pemandangan Tawangmangu menjadi tujuan pertama Raka.

"Aku sudah bawakan beberapa baju buat kamu," ucap Raka sambil melirik jok belakang tempat tas yang berisi beberapa pakaian miliknya dan milik Rissa.

"Banyak banget. Memangnya mau berapa hari kita disana? Aku libur juga cuma sehari besok, Ka."

"Ya habisnya aku nggak tahu baju mana aja yang mau kamu pakai. Aku nggak mau bolak-balik pulang ke rumah dulu. Jadi mendingan aku bawa baju-baju kamu yang asal aku ambil aja."

Rissa hanya menggeleng pelan.

"Tapi kayaknya baju yang buat pergi cuma ada dua potong. Yang lainnya........" Ucapan Raka menggantung membuat Rissa mendelik ke arahnya.

"Jangan bilang kalau isinya kebanyakan lingerie?" Pekik Rissa kesal. Raka langsung tertawa lepas mendengarnya.

"Gila, ya? Tawangmangu udah dingin banget dan kamu bawain aku lingerie? Nggak ada piyamanya sama sekali?" Raka menggeleng kuat sebagai jawaban. "Kamu mau bikin aku masuk angin karena kedinginan?"

"Aduh, nyonya Raka. Kan ada aku yang bakalan bikin kamu hangat terus."

"Dasar modus!"

Rissa merengut kesal dan memilih mengalihkan pandangannya pada jalanan yang begitu padat. Kebetulan memang malam minggu. Tawangmangu hampir tak pernah sepi para wisatawan ketika weekend datang. Termasuk ketika malam hari.

🌷🌷🌷

"Tangan kamu bisa diam nggak, sih, Ka?" Teriak Rissa dengan nada penuh kekesalan. Pasalnya, usai makan pagi Raka tak melepaskan dirinya barang sedetik saja.

Sejak semalam kegiatan mereka hanya berputar pada kasur, makan dan kamar mandi. Tentu hal itu membuat Rissa merasa kesal.

Raka berkata bahwa mereka akan refreshing sejenak menikmati pemandangan Tawangmangu. Namun kenyataannya Raka tak mengajak Rissa keluar dari villa tempat mereka bermalam.

"Buat apa jauh-jauh kesini kalau kerjaannya cuma di kasur doang? Di rumah juga udah setiap hari."

Tawa pelan terdengar dari Raka yang berbaring dibelakang Rissa sambil memeluk tubuh Rissa.

"Memangnya mau kemana, sih? Dingin begini mending disini aja sampai balik nanti."

"Dingin karena kita nggak ada gerak, Ka. Lihat tuh diluar panas kayak begitu!" Ucap Rissa sambil menunjuk jendela kamar yang masih tertutup tirai berwarna putih.

"Kata siapa nggak gerak? Gerak terus dari semalam."

"Itu pikiran mesum amat, sih?" Raka tertawa sambil mengeratkan pelukannya.

"Mesum bagaimana, sayang?"

Lemahnya wanita, dipanggil sayang saja sudah meleleh hatinya. Begitupun dengan Rissa. Bukan pertama kalinya Raka memanggilnya sayang. Namun sampai sekarang panggilan itu tetap membuat hati Rissa berdebar.

"Raka... Aku mau jalan-jalan." Rissa merengek manja. Biasanya, Raka akan selalu memenuhi keinginannya kalau Rissa sudah merengek seperti anak kecil yang tak dituruti permintaannya.

"Aku mau shoping, aku mau kulineran. Ayo, dong, Raka..."

Raka terpaksa mengangguk dan tersenyum meskipun sedikit terpaksa.

"Thank you..." Rissa tak sungkan mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir Raka sebagai ucapan terimakasih.

"Gitu aja?" Tanya Raka merasa masih kurang dengan kecupan Rissa.

"Iya. Ntar kalau kebanyakan malah keterusan," jawab Rissa singkat lalu bangun dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap.

"Aku maunya lebih, dong. Iya'in aja atau nggak jadi keluar?" Raka tersenyum licik dan menarik tubuh Rissa.

"Kok gitu, sih? Aku nggak mau, capek."

"Ya udah nggak jadi keluar."

"Raka nyebelin!"

"Tapi kamu suka, kan?"

"Enggak!"

"Iya!"

"Rakaaaa!!!"

Sedetik kemudian, Raka sudah membungkam bibir Rissa dengan ciumannya.

Rissa tak berkutik sama sekali. Awalnya menolak, namun semakin lama Rissa semakin hanyut ke dalam perlakuan Raka yang begitu lembut dan membuatnya merasa di inginkan.

🌷🌷🌷

Pukul sebelas siang, Raka dan Rissa sudah bersiap untuk pulang. Namun sebelum itu Raka menuruti keinginan Rissa yang ingin makan terlebih dahulu dan tentu saja dilanjutkan dengan acara berjalan-jalan dan belanja.

Raka tak bisa berkata-kata saat melihat Rissa yang begitu semangat kalau sudah menyangkut masalah belanja.

"Beli baju banyak banget, sih, Ris?"

"Bajunya bagus-bagus, Ka. Murah-murah lagi."

Jangan heran kalau Rissa yang merupakan seorang dokter lebih suka belanja di pasar. Bagi Rissa, mahal atau tidak, bermerek atau tidak, selama Rissa suka dan nyaman saat memakainya, Rissa tak masalah. Apalagi dengan keadaan pasar Tawangmangu yang begitu bersih. Rissa merasa nyaman berbelanja disana.

Setelah puas berbelanja pakaian, Rissa berjalan menuju lapak buah-buahan yang terlihat segar dan menggoda. Rissa membeli buah alpukat, jeruk, strawberry, buah bit, buah mangga, apel dan juga pir.

"Rissa...." Ucap Raka pelan melihat belanjaan Rissa yang diluar batas.

Rissa melipat bibirnya menahan senyum. "Sekali-kali, Ka. Mumpung kita lagi di Tawangmangu."

Setelah selesai membeli beberapa buah, Rissa mengajak Raka untuk menghampiri lapak penjual sayuran komplit yang sudah di kemas dalam satu plastik kemudian membelinya beberapa plastik untuk stok dirumah.

Kegiatan Rissa dalam berbelanja tidak sampai disitu saja. Saat keluar dari dalam pasar, Rissa segera menghampiri tempat bunga-bunga berjajar rapi samping kanan kiri jalan di depan pintu utama pasar Tawangmangu.

Sembari menunggu Rissa memilih bunga, Raka membawa belanjaan Rissa yang sangat banyak ke dalam mobil dan meletakkannya disana.

Rissa memilih bunga mawar lengkap dengan semua warna yang ada. Bunga Krisan juga dengan warna lengkap. Bunga janda bolong yang sedang viral. Bunga anggrek dengan berbagai warna. Dan masih banyak lagi.

Entah sudah berapa juta yang Rissa habiskan untuk belanja hari ini. Bukan masalah uang siapa yang dipakai untuk belanja. memakai uang Raka atau uang Rissa sendiri bukan masalah serius bagi keduanya. Raka hanya merasa heran saja melihat Rissa yang jarang sekali belanja dan membeli suatu barang, sekalinya membeli sampai sebanyak ini.

"Maaf, ya, aku khilaf. Haha.." ucap Rissa diiringi tawa renyahnya saat keduanya dalam perjalanan pulang.

Raka melihat jok belakangnya melalui kaca spion. Jok yang semula hanya berisi tas pakaiannya kini penuh dengan barang belanjaan Rissa.

Bagasi belakang juga penuh dengan bunga-bunga yang Rissa beli. Entah kapan Rissa akan menata bunga-bunga tersebut. Yang pasti, Raka tak ingin menyentuhnya kalau Rissa tidak meminta bantuannya. Takut salah dan membuat sang tuan putri marah.

"Enggak apa-apa, Ris. Perempuan biasa, kalau sudah belanja lupa semuanya," canda Raka.

"Eh, nggak gitu, ya! Lagi pula selama ini aku juga jarang belanja."

Raka mengangguk membenarkan. Tangan kirinya terulur untuk mengelus kepala Rissa yang terbalut hijab. "Yang penting kamu bahagia," ucapnya pelan membuat Rissa tersenyum senang.

Rissa menyandarkan kepalanya pada lengan Raka. Matanya terpejam merasakan kenyamanan yang selalu ia rasakan ketika mendekap tubuh Raka.

Entah sejak kapan, namun Rissa tak menyangkal sama sekali bahwa dalam hatinya telah tumbuh cinta untuk Raka. Sikapnya yang terlihat selalu merasa kesal dengan Raka sebenarnya hanya tameng agar rasa cintanya tak terlihat.

Bukan Rissa tak ingin Raka tahu akan perasaannya. Hanya saja Rissa menunggu Raka menyatakan perasaannya terlebih dahulu pada Rissa.

Sesuatu yang masih menganggu pikiran Rissa. Tidakkah Raka memiliki perasaan cinta untuknya?

Selama ini Raka selalu bersikap manis dan seolah tak bisa jauh dari Rissa. Namun sampai sekarang Raka juga belum pernah mengatakan perihal perasaannya kepada Rissa.

Entahlah, Rissa tak ingin mengira-ngira. Biarlah semua berjalan apa adanya tanpa dipaksa. Rissa hanya bisa menunggu dan berdoa. Semoga perasaannya terbalaskan dan tidak bertepuk sebelah tangan.

🌷🌷

Janda bolong yang lagi viral 😅😅

1
Raudatul zahra
Yaa Allah nangis pas part ini🥺😢
Raudatul zahra
fyuuuuhhh... untung cuma mimpi nya Rissa.. 2 bab ikutan nangis.. bab ini baca nya sambil tersenyum manis donggg☺️☺️
Raudatul zahra
author kok🥺🥺 jahaaaattt 😭😭😭😭
Raudatul zahra
kesel pake banget thooorrrr
Raudatul zahra
Rissa yg terluka, aku yg nangis 😭😭
Raudatul zahra
aku kecewa sama kamu Raka !!!!!!!😭😭
Raudatul zahra
Raka, aku padamu😍😍😍
Raudatul zahra
🥺🥺🤗🤗
Raudatul zahra
😍😍😍
Raudatul zahra
kanebo kering 😭😭🤣🤣
Sri Wahyuni
p0lmopnmmmmlkklkj
Sri Wahyuni
bagus bgt novel ini, kok aq baru nemu ya
KHORI PRASTYA
halo salam kenal
Hykmah Hykmah
kak bagus ceritanya, part nya tambahin sampai 200 kk, ditunggu
aisya_
lakiknya gak tegas bgt sama mantannya, gak tampar ke apa ke, susah kali ya kalo masih cinta
Mel Melda
Aku yg melelehh🤗🤗🤗🤗
Mariana Frutty
✅✔️
Effi Hartati
ini adalah definisi sat set sat set yg gue suka 😭😭
Yatimela Afirah
bagus
TongTji Tea
wait apa aku yang galfok ya thor?
usia 27 udah jadi spesialis kandungan .
wah Rissa termasuk jenius nii.
TongTji Tea: semangat Thor ..its Ok .sekarang kan pasti lebih jago💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!