NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:193k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Sylvia Delwyn, seorang wanita yang masuk ke akademi kepolisian demi mengungkap kematian orangtuanya. Tapi saat bertugas, dia harus kehilangan sahabatnya dan hal itu membuatnya mengambil cuti untuk menenangkan diri.

Tapi bukannya mendapat ketenangan, Sylvia justru dipaksa menikah dengan pria yang tidak ia kenal oleh orang tua angkatnya, untuk membayar hutang. Tentu saja Sylvia menolak. Tapi karena ancaman, mau tidak mau Sylvia menyetujuinya.

Anthony Brylee Xavier, seorang CEO yang merangkap menjadi mafia. Dia menginginkan Sylvia sebagai ganti melunasi hutang Issac dan memaksa untuk menikah dengan nya.

Tapi setelah menikah, Sylvia menemukan bukti jika suaminya adalah dalang dari pembantaian terhadap keluarganya.

Akankah Sylvia percaya dan membalas dendam atas kematian keluarganya? Atau justru akan tumbuh cinta di hati keduanya dan mereka hidup bahagia?

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita, itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Tikus

Mobil yang dikendarai Daniel terparkir sempurna di depan bangunan yang terbengkalai. Banyak kerusakan di mana-mana. Dinding yang retak, cat yang mengelupas dan banyak dedaunan berserakan di mana-mana.

Daniel turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Anthony.

Dengan langkah tegap, Anthony masuk ke bangunan tersebut dan disambut puluhan pria berbadan kekar yang menunduk hormat padanya.

"Dimana para hama itu?" tanya Anthony dengan ekspresi dingin.

"Mereka di tempat eksekusi, Tuan." jawab salah satu anak buahnya.

Anthony kembali melangkah di ikuti Daniel yang setia berjalan di belakang pria itu. Hingga mereka sampai di sebuah ruangan yang minim cahaya, pengap dan berbau anyir.

Di sana, tiga tikus meronta-ronta minta dilepaskan. Kedua tangan mereka di ikat merentang menggunakan rantai dan mulut mereka di lakban.

Anthony mendekat dan duduk di kursi yang sudah di sediakan anak buahnya.

"Apa kalian tahu kenapa kalian di bawa kesini?" Anthony menatap tajam satu persatu tikus yang tidak berdaya di depannya. Dia menjentikkan jarinya dan Bodyguard langsung membuka lakban mereka.

"Tu_tuan Anthony, tolong lepaskan kami. Kami tidak bersalah. Kami hanya menjalankan tugas saja." seru pria yang menjadi tawanan Anthony.

Mereka adalah dua wartawan pria dan satu reporter wanita dari perusahaan jurnalis yang berbeda. Mereka di tangkap karena paling gencar memberitakan tentang Sylvia.

"Katakan padaku, Tuan Parker. tugas apa yang kau jalankan? Kau bekerja di White House Press Corps. Tugasmu meliput tentang masalah kepresidenan dan gedung putih. Lalu kenapa kau meliput tentang istriku?"

"Dan kau Nyonya Ainsley, Bukankah kau reporter khusus bencana alam, lalu kenapa Kau begitu gencar memberitakan tentang kehidupan istriku. Padahal hal itu belum tentu benar. Apa kau mempunyai tujuan tertentu, nyonya Ainsley?

Baik Parker maupun Ainsley tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Anthony. Berbeda dengan Fred yang dari tadi hanya diam. Dia juga memberitakan tentang Sylvia tapi dia berasal dari redaksi majalah artis.

"Apa kalian tahu?" Anthony berdiri dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. "Aku paling tidak suka seseorang mengusik ketenanganku." Anthony mengambil senjata tajam dan memainkannya.

Glek

Mereka bertiga susah payah menelan Saliva nya. Kini mereka sadar telah menyinggung orang yang salah. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah tuntutan pekerjaan yang harus mereka lakukan untuk menaikkan Popularitas perusahaan. Tapi jangankan menaikkan popularitas perusahaan, menjaga nyawa mereka saja, mereka sepertinya tidak bisa.

"Aku akan memberikan kalian kesempatan untuk bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup. Asalkan kalian mau menjawab pertanyaanku." Anthony menatap tajam satu persatu tawanannya. Dia memutar-mutar pisaunya dan melemparnya kearah ketiganya.

"TIDAAKKK!!!" teriak ketiganya serempak

Jleb

Pisau tersebut menancap sempurna di atas kepala Ainsley.

"Sepertinya kau menjadi yang pertama yang harus menjawab pertanyaan ku, nyonya Ainsley." ujar Anthony

"Katakan!! Apa tujuanmu " tanya Anthony

Ainsley menelan Saliva nya kasar. Keringat dingin mulai menetes dari pelipisnya. Dia tidak mungkin mengatakan tujuannya karena itu adalah rahasia perusahaan. Tapi jika dia tidak mengatakannya, maka dia akan kehilangan nyawanya.

"Aku tidak suka jawaban berbelit-belit. Jadi katakan dengan jelas! Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Anthony lagi.

Parker dan Fred menoleh kearah Ainsley yang hanya diam saja. Sepertinya wanita itu memilih mati daripada mengatakan yang sebenarnya. Karena ada beberapa perusahaan jurnalis yang mempunyai peraturan untuk menjaga rahasia perusahaan, strategi dan tujuan saat menjalankan tugasnya agar tidak di jiplak oleh perusahaan lain.

Tapi menurut mereka memang tugas Ainsley cukup aneh. Dia reporter khusus bencana alam. Di mana ada bencana di suatu daerah, Ainsley akan langsung terjun ke lokasi. Tapi kenapa tiba-tiba dia menyebar informasi tentang istri Anthony?

"Baiklah jika kau memilih untuk diam. Aku akan membuatmu diam untuk selama-lamanya." Anthony melempar pisau layaknya melempar dart. Dan pisau itu menancap sempurna di jantung Ainsley yang menyebabkan wanita itu tewas seketika.

"Siapa selanjutnya?" Anthony kembali melempar pisau dan menancap sempurna di atas kepala Parker.

"Kau selanjutnya, Tuan Parker." seru Anthony

Glek

Parker menelan Saliva nya susah payah. Dia berusaha untuk tenang karena dia yakin pertanyaan yang Anthony lontarkan tidak jauh berbeda dengan Ainsley.

"Apa kau sudah beralih profesi sekarang? Kenapa kau meliput berita tentang istriku? Apa itu berhubungan dengan presiden dan gedung putih?" tanya Anthony

"A_aku hanya mencoba mengambil peluang dari berita heboh yang beredar. Berita tentang dirimu dan nona Sylvia menjadi trending topik di mana-mana. Untuk itu aku mencari keuntungan dengan ikut meliput berita kalian." ucap Parker

"Begitu ya." Anthony mengangguk pelan. Dia menjentikkan jari dan anak buahnya membuka ikatan tangan Parker.

"Kau boleh pergi." seru Anthony

"Te_terima kasih Tuan." Parker pergi dengan terburu-buru tapi tidak lama kemudian tubuhnya tumbang karena tembakan dari Anthony yang membuatnya tewas.

"Sekarang kau bebas pergi ke neraka." Ucap Anthony. Dia tahu jika Parker membohonginya. Semua sudah ada porsinya masing-masing dalam mengambil berita. Dan tidak mungkin seorang wartawan yang biasa menyampaikan laporan tentang kepresidenan berpindah haluan pada berita lain.

Kini di sana tinggal Fred, wartawan dari majalah terkenal di Amerika. Anthony mendekati pria itu dan berdiri tepat di hadapannya.

"Aku tahu semua itu adalah pekerjaanmu. Tapi aku ingin tahu, kenapa tiba-tiba kau meliput tentang istriku? Bagaimana kau bisa menemukan tempat tinggal istri ku bahkan kau mendapatkan informasi palsu tentang Sylvia."

Fred gemetar mendapat tatapan tajam dari Anthony tapi dia berusaha untuk tenang saat menjawab semua pertanyaan Anthony

"Beberapa hari setelah pernikahan kalian, kantor kami mendapat paket tanpa nama pengirim. Awalnya kami mengira itu teror dari perusahaan lain. Tapi setelah kami buka, paket itu berisi data tentang istri Anda."

"Lalu?" Anthony memainkan pisau di wajah Fred. Dan hal itu membuat Fred semakin ketakutan

"Ka_kami mencari tahu siapa yang mengirim paket tersebut. Tapi tidak ada petunjuk. Jadi ka_kami mencoba menelusuri informasi tersebut." terang Fred. Dia berharap Anthony akan percaya, jadi dia tidak akan bernasib sama seperti mereka yang beberapa waktu lalu menjadi temannya

Anthony melempar pisau dan mengenai tali di tangan Fred. Dia menjentikkan jarinya, dan bodyguard membuka ikatan Fred.

"Aku akan mencoba percaya padamu. Tapi bagaimanapun kau masih dalam pengawasan ku. Jika sampai kau melakukan hal di luar batas, Aku tidak akan segan menghabisi mu."

Fred mengangguk cepat dan mengucapkan terimakasih pada Anthony berkali-kali. Dia di antar anak buah Anthony untuk keluar dari tempat itu karena Mereka berada di tengah hutan saat ini.

Anthony kembali duduk di kursinya. Dia memejamkan matanya sejenak. Sepertinya ada yang sedang bermain-main dengannya. Untuk itu dia harus berhati-hati karena dia takut jika hal itu berasal dari musuhnya dan membuat nyawa Sylvia terancam.

"Kenapa anda melepaskan nya, Tuan?" tanya Daniel

"Apa kau tidak melihat lengan pria itu, Daniel? Aku tidak sebodoh itu." seru Anthony. Dia menatap Daniel dan kembali berkata, "Ikuti pria itu!! Cari tahu untuk siapa dia bekerja."

"Baik Tuan."

1
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menguras tenaga?? Tembak ajalah kebanyakan Drama,Ada jalan yg gampang ngapain cari yg susah...ckck
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Modus kamu Damian, Menyelesaikan Misi SATU KELOMPOK,tapi MERAYAKAN hanya BERDUA... siapa juga yg gak salah paham 😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kalau andai Sylvia hamil, pasti langsung keguguran tuh, untung aja gak ya..
Qaisaa Nazarudin
Nah sekarang kau sudah tau Bahwa MUSUH.MU DAN ANTHONY ADALAH ORANG YG SAMA..Masih aja kamu menuduh Suami mu sendiri yang membunuh Ortu mu..Dasar bego..
Qaisaa Nazarudin
Tapi aku Curiga dengan Alvin,Feelingku Alvin yang bekerjasama dengan Damian,Dan dia lah yg nelpon Damian setelah kepergian Sylvia dari Cafe waktu itu..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Hanya karena BENCI dan DENDAM,Sylvia menutup mata dan telinga akan kebaikan Thoni..Harusnya Sylvia jangan gegabah,Harus cari tau kebenaran nya bukannya langsung mengadili/menuduh orang,Katanya polisi cerdas,di mana letak cerdasnya? Bodoh gitu...ckk..
Qaisaa Nazarudin
Kalo kamu sendiri sama Hasilnya dengan kepolisian, Berarti ada yg gak beres dengan Damian,Jadi kamu harus hati2 dengan Damian,jangan pernah Terlalu percaya dengan siapa pun..
Qaisaa Nazarudin
Wah Damian,Aku Curiga nih kalo Damian ini bukanlah orang yg baik..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak langsung hajar aja,Kamu berkorban dia malah yg senang2..
Qaisaa Nazarudin
Udah jelas lah ya..gak mungkin ngutang sampe juta2 terus uangnya gak keliatan kemana perginya..
Qaisaa Nazarudin
Dasar perawat Jalang,dengan pesakit pun jadi..gatel banget tuh cewek..
Qaisaa Nazarudin
Nah ini yg aku suka,Walaupun kaya dan punya segalanya tapi bukan TEH CEPUP.
Ada beberapa Novel yg cukup bagus Alurnya menurut ku,Tapi disebabkan peran utama pria seorang pemain aku langsung stop bacanya walaupun baru baca awal bab,Walaupun alur luar negeri yg mengamalkan sex bebas,tapj pembaca nya rata2 kita orang timur,Jadi gimana ya kalo bacanya kayak gak terima aja gitu,Calonnya cewek polos dan baik2 lha dapatnya pria BARANG BEKAS..
Qaisaa Nazarudin
Oh Ternyata kamu Licik Tony,Untuk mendapatkan pujaan mu kamu menggunakan hutang sebagai menjerat Sylvia..ckkk..Moga aja kamu bukan TEH CELUP..Aku paling gak suka Alur peran utamanya seorang TEH CEPUP..
Ririn Nursisminingsih
aduh sylvia jg bertindak sendiri bilang sama antonio
Ririn Nursisminingsih
kereennn critanya
Ririn Nursisminingsih
syilvia jg mudah dibodohi damian
Ririn Nursisminingsih
dimna2 kok ya ada ulat bulu
Liaton
Luar biasa
Liaton
Lumayan
Arye Ghad'iz BinAngun
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!