NovelToon NovelToon
Surat Penuh Cinta

Surat Penuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:69.3k
Nilai: 5
Nama Author: SANG PURNAMA

Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.

Sahabat Pena...

Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???

Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.

Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

"Ibu tidak perlu takut, saya pasti akan melindungi ibu. Saya tau ibu ini barusan mengalami KDRT kan. Dengan bukti sebanyak ini suami ibu bisa dituntut, kami akan melakukan visum ditubuh ibu untuk menjadikannya bukti di pengadilan nanti" tutur dokter wanita itu panjang lebar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sontak saja ketiganya melongo mendengarkan penuturan dokter tersebut, bagaimana bisa ia berpikir sejauh itu hanya dengan melihat kening Jessica yang terluka serta lebam yang ada pada tangan, punggung dan kakinya.

Langsung saja Jessica mengklarifikasi hal tersebut. "Bukan dok, bukan begitu. Tadi saya mengalami kecelakaan kecil di supermarket dengan tertimpa berbagai macam kaleng-kaleng makanan makanya jadi seperti ini" sahut Jessica cepat, ia takut hal seperti ini membuat Sekertaris Ren marah kepadanya.

Jessica sangat tau jika Sekertaris Ren adalah seseorang yang mengerikan dan sangat tidak bisa diganggu ketenangannya.

Namun sepertinya dokter tersebut masih tidak percaya. "Ibu tidak perlu takut, disini rumah sakit dan ibu dapat mengatakan yang sebenarnya, tenang saja" ucap dokter itu dengan menghunuskan tatapan tajamnya kearah Sekertaris Ren.

Ibu Sekertaris Ren pun mencoba memberi penjelasan agar tidak menjadi salah paham nantinya. "Tidak dok, menantu saya ini malah berani mengorbankan dirinya untuk menolong mertua seperti saya. Dia rela badannya yang menanggung sakit demi menyelamatkan saya. Dia menantu saya satu-satunya dan tidak mungkin kami menyakitinya" drama ibu-ibu dimulai dengan penuh derai air mata kepalsuan.

Sekertaris Ren mengerutkan keningnya mendengar ucapan ibunya barusan.

"Kenapa masalahnya menjadi runyam seperti ini" Sekertaris Ren berbicara dalam hati sembari memikirkan cara dan jalan keluar agar dirinya tidak dituduh melakukan KDRT.

Bagaimana bisa KDRT, istri pun bukan. Begitu mungkin pikir Sekertaris Ren.

Sekertaris Ren yang sedari tadi diam langsung berjalan mendekat ke arah ranjang pasien tempat Jessica duduk sekarang.

Hal yang tidak diduga terjadi.

Sekertaris Ren mengecup kening Jessica seperti tanda sayang seorang suami kepada istrinya.

"Sayang maafkan aku yang tadi tidak bisa menjaga kalian berdua, padahal kalian adalah wanita yang paling berharga di hidupku" ucap Sekertaris Ren dengan tiba-tiba memeluk Jessica.

Dengan posisi Sekertaris Ren yang berdiri dan Jessica yang duduk membuat kepala Jessica dengan nyaman bersandar di dada bidang Sekertaris Ren.

Sumpah demi apapun, Jessica saat ini malu luar biasa. Dirinya serasa ingin cepat mengakhiri drama ini dan lekas pulang dan tidur agar hari esok cepat datang serta dirinya dapat pula melupakan kejadian ini.

Sang ibunda tersenyum, sepertinya sesuatu yang sudah ia perkirakan berjalan mulus.

"Tidak sia-sia aku mengeluarkan air mata tadi, dengan begini aku bisa cepat mendapatkan menantu" Ibu Sekertaris Ren bersorak senang di dalam hatinya.

Drama pun berakhir dengan Sekertaris Ren yang mengantarkan ibunya terlebih dahulu pulang dan baru mengantarkan Jessica.

Jessica sangat malu sekarang, apalagi hanya ada mereka berdua di dalam mobil sekarang dengan posisi duduk yang bersebelahan. Jessica berusaha sekuat mungkin menghirup dan menghembuskan nafas dengan pelan agar tidak terdengar oleh Sekertaris Ren.

Begitu sampai dirumah Jessica langsung saja keluar dari mobil tersebut dan diikuti oleh Sekertaris Ren dengan barang belanjaan milik Jessica yang baru ia ambil dari bagasi.

Jessica langsung menyaut belanjaan tersebut dengan cepat dan menundukkan tubuhnya memberi hormat dan salam.

"Terimakasih atas bantuan dan tumpangannya Sekertaris Ren, saya sangat mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Permisi" ucap Jessica dalam sekali tarikan nafas dan langsung saja membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Sekertaris Ren begitu saja.

"Malam yang panjang dan penuh drama, entah apalagi yang akan terjadi nantinya. Aku merasakan sesuatu yang tidak beres akan menimpa diriku sendiri" ucap Sekertaris Ren dalam hati sembari meninggalkan kediaman Jessica.

Karena sekarang sudah hendak tengah malam Jessica pun memasuki rumahnya dengan tidak terlalu berisik karena biasanya di jam segini Rose sudah tidur. Dan benar saja ketika Jessica membuka kamar Rose ia lihat adiknya itu sudah tidur dengan lelap dan melupakan begitu saja pesanannya akan cheese cake tadi.

"Syukurlah.. Dengan begini aku tidak perlu repot menjelaskan masalah yang barusan aku alami. Biarlah menjadi rahasia ku sendiri"

* * *

Pagi harinya seperti biasa Rose dan Jessica sudah bersiap untuk berangkat ke gedung Agensinya dengan mobil yang dikemudikan oleh Alex.

Begitu sampai, mereka bertiga langsung saja menuju tempat tujuan perkara yaitu memberikan jawaban atas konfirmasi pemeran dalam film terbaru itu.

Mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk sudah menjadi kewajiban siapa saja dan begitupun ketika Jessica mengetuk pintu lalu dia beserta Rose memasuki ruangan tersebut dengan Alex yang senantiasa menunggu di luar.

Sepertinya suasana di ruangan ini terlihat menegangkan apalagi wajah Sekertaris Ren yang begitu mengerikan ketika menoleh kearah Jessica dan Rose.

Namun tetap saja ketampanannya tidak luntur sedikitpun,berbeda dengan Sekertaris Ren, David sepertinya terlihat serius juga namun wajahnya ia buat seperti biasa yang selalu datar.

Jessica dan Rose pun menjadi segan untuk berbicara, bahkan Rose sampai meneguk air ludah sendiripun menjadi susah.

Setelah dipersilahkan duduk, barulah kedua perempuan tersebut duduk dengan David dan Sekertaris Ren yang berjalan mendekati mereka.

David dengan santai mendudukkan tubuhnya berhadapan dengan Jessica dan Rose sedangkan seperti biasa Sekertaris Ren hanya berdiri dibelakang David. Namun ada yang berbeda, Sekertaris Ren sedari tadi nampak memandang terus kearah Jessica yang membuat wanita itu langsung saja menundukkan pandangannya karena malu.

"Apakah lukanya sudah sembuh, bagaimana mungkin dalam semalaman luka itu sudah hilang begitu saja"

Rupanya itu yang membuat Sekertaris Ren sedari tadi memandang ke arah Jessica.

Karena memang Jessica saat itu terlihat begitu natural tanpa ada sedikitpun luka ditubuhnya. Memang berbagai macam make up dan perawatan tubuh sekarang sangat bisa menutupi luka seperti itu.

Jessica sudah memperkirakan kalau Sekertaris Ren pasti akan memandangi dirinya nanti tapi tidak seperti itu juga yang secara terang-terangan tidak mengalihkan pandangan sedikitpun darinya. Sungguh Jessica dibuat malu rasanya.

Kembali ditengah keseriusan yang dihadapi oleh Rose dan David yang saat ini masih saling memandang.

"Jadi, bagaimana keputusan mu. Jika kamu menolak film ini maka Aurel akan dengan senang hati menerimanya" ucap David dengan wajah penuh wibawanya.

Rose nampak tersenyum miring melihat kearah David.

"Bisakah anda sampaikan permintaan maaf saya kepada Aurel, karena saya akan menerima tawaran peran di film itu" jawab Rose dengan senyuman yang penuh arti.

Sontak saja hal itu membuat Jessica terkejut karena ia mengira Rose akan menolak tawaran tersebut sebagaimana pembicaraan mereka tadi malam. Ternyata ia salah, Rose sepertinya akan menaruh genderang perang kepada Aurel kedepannya.

"Bagus, saya akan sampaikan permohonan maaf kamu nantinya kepada Aurel" sahut David dengan senyum tak kalah dari Rose tadi.

Sekertaris Ren terlihat membisikkan sesuatu kepada David yang sepertinya di setujui oleh David.

"Saya hanya ingin menyampaikan jika lawan main kamu nantinya adalah Artis yang juga berada dibawah naungan saya dan sekarang dia akan menuju kesini. Apakah kalian keberatan jika bertemu dengannya dulu sebelum pergi" tanya David.

"Dengan senang hati" sahut Rose tidak mau kalah.

Tidak seberapa lama terdengar suara ketukan dari arah pintu luar dan masuklah seorang laki-laki muda tampan namun tidak dapat mengalahkan ketampanan David dan Sekertaris Ren.

"Silahkan duduk" ucap David kepada laki-laki yang barusan datang itu.

Pandangan laki-laki itu tidak lepas dari Rose sepertinya laki-laki itu sedang memuja kecantikan yang dimiliki Rose.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Itu mata dijaga, kalo ngga mau dicolok sama si David 🙄🤣

1
it's me oca -off
em , hhh pada ga seneng aurel
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
lanjut lg dong
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kok ngk lanjut thorrrr... bikin pinisirin aja... lanjut donk🤔🤔🤔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Knp ngk up thorrr...🤔🤔
Yunia Afida
takut di rebut alex ya
lanlan
suka tidak suka klo yg masak orang yang kita cinta pasti rasanya enak kan pak David 🤭🤣🤣
lanlan
sangking asiknya berbelanja dan debat jadi gk sadar klo ada yg ngawasin sambil ambil foto mereka
lanlan
mode cemburu duo cogan 😂😂😂
lanlan
apa isi kotak nya ya . sampai membuat mereka meradang 🤔🤔
lanlan
wkwkwk belum juga menikah dh gk bisa berkutik,saat rose bicara gitu . langsung bungkam tuh mulut nya
Dave Navarro
wkwkwk cieee salting ya rose, merah tuh pasti pipi
Dave Navarro
buset jahat bnr si aurel berarti baik nya di dpn doang fans doang ya?
Dave Navarro
wkwkwk gengsi" jg dimakan ya vid?
Dave Navarro
nh bnr itu klo kgk suka gk ush dimakan
Dave Navarro
untung si rose percaya sm alasan mereka
tp itu siapa yg kirim surat nya?
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
mudah bagi David siapapun yang meneror rose,
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
aduhh aurel makan punggir jalan kebanyakan itu malah lebih enak dr pada diresto2 mahal loo...
Dave Navarro
nh lho alex di interogasi ada apa ya? 🤔😅
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
makanya hati2 lah Lex, jangan sampai jadi sasaran empuk David sama sekretaris ren
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
ayo lah vid sadar lah kalau rose itu sebenar nya vero
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!