“Aku mencintai Kak Zaky.” Ucap Naya pada sosok laki-laki yang berstatus sebagai kakaknya.
Air mata Naya tidak bisa ditahan lagi dan keluar begitu saja saat mengetahui kenyataan bahwa hari ini adalah hari pertunangan Zaky, yang tak lain adalah kakaknya. Atau lebih tepatnya kakak angkat.
“Kamu ini sedang mengigau ya, Nay? Kakak baru saja bertunangan. Lagipula kita ini bersaudara.” Ucap Zaky sambil meperlihatkan jari manisnya yang sudah tersemat cincin pertunangan.
“Aku berkata jujur, Kak. Dan tidak sedang mengigau. Apakah salah kalau aku mencintai Kak Zaky? Kita bahkan tidak ada ikatan darah sama sekali.” Tekan Naya sambil mengusap air matanya, lalu pergi meninggalkan Zaky yang masih diam membisu.
Yuk simak awal mula dan kelanjutan kisah cinta mereka🤗🤗
Happy Reading!😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 13 ~ Meresmikan Hubungan
Saat ini Naya sedang berdiri di balkon kamarnya setelah selesai makan malam bersama keluarganya. Tentunya dengan dosennya juga.
Naya tadi sempat melihat sekelebat tatapan kakaknya yang tak ramah tertuju padanya. Naya akui kalau akhir-akhir ini ia mencoba menghindar dari Zaky agar tidak terlalu lama terlibat kontak mata. Dan tadi tanpa sengaja ia melihat tatapan tak biasa dari kakanya membuat hati Naya juga bingung dan serba salah.
“Nay, apa Kakak boleh masuk?” tanya Zaky saat pria itu sudah membuka pintu kamar Naya dan masih berdiri di sana.
“Iya, Kak. Masuk saja.” jawab Naya dengan tenang.
Posisi Naya masih di balkon. Zaky pun akhirnya menghampiri adiknya ke sana. Berdiri tepat di samping Naya yang masih menatap langit malam.
“Sejauh mana hubungan kalian berdua?” tanya Zaky dan sontak membuat Naya menoleh ke arah kakaknya.
“Hubungan? Maksud Kak Zaky apa?”
“Hubungan kamu dengan Nevan. Nggak usah pura-pura tidak tahu.” Jawab Zaky tanpa melihat Naya.
“Baik-baik saja. Pak Nevan orangnya baik.” Jawab Naya. Ia sengaja bicara seperti itu agar terlihat baik-baik saja di hadapan kakaknya.
Zaky menoleh, setelah mendengar jawaban Naya. Dia sungguh terkejut mendengar jawaban adiknya. Jadi, selama ini adiknya sudah resmi berhubungan dengan dosen itu.
“Apa kamu mencintai dia?” tanya Zaky dengan suara tegas.
“Kalau cinta sih belum. Tapi selama dekat dengan Pak Nevan, aku merasa nyaman, Kak. Apa itu namanya cinta?” tanya Naya karena memang dia sangat awam dengan namanya cinta. Dan selama ini laki-laki yang membuatnya nyaman hanyalah Zaky. tapi tidak mungkin dia mengatakan secara blak-blakan pada kakaknya.
“Tidak. Nyaman belum tentu cinta. Dan Kakak yakin kalau kamu tidak mencintainya.” Jawab Zaky.
Naya hanya manggut-manggut. “Bukan tidak cinta, Kak. Tapi belum.” Lanjut Naya dengan tersenyum.
“Nay, lihat mata Kakak!” tiba-tiba saja Zaky memegang kedua bahu Naya dan memposisikan dirinya berhadapan langsung dengan Naya.
Naya berusaha menghindar dari tatapan kakaknya. Entah kenapa dia sangat gugup. Tapi Zaky tetap memaksanya untuk menatapnya.
“Kalau kamu benar-benar nyaman dan mulai mencintai dia, tatap mata Kakak, Nay!”
Jelas saja Naya tidak berani menatap mata Zaky. selain karena dia memang tidak ada perasaan apapun pada Nevan, alasan keduanya Naya tidak ingin perasaannya diketahui oleh sang kakak.
Tiba-tiba saja Zaky mengulas senyumnya saat melihat reaksi Naya yang tidak berani menatap matanya. itu tandanya Naya tidak benar-benar suka dengan Nevan. Setelah itu Zaky menarik tubuh Naya ke dalam pelukannya.
***
Hari mendebarkan bagi Naya akhirnya datang juga. siang ini Naya sedang menghadapi sidang skripsinya. Semalam dia hanya belajar sedikit untuk persiapan sidangnya. Terlebih setelah mendapat pelukan hangat dari sang kakak, membuat Naya sedikit lebih tenang.
Setelah kurang lebih satu jam berada di ruangan yang ujian, Naya keluar dengan perasaan yang sangat lega. Terlebih setelah dia presentasi dan menjawab semua pertanyaan dari tiga dosen penguji, Naya sangat puas dengan hasil penelitiannya. Apalagi ketiga dosen itu sampai memberikan tepuk tangan pada Naya.
“Naya!! Selamat ya!!” Milka menyambut Naya dengan memberikan buket bunga dan boneka pada sahabatnya.
Teman-teman dekat Naya lainnya juga tampak memberikan pelukan dan ucapan selamat pada Naya. Gadis itu benar-benar bahagia memiliki teman-teman yang sangat peduli.
“Naya!” tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang tidak asing di telinga Naya. Ternyata itu adalah si dosen pembimbing Naya, yaitu Pak Nevan.
Nevan baru saja keluar dari ruangan ujian. Pria itu juga membawa buket bunga yang sepertinya sudah ia siapkan sejak tadi.
“Selamat ya, Nay! Kamu benar-benar hebat.” Ucap Nevan dengan tulus, lalu memberikan buket bunga itu pada Naya.
Naya menerima buket bunga pemberian Nevan, seketika itu teman-teman Naya langsung bersorak heboh. Alhasil wajah Naya memerah.
Tak jauh dari tempat Naya, Zaky melihat itu semua. Laki-laki itu juga membawa buket bunga untuk menyambut kesuksesan adiknya setelah selesai sidang skripsi. Namun sepertinya dia terlambat. Apalagi Zaky melihat sendiri Nevan memberikan buket bunga itu dengan tatapan yang berbeda. Begitu juga dengan Naya.
“Nay, selamat ya! Maaf Kakak datang terlambat.” Ucap Zaky menghampiri adiknya lalu memeluk Naya dengan erat.
Naya kembali merasa nyaman saat berada dalam pelukan kakanya. Namun bukan perasaan nyaman sebatas kakak adik, tapi lebih dari itu. dan Nevan yang masih berada di sana melihat gerak tubuh Zaky saat memeluk Naya membuatnya semakin yakin kalau ada hal lain yang disembunyikan oleh Zaky.
Setelah memberikan buket bunga dan ucapan selamat pada Naya, Zaky segera pergi. Dia tidak suka melihat Nevan dekat dengan adiknya. Jadi lebih baik dia pergi saja daripada meluapkan emosinya di hadapan sang adik dan teman-temannya.
**
Kini Zaky sedang berada di restaurant bersama Reva untuk makan siang. Sejak tadi Zaky tampak melamun, meski ada Reva di sampingnya. Entah apa yang sedang mengganggu pikiran Zaky saat ini. namun yang pasti, itu tentang Naya dan Nevan.
“Sayang, kalau kamu ngajak aku makan siang tapi justru kamu diam terus seperti ini, lebih baik aku pulang saja.” kesal Reva yang sejak tadi diacuhkan oleh Zaky.
“Maaf. Aku hanya kepikiran tentang pekerjaan. Ya sudah, ayo lanjutkan makannya.” Ucap Zaky merasa bersalah pada Reva.
Namun Reva sudah terlanjur kesal dengan kekasihnya, ia tetap kukuh ingin pergi dari restaurant itu. namun dengan cepat Zaky mencegahnya.
“Aku kesal dengan kamu. Di hadapan kamu ada aku, tapi pikiran kamu kemana-mana. Lebih baik aku pergi saja.”
“Maaf, maafkan aku. please jangan marah! Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu saat ini.” ucap Zaky dan membuat Reva tertarik untuk mendengarnya.
“Apa?”
“Bagaimana kalau lebih baik kita meresmikan hubungan ini? kita bertunangan dulu?”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️