Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!
Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.
Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.
Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.
Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 11 (Jatuh Cinta)
Di lain sisi, Rasya kakak dari Sasya merasa jatuh hati kepada CEO Perusahaan S.FORD. Pemilik dari perusahaan itu adalah Xander Graham, anak dari suami istri Alex Graham dengan Siren Graham. Berbagai cara, Rasya lakukan demi bisa berdekatan dengan Xander. Tahap demi tahap, hari demi hari, pada akhirnya Rasya mendapatkan peluang, mendapat akses untuk mendekati Xander.
Tetapi dengan sifat Rasya yang tidak percaya pada diri sendiri, ia malah memperkenalkan identitasnya dengan menggunakan nama milik adiknya, Sasya. Ia juga berpikir akan memberitahu Xander yang sebenarnya, jika menurutnya waktu sudah tepat.
Xander yang merupakan seorang CEO, sangat mudah ia mendapatkan informasi dengan cepat tentang, Sasya. Xander juga sudah mengetahui, ternyata sebelumnya mereka pernah bertemu ketika Xander melakukan kerja sama dengan Universitas S.U, ketika ia melakukan terjun lapangan langsung di kampus tersebut.
Dengan tidak sengaja mereka pernah bertemu, bahkan saling menatap karena keteledoran Sasya hingga menabrak Xander.
Saat itu, Xander sempat terpukau akan kecantikan dari Sasya. Cerita demikian juga mudah didapatkan Rasya, untuk menutupi identitas dirinya dari Xander. Mengingat bahwa Sasya tanpa ragu untuk bercerita tentang semua hal kepadanya.
Rasya dengan Xander menjalin hubungan yang tidak biasa. Hanya menggunakan sosmed, dikarenakan demi reputasi Xander yang notabennya adalah seorang CEO muda. Semua itu dilakukan agar mereka berdua tidak menjadi bahan perbincangan, serta demi melindungi Rasya yang dikiranya Sasya, dari para wartawan dan tentunya dari pesaing bisnisnya juga.
Mengingat para pesaing bisnisnya begitu kejam, mereka bisa melakukan apa saja dan kapan saja, demi menjatuhkan reputasi dari, Xander. Makadari itu, mereka berdua saling berkomitmen dan memutuskan untuk tidak saling bertemu, sampai batas hari bahagia atau bisa disebut hari pertunangan dan pernikahan mereka.
...~Rumah Keluarga Sasya~...
"Dorrr! hayoo ... Kakak senyum-senyum sendiri kenapa tuh?" goda Sasya mendapati Rasya tersenyum melihati benda pipih yang dipegangnya.
Rasya merasa kepergok langsung menyembunyikan ponsel di belakang tubuhnya. "Kamu itu ngagetin saja, Sya!" seru Rasya.
"Habisnya kakak senyum-senyum sendiri gak jelas kayak orang gila," canda Sasya sedikit terkekeh.
"Berani ya, kamu bilang Kakakmu sendiri kayak orang gila," sahut Rasya. Ia langsung melempar bantal sofa ke arah Sasya yang langsung mengenai wajahnya. Rasya pun tertawa melihat itu.
Sasya nampak tidak terima, ia langsung mengejek Rasya dengan mengeluarkan suara oktafnya. "Ma.... Mama, Kak Rasya sedang jatuh cinta, dia sedang bucin sampai kayak orang gila Ma ...!" Sasya berteriak tidak jelas, sampai satu kompleks mungkin bisa mendengar suaranya.
"Psssst ...! kamu itu ngomong apa, jangan teriak-teriak, Sya!" seru Rasya langsung membekap mulutnya menggunakan remot tv. Itu sebagai balasan, telah membuatnya kaget karena mendengar suara 10 oktaf milik Sasya.
"Huwek... huwek.... Kakak si, gak mau cerita. Ayo dong Kak cerita ke Sasya," tutur Sasya memohon.
"Tak mau, cerita Kakak tidak seru, lagian males cerita juga. Kamu aja yang cerita ke Kakak," titah Rasya.
"Yahh... gak asik. Masak aku mulu yang cerita. Sekali-kali gantian lah Kak, aku kan kepo sama kisah cinta dari Kakak hehe ...," ucap Sasya cengengesan.
"Lebih seruan cerita kamu sama si Sadam dari pada cerita Kakak," sahut Rasya.
Ya... Rasya sudah tau kalau Sasya dengan Sadam sudah resmi berpacaran. Tidak lain dan tidak bukan, karena Sasya yang selalu berbagi cerita kepadanya.
"Cerita dong kak, plis ...!" Sasya sangat memohon ke Rasya.
"Baiklah, dua pertanyaan akan Kakak jawab dengan jujur," tukas Rasya.
"Tunggu dulu ...," tampak Sasya yang berpikir keras untuk mengajukan pertanyaan kepada Rasya.
"Yasudah kalau tidak jadi," kata Rasya sembari hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Tunggu Kak... aku kan masih berpikir," jawab Sasya
"Habisnya kamu kelamaan mikir, sih!" sahut Rasya.
"Hehe iya maaf kak... baiklah, pertanyaan pertama. Kakak suka sama seseorang?" tanya Sasya.
"Iyaps benar," jawab rasya.
"Kakak sekarang lagi jatuh cinta, ya?" tanya Sasya lagi tanpa ia sadari.
"Iyaps. Yasudah kakak ke kamar dulu." Sembari beranjak untuk ke kamar.
"Loh... Kak, tunggu. Kan, aku belum selesai!" seru Sasya.
"Lah... kamu kan sudah mengajukan 2 pertanyaan, lalu apanya yang belum selesai," jawab Rasya.
"Belum, itukan masih yang pertama. Lagian Kakak jawabnya irit banget. Gak menjelaskan secara mendetail!" sahut Sasya cemberut.
"Bentar deh ... coba sekarang senyum yang manis, Sya," ucap Rasya yang hendak memotret Sasya. Spontan, Sasya pun auto tersenyum manis ketika difoto oleh Rasya. "Sudah, terimakasih Sasyaku tersayang ...," lanjut Rasya sesudah memotret Sasya. Ia langsung masuk ke dalam kamar.
"Kakak ...! aku masih ingin bertanya, Kak. Buka pintunya." Sasya berteriak sembari menggedor-gedor pintu.
"Sasya ... sudahlah sayang. Buruan masuk kamar gih, lalu tidur," tutur Sita.
"Iya, Ma." Sasya pun terpaksa menuruti Mamanya dan bergegas masuk ke kamar.
Di dalam kamar, Rasya yang baru memotret Sasya pun mengirimkan gambarnya kepada Xander, untuk membalas pesan gambar yang dikirimnya. Rasya mengirimkan foto Rasya, agar dirinya tidak curiga kalau dia bukanlah Sasya, melainkan Rasya.
Di lain kamar, Sasya sedang tersenyum melihat benda pipih miliknya. Karena melihat notif pesan dari Sadam.
"Sayang, cepatlah tidur. Semoga kita bertemu di dalam mimpi, good night tersayang." Tertulis pesan dari Sadam.
Sasya yang sudah membaca pesan dari kekasihnya itu, segera membalas pesan tersebut. Setelahnya, ia beranjak tidur dengan perasaan senang.
smoga seru.
Vote Done.
Semangat