Arrabella foster Ruzian. Di hari bahagianya ke-17 tahun menjadi hari berakhirnya semua kepahitan dalam hidupnya.
kejadian tragis yang membuat dirinya mati tanpa bisa membela diri.
perempuan malang itu di fitnah dengan tuduhan yang sama sekali tak pernah di lakukan.
siksaan demi siksaan yang terus dia dapat kan tanpa mendapat pembelaan dari siapapun.
Arabella telah mati dan membawa segala kesakitan yang selama ini dia dapatkan dalam kehidupannya. Dan entah dari mana Jiwa seorang gadis dari abad-21 masuk ke dalam tubuh Arabella yang telah mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikatsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Arabella melangkah kan kaki nya menyusuri bangunan mewah yang ada dikerajaan ini. Kaki nya membawa nya untuk melangkah tak tentu arah."Anjing lah. Bosen Banget gue bangsat!" Gerutu nya kesal."Mau jalan-jalan tapi gak diizinin sama si kaisar anjing itu."Maki nya.
Arabella menjatuhkan tubuh nya kelantai dengan malas."Bangsat lah. Gini amat idup gue" Gerutu nya kesal sembari kaki nya menendang-nendeng Udara
Tanpa ia sadari kaisar dan yang lain nya tengah cemas kepada Arabella yang tiba-tiba menghilang Dari Balai Pertemuan yang diadakan Oleh kaisar. Bi Hanum melaporkan jika Arabella menghilang. Itu membuat mereka panik dan segera mencari Arabella.
Pangeran Huang terus mencari keberadaan Arabella dengan perasaan Cemas."Ara kamu dimana" lirih nya takut Jika terjadi sesuatu kepada adik nya itu
Pangeran Huang terus melangkah kan kaki nya menyusuri setiap lorong-Lorong mewah yang ada dikediaman ini. Langkah nya tiba-tiba berhenti tak kala melihat seorang Gadis yang sedang selonjoran dilantai. Pangeran Huang menghela nafas nya lega kala menemukan orang yang tengah ia cari ternyata ada disini. Perlahan ia melangkah Ke arah Gadis itu yang tak lain adalah Arabella.
Pangeran Huang berhenti disamping tubuh Arabella. Ia berjongkok Disamping arabella dan segera mendekap erat tubuh Adik nya itu.
"Kau dari mana saja hmm. Kami sedari tadi mencari mu." Ucap Pangeran Huang khawatir
Arabella yang sempat terkejut Segera melepaskan Pelukan dari pangeran Huang.
"Apaan Sih." Ucap nya ketus
Pangeran Huang menatap Arabella lekat.
"Bukan kah ayahanda mengatakan. Jika ingin keluar dari kediaman harus dikawal prajurit. Lalu kenapa kau Berkeliaran Dikediaman ini sendirian huh?" Ucap pangeran Huang menatap Datar Arabella.
Arabella menatap sinis ke arah Pangeran Huang."Karena aku tidak suka dikawal." Ucapnya ketus
Pangeran huang menghela nafasnya."Jika kau tidak di kawal seperti ini. Pembunuh itu bisa saja menargetkan mu sebagai Korban Selanjutnya."
Arabella mengangkat bahu nya acuh."Aku tidak perduli. Lagian aku tidak takut kepadanya."
Pangeran Huang kembali menghela nafasnya."Dasar kepala batu."
Arabella mendelik menatap Pangeran Huang."enak aja." Ucapnya nyolot
Pangeran Huang mendengus kasar."Ayo kembali kekediaman mu." Ucap Pangeran Huang sembari bangkit dari posisinya
Arabella menatap Datar pangeran Huang."Malas" ucapnya
Pangeran Huang kembali mendengus saat melihat Arabella kembali menselonjorkan Badan nya di lantai."Ayo Ara."Ucapnya
"Gak." ucap arabella menolak
Pangeran Huang menunduk kan badan nya dan ingin mengangkat tubuh Malas Arabella.
Arabella memberontak."Iss gamau"Ucapnya
Pangeran Huang tak memperdulikan Ucapan Arabella. Ia segera mengangkat Tubuh arabella seperti mengangkat karung beras dan membawa nya pergi dari sana menuju kediaman Arabella.
"Lepasin Gue bangsat." Teriak Arabella marah. Sambil memukul-mukul Punggung Lebar Pangeran Huang
Para prajurit dan pelayan yang tengah berlalu lalang hanya menatap aneh ke arah mereka berdua. Tepat nya ke arah Arabella. Mereka tak mengerti dengan bahasa Aneh yang mereka dengar dari arabella.
Arabella yang melihat banyak pasang mata yang menatap nya Aneh segera memaki mereka."Apa lo liat-liat anjing. Gelut kita yok Sialan." Teriak nya kepada mereka. Yang semakin menatap Aneh ke arah nya."Apa lo bangsat. Mau gue tonjok muka buluk lo itu" lanjutnya
Arabella menunjuk mereka semua."Mereka semua anak babi." ucap nya kasar. Membuat Mereka semua membelalak kan bola mata mereka tak kala mengerti dengan ucapan Arabella. Mereka menatap tak percaya ke arah Arabella.
'Bisa bisa nya. Saya yang tampan ini dibilang mirip babi?' Batin Para prajurit itu
Sedangkan Pangeran Huang yang sedari tadi menahan Sakit ditelinga nya akibat teriakan Arabella hanya menghela nafas nya sabar. Ia segera melangkah kan kaki nya tergesa-gesa ke kediaman arabella untuk menyelamatkan Telinga nya itu.
Dan sampailah ia di kediaman Anggrek milik Arabella. Ia melangkah kan kaki menuju ke arah Kaisar dan Pangeran Han su ho juga Bi hanum yang sedari tadi berdiri didepan kediaman arabella untuk menunggu kepulangan Arabella.
Kaisar dan pangeran Han su ho Dan Bi hanum yang melihat Kedatangan pangeran Huang dan Arabella hanya menghela nafas lega.
"Dari mana saja kau nak?" Tanya Kaisar kepada Arabella yang ada dihadapan nya sembari mengelus rambut milik Arabella.
Arabella menepis tangan Besar Kaisar."jangan sentuh-sentuh." ucap nya sinis
Kaisar hanya menghela nafasnya."Ayahanda mohon jangan pergi Seperti ini lagi. Ayahanda takut kamu menjadi incaran si pembunuh itu." Ucap Kaisar Khawatir
Arabella memutar Bola matanya malas."Itu gak akan terjadi."ucapnya."Woi turunin Gue dong." ucapnya pada pangeran Huang yang sedari tadi Tidak ingin melepaskan Gendongan nya.
Bi Hanum Berjalan mendekati Ke arah Arabella."Non. Syukurlah anda tidak apa-apa" ucap Bi hanum cemas
Arabella mengernyitkan dahinya."Kalian kenapa sih dari tadi. Aku kan hanya berkeliling dikerajaan ini. Bukan mau dibunuh oleh sipembunuh itu." Ucap nya
Kaisar kembali menghela nafasnya sabar Menghadapi Tingkah Arabella."Kami hanya mengkhawatirkan mu nak." ucap Kaisar
"Sudahlah Ayahanda. Ara tidak terluka sama sekali. Ayahanda tidak perlu Khawatir." ucap pangeran Huang kepada Kaisar.
Kaisar hanya mengangguk."Baiklah. Kalau begitu Ayahanda kembali kekediaman Ayahanda." Ucap nya sembari menepuk pundak Pangeran Huang."Bawa Adik mu ke kamar nya."ucap Kaisar dan segera melangkah kan kaki nya meninggalkan kediaman Anggrek
Pangeran huang segera membuka knop pintu kediaman arabella. Dan segera membawa Arabella memasuki Kediaman nya
Arabella menatap pangeran Han su ho dengan tampang permusuhan."Heh Buluk ngapain lo liat-liat" ucap nya Tengil
Pangeran Han su ho yang mendengar ucapan dari adik nya itu hanya mengerjap-ngerjap kan matanya.'Salah Ku apa? Dari tadi aku hanya diam.' Batin pangeran Han su Ho sambil menatap kepergian Arabella dan pangeran Huang.
Pangeran Han su ho hanya menghela nafasnya dan segera berlalu dari sana. Meninggalkan Bi Hanum yang terdiam Di pintu Kediaman Arabella.
Pangeran Huang segera meletak kan tubuh Arabella diatas ranjang.
"istirahatlah" ucap pangeran Huang
Arabella mendudukan Tubuh nya dikasur dan ingin turun dari ranjang."Malas" ucapnya
Pangeran Huang menghela nafas sabar sembari Mencegah Arabella untuk turun dari ranjang."Istirahat Ara." ucap nya lagi
Arabella mendelik sinis menatap Pangeran Huang."Gamau. Aku ingin pergi jalan-jalan ke pasar bersama Bi Hanum. Minggir" ucap Arabella
"Gak. Kamu harus tetap dikediaman mu. Kakak tidak akan mengizinkan mu untuk pergi" Ucap Pangeran Huang Tegas
Arabella Menatap Tidak suka pangeran Huang."Memang nya kau siapa! Berani-berani nya mengatur ku." ucap Arabella sinis
"Kakak mu" ucap Pangeran Huang menatap Datar Arabella.
"Dihh. Ngaku-ngaku" Ucap Arabella sinis
Pangeran huang mendengus kasar. Tangan nya terangkat menyentil Pelan kening Arabella.
"Aku memang kakak mu" Ucapnya seraya melepaskan sepatu Arabella dan sepatu nya.
"Ayo istirahat. kakak akan menemani mu" ucapnya dan segera membaringkan tubuh Arabella
"Gak mau" ucap Arabella.
Pangeran Huang segera membaringkan tubuh nya di samping tubuh Arabella dan segera mendekap Tubuh Arabella dipelukan nya."Tidur." ucap Pangeran Huang
Arabella berusaha untuk melepaskan pelukan Erat dari pangeran Huang."Lepas" ucapnya
Pangeran Huang semakin mengerat kan pelukan nya Ditubuh Arabella."Tidur" ucap nya lagi."Besok Kakak akan mengajak mu untuk jalan-jalan. Tapi sekarang kau harus tidur dulu" lanjutnya
Arabella mendengus kesal dan berhenti melepaskan pelukan Pangeran Huang dari tubuh nya."Bangsat lah"
Pangeran Huang Hanya tersenyum sembari mengelus Rambut Arabella lembut."Tidurlah" Ucapnya"Besok Kakak akan mengajak mu untuk jalan-jalan. Tapi sekarang kau harus tidur dulu" lanjutnya
Arabella menatap Pangeran Huang dengan mata memicing."Awas aja kalau bohong" Ucapnya dan Akhirnya Arabella memejamkan matanya. Perlahan kepala Arabella bersandar didada bidang pangeran Huang. Dan Tanpa sadar ia tertidur Dipelukan hangat Pangeran Huang.
Pangeran Huang yang mendengar deru nafas Arabella menunduk kan kepala nya menatap Wajah polos Arabella. Pangeran huang tersenyum Dan mengecup Kening Arabella dengan lembut."Mimpi yang indah Adik ku" Ucap nya dan segera memejam kan matanya.