DILARANG BOOM LIKE,
Ling wei adalah salah satu tokoh pendukung yang harus diperankan lea. Ling wei lemah, tidak berani melawan, pendiam dan penurut.
sejak lea yang memerangkannya, dia mengubah nasib ling wei menjadi karakter utama dalam novel. Bahaya dan hambatan selalu membuat lea terjatuh, demi bisa mengubah dirinya dalam novel, lea bangit dan memulainya lagi.
kerja keras dan usaha lea tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi tokoh utama dalam cerita.
ig: wahyuniunit2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalah pahaman
Pementasan drama sangat lancar, yanami sangat senang hari ini. Dia membelikan woobin baju sebagai hadiah karena berhasil membujuk ling wei.
Ling wei baru sampai di rumah, dirinya berbaring sebentar di kamar. Raniya datang yang mengetahui jika kakaknya sudah pulang.
"Kak ling wei, kita makan malam di kafe" kata raniya
"Aku capek raniya, lain kali saja"
"Ayolah kak ling wei, kita rayakan kesuksesan panggung kakak"
"Baik, aku bersiap dulu" kata ling wei yang merasa terganggu dengan adanya raniya.
Setelah raniya keluar, ling wei belum bangun untuk bersiap. Tubuhnya masih nyaman berbaring. Raniya yang menunggu lama, datang kembali ke kamar kakaknya.
"Kak ling wei belum siap? Ayo cepat keburu jian datang lebih dulu"
Ling wei membuka matanya mendengar raniya menyebutkan nama jian. Orang yang mengkhianati ling wei.
"Jian, kita makan malam bersama jian juga?" Tanya ling wei pada adiknya.
"Iya, aku mengundangnya. Bagaimana pun dia teman kak ling wei juga"
"Tidak, dia itu pengkhianat. Kau tidak tau apa yang dia lakukan padaku dan padamu juga?"
"Aku tau, tetapi semua itu hanya masa lalu"
"Raniya, pengkhianat tetap pengkhianat. Dia akan tetap berkhianat kepada kita nanti, dia mufah untuk di bujuk"
"Kak ling wei mengocehnya sebentar saja. Ini sudah magrib, kak ling wei bersiap cepat. Kalau tidak aku akan marah pada kakak" kata raniya tegas. Dirinya hanya berpura-pura mengancam ling wei agar kakaknya menurut.
"Iya, kakak datang" akhirnya ling wei mengalah, dia juga capek untuk berdebat dengan raniya.
****
Jian sudah lama menunggu, senyumnya terpancar ketika melihat orang yang sangat dia tunggu datang. Jian mempersilahkan raniya dan ling wei duduk.
"Maaf yah menunggu lama?" Kata raniya yang baru duduk.
"Tidak apa-apa, aku tau jika wanita suka lama jika berdandang" kata jian menoleransi.
"Kak ling wei harus tersenyum bahagia, kasihan jian dia sudah lama menunggu tetapi ekspresi kakak cemburut seperti itu" bisik raniya pada ling wei yang dari tadi wajahnya seperti tidak suka dengan jian.
"Aku sudah memesan makanan, semoga kalian suka" kata jian ramah.
Mereka mencicipi makanannya, ling wei tidak ingin bicara. Dirinya memilih diam mendengar pembicaraan raniya dan jian.
"Kak ling wei pasti senang, akhirnya fui man tersingkir" kata raniya yang membuat ling wei tersedak.
Ling wei menatap tajam raniya meminta penjelasan maksud perkataannya. Raniya dan jian terlihat senang, berbeda dengan ling wei yang bingun dan tidak mengerti.
"Kalian tau dari mana?" Tanya ling wei
"Kak ling wei bisa tenang sekarang, fui man tidak akan datang lagi menganggu" kata raniya
"Dia tergelam dalam danau, dia pasti sudah menghilang sekarang" timpah jian.
Ling wei semakin bingun, jian dan raniya mengetahui semua yang terjadi pada fui man. Padahal hanya ling wei yang berada di danau waktu itu dan melihat fui man tergelam.
"Bagaimana bisa raniya dan jian tahu masalah yang menimpa fui man? Padahal, beritanya kan belum tersebar di sskolah. Aku jadi curiga dengan mereka berdua, tetapi tidak mungkin raniya yang melakukannya. Dia sangat polos dan tidak tahu apapun" guman ling wei.
Ling wei memilih diam lagi, dia tidak mau bicara mengenai fui man. Tetapi dia selalu kepikiran keadaan fui man.
Keesokan Harinya....
Ling wei berencana menjengkuk fui man yang masih berada di klinik, tetapi di hadang oleh fao man di depan pintu.
"Kau mau apa datang ke sini? Belum puas melihat adikku koma, kau senang dan bahagia karena adikku terbaring lemah di klinik?" Kata fao man yang membuat hati ling wei sakit.
"Aku datang ingin memastikan keadaan fui man, aku juga khawatir fao man"
"Kau pikir aku percaya denganmu? Jangan datang menjengguk adikku. Kau hanya ingin membuatnya celaka. Iyakan?" Kata fao man yang semakin menjadi-jadi.
"Aku sudah berapa kali mengatakannya jika bukan aku yang membuat fui man seperti ini, mana mungkin aku melakukan hal bodoh seperti ini" kata ling wei dengan tegas.
"Kau tidak mau mengaku, kita tunggu sampai fui man sadar dan menceritakan semuanya" kata fao man sambil masuk ke klinik.
Ling wei tidak habis pikir, dirinya yang di salahkan. Dia tidak bisa mengelak di depan fao man, tetapi ling wei yakin, fui man akan mengatakannya jika bukan dirinya yang melakukannya. Walau sudah di usir, tekad ling wei melihat keadaan fui man tidak berubah. Dirinya mencari jalan untuk melihat keadaan fui man.
Fao man keluar dari klinik, membuat ling wei lega. Dirinya bisa menjenguk fui man. Ling wei masuk dan memastikan tidak ada orang di dalam. Hanya fui man yang terbaring menutup mata dengan berbagai peralatan. Hati ling wei sakit melihatnya, walau fui man selalu menganggunya, tetapi ling wei masih mempunyai rasa kasihan dan kemanusian.
"Fui man, aku minta maaf karena terlambat menyelamatkanmu, aku minta maaf karena belum bisa menepati janjiku untuk menjahui woobin. Aku berusaha untuk menjauhi woobin, tetapi lagi-lagi aku harus berurusan dengannya. Maaf dari hati yang mendalam" kata ling wei melihat fui man uang masih setia menutup mata.
Tanpa di sadari, air mata ling wei jatuh dan mengenai tangan fui man. Ling wei buru-buru menghapus air matanya di tangan fui man. Tetap di saat fao man datang dan melihat
"Apa yang kau lakukan? Kau mau melepas infus adikku?" Fao man menjadi salah paham.
"Kau benar jahat ling wei, menjauh dari adikku sekarang!" Teriak fao man dengan marah.
"Aku tidak ingin melepas infus fui man, aku hanya...." ling wei berusaha menjelaskan tetapi dia tidak tau bagaimana cara memberitahu fao man.
"Aku yakin kau ingin membunuh adikku, kau khawatir jika dia hidup dan mengatakan jika kau pelaku di balik semua ini" kata fao man sambil mendorong tubuh ling wei terjatuh ke lantai.
udah dibuat penasaran 😕
Authornya gemar banget buat pembacanya penasaran 😂😂😂
Auto ngebut 😈😈
Panggung, tokoh pendukung, dan lain-lain! Yang kutangkep, So-hee ini udah sadar ya?
My Ice girl saranghae mampir ksih dkungan..
semangat ya..
klo smpat mampir jg..