NovelToon NovelToon
Gadis Kecilku

Gadis Kecilku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: LilyFlow

Namanya Ara, gadis berpostur mungil yang memiliki fitur wajah bak boneka. Tak hanya menjadi pujaan laki-laki seusianya, pesonanya juga memikat pria dewasa disekelilingnya.

Terutama Farhan, pria sederhana yang agak sombong dengan ketampanannya. Dia tak pernah menyangka bahwa suatu saat akan ada seseorang yang mampu membuatnya bertekuk lutut. Terutama Ara, gadis yang diharapkan dapat menghiburnya dikala bosan, yang bisa ia ajak 'main-main'

Tak seperti Farhan yang awalnya memiliki niat buruk, Dion, pria kaya raya itu menyukai Ara dengan tulus. Wajahnya pun tak kalah tampan dari Farhan. Namun, sikapnya yang dingin kerap membuat orang lain merasa tak nyaman. Selain itu dia sangat posesif terhadap pasangannya.

Siapakah yang akan di pilih Ara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilyFlow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Ponselnya terlepas dari genggaman dan jatuh ke tanah saat bibirnya menyentuh bibirnya. Seketika otaknya menjadi kosong dan tubuhnya membeku. Ara tidak tahu bagaimana harus bereaksi.

Farhan sendiri terkejut dengan tindakannya yang kurang ajar. Dia tidak pernah sebejat ini sebelumnya. Farhan sudah siap menerima tamparan dan makiannya ketika melepas bibirnya yang manis.

Detik demi detik telah berlalu. Namun, tidak terjadi apa-apa. Farhan mengangkat kepala dan menatap gadis itu, yang tampak syok. Wajahnya yang putih menjadi kemerahan, seolah baru saja dibubuhi sekotak perona pipi.

Barang-barangnya berjatuhan ke lantai saat Ara tiba-tiba berdiri dan melangkahkan kakinya yang ramping.

Farhan mengerutkan kening. Gadis itu berjalan seperti orang linglung, membuatnya khawatir. Farhan mengumpulkan barang-barangnya sebelum bergegas menyusulnya. Dia meraih tangannya tepat sebelum gadis itu menabrak dinding. "Kamu mau kemana?"

Bulu matanya yang panjang dan lentik bergetar seperti sayap kupu-kupu saat berkedip. Gadis itu menggelengkan kepala sambil berkata, "Aku tidak tahu."

Ara justru terlihat sangat menggemaskan saat kebingungan. Matanya yang seperti rusa betina bersinar seterang bintang. Suaranya yang lembut dan mendayu-dayu menggelitik hatinya.

Farhan menahan diri untuk tidak memasukkannya ke dalam karung dan membawanya pulang.

Farhan menarik tangannya dan membawanya kembali ke tempat sebelumnya. Kemudian mendudukkan gadis itu di sana.

"Tetaplah disini dan jangan kemana-mana," titahnya seraya meletakkan barang-barangnya ke pangkuannya lagi.

Farhan menatap wajahnya yang cantik saat menyelipkan rambutnya yang tersesat ke belakang telinga. Senyum mengembang di bibir Farhan saat mencubit hidungnya. "Tunggu di sini, aku akan kembali setelah pertandingan selesai."

Setelah melihatnya mengangguk, Farhan pergi meninggalkannya dengan wajah berseri-seri. Dia memasuki lapangan dan bergabung dengan teman-temannya.

"Kau dari mana saja, Han?" tanya Sandi.

Farhan menjawab dengan singkat. "Toilet."

Wasit meniup peluit dan menginstruksikan para pemain dari kedua tim untuk segera berkumpul.

Farhan beserta teman-temannya bergegas menghampirinya, yang berdiri di tengah lapangan. Begitu pula dengan tim lawan. Rio dan kawan-kawan ikut mendekat.

Dion datang sedikit lebih lambat. Dia segera bergabung dengan rekan setimnya setelah berganti pakaian.

Mereka saling berjabat tangan dan melakukan foto bersama sebelum berpencar dan berdiri di posisi yang telah di tentukan oleh kapten tim masing-masing.

Sebagai penyerang, Farhan berada di garda terdepan. Posturnya yang menjulang tinggi dan atletis membuatnya tampak menonjol diantara yang lain. Punggungnya yang lebar sekokoh gunung.

Sambil berkacak pinggang Farhan menundukkan kepala. Orang lain mungkin mengira dia sedang bermain-main dengan bola dibawah telapak kakinya. Namun, sebenarnya dia sedang mengawasi posisi lawan dan mengatur strategi.

Farhan mengangkat wajahnya dan melirik Bimo. Tatapannya seolah memberi isyarat agar dia bersiap.

Farhan berencana mengoper bola kepadanya begitu wasit meniup peluit panjang tanda di mulainya pertandingan.

Setelah itu Bimo bisa melesatkan tembakan jarak jauh langsung ke arah gawang melalui celah sempit. Jika beruntung, itu bisa jadi gol pertama untuk mereka.

Farhan dan kawan-kawan cukup optimis dapat memenangkan laga kali ini. Mengingat timnya memiliki Bimo yang tendangannya keras dan akurat. Meskipun tembakan langsungnya terkadang tidak akurat, Farhan memiliki kecepatan dan gocekan yang cukup bagus.

Bimo mengangguk pelan sebagai jawaban kalau ia mengerti.

Dua orang itu tidak tahu bahwa Dion diam-diam mengawasinya sejak tadi. Matanya fokus menatap bola di kaki Farhan saat dia menyeringai. Dion menunggu dengan tidak sabar.

Wasit membunyikan peluit panjang tak lama kemudian. Farhan menendang bola ke belakang, sesuai rencana.

Si kulit bundar itu bergulir mendekati Bimo. Namun, sebelum bola itu mendarat di kakinya, seseorang menyambarnya lebih dulu.

Dion, yang telah memprediksi gerakan musuh berlari secepat kilat. Dia melewati tiga pemain lawan dengan mudah dan menceploskan bola di antara kaki penjaga gawang lawan.

Sandi bahkan belum sempat bergerak, tahu-tahu bola sudah bersarang di gawangnya.

Farhan dan Bimo melongo. Keduanya tak percaya timnya kebobolan hanya dalam hitungan detik. Kejadiannya begitu cepat hingga wasit pun lupa meniup peluitnya saat gol cepat itu tercipta.

Satu-satunya orang yang tidak terkejut adalah Dion, sang pencetak gol itu sendiri. Pria itu berlari kecil menuju ke tempat semula dan kembali bergabung dengan rekan setimnya.

Rio yang pertama kali pulih dari keterkejutannya. Dia mendekati Dion dan menepuk bahunya. "Kerja bagus, sobat," katanya dengan bangga.

Azril menyusulnya. "Apa kau robot? Kau cepat sekali, Dion."

"Bukan aku yang cepat, mereka yang kurang fokus." Dion menepuknya. "Bersiaplah, mereka akan melakukan serangan balik."

Benar saja, begitu wasit meniup peluit dan pertandingan kembali dilanjutkan, Farhan dan kawan-kawan bekerja sama membangun serangan dan terus menyerang.

Mereka beruntung tendangan Farhan membentur tiang gawang dan Dion berhasil menepis bola yang nyaris masuk ke gawang dengan kakinya yang panjang. Jika tidak timnya pasti sudah kebobolan dua kali.

Kali ini Farhan membawa bola seorang diri. Dia meliuk-liuk melewati pemain lawan berkat gocekannya yang menakjubkan.

Sayangnya dia gagal melakukan penyelesaian akhir dan harus kehilangan bola ketika berhadapan dengan Dion. Pria itu dengan mudahnya merebut dan melakukan serangan balik.

Farhan menggertakkan gigi saat berlari mengejarnya. Namun, kecepatannya tetap tidak dapat mengimbangi kecepatan pria jangkung itu. Gocekannya juga luar biasa.

Meskipun hanya seorang diri, Dion mampu memporak-porandakan pertahanan lawan. Bimo dan kawan-kawannya dibuat kewalahan olehnya.

Alhasil Dion kembali mencatatkan namanya sebagai pencetak gol sekaligus menambah keunggulan untuk timnya.

"Fokus! jangan biarkan apapun mengalihkan perhatian kalian," seru Farhan. Dia menjadi sedikit emosional setelah timnya kebobolan dua kali.

"Dia sangat cepat, aku tidak bisa mengimbangi kecepatannya," ucap Hendra dengan nafas terengah.

"Kalau begitu fokus halangi dia saja, jangan biarkan dia memegang bola. Bekerja sama lah dengan Andri."

Hendra mengangguk. "Oke."

Setelah beberapa kali gagal, Bimo akhirnya berhasil mencetak gol di menit tujuh belas.

Farhan dan kawan-kawan beradu tos untuk merayakannya. Mereka yakin bisa mengejar ketertinggalan bahkan mengunggulinya jika terus bekerja keras.

Pertandingan itu berlangsung sengit. Bahkan Ara yang hanya menonton di pinggir lapangan pun dapat merasakan ketegangannya.

Tidak peduli entah itu tim Dion atau Farhan, gadis itu bersorak setiap kali gol tercipta.

Babak pertama berakhir dengan skor 4 - 2. Dion dan kawan-kawan unggul untuk sementara waktu. Kedua tim berpencar dan beristirahat ditempat masing-masing.

Dion memisahkan diri dari timnya dan bergegas menemui Ara. Dia tersenyum saat gadis itu memberinya acungan jempol sambil berkata, "Kak Dion hebat sekali."

Ara menyodorkan sebotol minuman padanya begitu dia duduk.

"Terimakasih." Dion menghabiskan minumannya dalam dua kali teguk.

Melihatnya berkeringat banyak, Ara secara naluriah mengeluarkan tisu dari dalam tasnya. Kemudian dengan lembut mengelap wajah Dion.

Dion tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh wanita manapun. Kepeduliannya membuat hatinya meleleh. Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap wajahnya yang cantik.

Disisi lain Farhan menatap keduanya dengan mata membara. Jika tatapan bisa membunuh, Dion pasti sudah menjadi abu.

1
nadia noviana02_
up dOng....
Choirul Anna Soenarso
up terus Thor
Dayana
wah ara pingsan.. lnjut thor.
Lily Flow
iya kak
skrng lg fokus pngn namatin novel yg satunya dulu jd ini jarang update
tp lg berusaha biar update dua2nya
Dayana
kok lama bngt up thor..
Lily Flow
ok
Choirul Anna Soenarso
Thor ditunggu bersatunya Farhan Ama Ara
Choirul Anna Soenarso
Thor,satukan Ara dg Farhan donk
Choirul Anna Soenarso
sebenarnya cerita ini bagus,,sy lebih suka dg cerita cinta sederhana,,laki2 dari keluarga sederhana dan cewek nya dari keluarga kaya,
Choirul Anna Soenarso
Alhamdulillah akhirnya up juga,, lanjut
Choirul Anna Soenarso
kpn punya, ditunggu juga sampe lumutan
NR
Aaaaahhhhkkkk tidak 😱, Ara hanya milik Farhan. Dion biar sama aku aja😁
Kaina AR-RAHMA: kpn nih up y
total 1 replies
NR
aku meleleh... plis mas Han sama aku aja😁
Lily Flow: jangan
Mas Han punya Ara 😄
total 1 replies
Choirul Anna Soenarso
bagus
NR
Definisi gak pacaran tapi saling cemburu-cemburuan🤣. Makanya Ara buruan minta kejelasan sama Mas Farhan
Choirul Anna Soenarso
yaahh knp sih Ama fira segala,,ibunya juga pake jodoh2in segala
Choirul Anna Soenarso
sy suka cerita nya,, ditunggu kemesraan mereka
Choirul Anna Soenarso: teman tapi mesra
total 2 replies
Choirul Anna Soenarso
bagus banget
Zulfakarimafitri
lanjut dong
Lily Flow: di tunggu ya kak
total 1 replies
NR
laki kaya Mas Farhan ada dijual dishopee gak sih, aku mau beli😅🤣🤣
Lily Flow: coba di cek spa tau ada di kranjang kuning 😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!