NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali, Sang Dewa Maha Tahu

Kelahiran Kembali, Sang Dewa Maha Tahu

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / System / Barat / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mad Kojer

Kelahiran kembali seorang Dewa maha tahu. Yang mana, ia mengetahui segala macam pengetahuan dan hal hal lainnya. Namun, kehidupannya bukanlah sebagaimana ia adalah Dewa.

Dia terus menerus harus menuruti semua permintaan Tuhan pencipta. Dalam perkataan Tuhan pencipta, ''Ini adalah tugas terakhirmu, selamatkan Planet bumi dari Invasi Ras Galgara.''

Namun Sang Dewa Maha Tahu, mengetahui itu hanyalah omong kosong belaka.

haaaahhhhhh.

Menghela nafas berat Sang Dewa Maha Tahu. Akhirnya, ia dikirim menuju Planet Bumi dan berusaha menumpas habis semua Galgara yang ada.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷.

Novel tak ada sangkut pautnya dengan keagamaan ataupun tradisi lainnya. kemungkinan, banyak yang sama dan hal sebagainya.

Novel juga, lebih ke Romantisan dan ngak begitu banyak actionnya.

tetap Kalm dan selalu

Coment

Like

Subscribe

vote juga ngak papa.

Untuk Update. Author janjikan up nya hari minggu dan senin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.12 Pertarungan Tak Berguna Dan Kisah Masa Lalu Yang Kelam.

Arena Keluarga Alvonia.

Jam 6.30 sore.

Di arena yang dikelilingi oleh penonton yang rata rata adalah Perempuan. Azra dan Zepas sang kepala keluarga Asford saling berhadapan menggunakan pakaian yang cocok untuk pertandingan latih tanding.

Beberapa seru seruan tak tau malu terdengar di telinga Azra. Omongan penonton tersebut adalah mengenai dirinya ketika masihlah kecil dan menjadi bahan hiburan bagi keluarga Alvonia. Karena, Azra dipaksa harus memakai Cross-dress.

Tentunya, penampilan Azra saat ini benar benar 180° berbeda total dengan dirinya diwaktu kecil yang begitu cantik mengalahkan model papan atas.

Penampilan tegas penuh aura kewibawaan dan fitur wajah Azra tampan, membuat rata rata semua penonton wanita ada beberapa yang mimisan.

''Azra... bolehkah aku memanggilmu seperti itu?.'' Sebelum bertarung, terlihat Zepes berusaha mengenal lebih jauh mengenai Azra.

''Silahkan, tuan Asford.'' Azra tak memeprmasalahkan panggilan yang kepala Keluarga Asford tersebut padanya. Selama masihlah dalam batas sopan dan saling menghargai, Azra menerimanya.

''Mendengar pembicaraan para penonton, sepertinya kau terkenal dengan kecantikan bukan ketampanan. Apa ada masalah dengan masa lalumu?.'' Terheran Zepes dengan masa lalu Azra yang membuat wanita wanita keluarga Alvonia saja memanjakannya.

Namun, berbeda dengan Azra. Azra tak peduli lagi dengan Zepes. Masa masa 12 yang lalu adalah paling kelam bagi Azra. Dan lawan duelnya menanyakan hal tersebut,... maka, jangan harap berbelas lagi.

''Kutarik kembali ucapanku tadi, paman. Lebih baik kau persiapkan dirimu, kalo tidak... kau bisa mati, lo!.'' Terdengar lembut penuh wibawa.

Namun, bagi Zepas, suara tersebut langsung dapat membuat insting serta kewaspadaannya meningkat dengan begitu tajam. Seolah, hal tersebut Azra dapat mengontrolnya.

Tanpa basa basi, Zepan langsung mundur dan mencoba menjauh sejauh mungkin dari Azra. Ia menatap seirus penuh kewaspadaan pada Azra dan lingkungan sekitar.

''Kupuji kau, paman. Karena tak gegabah mendekatiku.'' Cara bicara Azra sudah lagi tak sesopan sebelumnya. Mukanya juga menggelap karena kesal di ejek menjadi perempuan mulu.

Rambut Azra yang merah darah secara tiba tiba, terhempas pelan seakan slow-mo pada rambutnya. Suhu udara menjadi turun drastis membuat geudung arena berisikan 10.000 orang penonton menggigil kedinginan.

Yang paling parah adalah Zepas. Dimana, seluruh tubuhnya serasa mati rasa karena suhu dingin tak wajar yang dikeluarkan Azra.

''!.''

Suhu, waktu, dan hal lain lainnya terbekukan. Tak dapat merasakan suhu apapun. Waktu tak berjalan. Hanya kesadaran seseorang saja yang masih dapat berfungsi ketika Azra mengucapkan sebuah Skill dengan lantang.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki terdengar dalam kesunyian paling dalam. Orang orang yang kesadarannya dapat melihat Azra berjalan dengan santai, mereka bergidik ngeri ketika menatap Azra berjalan membawa sebuah katana berwarna biru yang menindas kesadaran yang bertahan dengan keputusasaan.

Seakan, kesadaran kesadaran orang orang yang berada didalam gedung arena merasakan keputusasaan yang tak pernah mereka rasakan. Walau ini hanyalah ilusi, namun dapat dipastikan mental mereka terguncang hebat.

''Ini adalah perluasan ruang domain dalam element utamaku. Semua hal entah itu kenyataan maupun ilusi akan terbekukan secara permanen selama itu masih dalam domainku. Selain kesadaran yang tidak dapat kubekukan, semua unsur kenyataan dan maya dapat kubekukan dan kuhancurkan sesuka hati. Hanya saja, sebagai pewaris Keluarga Alvonia, aku tak ingin mengotori tanganku hanya untuk membunuhmu, paman. Mengungkit masa laluku yang paling ingin aku hilangkan adalah keinginan besarku. Jadi, jangan pernah kau ulangi kembali.'' Nada Azra penuh ancaman dan kebencian dalam setiap kata katanya. Suaranya juga menggema ke seluruh gedung membuat semua kesadaran yang ada, dapat mendengar dengan jelas.

Ctaakkk.

Craaaakkl retaaaakkk.

Dalam satu jentikan jari. Seakan ruang retak dan waktu serta semua hal dapat bergerak kembali lagi seakan tak terjadi apa apa.

Secara tiba tiba, Azra menghilang dari arena tanpa mengucapkan sepatah kata lagi dan meninggalkan para penonton serta Zepas dalam keadaan ketakutan.

Tak berhenti dari situ saja. Ketika suara retakan telah berakhir. Suhu yang begitu dingin hingga mencapai tirik dimana bisa membekukan air langsung memenuhi gedung arena tersebut.

''Keluarga Alvonia melahirkan pewaris monster sesungguhnya. Ini akan menarik kedepannya lagi.'' Zepas yang bergumam mengingat kembali perluasan ruang domain yang Azra tunjukkan. Dia tersenyum penuh makna walaupun bibirnya bergetar hebat karena kedinginan.

****

Setelah pertarungan yang tak terduga terjadi. Banyak rumor maupun berita kekalahan dalam sekejap dari kepala keluarga Asford.

Memang tak bisa dipercaya, bahwa Zepas von Asford yang memiliki kekuatan 500 ribuan harus kalah dengan pewaris keluarga Alvonia yang jarang sekali orang mengetahuinya bahkan sangat sedikit.

Pewaris keluarga tersebut yang malah dibicarakan saat ini sedang dalam bar keluarganya sendiri.

Pelarian Azra untuk menenangkan dirinya hanyalah Bar minum anggur bersama cemilan ringan.

Tak ada orang yang minum di bar keluarga karena memang banyak anggota keluarga Alvonia lebih memilih minum di rumah masing masing.

Seorang bartender wanita berjalan mendekat ke Azra. Wanita ini memiliki rambut berwarna putih. Wajahnya memiliki bulu mata putih dengan mata biru safir dengan kecantikan diatas rata rata, namun aset penting wanita, yaitu semangka dan bok*ng yang montok serta sexy-lah membuat sedap dipandang mata dan tak pernah puas. Hanya saja, diwajahnya terdapat tato layaknya nge cosplay Ryoumen Sukuna.

((Ilustrasinya.))

''Sudah 12 tahun lebih, Tuan muda tak datang kemari lagi. Ada apa, Tuan Muda?. Hingga kau memiliki Ekspresi seperti itu?.'' Sapa lembut dan tulus, wanita bartender ini.

''Kau tau, mbak Rine. Aku trauma ketika banyak orang keluarga kita yang mengingat kembali masa masa 12 tahun yang lalu. Itu benar benar membuat mimpi buruk bagiku.'' Terus terang saja, Azra mengungkapkan isi hatinya sembari meminum wine didepannya.

''Yahh, tuan muda. Aku hanya bisa bilang,... Ganbare ganbare. Yang artinya, semoga beruntung, semoga berhasil. Jargoan tersebut kalo ngak salah dari Ryoumen Sukuna di anime Jujutsu kaisen. Intinya, semoga tuan tetap tabah dengan kehidupan tuan.''

Banyak basa basi terus ngak penting penting amat Bagi Azra mendengar ucapan semangat dari bartender wanita ini. Namun, sebagai balasan. Azra membalas dengan sebuah kepahitan bagi wanita didepannya.

''Ya, aku tau, dan terima kasih. Ini juga untukmu, mbak Rine. Semoga kau beruntung dan berhasil mendapatkan pasangan hidup serta tak menyendiri di Bar menyedihkan ini.'' Tersenyum kecut, Azra mengatakan hal tersebut.

Mbak Rine yang mendapat balasan Azra yang kejam. Matanya langsung berlinang air mata sedih mendalam menatap benci dan kesal kepada Azra.

*****

Keseharian Azra pada masa 12 tahun silam hanyalah pergi ke Bar keluarganya bila ia mendapati akan di cross-dress kan oleh keluarganya sendiri.

Selama 8 tahun itu. Azra tersiksa mental akibat diperlakukan layaknya perempuan di keluarga ini. Namun, pada waktu ia berumur 3 setengah tahun. Tanpa sengaja, Azra sampai di sebuah bar dimana itu adalah Bar yang dimiliki Keluarga Alvonia sendiri.

Alvonien's Bar.

Selama di bar ini. Azra merasakan ketenangan dan kedamaian ketika merasakan hidup di bar selama beberapa jam dengan minum dan makan.

Hanya satu pelayan yang di bar ini. Yaitu Rine von Alvonia, salah satu anggota keluarga Alvonia. Tidak seperti anggota keluarga yang biasanya. Dimana, Rine adalah keturunan asli dari keluarga ini namun memiliki rambut berwarna putih serta rune rune garis di wajahnya.

Rine menilai dirinya tak pantas karena perbedaan rambutnya yang berwarna putih, akhirnya berniat menjadi bartender saja di keluarganya.

Walaupun, dapat dipastikan, bahwa 1 tahun saja bisa tidak ada orang yang mau mengunjungi bar.

Rine sebenarnya tidaklah didiskriminasi ataupun dikucilkan dan dibenci. Hanya saja, dia terlalu menilai rendah dirinya sendiri tanpa mempedulikan pendapat orang lain.

Azra yang melihat ini. Ia merasa iba, akhirnya delama 2-3 hari dalam sekali Azra menemani Rine dalam kesendiriannya di bar.

Hari hari berlalu bagi Azra yang tersiksa mentalnya, dan akan selalu melakukan pelampiasannya di bar ini. Alkohol dan wanita cantik sexy montok membuat Azra sedikit dapat melepas beban pikiran dan guncangan mentalnya.

Walau secara harfiyah Azra hanya memandangi tubuh Rine dan meminum alkohol, namun bagi Azra waktu waktu tersebutlah yang membantu dirinya dalam kesulitan.

Dan juga, masa lalu Azra tak banyak yang mengetahui dirinya sebagaimana adalah tuan muda dari keluarga Alvonia. Itu dikarnakan pertikaiannya dengan keluarga Ninyang semakin memanas dan berlanjut dalam kondisi dimana satu dua kali pembunuhan terjadi.

Keluarga Ninyang yang mengincar {Fragmen kegelapan khusus Yin} benar benar melakukan pergerakan hingga tindakan melakukan pembunuhan, membuat semua anghota keluarga Alvonia haruslah melindungi setengah mati Azra agar tak direbut oleh Keluarga Ninyang.

Sejarah kaum laki laki yang terlahir dari keluarga Alvonia memang menjadi kenyataan disaat Azra terlahir.

Banyak kejadian yang tidak dapat diprediksi oleh Keluarga Alvonia. Keuntungan bisnis, kemakmuran keluarga, harmonisnya keluarga, itu semua mulai tercipta tanpa sadar ketika Azra telah terlahir dalam keluarga tersebut.

Hanya saja, berbeda dengan kemakmuran dan harmonisme yang keluarganya rasakan. Azra begitu tersiksa mentalnya ketika berumur 1 tahun.

Dimana, kecantikan belia dari sosok laki laki yaitu Azra sendiri membuat semua anggota keluarga heboh setengah mati.

Mereka semua tak dapat mengungkiri bahwa kecantikan Azra di waktu tersebut membuat banyak wanita dalam keluarga iri. Karena merasa cemburu, mereka semua memeprlakukan Azra layaknya boneka yang diganti gantikan pakaian wanita setiap harinya.

Mental Azra yang telah hidup sebagai lelaki sejati selama 100 juta tahun. Haruslah menanggung malu karena kelemahannya sendiri dan kalah dari wanita. Ini adalah hal yang membuat Azra trauma berat tiap malamnya tak bisa tidur tenang.

Ekspresi mereka yang layaknya psycopath berdarah dingin, menatap Azra layaknya mainan tak tergantikan. Membuat pusing tujuh keliling Jagat Raya bagi Azra.

Bahkan pelayan pribadinya saja, sudah merenggut keperjakaannya ketika Azra masih berumur 4 tahunan. Malang,... kasian, tentunya itu tidaklah cukup bagi Azra yang sudah drop mental tak karuan.

Hanya satu sosok wanita dalam keluarganya yang tak memiliki sifat Yandere kepada dirinya. Rine von Alvonia, dialah yang menjadi sosok malaikat bagi hidup Azra selama sebelum dia pergi meninggalkan keluarganya 12 tahun.

Mbak Rine lah yang membuat Azra merasakan ketenangan dan tawa bebas kegembiraan dikala mereka saling bercanda satu sama lain.

Namun, satu hal yang membuat Azra terganggu dengan Rine ini. Dimana, wajahnya terdapat tato lukisan seperti Sukuna dan juga mengeluarkan aura misterius bagi sekitarnya.

Setelah dua tahun berlalu Azra menemani Rine dalam kesepian tanpa pendatang bar. Azra menemukan hal yang tak terduga dari asal usul tato yang dimiliki oleh Rine diwajahnya itu.

Itu bentuk dari salah satu Elemen lanjutkan. Dimana, Rine dapat mengontrol Ilusi dan {Yin Yang}. Berkat elemen {Yin Yang}, elemen tersebut memiliki kesadarannya sendiri. sehingga, tubuh Rine menampung dua jiwa bersamaan. Dan tato tersebut adalah jiwa Element {Yin Yang}.

Jiwa Elemen {Yin Yang} sendiri, membuat tubuh Rine memiliki 3 kepribadian. Netral, selalu baik, dan kurang ajar keterlaluan. Kertergantungan kondisi dan keadaan, selama kondisi biasa biasa saja tanpa masalah, Rine akan bersikap seperti biasa.

Namun, bila merasa iba ataupun kasian terhadap sesuatu, maka Rine akan melakukan kebaikan atau bersikap baik kepada semua orang.

Dan untuk yang buruk dan kurang ajar. Itu tergantung apakah Rine sedang kesal atau mudah tersinggung dan marahan, dengan kata lain emosionalan. Ini juga yang menjadi masalah bagi Rine, cara bicara maupun kepribadiannya langsung berubah total dengan perlakuan kasar dan kurang ajar.

Namun, sepertinya ketika Azra berada didekat Mbak Rine, Rine dapat tenang dan berprilaku layaknya seorang gadis biasa dan tak terpengaruh oleh 3 kepribadiannya.

Azra sadar, ketika hal ini ia tahui. Ia berniat untuk membantu Rine dalam kesepiannya di bar yang sepi sekaligus menyedihkan seakan hanyalah ruang kosong.

*****

''Mbak Rine...'' Ucap Azra demi mengundang perhatian Rine.

''Iya, Tuan Muda?.'' Santai Rine menjawab.

''Bagaimana bila kau menjadi pelayanku saja. Karena sebentar lagi, aku akan berangkat ke akademi Astaroth dan pastinya disana aku membutuhkan pelayan untuk mengurusi berbagai masalah akademi dan lain lainnya. Jadi...?.'' Azra tak tega melihat 16 tahun lebih 6 bulan, Rine selalu sendirian. Walau hanya satu dua pengunjung ke bar, itu juga pastinya menunggu waktu yang begitu lama dan pastinya Rine bisa saja depresi dan tak tahan dengan kesepian.

Ekspresi Rine berubah rubah ketika mendengar saran Azra. Memang benar, dirinya kesepian,... tidak!. Sangat kesepian karena dia pun seorang wanita, dia pun membutuhkan seseorang untuk menempati hatinya yang kesepian. Namun, karena sifatnya yang terkadang berubah rubah dan tak dapat ia kontrol secara penuh. Ia tidak bisa membiarkan kepribadiannya menyinggung orang dan mengibarkan bendera kematian untuknya.

Azra memahami juga, ekspresi yang ditujukkan oleh Rine. Hanya saja, dia pun yang sebagai dewa maha tahu saja, cukup awam baginya untuk memahami mengenai hal ini. Karena, bagi Azra akan sangat jarang bahkan mustahil bagi dirinya menemui orang yang memiliki Elemen {Yin Yang} seperti mbak Rine.

'Sistem, apa kau tau bagaimana cara mengatasi kepribadiannya?.' Hanya sang sistem maha tahu nomer satu, yang bisa Azra tanyai.

[Pada awalnya dan paling dasar, Elemen {Yin Yang} adalah hanya sebatas Elemen lanjutan. Walaupun Elemen tersebut memiliki kesadaran dan jiwa, namun itu sangatlah tidak seimbang dan sempurna. Cukup sempurnakan dan seimbangkan saja, maka orang yang memiliki Elemen ini akan dapat mengontrolnya dengan mudah.]

Mendengar suara datar tanpa emosi dikepalanya. Azra tersadar dengan kebodohannya.

'Heh, apa IQ ku menurun hingga melupakan hal dasar seperti ini. Apa yang kubanggakan dari IQ 367 juta bila memikirkan hal dasar seperti ini saja sampai lupa.' Meratapi kebodohannya sendiri, Azra mendengar ucapan Sistem.

Rine yang melihat Azra berlagak bodoh membodohi dirinya sendiri terheran. ''Ada apa tuan muda?.''

''Ahh, tidak apa apa. Jadi, bagaimana dengan keputusanmu?. Persoalan elemen {Yin Yang}mu, mudah saja nanti akan kurus dan kau juga bisa mengontrol dirimu sendiri.''

Rine terkejut mendengar perkataan Azra yang menurut dirinya tak percaya. Selama 20 tahun dia mencari berbagai cara namun tidak dapat menyelesaikannya, dan Azra dengan entengnya mengetahui cara mengatasinya.

''Sebelum itu, bisakah kau memastikan keberhasilan mengatasi elemen mengesalkan ini?.'' Tanpa sadar, kepribadian Rine berubah kurang ajar.

''Ya, bila mbak Rine ingin. Maka kita butuh ruangan tertutup agar tak terlalu menarik perhatian orang luar.'' Azra membutuhkan ruang tertutup untuk menutupi ia memiliki kekuatan di luar akal sehat bagi penduduk Bumi.

''Baik kau tinggal lurus saja dan disana ada kamar pribadi tertutup bagi tamu. Mbak ingin menutup bar sebentar.'' Sekarang, kepribadiannya menjadi baik.

Tanpa basa basi, Rine berlari menuju pintu masuk dan keluar Bar untuk mengunci. Sedangkan Azra, hanya menggelengkan kepala dan menuju ruang kamar yang ditunjuk tadi.

.

.

Setelah Azra dan Rine didalam kamar. Kecanggungan terjadi diantara keduanya.

Bisa salah paham bila orang orang beda jenis kelamin memasuki kamar bar yang tertera kond*m dan obat kuat di meja samping kasur.

''Baiklah, tolong buka baju bagian belakangmu saja, Mbak Rine.'' Lelaki sejati haruslah memulai dari awal.

''Hmm.'' Rine hanya mengangguk dan membuka satu persatu kancing pakaian bartendernya secara perlahan.

Semerbuk aroma parfum vanila tercium di hidung Azra. Jujur saja, aroma ini bercampur dengan aroma yang membangkitkan hasrat nafsu karena aroma kamar, membuat Azra cukup mabuk dan bawahnya mulai bangkit berdiri bukan keadilan.

Punggung putih bertato burung Phoenix berwarna hitam dan bagian ekornya sedikit merah gelap.

Azra terkejut bila Rine juga memiliki hobi menato tubuhnya. Memang tidak buruk namun kesan menawan dan membunuh begitu terasa dari tato Phoenix di punggung Rine. Begitu aneh memang, hanya sebuah tato saja kesan membunuhnya begitu kuat.

''Mbak Rine, aku ingin bertanya hal paling penting dan memalukan, apa boleh?.'' Tanpa sadari Rine, muka Azra merona malu ingin mengucapkan sesuatu.

''Silahkan saja, Tuan Muda. Selama keberasilan ini meningkat, maka aku tak keberatan.'' Dengan santuy dan Kalem, Rien menerima pertanyaan Azra.

''Apa mbak Rine masih Perawan dan tak pernah mastrubasi?.'' Ingin menguburkan diri, Azra setelah mengatakan hal tersebut.

Sama halnya, dengan Rine. Tubuhnya menegang dan wajahnya begitu malu ketika ingin menjawab pertanyaan Azra.

''Kalau perawan, aku masih. Tapi...mastrubasi...'' Kata terakhir, Rine berhenti melanjutkannya seakan tak ingin mengatakannya.

Azra sadar dan tahu apa yang ingin Rine katakan. Namun, ini adalah salah satu metodenya untuk mengatasi Elemen {Yin Yang} Rine. Dengan keberanian meruntuhkan neraka, Azra bertanya.

''Sudah berapa kali Mbak Rine melakukannya selama hidup?.'' Sedikit naik turun nafas Azra, ketika bertanya hal tersebut.

Tak ada suara sama sekali. Degupan jantung dan tarik hembusnya nafas yang terdengar di kamar tempat untuk ngew*.

''Ha... Hampir setiap ha-hari.'' Asap mulai keluar dari kepala Rine. Benar benar memalukan ia mengucapkan hal tersebut kepada laki laki, terutama seorang tuan mudanya sendiri.

Huuuuuhhhh, haaaaaaaahhhh.

Azra menarik dalam dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, napasnya.

''Sebelum kulanjutkan prosesnya. Mbak Rine, aku ingin memberikan dua pilihan. Ini hanya bisa dilakukan satu kali, dan nantinya akan seperti apa masa depanmu.'' Azra menatap serius pada Rine yang menghadap membelakangi dirinya.

''Mbak Rine ingin memilih mengontrol element {Yin Yang}mu dengan bebas dan mudah. Atau, tetap dalam keadaan seperti sekarang dan tak berubah?. Untuk pilihan pertama, karena... Mbak Rine sudah setiap hari mastrub*asi dan tak bisa menahan nafsu, maka pertama kali pria ataupun orang yang mbak Rine lihat. Mbak Rine akan langsung bernafsu berlebihan ketingkat dimana Mbak Rine terkadang tidak dapat mengontrolnya. Beruntung, mbak Rine masih perawan, kemungkinan mengontrol diri 30%-40% dapat mengontrol nafsu. Bila tidak, maka jangan berharap mbak Rine akan wajar saja setelah menghilangkan kepribadian mengesalkan bagi Mbak Rine.''

Panjang lebar, Azra menjelaskan kekurangan dari perbaikan jiwa yang ada dalam tubuh Rine. Setiap kehidupan pastinya ada keinginan, dan hasrat nafsu adalah salah satu utamanya.

Nafsu bukan berarti hanya Sex* dan hal 18+. Nafsu bisa saja berbagai macam hal. Namun, yang paling menonjol adalah Sex* atau 18+ itu sendiri dalam sebuah kehidupan. Terutama bagi mereka yang tak kuasa menahan nafsu gairah sensitif bagian bawahnya. ((Bagi yang ngerti aja.))

''Azra, bisakah aku memikirkannya sebentar.''

... .*.*.*.*.*....

... ...

... Nanggung ya. Ya iyalah....

... ...

... Author biar ingat jalan ceritanya karena kalo ngak nanggung, nanti mudah kelupaan....

... ...

... Author juga hanya senang senang aja ngak serius amat ngerjain ni novel....

... ...

... Jangan berharap banyaknya....

... ...

... Untuk yang mau promosi novel. Tolong promosinya di komentar orang lain ya. Jangan komentar di kolom komentar Novel....

... ...

... RA UPDATE, MODAR KOWE!!!!....

... ...

... Sekian terima kasih....

1
Seizurann
kan ada sistem unlimited masa udh 12 tahun masih aja segitu kekuatannya
Seizurann
kuatin napa mcnyan
Seizurann
tp ktanya dewa tp kok lemah banget
Seizurann
pdhal menarik lo ceritanya
Seizurann
udh 12 tahun masih aja lemah
Seizurann
mcnya kyknya lemah banget dh
Seizurann
kok nyegel kekuatan pake koin thor?, udh gitu mahal lagi
AlfianX Gaming
upp
Seven Deadly Sins•﹏•
(*^o^*)
zhanshen
kya sniper locus dri codm😁😁😁
❖⍣⃟️⃢🅟𝐑𝐘𝐔ᶯᵃʳᵃN🍡🎮ᵐᶥ⃟
ga papa ko asal jangan hiatus aja
jadi semangt terus ya
Seven Deadly Sins•﹏•
ヾ(*´∀`*)ノ
GOD KING HEAVEN
lanjutin thor sumpah keren bangetttttt
Seven Deadly Sins•﹏•
(*^o^*)
ArJunazx
wes jawa
Izuna Zhein
Lanjut Thor Keren
Izuna Zhein
Up Up Up Up Up Up
Seven Deadly Sins•﹏•
ヾ(*´∀`*)ノ
Juan
ey yo wtf
(📀. ORION .⭐)
is a good😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!