NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Cinta Lokasi

Berbagi Cinta : Cinta Lokasi

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Duniahiburan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ina_Kaikamahine

Jayadi / Jayden, seorang penyanyi yang videonya viral di Youtube mendapatkan tawaran kontrak kerja dari sebuah manajemen artis dengan syarat ia tidak akan menikah selama kurun waktu dua tahun. Hal itu menjadikannya bimbang karena ia sudah menikah beberapa bulan yang lalu dengan Delia. Walaupun pernikahan mereka berlangsung secara siri, karena tidak disetujui oleh orang tua Delia.

Dukungan Delia kepada Jayden akhirnya membuat Jayden menerima tawaran tersebut, walaupun konsekuensinya ia harus menyembunyikan statusnya dari publik.

Tapi hal yang tidak mereka duga terjadi. Karena sebuah alasan, Jayden terpaksa harus menikahi rekan duetnya, Bintang / Baby B. Dan berakhirnya mereka yang harus tinggal bersama.

Bagaimana kisah rumah tangga Jayden, Delia, dan Bintang selanjutnya? yuk baca ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina_Kaikamahine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Improvisasi

Jayden masih mencoba menghubungi Delia entah untuk yang ke berapa kalinya. Beberapa pesan bahkan belum dibacanya. Telepon pun tidak diangkatnya. Ia juga melihat Delia terakhir online tiga jam yang lalu. Saat Delia bilang akan pulang. Jayden menjadi khawatir, takut sesuatu hal buruk menimpanya. Bagaimana kalau ... Ah, Jayden segera menepis pikiran buruknya sendiri.

“Jay, bentar lagi on air ya.” Seorang crew mengingatkan Jayden. “Kamu bersiap di backstage, begitu pembawa acara memanggil, masuk bersama dengan Bintang.”

“Oke,” jawab Jayden.

Jayden sudah bersiap dengan setelan casualnya. Kaos oblong berwarna merah, dipadukan dengan jaket dan celana denim dan juga sneakers berwarna senada. Hari ini ia akan menjadi bintang tamu di acara Black and White.

Sekali lagi, ia membaca kertas yang berisi jawaban yang akan pembawa acara tanyakan padanya dan Bintang. Setelah yakin menghafalnya, ia menyimpannya di dalam tasnya, juga bersama dompet dan ponselnya.

Di lain sisi, Bintang pun sudah bersiap. Dress mini dengan rok slimfit di atas lutut berwarna merah menjadi pilihannya saat ini. Dipadukan dengan high heels berwarna senada yang menampakkan kaki jenjangnya saat berjalan. Rambut yang dibiarkan tergerai, serta make up minimalis yang menambah kecantikan wajahnya.

Lima menit membuka acara, Jayden dan Bintang dipanggil masuk oleh sang pembawa acara. Pria bertubuh sedikit gemuk dengan rambut klimis tersebut mempersilakan dua tamunya yang sedang menjadi trending topik di berbagai sosial media tersebut untuk duduk di sofa yang telah disediakan.

Wawancara pun dimulai. Bintang dan Jayden bergantian menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang mereka siapkan. Keduanya tampak seperti pasangan yang saling mencintai.

Pertanyaannya seputar awal karier mereka, bagaimana pertama kali masuk dunia entertainment, dan tentang rencana album mereka yang akan datang. Apakah ada rencana solo album, atau tetap duet. Jayden menjawab sesuai dengan contekan yang ia pelajari beberapa saat yang lalu. Dave yang memberikannya.

“Terakhir nih, soal hubungan kalian. Ada rumor kalau hubungan kalian itu hanya untuk mendongkrak popularitas. Gimana kalian menanggapinya?” tanya si pembawa acara.

Jayden dan bintang saling pandang. Pertanyaan ini tidak ada dalam draft.

“Itu hoax! Jangan dipercaya. Hubungan kami serius, iya kan Jay?” Bintang yang menjawab.

“Iya.” Jayden menimpali. “Cuma orang bodoh yang memakai cara-cara rendahan seperti itu hanya demi uang dan popularitas.”

Dan akulah orang bodoh itu. Batin Jayden.

Semua penonton bertepuk tangan mendengar jawaban Jayden.

“Jadi sejak kapan kamu mulai menyukai Bintang?” tanya pembawa acara itu lagi.

Jayden tiba-tiba tersenyum. Ia teringat pertemuan pertamanya dengan Delia beberapa tahun silam. Saat itu, ia begitu terpesona melihat senyum manis Delia yang tengah bercanda bersama teman-temannya di cafe.

“Sejak aku melihatnya pertama kali di cafe beberapa tahun lalu.” Jawaban spontan Jayden membuat Bintang seketika memegang tangannya.

“Jadi bagaimana sebenarnya kalian bertemu? Tadi Bintang bilang kalian bertemu di Chan Management, tapi kamu mengatakan hal yang lain?” pembawa acara tampak bingung. Pun dengan Bintang. Jawaban yang Jayden berikan tidak sinkron dengan jawaban Bintang.

Sadar akan kesalahannya, Jayden sedikit berimprovisasi. Setidaknya itu yang ia anggap, jika tidak ingin menyebutnya dengan 'berbohong untuk menutupi kebohongan lainnya'.

“Sebenarnya, aku sudah menyukainya semenjak pertama kali melihatnya di cafe, bertahun-tahun yang lalu. Melihat senyumnya, tawanya, dia begitu sibuk bercanda bersama dengan teman-temannya hingga tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya. Seorang laki-laki pengecut yang sangat ingin berkenalan dengannya.” Dia yang Jayden maksud adalah Delia. Oke, Jayden tidak berbohong untuk itu! Tapi ia sudah menyesatkan pikiran pemirsa dengan kata 'dia'. Penonton beranggapan 'dia' yang Jayden maksud adalah Bintang.

Jawaban Jayden membuat hati para wanita di studio menjadi meleleh. Pun dengan Bintang. Ia tidak bisa memungkiri ada sesuatu di sudut hatinya yang tersentuh. Apakah ia mulai menyukai pacar kontraknya?

“So sweet ...,” ucap pembawa acara tersebut. “Kamu benar-benar tidak menyadarinya Bi?” pertanyaan kali ini ditujukan untuk Bintang.

Bintang menggeleng, “seperti yang aku bilang tadi, aku tahunya kami bertemu di Chan Management. Aku tidak tahu Jay sudah menyimpan rasa sama aku dari lama.” Bintang menoleh ke arah Jayden dan tersenyum.

“Oke, karena waktu sudah mau habis, terakhir nih. Buat Jay, ada yang ingin kamu katakan kepada Bintang?”

Jayden menarik nafas dalam, dan mengembuskannya perlahan. Ia memenuhi isi kepalanya dengan Delia, agar ia mudah untuk mengungkapkan cinta.

Bola mata Jayden mengarah kepada Bintang, tapi dalam bayangannya, itu adalah Delia. “Sayang, aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku hanya bersama dirimu, karena aku tahu ada di sampingmu adalah kebahagiaan yang besar untukku. Terima kasih kamu selalu memberikan yang terbaik untuk membahagiakanku. Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku. Kamu adalah cinta pertama dalam hidupku, dan aku ingin kamu yang menjadi terakhir bagiku. I Love you, now, and forever.”

Seisi studio bertepuk tangan usai Jayden mengatakannya. Mereka bisa melihat ketulusan dan kejujuran di mata Jayden.

Sementara itu, Bintang merasakan satu hal aneh di sudut hatinya. Sesuatu yang mendorong jantungnya berdegup lebih kencang. Sesuatu yang mendorong bibirnya untuk tersenyum. Sesuatu yang membuat dirinya merasa melayang.

Perasaan apa ini? Batin Bintang. Ia bahkan harus memegang dadanya untuk menetralkan kembali debaran jantungnya.

Acara pun di tutup. Bintang menjadi speechless karena ungkapan cinta dari Jayden. Ia kagum, Jayden bisa mengatakan hal seperti itu bahkan tanpa teks dan persiapan.

Semenjak keluar dari studio, Bintang lebih banyak diam. Tapi ia terlihat senyum-senyum sendiri.

“Bi!” Pria yang baru saja membuatnya melayang menghampirinya. “Maaf soal tadi.”

“Soal apa?” tanya Bintang.

“Pertanyaan tadi tidak ada dalam draft, jadi aku harus berimprovisasi. Maaf tidak membicarakannya dulu.”

“Oh ... Itu ... It's oke,” jawab Bintang. “Soal ucapan cinta itu ... Bagus!” lanjutnya dengan hati berdebar.

“Oh ... Soal itu ... Ya, aku akui, aku sedikit mendapat bantuan.”

“Bantuan?”

“Ya, ternyata cukup mudah jika kita membayangkan orang yang kita anggap istimewa ada di hadapan kita. Kata-kata itu menjadi keluar begitu saja.”

“Delia?” tanya Bintang meyakinkan.

Jayden menoleh ke kiri dan ke kanan, “jaga rahasia ya.”

Bintang diam mematung.

“Oke kalo gitu aku duluan ya, Bi. See you.” Jayden pergi begitu saja sari hadapan Bintang tanpa menunggu jawabannya. Ia ingin segera bertemu dengan Delia, dan memastikannya baik-baik saja.

Bintang masih berdiri di sana. Menatap kepergian Jayden yang begitu cepat menghilang. Baru saja beberapa saat yang lalu ia merasa hatinya berbunga-bunga, kini ia bagai terhempas ke dasar bumi usai melayang tinggi ke angkasa.

Harusnya Bintang tahu, ucapan cinta itu bukan untuknya. Cinta yang mereka tunjukkan di depan layar kaca adalah akting. Kenapa ia malah menganggap ini serius? Bintang tersenyum kecut menyikapi kebodohannya sendiri.

“Jay ...,” ucapnya lirih.

1
Elok Pratiwi
sangat buruk ..... halu tingkat tinggi ... klo bikin cerita mbok iyao disesuaikan dg kenyataan ... bikin cerita kok merendahkan harkst wanita ... sangat tidak menarik
merry sengkey
😭enapa saya mala nangis baca part ini ya😢
Sulati Cus
horang dptnya dg cara kotor
Sulati Cus
ternyata buaya
Sulati Cus
gimana perasaan ortu Delia melihat anaknya di duakan???
Sulati Cus
serasa g ada guna pengorbanan mu Delia
Sulati Cus
lagu nya si dewa 19 vikalis ari lasso th 90 an
Sulati Cus
lah knp si Adel g nyari kerja sayang ijazah nya
Sulati Cus
pedes nya kata2 si pamer
Sulati Cus
pasti endingnya janji tgl janji
Sulati Cus
kyknya menarik pgn liat keputusan ortu apa keputusan Delia yg benar
Arini Hidayati
kisahnya bintang sama farel gak ada lanjutannya thor??
Ina Kaikamahine: Belum ada rencana kak 😂
total 1 replies
Rini Haryati
bagus ceritanya
sukses
semangat
Sully
Harusnya "life must go on", bukan "live must go on" thor
Sully: Sama2 thor. Semangat ya thor!
total 2 replies
amiamiii
seperti roman picisan
Munir Co
smpai sini mlai ksel ama alur crtanya
Fa Rel
alah bukanya pas tinggal ma cwek.itu dia mulai suka knp g suka krakter jay kurang tegass jd cwok
Fa Rel
rasain lu.jaiden menjijikan.sih lu
nuellubis
luar biasa sekali! 👍

PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN
Cita Solichah
syukkkaaaaaa sama semua karyamu author.. ceritanya beda dr yg slama ini aq baca. episodenya tdk trlalu panjang tp jg tdk trkesan trburu2. 2 novelmu sdh aq baca semua. aq jd pemuja beratmu author...cusss bikin karya lg yg baru. semangat!!
Ina Kaikamahine: Makasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!