Suatu hari seorang pemimpin Squadron tentara Khusus bernama Mayor Eldric sedang menjalankan misi khusus bersama pasukannya. Namun, tanpa diduga pada saat pasukan itu hendak pulang mereka tidak sengaja bertemu dengan pasukan musuh dan terkena serangan dari rudal yang dilepaskan pasukan itu. Tersadar setelah Helikopter yang mereka tumpangi jatuh Eldric kini telanjang bulat di tengah hutan?
Kehilangan sebagian ingatan, dia menemukan bahwa dia dipanggil dengan nama berbeda, Allsbert.
Allsbert sendiri kemudian bertemu dengan Seorang Wanita Elves cantik yang terkutuk.
Bagaimana perjalanan Allsbert di dunia yang berbeda dengan dunianya dulu itu?
Genre: Fantasi, Aksi, petualangan, Dunia Lain ( isekai ), Romantis, Survival, Perang, Kerajaan, Zero to Anti-Hero
Original. Update? Saya usahakan sehari 1x pada jam 19.30 WIB. So, Jangan lupa masukin ke Favorit dan rak buku kalian ya! Thank You. Happy Reading~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lana_Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lengah
Tanpa berlama-lama Allsbert segera mencabut pedangnya bersamaan dengan menghindari terjangan sebuah gada kayu yang diarahkan kepadanya.
~Jdum~
Gada itu membentur pohon di belakang Allsbert dan secara mengejutkan gada itu dapat meninggalkan bekas lekukan di pohon itu menandakan betapa besar kekuatan yang diberikan oleh gada itu.
Lagipula, belajar dari pengalaman Allsbert melawan seorang Orc bersenjatakan gada kayu sebelumnya, Allsbert tidak bisa melakukan adu senjata ataupun menangkis serangan gada.
Kekuatan tangan Allsbert tidak cukup kuat untuk menghadapi kekuatan hentakan sebesar itu.
Di penyergapan babi sebelumnya, Allsbert mencoba sekali untuk menahan serangan gada dengan pedangnya.
Meskipun Allsbert dapat menahan serangan itu secara mengejutkan, tetapi jika dia melakukan kesalahan sedikit saja sudah barang tentu tangannya dapat patah.
Lagipula dengan banyak pertimbangan seperti tadi saja sudah membuat tangannya terasa mati rasa dan sangat sakit. Apalagi jika mencoba yang satu ini.
Melihat kekuatan serangan dari gada yang digunakan oleh babi satu ini. Allsbert akan sama saja dengan bunuh diri apabila nekat menahan serangan gada sebesar itu.
Allsbert kemudian melihat ke arah babi yang pernah menolongnya. Babi itu masih terbaring di tanah seperti kesakitan.
" Jadi, dia sudah sadar. " Batin Allsbert.
" Kau bilang kau ingin menjadi bawahanku, bukan? Sekarang bantu aku!! Hanya tersisa dia sekarang. Jika kita hadapi bersama dan ini akan menjadi dua lawan satu! "
Allsbert meminta bantuan babi itu, tetapi babi itu hanya diam dan tidak bertindak apapun sembari memegangi perutnya.
Sepertinya dia tidak bisa membantu Allsbert saat ini dan masih tidak bisa bergerak karena tubuhnya tengah kesakitan akibat serangan yang dia derita tadi.
Yah. Allsbert sebenarnya tidak berharap lebih.
Namun, jika babi itu memang sudah sembuh dan bersungguh-sungguh menolong Allsbert, itu akan lebih bagus. Namun selain itu, dengan babi itu tidak berubah menjadi lawannya itu juga sudah cukup.
Allsbert memfokuskan kembali dirinya ke arah babi besar bersenjatakan gada dari batang kayu di depannya.
Orc itu segera menyerang Allsbert dengan gerakan yang lambat, namun bertenaga.
Allsbert cukup bisa menghindari serangan dari babi itu, namun tidak memiliki celah untuk mendekat.
Dengan senjata panjang seperti itu, Allsbert yang menggunakan senjata pendek tentu tidak diuntungkan.
Adapun, jika dia teledor sedikit saja, maka Allsbert akan bernasib sama seperti nyamuk yang ditepuk oleh manusia.
" Apakah aku harus menunggu sampai dia kelelahan? Tapi dalam pertarungan daya tahan aku tetap tidak diuntungkan. " Pikir Allsbert.
Allsbert memutar otak untuk berusaha menembus celah dari si Orc.
Untuk sekarang Allsbert cukup bisa menghindari serangan dan terjangan-terjangan dari gada kayu itu. Tetapi, untuk mendekat dan mendaratkan serangan itu cukup sulit apalagi untuk meraih lehernya.
...****************...
Tanpa mereka sadari, mereka sudah menghabiskan hampir 15 menit untuk mereka saling berhadapan.
Baik Orc itu maupun Allsbert sudah menampakan tanda-tanda kelelahan.
Dengan serangan-serangan beruntun yang terus dihindari oleh Allsbert seperti itu membuat Orc itu mau tidak mau mulai melambatkan temponya. Namun, itu juga selaras dengan Allsbert yang terus-menerus menghindar. Dia juga nampak mulai kelelahan.
Orc itu kemudian mencoba menghantamkan gadanya sekali lagi.
Allsbert melihat serangan yang dilancarkan oleh Orc itu yang mengarah kepadanya.
Allsbert kemudian mencoba memanfaatkan celah ketika babi itu menghantamkan gadanya ke bawah.
Allsbert memutar tubuhnya untuk menghindari gada itu.
~Jdum~ Suara gada itu keras menghantam tanah dan membuat lekukan di tanah yang dihantam.
Selaras dengan itu Allsbert melesat maju untuk menyerang kaki si babi.
Tetapi, " Ugh " Allsbert melenguh setelah mendapatkan hentakan keras ke perutnya.
Allsbert lengah. Meskipun Orc itu tidak sempat untuk menarik gadanya, namun sebuah tinju dari tangan satunya menghantam perut Allsbert yang membuat Allsbert terlempar ke atas dan menghantam keras ke tanah.
" Gu uhuk.. Hah...Hah..Hah....Hah... "
Mulut Allsbert mengeluarkan darah dan dia kesulitan untuk bernafas.
Serangan itu cukup kuat untuk membuat tubuh Allsbert tidak mampu untuk berdiri dan bergerak lagi.
Allsbert tidak menduga jika hanya membutuhkan satu serangan saja untuk membuat tubuh kecilnya tumbang seperti ini.
Allsbert melihat ke arah Orc yang memukulnya itu dengan lemah dan tersengal-sengal. Orc itu berjalan untuk mendekat ke arah Allsbert.
Allsbert melihat datangnya Orc itu dengan tampang kesakitan sembari memegangi perutnya.
Sungguh Allsbert ingin bergerak untuk saat ini ketika dia melihat Orc itu mengangkat gadanya tinggi-tinggi.
Sayangnya, dia tidak bisa.
" Jadi, ini akhir riwayatku?! " Batin Allsbert.