NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUKUN TETANGGA KURANG WARAS

Zahra tersenyum semanis cotton candy saat Ganesha membukakan pintu mobil, lebih mirip-mirip adegan manis sinetron, berasa jadi putri namun bukan naik kereta kencananya nyai kidul.

"Momy ngajakin kamu makan malem di rumah, bisa kan? Tenang....masakan momy aman dimakan kok," ucap Ganesha membuat gadis itu tertawa renyah. Seburuk itukah masakan momy Ica? Apa cocoknya untuk ngeracun tikus? Satu yang Zahra yakini sekarang jika kelakuan kedua orangtua Ganesha satu frekuensi dengan orangtuanya.

"Bisa kok," jawab Zahra mengangguk. Karena aku juga lapar, mayan makan gratis.

Zahra menyapu tampilan depan rumah Ganesha, hampir sama dengan rumah umi. Halaman cukup luas, dengan rumah bergaya modern, meskipun bedanya di rumah terdapat pohon-pohon teduh layaknya tabebuya yang bunganya menghampar, disini lebih banyak tanaman seperti cemara kipas dan cemara udang yang berbentuk layaknya bonsai.

"Aduh---aduhhh, calon menantu! Baru pulang neng?" tanya momy Ica menyambut Zahra yang baru saja datang bersama Ganesha, seakan lengkap sudah drama kisah Cinderella yang forever after, dapet suami kaya plus ganteng and tajir, mertua baik hati, berlattar kan suasana senja, pokoknya mah bikin hati berasa jadi penghuni surga lah. Tapi sayangnya, itu tak lama. Mendadak awan mendung datang bersama si nenek sihir, Dewa. Suara deru mesin motor Dewa bak petir membelah pagar dan masuk tepat di samping mobil Ganesha.

Zahra sudah menatap tajam atas kedatangan si Dewa kekacauan itu.

"Nah, ada calon---calon perusuh masa depan!" ucap Dewa tengil.

"Heyooww! Ngga kebalik?!" sahut Zahra menimpali, tak ada drama adik ipar dizolimi kakak ipar disini. Rupanya Dewa baru saja pulang, entah darimana, padahal Ganesh saja sudah bisa menjemput Zahra.

"Nah ini! Darimana kamu?" tanya Ica.

"Dari hatimu!" jawabnya berkelakar hendak masuk rumah. Ica hanya bisa menggeleng pasrah dengan kelakuan Dewa,

"Ada sesuatu yang harus Dewa urus tadi di kantor my," teriaknya lagi melengos masuk, wajahnya memang kusut, sekusut kemeja belum disetrika, seperti baru saja mengerjakan sesuatu yang melelahkan.

"Yu masuk Ra! Anggap aja lah Dewa mah cuma cobaan dari yang kuasa!" Zahra yang dirangkul Ica sampai tertawa dibuatnya, jadi ingat umi dan abangnya Rayyan kalau sudah begini.

Di luar dugaan ternyata di dalam sudah ada seorang perempuan cantik lainnya, "hay sayang! Wahh, udah gede aja, perasaan baru kemaren liat masih ompong di depan! Sekarang udah cantik aja jadi perawat," sapanya.

"Eh, iya tante...."

"Perasaan lo aja kali Ra, berarti ini tandanya lo udah tua, Ra! Buru kawinin Lendra, biar bisa momong cucu!" sahut Ica pada Kara.

"Ngga tau deh Ca, tuh anak ngga pernah ada seriusnya---" ucapnya menthesah lelah.

"Persis kak Milo!" ucap keduanya kompak.

"Masih inget tante Kara kan? Mamanya Syailendra?" bantu Ica mengingat Kara.

"Oh ya Allah!" segera Zahra menyalami ibu dengan seorang anak itu, yang di usia tuanya masih tetap cantik seperti model majalah.

"Tante Kara, kirain siapa! Sehat tante?"

"Alhamdulillah, ngga nyangka kamu jadi mantu Icot!

"Aku ganti baju dulu ya!" pamit Ganesha nyelonong ke lantai atas, tak bisa sinkron dalam obrolan para emak-emak.

"Sini---sini! Cobain deh, ini kue bikinan momy! Harusnya sih enak ya!" pinta Ica seketika membuat Zahra menautkan alisnya, "harusnya?!"

Jihad baru saja pulang dan bergabung. Kini, mereka sedang berkumpul di ruang makan.

Dari kedua pemuda yang kini duduk di area meja makan, yang satu duduk kalem di sampingnya dan yang satu....di sebrangnya sedang memperhatikan Zahra penuh senyum devil sambil nyemilin timun.

Lihatlah senyuman jahat itu, dan rambutnya yang bisa bikin betah kutu se-rt. Berasa pengen ngeramasin!

"Ra," panggilan Ganesha membuat Zahra mengalihkan perhatiannya dari Dewa, sementara para orangtua sibuk ngomongin bisnis di meja makan kalo di rumah biasanya abi dan umi ngomongin bisnis, lalu kedua abangnya ngomongin daerah penugasan, sementara ia obat nyamuk.

"Ya?"

"Besok dinas apa?"

"Besok aku bagian libur, oh iya...besok aku bawain makan siang ya," jawab Zahra.

Ganesha mengangguk, "boleh."

"Jangan! Jangan mau Nesh, ntar tiba-tiba lo semaput pas meeting kan repot gue!" sela-nya.

"Lo pikir gue ngga bisa masak apa! Sembarangan, yang ada nih...makanan buat lo yang wajib, harus, kudu dikasih sianida!" balas Zahra.

"Gue mah kebal dikasih begituan, ngga akan mempan!" tawanya.

"Stoppp!" Ica melerai kembali, Kara mengulum bibirnya melihat pertengkaran Dewa dan Zahra, seperti flashback melihat kedua sahabatnya dulu.

"Bang, jaga sikap! Zahra calon adik iparmu!"

"Sayang, tante minta maaf ya," Ica memegang tangan Zahra.

"Bang---" Jihad menatap putra pertamanya itu.

"Ji, kayanya lo salah jodohin deh. Ko gue ngerasa kaya liatin lo sama Ica dulu ya," kekeh Kara berbisik.

Jihad hanya menyunggingkan senyumannya dan menatap Ganesha yang kalem saja seperti tak terganggu, entah ia sudah tak aneh lagi.

"Bu, ini ayamnya." Seorang asisten membawa sepiring ayam balado buatan Ica ke atas meja makan.

"Nah, ini yang gue tunggu dari tadi!" Dewa sudah bersiap mencomot, berbeda dengan Zahra yang beranjak dari kursinya, "aku lupa belum cuci tangan, wastafel dimana ya?" tanya nya pada Ganesh.

"Oh itu di dapur, sini ku anter!" ujar Ganesha.

*Plakkk*!

"Tuh tangan bekas apa?! Udah cuci belum?!" ujar Ica menggeplak tangan Dewa.

Suasana makan dihiasi candaan dan obrolan hangat, tapi ternyata bisa lebih heboh dan ramai lagi saat seseorang nyelonong masuk.

"Widihhh! Lagi makan-makan nih!" sesosok pemuda lainnya yang memang lebih tampan dari si kembar datang, dialah pewaris tahta klan Aditama.

"Helo maaa bro!" ia bersalaman lengan dan saling menubrukan bahu dengan Dewa.

"Kamu datang-datang main nyelonong duduk, mana sopan santunnya?!" sang ibu mengomel pada Lendra.

Si pemuda dengan satu gigi gingsul itu nyengir lebar, "mih, papih nyari tuh, udah kaya orang kena gendam aja nyariin bini!" tawanya menggeser kursi setelah ia salim terlebih dahulu pada Ica dan Jihad serta Ganesh.

"Mau ng'ASI kali Ra!" celetuk Jihad membuat Zahra tersedak dengan obrolan versi mereka.

"Abang ih! Calon mantu laget sama mulut lemes calon mertuanya!"

"Minum Ra," Ganesh menyerahkan segelas air putih. Kini pandangan Lendra menatap Zahra dari atas hingga perut tertutup meja.

"Lo Zahra kan? Wah Ra, makin cantik! Apa kabar?!" ia mengulurkan tangan pada Zahra.

Oke! Lendra meski 11 12 dengan Dewa, setidaknya ia lebih sopan dan ramah.

"Baik Ndra, kamu apa kabar?!"

"Baik juga, yang ngga baik disini!" tunjuknya ke arah bawah celana.

Bwahahahaha! Dewa tertawa, "saravvv!"

"Lendraaa!" sarkas Kara memukul punggung anaknya.

"Apa mih, maksudnya dompet!" Lendra meringis karena punggungnya yang dipukul Kara.

Ganesha tertawa dengan menutup mulutnya dengan tangan sambil menggelengkan kepala, sementara Zahra hanya bisa nyengir dengan kelakuan kubu Ganesh-Dewa ini, sepertinya ia harus menyetok obat anti sin ting mulai saat ini.

"Nesh, kayanya kamu tuh anak yang tertukar deh. Dewa tuh lebih mirip Lendra," bisik Zahra smakin membuat Ganesha tertawa.

.

.

.

.

.

1
choky_chiko_r
Dewa aja dipanggil anaknya yg kembar..abang..lucu banget
choky_chiko_r
brarti aku baca thn 2023..jd lupa crita tengahnya..tp seneng baca ulang..tetep ktwa..mksh kak
choky_chiko_r
aduuuh..ampuun.deh..mami Ica sma yg komen lucu😄😄
choky_chiko_r
😄😄😄padahal uda baca ulang..msih ketawa ngakak
choky_chiko_r
aah ibunya Santan Kara.bpknya susu Milo🤭🤭
choky_chiko_r
ibunya siapa lupa..🤭🤭🤭
choky_chiko_r
nahh kan inget Syaeledra anak Milo..
choky_chiko_r
aku lupa thn brapa baca Zahra Dewa..tp karna bru baca Ganesh yg balikan sm mantan istri..sm baca Russel Lingga..jd baca ulang ini..lupa crita tengah sampe akhir🤭🤭keren.bagus smua karya kakak...kel Ananta
Cini Kudo
seru.
UMM
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Maryana Fiqa
itulah orang tua yg takut anaknya kenapa2 yg jauh dr pantauan dr pandangan mata orang tua selalu khawatir biarpun sdh tua
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!