Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 4 Masa lalu Ryan
Tiga tahun yang lalu….
Disalah satu restoran mewah terlihat sepasang kekasih saling diam dan duduk termenung, masalah yang mereka hadapi sangat berat, restu dari orang tua Freya yang tidak pernah Ryan dapatkan.
Walaupun dia dan Freya cukup lama menjalin kasih tapi tetap kedua orang tua Freya tidak menyetujui hubungan asmara mereka.
“Kamu kapan akan melanjutkan pendidikan kamu ke luar negeri sayang?” pertanyaan Ryan memecahkan kesunyian di antara mereka berdua.
“Belum tahu pasti kapan aku akan berangkat, tapi mama dan papa sudah mengurus semuanya, tergantung kondisi yang tengah kita hadapi Ryan!”
sahut Freya.
Sebenarnya ada lagi yang ingin dikatakannya pada Ryan tapi bibirnya terasa kelu dan Freya juga nggak tega mengatakan hal ini pada Ryan, karena pasti akan sangat menyakiti hati kekasihnya itu.
“Pasti kedua orang tua dan juga keluargamu melihat perkembangan hubungan kita kan sayang?” tebak Ryan, Ia sudah tahu apa yang enggan Freya katakan padanya.
“Iya Ryan…” Freya tak membantah tebakkan Ryan pada kedua orang tua dan keluarganya.
Ryan menghembuskan nafas dengan kasar, Ia tahu kepergian Freya ke luar negeri pasti berkaitan dengan dirinya.
[Aku memang belum pantas untuk masuk ke dalam lingkaran keluarga besar kamu Freya karena kondisi ekonomi keluargaku, tak ada yang bisa di banggakan dalam diriku selain usaha yang sedang aku rintis saat ini]
Gumam Ryan dalam hati, penolakan keluarga Freya padanya sudah berlangsung cukup lama.
Tapi karena rasa cinta, mereka berdua terus melanjutkan hubungan asmara mereka secara sembunyi sembunyi, sebelum ketahuan oleh keluarga Freya.
“Kalau kita putus, apa kamu masih di suruh melanjutkan pendidikan diluar negeri sayang?” tanya Ryan, Ia mengambil tangan Freya dan menggenggam nya dengan erat.
“Aku nggak tahu Ryan, bisa iya bisa juga tidak” Freya menggelengkan kepalanya mengingat bagaimana kedua orang tuanya mengancam akan mengirimkan dirinya ke luar negeri agar bisa jauh dari Ryan, pria yang sangat Freya cintai.
“Ya sudah kalau memang begitu keadaannya, aku mengerti! intinya keluarga kamu tidak menginginkan aku untuk menjalin hubungan kasih lagi denganmu Freya, demi kebaikanmu aku memutuskan untuk mundur!”
Dengan berat hati Ryan menyampaikan kalau ia akan mundur dari percintaan mereka yang tak akan pernah mendapatkan restu dari kedua orang tua Freya dan juga keluarga besarnya.
“Aku nggak mau kita pisah sayang…” imbuh Freya, matanya sudah berkaca kaca menahan tangis, karena dia tahu hari ini adalah akhir dari kisah cinta mereka berdua.
“Aku juga nggak mau kita berpisah sayang, tapi aku harus melakukan hal ini demi kebaikan kamu, agar kamu bisa menjalani hidup ini dengan tenang bersama keluargamu, tanpa perlu kamu berdebat lagi dengan kedua orang tua kamu dan juga saudara kamu yang lain hanya karena ingin membelaku!”
Ungkap Ryan, dia mengusap mata Freya yang sudah basah oleh air mata, alu mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
“Aku nggak bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu ada di sampingku Ryan” Freya mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam agar Ryan tahu kalau dia juga nggak suka dengan situasi seperti ini.
“Kita harus bisa melanjutkan hidup kita masing masing sayang, karena aku belum punya kemampuan untuk menembus tembok tinggi yang keluarga kamu dirikan sayang, perbedaan kita sangat jauh, bagai bumi dan langit”
“Aku berjanji akan memantaskan diriku agar bisa diterima oleh keluargamu, terutama mendapatkan restu kedua orang tua kamu sayang, aku akan berusaha keras mewujudkan itu semua”
“Semoga di saat aku sudah sukses nanti, kita masih berjodoh dan kita akan kembali merajut impian kita berdua yang sekarang kandas, aku tak bisa memperjuangkan cinta kita sayang, karena aku tak punya apa apa untuk meyakinkan keluarga kamu sekarang”
Ryan mengakui kalau dirinya belum mampu memperjuangkan cintanya pada Freya wanita yang sangat dicintainya, perbedaan status ekonomi mereka membuat jurang yang sangat besar diantara dia dan Freya, dan Ryan sangat menyadari akan hal itu.
“Tapi aku nggak mau kita putus Ryan..” tangis Freya pecah ketika mengakan hal ini, Ryna memeluk erat kekasihnya itu, mencoba memberikan ketenangan bagi Freya yang sangat terpukul saat ini.
“Kalau kita tidak segera mengakhiri hubungan ini, kamu nanti malah di persulit oleh keluarga mu, ruang gerak kamu akan dibatasi, aku nggak mau melihat kamu diperlakukan seperti seorang tahanan hanya karena ingin membelaku” Ryan nggak mau Freya kena imbas karena mereka kekeh masih melanjutkan hubungan ini.
“Terus aku harus bagaimana Ryan..?” tanya Freya masih dalam kondisi menangis.
“Sayang dengar aku!” Ryan meraih dagu Freya dan menghadapkan ke wajahnya, merak berdua saat ini saling bertatapan langsung.
“Setelah perpisahan kita ini, aku akan berusaha menjadi seorang pria yang sukses yang diinginkan oleh kedua orang tuamu, semoga kita masih ada jodoh, di saat aku sukses aku akan kembali mengejar cintaku padamu”
Ryan membuat janji pada Freya, membuat hati Freya berdesir melihat tekat Ryan yang masih ingin memperjuangkan cinta mereka berdua, walau sekarang mereka berdua terpaksa berpisah karena keadaan tidak memihak pada cinta mereka.
“Serius kamu masih memperjuangkan cinta kita Ryan?” tanya Freya
“Iya aku akan membuktikan pada kedua orang tua kamu, kalau aku pantas untuk menikah dengan putri mereka yang sangat aku cintai” jawab Xian dengan cepat dan tegas.
“Apa kamu akan tetap sendiri sampai saat itu datang Ryan?” tanya Freya lagi, Ia sangat penasaran dengan apa yang akan Ryan lakukan setelah perpisahan mereka berdua.
“Perjalanan hidup kita tidak pernah ada yang tahu sayang, usaha yang sedang aku rintis belum tentu bisa cepat berkembang, aku tidak mau pesimis dengan semua itu, yang penting aku akan berusaha sekuat tenaga, sampai semua impian ku tercapai”
“kamu paham kan maksudku? saat kita bertemu lagi, dan jika kamu masih sendiri aku akan memperjuangkan cinta kita lagi sayang!” Ryan tidak menjanjikan hal yang muluk muluk, dia hanya berharap di saat dia sudah sukses nanti dia akan mengejar cinta Freya lagi.
“Dan jika kamu sudah sukses dan kebetulan sekali kamu sudah menikah dengan wanita lain, apa kamu masih mau mewujudkan mimpi kita berdua yang tertunda?” Freya hanya ingin memastikan keseriusan niat Ryan untuk mengejar cintanya.
Ryan terdiam mendapatkan pertanyaan yang sangat sulit untuk di jawab, karena Ryan sadar yang namanya hidup kedepannya tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.
“Aku tidak berani menjanjikan hal yang diluar jangkauan kita sayang, takutnya nanti tidak sesuai dengan harapan kita berdua, kita jalani saja apa yang sudah di takdirkan pada kita berdua, yang pasti aku masih berharap untuk bisa menikahimu suatu hari nanti!”
Ryan tidak memberikan jawaban yang pasti pada Freya, karena dia juga tidak tahu hidupnya seperti apa kedepannya, ditambah lagi dengan masalah yang lain.
“Aku mengerti apa yang kamu pikirkan Ryan, semoga kamu bisa mewujudkan semua keinginan kamu untuk menjadi seorang pengusaha muda yang bisa meraih kesuksesan”
Freya tidak mau egois dengan menyuruh Ryan tetap sendiri sampai dia sukses nanti dan kembali padanya.
“Terima kasih atas pengertian kamu sayang, sekarang tidak ada kesempatan bagiku untuk bisa meyakinkan kedua orang tuamu, aku tidak punya apapun untuk dibanggakan, aku terpaksa menyerah pada cinta kita, maafkan aku yang tak bisa memperjuangkan kamu sayang”
Ryan sangat tahu diri dengan keadaannya yang sangat jauh berbeda dengan Freya, sekian lama dia berjuang untuk mendapatkan restu, tapi tak pernah di dapatkannya.