NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 - Awal dari Perjalanan Panjang

Sambil menunggu pesanan mereka selesai dimasak, Cang Xuan memanfaatkan waktu untuk menanyakan hal yang sejak tadi membuatnya penasaran. Ia menoleh ke arah Tuan Xin yang sedang bersandar santai di kursinya sambil menikmati teh hangat.

"Tuan Xin, sebenarnya tujuan pertama perjalanan kita ke mana?"

"Hm?" Tuan Xin mengangkat pandangan sebelum menjawab dengan santai, "Kita akan pergi ke tempat Penguasa Benua Timur berada."

Jawaban itu justru membuat kebingungan di wajah Cang Xuan semakin jelas.

"Penguasa Benua Timur?" ulangnya. "Apa maksudnya?"

Melihat ekspresi tersebut, Tuan Xin langsung tertawa kecil. "Kau benar-benar menarik. Kau sudah hidup di Dunia Bawah sejak lahir, tetapi ternyata tidak tahu apa-apa tentang dunia tempatmu tinggal."

Cang Xuan hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya. "Itu karena setiap hari aku hanya berburu. Pagi berburu, sore menjual hasil buruan, lalu malam pulang ke desa. Aku memang tidak pernah mempelajari hal lain."

Penjelasan itu membuat Tuan Xin mengangguk maklum.

"Itu masuk akal." Ia lalu mengambil cangkir teh yang berada di atas meja dan menyesapnya perlahan sebelum melanjutkan, "Kalau begitu, biar aku jelaskan sedikit."

Perhatian Cang Xuan langsung terpusat sepenuhnya.

"Dunia Bawah sebenarnya terbagi menjadi lima benua besar," kata Tuan Xin sambil meletakkan kembali cangkirnya. "Yaitu Benua Timur, Benua Barat, Benua Selatan, Benua Utara, dan Benua Tengah."

Mata Cang Xuan langsung berbinar mendengar penjelasan tersebut. Ini adalah pertama kalinya ia mendengar tentang pembagian wilayah Dunia Bawah.

"Saat ini kita berada di Benua Timur," lanjut Tuan Xin. "Dan seperti namanya, setiap benua memiliki penguasanya masing-masing yang bertanggung jawab menjaga wilayah mereka."

Cang Xuan mengangguk sambil mencerna semua informasi itu. Namun ada satu hal yang membuatnya penasaran.

"Lalu bagaimana dengan Benua Tengah?"

Begitu mendengar pertanyaan tersebut, ekspresi santai di wajah Tuan Xin perlahan menghilang. Untuk pertama kalinya sejak percakapan dimulai, nada suaranya menjadi sedikit lebih serius.

"Itu adalah tempat yang sangat berbahaya."

Jawaban singkat itu langsung menarik perhatian Cang Xuan.

"Kenapa?"

Tuan Xin menyilangkan kedua tangannya di depan dada sebelum menjawab, "Karena Monster Abyss terkuat di seluruh Dunia Bawah berada di sana."

Alis Cang Xuan langsung berkerut.

"Seberapa kuat?"

Tuan Xin menatapnya beberapa saat sebelum berkata dengan tenang, "Sebagian dari mereka memiliki kecerdasan."

Cang Xuan sempat mengira dirinya salah dengar.

"Mereka bisa berpikir, bisa berbicara, dan bahkan mampu memimpin pasukan Monster Abyss lainnya."

Kalimat itu membuat mata Cang Xuan langsung membelalak.

"Apa?!"

Reaksi tersebut tidak mengherankan. Sejak kecil, Monster Abyss yang dikenalnya hanyalah makhluk buas yang bertindak berdasarkan naluri membunuh. Ia tidak pernah membayangkan bahwa ada Monster Abyss yang mampu berbicara seperti manusia, apalagi memimpin pasukan mereka sendiri.

Melihat keterkejutannya, Tuan Xin hanya tersenyum tipis.

"Karena itulah Benua Tengah menjadi wilayah paling berbahaya di Dunia Bawah. Banyak kultivator kuat yang pergi ke sana untuk mencari peluang, tetapi tidak sedikit pula yang tidak pernah kembali."

Cang Xuan terdiam sambil membayangkan monster yang bisa berpikir dan berbicara. Semakin banyak ia mengetahui tentang dunia luar, semakin ia menyadari bahwa apa yang diketahuinya selama enam belas tahun hidup di Desa Awan Timur hanyalah sebagian kecil dari dunia yang sesungguhnya.

Melihat keterkejutan di wajah Cang Xuan, Tuan Xin hanya tersenyum tipis sebelum kembali melanjutkan penjelasannya. "Lalu mengenai tujuan perjalanan kita," katanya sambil menuangkan teh ke dalam cangkirnya, "setiap penguasa benua di Dunia Bawah menyimpan sebuah gulungan kuno. Jumlahnya ada lima, masing-masing berada di Benua Timur, Benua Barat, Benua Selatan, Benua Utara, dan Benua Tengah."

Cang Xuan langsung memusatkan seluruh perhatiannya.

"Gulungan-gulungan itu berisi petunjuk menuju Dunia Tengah."

Begitu mendengar penjelasan tersebut, Cang Xuan segera menyimpulkan sesuatu. "Jadi kita harus mengumpulkan semuanya?"

Namun Tuan Xin langsung menggeleng.

"Tidak. Mengambil gulungan-gulungan itu terlalu sulit, bahkan bagi banyak kultivator kuat. Kita hanya perlu menyalin isi yang terdapat di dalamnya."

Barulah Cang Xuan benar-benar mengerti.

"Lalu itu berarti kita akan mengunjungi lima benua?"

"Tepat sekali."

Jawaban singkat itu membuat Cang Xuan terdiam beberapa saat. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Desa Awan Timur, ia mulai memahami seberapa panjang jalan yang terbentang di hadapannya. Perjalanan menuju Dunia Atas ternyata bukan sekadar meninggalkan desa, melainkan menempuh seluruh Dunia Bawah yang sangat luas.

Anehnya, ia tidak merasa takut.

Sebaliknya, semangat perlahan muncul di dalam hatinya.

"Ternyata dunia ini jauh lebih besar daripada yang kubayangkan."

Mendengar gumaman tersebut, senyum di wajah Tuan Xin semakin lebar.

"Dan itu baru permulaan."

Kalimat sederhana itu membuat Cang Xuan kembali menyadari bahwa bahkan Dunia Bawah hanyalah lapisan paling bawah dari dunia yang jauh lebih besar.

Setelah jeda sesaat, Tuan Xin kembali berbicara. "Aku hanya akan menemanimu sampai ke tempat Penguasa Benua Timur berada. Setelah itu, kau harus berjalan sendiri."

Kali ini Cang Xuan kembali terdiam.

Selama perjalanan tadi, kehadiran Tuan Xin memang membuatnya merasa lebih tenang. Namun setelah memikirkannya beberapa saat, ia akhirnya mengangguk mantap.

"Aku mengerti. Aku memang harus belajar berjalan dengan kakiku sendiri."

Jawaban itu membuat Tuan Xin terlihat cukup puas.

"Bagus." Ia menganggukkan kepala beberapa kali sebelum melanjutkan, "Sebelum kita berpisah nanti, aku akan memberimu sebuah peta perjalanan. Itu akan sangat membantumu saat menjelajahi Dunia Bawah."

Mendengar itu, Cang Xuan merasa sedikit lega.

Namun sebuah pertanyaan lain segera muncul di benaknya.

"Lalu kapan kita akan bertemu lagi?"

Tuan Xin tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum dengan ekspresi misterius yang sudah mulai dikenali oleh Cang Xuan. Setelah beberapa saat, barulah lelaki tua itu berkata, "Kita akan bertemu lagi di Benua Tengah."

Tatapan Cang Xuan langsung berubah penasaran.

"Karena di sanalah gerbang menuju Dunia Tengah berada."

Kalimat itu membuat jantung Cang Xuan berdetak sedikit lebih cepat. Perjalanan menuju Dunia Atas masih terasa sangat jauh, tetapi setidaknya kini ia telah mengetahui arah yang harus ditempuh.

Tak lama kemudian, pelayan kembali dari dapur sambil membawa pesanan mereka. Dengan gerakan terlatih, ia meletakkan dua piring besar di atas meja dan tersenyum sopan. "Dua porsi Daging Serigala Abyss Panggang. Silakan dinikmati."

Setelah mengucapkan itu, pelayan tersebut segera pergi untuk melayani pelanggan lainnya.

Begitu hidangan diletakkan di hadapannya, perhatian Cang Xuan langsung tertuju pada daging panggang yang masih mengeluarkan uap panas. Aroma yang harum memenuhi area meja mereka, jauh berbeda dari makanan yang biasa ia makan selama hidup di Desa Awan Timur.

Tanpa menunggu lebih lama, ia segera mengambil sepotong daging dan mencobanya.

Sesaat setelah gigitan pertama masuk ke mulutnya, matanya langsung membesar.

"Enak!"

Ekspresi terkejut itu muncul begitu alami hingga beberapa pengunjung di meja sebelah sempat melirik ke arahnya. Namun Cang Xuan sama sekali tidak memedulikannya. Ia segera mengambil gigitan kedua, lalu ketiga, dan berikutnya tanpa berhenti.

"Ternyata ada makanan seenak ini di dunia."

Bagi orang lain, hidangan tersebut mungkin hanya makanan yang cukup bagus. Namun bagi Cang Xuan yang tumbuh dalam kehidupan sederhana dan sering kali hanya makan roti atau hasil buruan biasa, rasa daging itu benar-benar luar biasa.

Dalam waktu singkat, sebagian besar daging di piringnya sudah menghilang.

Di seberangnya, Tuan Xin hanya tersenyum sambil menikmati makanannya dengan jauh lebih tenang. Melihat cara Cang Xuan makan dengan penuh semangat, lelaki tua itu seolah sedang melihat sesuatu yang sangat familiar.

Tatapannya perlahan menjadi sedikit lebih jauh.

Untuk sesaat, ia teringat pada seseorang dari masa lalu.

Seseorang yang pernah duduk di hadapannya bertahun-tahun lalu dengan ekspresi yang hampir sama ketika mencicipi makanan kultivator untuk pertama kalinya.

Kemiripan itu membuat senyum tipis muncul di wajahnya.

Namun ia tidak mengatakan apa pun.

Ia hanya menyesap tehnya perlahan sambil memperhatikan Cang Xuan yang masih sibuk menikmati makanan terenak yang pernah ia cicipi sepanjang hidupnya.

Sementara itu, di luar restoran yang ramai oleh para pengunjung, seorang gadis berambut panjang baru saja tiba di depan pintu masuk. Ia mengenakan pakaian berwarna biru muda yang sederhana tetapi elegan, sementara wajahnya yang cantik telah kehilangan sebagian besar kesan kekanak-kanakan yang dimilikinya empat tahun lalu. Kini, ia terlihat jauh lebih dewasa dan tenang.

Saat hendak melangkah masuk ke dalam restoran, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang.

"Hei, Ling Yue!"

Mendengar namanya dipanggil, gadis itu langsung menghentikan langkah dan menoleh ke arah sumber suara. Beberapa orang sedang berjalan di jalan utama desa, sementara seseorang tampak melambaikan tangan kepadanya dari kejauhan.

Ternyata gadis tersebut memang Ling Yue.

Empat tahun telah berlalu sejak hari ketika ia terjatuh ke dalam jurang dan ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di tengah hutan. Waktu telah mengubah banyak hal, tetapi kenangan tentang pertemuan singkat itu masih sesekali muncul dalam ingatannya.

Yang tidak diketahui Ling Yue adalah sebuah kebetulan yang sangat menarik sedang terjadi pada hari itu.

Di dalam restoran yang berada hanya beberapa langkah darinya, seorang pemuda sedang duduk menikmati makan siangnya bersama seorang lelaki tua. Pemuda itu tidak lain adalah Cang Xuan, orang yang pernah menyelamatkannya empat tahun lalu dari kawanan serigala di tengah hutan.

Keduanya berada di bangunan yang sama.

Dipisahkan oleh beberapa dinding dan beberapa langkah saja.

Namun hingga saat itu, baik Ling Yue maupun Cang Xuan sama sekali belum menyadari keberadaan satu sama lain. Sementara itu, suasana restoran tetap ramai seperti biasa, seolah tidak mengetahui bahwa dua orang yang pernah dipertemukan oleh takdir empat tahun lalu kini berada begitu dekat untuk bertemu kembali.

End Chapter 12

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!