NovelToon NovelToon
Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:241.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ariez Aprileo

Kisah cinta sepasang anak manusia yang dijodohkan. Ternyata mereka pasangan kekasih 8 tahun yang lalu, banyak yang mengincar nyawanya, musuh dari masa lalu maupun musuh dalam bisnisnya.
Akankah mereka mampu melewati ujian cinta??
tunggu kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariez Aprileo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia cemburu padanya*

Bait demi bait lagu telah terselesaikan dengan baik. Aurora dan Aldi memang pasangan duet yang serasi. Keduanya tampak begitu menghayati lagu yang sedang dibawakannya.

Chemistry mereka di atas panggung membuat siapapun yang menonton terbawa perasaan. Aldi dan Aurora sudah seperti pasangan sungguhan. Mereka benar-benar cocok sekali.

Lukas begitu menikmati malam itu. Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi sembari meneguk minuman di gelas miliknya, matanya terfokus pada dua orang yang sedang menyanyi lagu romantis dan sesekali melirik raut wajah Edward yang terlihat masam sekali. Pria itu tertawa di dalam hatinya.

"Apa anda mulai menyukai nona Aurora, Tuan?" tanya Lukas ketika mereka mulai turun dari panggung.

Edward mendengus memalingkan wajah. Bagaimana ia tak menyukai wanita itu, bahkan dia yang selama ini dicarinya.

"Lukas, mulai sekarang hentikan pencarian Rara. Tidak ada gunanya mencari gadis itu. Kita sudah buang buang waktu dan tenaga hanya untuk mencari hal konyol seperti ini. Teruskan berita ini pada Alex agar ia menarik semua anggota kita di lapangan."

Lukas langsung menegakkan tubuhnya. Apa dirinya tidak salah dengar. Ajaib sekali pikirnya.

"Apa anda tidak salah bicara Tuan. Atau saya yang salah dengar. Ah mungkin besok saya harus mengambil cuti untuk memeriksakan diri ke dokter THT, saya rasa telingaku sedikit bermasalah." ujar Lukas.

Edward tersenyum mengejek. "Telingamu memang bermasalah Lukas. Apa kau benar tuli, apa menurutmu aku sedang bergurau hah!" sentak Edward yang membuat Lukas seketika memundurkan tubuhnya kembali.

Jadi benar?

"Oke, akan segera saya urus. Tapi bisakah anda menjelaskan kenapa anda memerintahkan menghentikan pencarian. Apa anda benar ingin serius menjalin hubungan dengan nona Aurora?"

Lukas begitu penasaran dengan jawaban Edward. Aneh memang, kenapa tiba-tiba Edward bisa bersikap seperti itu. Bagaimana jika tiba-tiba Rara kembali. Apa tidak tambah runyam hubungan mereka.

"Ayah ada di balik semua ini Lukas. Menurutmu apa yang harus aku lakukan pada orang tua itu. Bolehkah aku memakinya Lukas?"

Lukas terbelalak. Benarkah? Jadi semua kejadian ini ada campur tangan Tuan Admaja. Pantas saja, mencari satu orang saja sulitnya setengah hidup.

"Lalu dimana nona Rara sekarang? Anda sudah tau keberadaannya bukan?"

"Hem."

"Benarkah?" Lukas tak percaya.

"Tolong ingatkan aku untuk menghajar Kevan dan Kevin. Aku sudah sangat geram sekali pada dua orang itu. Bisa bisanya mereka membocorkan semua aktivitas kita pada ayah. Apa mereka sudah bosan hidup."

Lukas mengusap wajahnya, pria itu juga merasa kesal. Jadi biang keroknya adalah dua pengawal Edward sendiri. Ia sungguh tak menyangka.

"Saya akan membantu anda."

Suara seruan kembali terdengar memenuhi hall ketika Aurora mulai memainkan tuts piano. Edward sejenak menghentikan pembicaraannya bersama Lukas karena sedikit tertarik mendengar nada yang mengalun begitu indah. Pria itu tersenyum kecil mendengarnya.

Dari atas panggung, Aurora menyunggingkan senyum tipis ketika matanya bersirobok dengan mata Edward. Ia sengaja mempersembahkan lagu itu untuk pria yang sedari tadi memandanginya dalam diam.

"Kau tau Lukas, dialah Rara yang kita cari selama ini." Edward masih mengunci pandangannya ke arah Aurora.

"Apa! Benarkah yang saya dengar! Maksud anda Nona Aurora?"

Edward mengangguk membenarkan.

"Bagaimana bisa. Apa mataku juga mulai tidak normal. Mereka tidak sama Tuan, jangan sampai anda salah orang."

Lukas benar-benar tidak percaya. Bahkan ia sampai mengeluarkan ponselnya dan membandingkan wajah keduanya. Sama sekali tidak mirip. Bagaimana bisa Edward mengatakan jika Aurora adalah Rara. Apa yang membuatnya begitu yakin.

"Aku tidak salah orang. Dia memang berbeda dari foto itu, tapi seperti itu kenyataannya."

Lukas menggeleng tak percaya. "Apa dia melakukan operasi plastik Tuan. Kenapa wajahnya bening sekali. Lalu bagaimana dengan kalung itu? Apa dia juga memilikinya?"

"Tidak berfungsi. Semua sudah dimanipulasi Ayah."

Oh sial ini pasti pekerjaan Kevan atau Kevin. Bisa bisanya mereka berdua mempermainkan kami. Apa mereka tidak tau bagaimana lelahnya mencari jejak Aurora.

Sebuah suara tiba-tiba mengagetkan Edward dan Lukas. Wanita itu tiba-tiba duduk diantara mereka. Apa wanita itu sudah gila pikir Lukas.

"Anda harus bangga dengan Aurora. Dia memang seorang gadis multitalenta. Anda sangat beruntung Tuan."

"Emm, kenalkan aku Listy, sahabat Aurora."

Edward menaikkan sebelah alisnya. Untuk apa gadis itu memperkenalkan diri. Ia juga tidak bertanya. Pria itu melirik Lukas yang diam saja.

"Nona Listy, senang berkenalan denganmu." Lukas segera meraih tangan Listy. Bisa bisanya Edward bersikap sedingin itu.

"Emm maaf, sepertinya saya harus menemui Aurora. Lukas, urus sisanya dan temui aku di tempat biasa." ujar Edward sebelum pria itu beranjak. Lukas hanya mengangguk ragu.

Edward berjalan mendekati panggung dan meraih jemari Aurora, menuntun gadis itu untuk turun. Pria itu sepertinya sudah tidak tahan dengan keriuhan pesta itu.

Dari kejauhan Aldi mengepalkan tangannya. Pria itu tidak suka melihat kedekatan Aurora bersama Edward. Ia cemburu tapi ia juga tidak bisa berbuat apapun.

Seseorang tiba-tiba menepuk bahunya dari belakang. Pria itu menoleh dengan pandangan tak sukanya.

"Jangan menyukai apa yang menjadi milik orang lain bung. Kamu tampan, pasti banyak wanita yang menggilaimu. Aku tidak melarang kamu menyukainya, tapi ingat batasanmu. Dia adalah gadis milik Tuan Edward. Jika aku tau kamu mencoba mencari perhatian darinya, aku pastikan kau akan menyesal karena telah berurusan dengan kami. Baiklah itu saja dariku. Aku rasa anda mampu memahami semua kalimatku. Permisi."

Lukas kemudian melenggang meninggalkan Aldi yang mungkin mengumpatinya. Ia tidak peduli, ia juga tidak kenal dengannya. Terserah dia mau apa.

Di dalam mobil, Aurora hanya bisa terdiam ketika Edward mengungkapkan dengan jelas jika pria itu benar tidak menyukai Aldi. Terlihat jelas jika pria itu sedang cemburu.

Edward menghentikan laju mobilnya ketika sudah sampai di basement hotel. Pria itu keluar dan membawa Aurora menuju restoran.

"Kak."

"Temani aku makan malam. Kamu juga pasti belum makan. Ayo."

Terdiam. Suasana canggung menyergap seketika. Edward menjadi sosok dingin seperti pertama baru mengenalnya. Susah untuk didekati seolah pria itu memasang tembok penghalang yang begitu sulit digapai.

Edward memilih duduk di tepi. Spot terbaik untuk melihat keindahan lampu kota dimalam hari. Pria itu bersedekap dada melihat Aurora yang tampak salah tingkah karena ulahnya. Tatapannya bahkan membingungkan menurut Aurora.

"Aku tidak ingin membahas apapun, tolong jangan membuatku cemburu Aurora."

Aurora mengangguk. Itu sebabnya ia tidak ingin berkarir menjadi artis walaupun dirinya bisa, kehidupan mereka ternyata tidak sesimple yang dibayangkan banyak orang. Apalagi jika mempunyai suami posesif seperti Edward. Pria itu terlalu dominan dan berkuasa, jangankan mematahkan pendapatnya, menyanggah saja harus berpikir dua kali.

Agh kenapa aku bisa terjebak dengan pria seperti itu.

.

.

.

#####

Like dulu sebelum baca bab selanjutnya.

1
Esti Mmh Ello
Luar biasa
hafsah 2019
lanjutkan
hafsah 2019
ceritanya asyik
hafsah 2019
cerìtanya sangst pelix
Siti Nina
oke
Ayu Astuti
Ditunggu karya selanjutnya ❤️👋
Ayu Astuti
Next 🤗🤗🤗
Ayu Astuti
Next kk 🤓
Ayu Astuti
next🤗🤗🤗
Ayu Astuti
next🤗
Ayu Astuti
next🤭
Ayu Astuti
next
Defi Andriani
Kecewa
Amelin Kwok
next
Ayu Astuti
Suka dengan karyamu walaupun kadang update kadang nggak. hihi... terlepas dari itu, semangat nulis para author. Semoga diberi kelimpahan ide-ide, biar bisa selalu update. Sekian dan terima kasih.❤️❤️❤️❤️❤️
Amelin Kwok
ceritanya seru
kalo bisa up nya jgn kelamaan jd lupa jalan ceritanya
Amelin Kwok
next
Ayu Astuti
Next --
laelyalesha
Selalu semangat kak, setiap q baca pst dag dig dug
laelyalesha
Lnjt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!