NovelToon NovelToon
Azura And The Lost King

Azura And The Lost King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Misteri / Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: HikmahToo

Di hari pertama penobatannya sebagai Raja Lunaventia, Leonard Anvincet Hills menghilang tanpa jejak.

Saat membuka mata, ia tidak lagi berada di istana, melainkan di kamar seorang gadis bernama Azura.

Bagi Leonard, dunia ini benar-benar gila.

Kereta berjalan tanpa kuda.
Air mengalir dari dinding.
Orang-orang berpakaian aneh.
Dan yang paling keterlaluan, semua orang menganggapnya gila saat ia mengaku sebagai seorang raja.

Sementara Leonard mati-matian mencari jalan pulang ke kerajaannya, Azura justru harus menghadapi pemuda keras kepala yang selalu berbicara dengan bahasa bangsawan dan menganggap semua teknologi modern sebagai sihir.

Hari demi hari, pertengkaran mereka berubah menjadi kedekatan yang tidak pernah mereka duga.

Namun di balik hilangnya Leonard, tersimpan rahasia besar yang dapat mengubah dua dunia sekaligus.

Ketika kesempatan untuk kembali akhirnya muncul, apa yang akan dipilih seorang raja?

Takhtanya...

Atau gadis yang berhasil mencuri hatinya?

up rutin. 06:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HikmahToo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rahasia depan rumah

Bel pulang akhirnya berbunyi.

Azura langsung menutup buku, memasukkannya ke dalam tas tanpa membuang waktu sedikit pun.

Tiffany di sebelahnya terus memastikan kalau Azura akan ikut dengan mereka.

"Jadi kan Ra? Jangan bohong ya? Gue tunggu Lo malem di parkiran"

Ucapnya.

Azura jengah, mendelik sinis.

"Bawel banget si Lo!"

Dia menyampirkan tas di bahu.

Tiffany tersenyum lebar, mengapit tangan Zura dan berjalan beriringan.

"Woii! Tunggu!"

Tristan berlari pelan menyusul mereka.

"Zura, Lo mau langsung pulang?"

Tanya Tristan, dia memainkan jari-jari tangannya.

Tiffany mengangkat alis.

"Kenapa? Mau nebeng? Gak bawa motor lagi?"

Tanyanya.

Tristan cengengesan, menatap Zura seraya mengangkat kedua jarinya.

"Boleh kan? Rumah kita juga se arah"

Zura mengangguk pelan.

"Hemm... Tapi Lo yang bawa"

Sahutnya.

Tristan mengangguk semangat.

" Gampang itumah!"

Dari pada dia pulang jalan kaki kan lumayan jauh.

"Azura!"

Rafael datang menghampiri mereka yang tengah berada di parkiran.

Azura sumringah, langsung meletakan helm yang akan dia kenakan.

"Haii, kak"

Rafael melirik Tristan yang menduduki motor Zura.

"Udah mau pulang?"

Zura menatap Tiffany sekilas, mengangguk pelan dengan terus tersenyum.

"Iya"

Rafael memasukan tangannya ke saku celana.

"Mau, gue anter gak? sekalian aja"

Zura menggaruk kepala ragu.

"Gimana ya"

Tiffany mendelikan matanya.

"Udah mau aja zur, ini motor biar Tristan yang bawa"

Sebal melihat temannya yang jual mahal.

Tristan mengangguk setuju.

"Gue bakal bawa motor Lo dengan selamat, tenang aja"

Azura tersenyum senang, memang teman-temannya itu sangat peka.

"Yaudah, boleh deh"

Ucapnya pelan.

Rafael tersenyum lebar, menggenggam tangan Azura menuju motornya.

Tiffany mengerucutkan bibirnya.

"Yaudah boleh deh"

Ejeknya menirukan perkataan Zura barusan.

Tristan terkekeh geli melihat Tiffany yang menggerutu kesal.

Tiffany mencubit kecil tangan pria itu karna menertawakan dirinya.

"Awas.. sakit tai!!"

Tristan mengusap-ngusap tangannya yang sedikit merah.

Tiffany tak peduli, dia melajukan motornya acuh.

Leon kembali lagi dengan tangan kosong, dia terus termenung seraya menatap luar jendela mobil.

Kepalanya terus bertanya-tanya, apa benar lunaventia tidak ada?

Jody yang tengah menyetir, menatap kasihan pada Leon.

Dia membelokan mobilnya ke salah satu restoran untuk mengisi perut.

Leon yang menyadari kalau itu bukan arah jalan pulang ke rumah Jody, segera menatap Jody heran.

"Ini bukan jalan pulang"

Tanyanya.

Jody mengangguk singkat.

"Kita makan dulu, kamu lapar kan?"

Sahut Jody, dia keluar lebih dulu untuk membukakan pintu Leon.

Leon tak merespon, dia hanya mengikuti Jody dari belakang.

Saat pertama kali masuk, hidung Leon langsung di manjakan oleh aroma rempah yang begitu kuat, tanpa sadar, dia menutup sejenak matanya untuk menikmati aroma itu.

Dia mengikuti Jody yang sudah duduk di salah satu kursi, dia melihat sekeliling, tempat ini tidak begitu ramai, alunan musik mengalun pelan, tapi Leon tidak menemukan seseorang yang tengah bernyanyi.

Dia menatap Jody yang tengah melihat-lihat buku menu, begitu banyak makanan yang terlihat menggugah selera.

"Kamu mau makan apa Leon?"

Tanya Jody tanpa mengalihkan tatapannya dari buku.

Leon tak merespon, dia juga bingung ingin makan apa di tempat seperti ini.

Karena Leon tak kunjung menjawab. Jody mengangkat kepalanya menatap Leon yang terdiam dingin.

"Kalau begitu saya pesan yang sama untuk kita berdua."

Tawar Jody.

Leon mengangguk.

'jadi ini restoran, bahkan di negri ku tidak ada restoran semewah ini'

Leon melirik cermin di sebelahnya, lalu dia membuang pandangannya ketika banyak sekali wanita yang berpakaian minim di jalanan.

Jody terkekeh.

"Pergaulan di sini memang bebas, jadi kau harus sedikit terbiasa sebelum menemukan rumahmu"

Ucap Jody.

Leon tak merespon, dia hanya menatap meja dengan tajam.

Setelah selesai, Jody kembali membawa Leon untuk ke rumah.

Di perjalanan, Jody yang penasaran dengan kemunculan Leon, segera bertanya.

"Oh iya, hal terakhir yang kamu ingat sebelum berada di kamar putriku apa?"

Tanya Jody, seraya fokus menyetir.

Leon sedikit berpikir.

"Apa kau akan percaya jika aku mengatakannya?"

Sahutnya dingin, bukan apa, dia tidak terima jika harus di katai gila lagi.

Jody mengangguk, meyakinkan Leon.

"Saya akan percaya"

Leon sedikit menghela nafas.

"Aku terhisap oleh cermin misterius di ruang kerja ayahanda"

Sahutnya pelan, namun sorot matanya tetap tajam.

Jody sedikit mengerutkan dahinya, tapi dia janji akan percaya.

"Lalu, apa yang terjadi?"

Leon menggeleng pelan.

"Aku tidak tahu. Yang kuingat setelah itu, aku berada di kamar asing dan dikelilingi oleh kalian"

Jelasnya.

Jody memijat keningnya, antar percaya atau tidak.

Karna menurutnya, pemuda ini terlalu mengada-ada.

Leon tau Jody tak mungkin percaya, dia membuang pandangannya ke arah jendela.

" Sudah kubilang kau tidak akan percaya!"

Sahutnya tajam.

Jody tak bereaksi. benar dia memang tak percaya.

Zura turun dari motor Rafael, tak lupa mengembalikan helm yang dia pake.

" Makasih ya kak, udah nganterin gue. Gak usah repot-repot padahal"

Ucapnya seraya cengengesan.

Rafael tersenyum lembut, mengusap sekilas pucuk kepala Zura.

" Gak apa-apa, kan gak sering"

Ucapnya pelan.

Azura mengigit pipi dalamnya gemas.

Berusaha menahan senyum.

'kyaa... Jantung gue mau salto, tolong...'

Dia mengangguk pelan, mengalihkan pandangannya ke samping.

Matanya langsung melotot sempurna ketika melihat mobil Jody melaju ke arahnya.

'papi? Gawat!'

Dia kemudian melirik cemas Rafael yang belum menyadari kehadiran Jody.

"Kenapa? Kok panik gitu?"

Rafael mengerutkan kening.

Zura langsung tersenyum paksa pada pemuda itu.

" Ahh- enggak, yaudah sekarang Kaka pulang aja sana"

Zura mendorong pelan bahu Rafael.

Rafael menyengrit bingung.

" Hah? Sekarang?"

Beo Rafael.

'gak di suruh masuk dulu gitu?'

Padahal mereka belum ngobrol lama.

Zura mengangguk cepat.

"Iya Kaka cepat pulang aja, maksih ya. Ayok sekarang pulang!"

Zura terus memaksa Rafael dengan panik.

Rafael terpaksa mengenakan kembali helm, sedikit kesal pada Azura yang mengusirnya.

Azura lambaikan tangan pada Rafael yang sudah melaju.

"Dah ka!!"

Teriaknya.

Dia membuang nafas lega, ketika Rafael sudah melewati mobil Jody.

Dia menyimpan kedua tangannya di belakang, tersenyum manis pada Jody yang menatap sengit dari dalam mobil.

Jody mengeluarkan kepalanya lewat jendela.

"Kamu minggir jangan di situ, papi mau masuk"

Teriaknya.

Zura langsung minggir, sedikit membungkuk hormat.

"Silahkan tuan"

Sahutnya dengan senyum manis.

Mobil Jody sudah melewatinya, zura mengusap dada lega.

'papi pasti gak liat'

Namun, dari balik kaca spion, sudut bibir Jody justru terangkat tipis.

Bersambung...

1
lin sya
leon aj tkut ngadepin kebar bar an azura, gmna sm steve, mnunggu detik2 azura pertemuin leon dan steve, biar identitas mereka kebongkar klo prlu tes dna🤭
lin sya
azura lo bar2 bnget, selain mulutnya yg pedes, dan kelakuannya yg bar2, lo bsa beladiri gk🤭
HikmahToo: gak bisa🤣 dia cuma bisa adu Jambak sama asu mulut
total 1 replies
woiielah
terus berkarya teman, jangan dengar orang lain yang tidak mendukungmu. karna kita para pembaca yang suka akan selalu mendukungmu. strong never
HikmahToo: aaahhhh, makasih🥹 komentarmu membuat aku semangat lagi buat nerusin nulis.
total 1 replies
woiielah
Azura sok kalem banget kalo ada Rafael🤣
HikmahToo: namanya juga kecintaan
total 1 replies
woiielah
gak heran Excel cerewet, Monica sama
HikmahToo: iya, turunan wkwk🤣
total 1 replies
woiielah
dari awal karakternya gak berubah tiba-tiba, tetep galak gak sama siapa aja👍🤣
HikmahToo: iya, kan aku suka cewek galak. wkwkkw
total 1 replies
lin sya
hrsnya tdi azura rekam atau foto mukanya steven biar bsa bedain ada 2 atau hnya 1🤭 , ini sftnya bar2 skli, lain kali klo ada keberuntungan ktmu steve ajak aj kerumah ktmu leon sklian ktmuin sm maknya😄
HikmahToo: yang pasti, jangan lupa like nya✨
total 4 replies
MayAyunda
lanjut kak
MayAyunda: siap kak
total 2 replies
lin sya
gw rasa azura cuma tertarik sm rafael bkn perasaan cinta, coba leon dan azura saling menyadari perasaan masing2, bisa jdi ya mereka bneran pacaran🤭
Libra95
mampìr guys.
main2 ke krya lu juga ya kalen🙏
HikmahToo: kebetulan aku lagi baca kisah razira 🤭 makasih udah mampir
total 1 replies
lin sya
siapa rhiana thor?
klo nnti smpai rmh joddy mnta ajarin pke hp buat komunikasi, ajarin google map juga sama belajar mengenal dunia modern biar cpt adaptasi , untung leon bsa beladiri
HikmahToo: sip👍 aku bakal perkembangin karakter dia
total 3 replies
lin sya
azura klo sm rafael kyk kucing jinak, paling nnti ribut lgi klo leon ditinggalin, hrsnya ajarin pke hp biar nnti klo kesasar bsa nlpon om jordi, kan dimall mna tau arah jlnan🤭
HikmahToo: Rafael mah kesayangan nya katanya kak🤣
total 1 replies
lin sya
klo misalnya ya leon bsa pulang kedunianya trus bsa balik kezaman modern lgi, ajak azura biar tau kehidupannya yg blm canggih jd gk dibilang norak mulu klo skp leon aneh atau serba gk tau💪
HikmahToo: kesel nih kyknya sama Azura 🤣
total 1 replies
lin sya
klo leon kembaran steve, shafira ibu kandung mereka dong didunia kuno sm moderm, klo iya smga bsa berkumpul,dan zura sm leon siapa tau brjodoh, smga
HikmahToo: semoga aj yak kak, ikutin terus. makasih udah mampir👍
total 1 replies
gendiz
semangat lanjutkan menulisnya 💪 kalau sempat mampir baca karyaku juga ya
HikmahToo: iya kak✨ makasih udah mampir
total 1 replies
MayAyunda
mampir tor
HikmahToo: makasih kak🙏😍
total 1 replies
HikmahToo
guys jangan lupa kasih bintang nya ya, maacih
MayAyunda
lanjut kak
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat penulis 💚
HikmahToo: makasih ka✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!