NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Kabar itu menyebar seperti api.

Su Qingxue menerobos ke Ranah Inti Emas Tingkat 1.

Dalam satu malam, seluruh Sekte Pedang Taixuan berubah. Para tetua yang biasanya murung tiba-tiba penuh senyum. Murid-murid yang pesimis mendadak bersemangat. Master Sekte bahkan mengumumkan pesta perayaan untuk pertama kalinya dalam dua puluh tahun.

Sekte yang hampir mati, kini punya nyawa baru.

Di tengah keramaian itu, seorang pelayan abu-abu berjalan ke arah yang berlawanan—menjauh dari perayaan, menuju keheningan.

Makam Pedang Leluhur.

Letaknya di lembah berkabut paling dalam di belakang gunung sekte. Tidak ada papan penunjuk jalan menuju ke sana—orang yang tidak tahu tidak akan pernah menemukannya.

Di dalam lembah, ribuan pedang milik para kultivator Taixuan dari ratusan generasi ditancapkan ke tanah. Membentuk labirin besi yang tak berujung, memancarkan aura pedang yang tajam dan dingin, seperti berdiri di tengah-tengah seratus ribu prajurit yang tak kasat mata.

Bagi murid biasa, mendekati gerbang makam pun bisa membuat kulit terasa seperti disayat ribuan silet sekaligus.

Lin Chen berjalan masuk sambil menikmati semilir angin.

Segar sekali.

Begitulah rasanya bagi pemilik Tubuh Pedang Kekacauan Primitif—aura pedang yang mematikan bagi orang lain adalah makanan baginya.

Begitu kakinya menginjak tanah makam, jam pasir di benaknya berdenting.

[DING!] ⟨ Host tiba di: MAKAM PEDANG LELUHUR TAIXUAN ⟩ ⟨ 10.000 pedang kuno terdeteksi. Niat pedang leluhur — kepadatan SANGAT TINGGI ⟩ ⟨ Check-In bulan kedua siap dilakukan ⟩ [ Lakukan check-in? ]

"Ya," ucap Lin Chen dalam hatinya tanpa ragu.

[DING!] ⟨ Memproses check-in... ⟩ ⟨ Tingkat energi purba: EPIK ⟩ ⟨ Menghitung hadiah... ⟩

...

[DING! DING!] HADIAH TINGKAT LEGENDA DIPEROLEH!

'MATA DEWA KEKACAUAN' (Chaos Divine Eyes — Penglihatan Legendaris Tingkat Puncak)

Bzzzz.

Kedua mata Lin Chen terasa hangat secara tiba-tiba—bukan panas yang menyakitkan, tapi hangat seperti matahari yang menyentuh kulit di pagi hari.

Di dalam pupilnya, sekilas muncul pola pusaran abu-abu keemasan yang sangat rumit dan indah... sebelum menghilang, kembali terlihat seperti mata manusia biasa.

Namun cara Lin Chen melihat dunia sudah berubah selamanya.

Dia mengedipkan matanya sekali.

Selusin aliran energi spiritual yang mengalir di udara tiba-tiba terlihat seperti sungai-sungai cahaya yang melayang tak kasat mata. Formasi pelindung sekte yang menutupi seluruh gunung—yang bahkan para tetua tidak tahu persis arsitekturnya—terbentang di dalam penglihatannya seperti peta yang terurai sempurna, lengkap dengan titik-titik terlemahnya yang berkedip seperti lampu.

"Luar biasa," gumam Lin Chen pelan.

Kemudian matanya bergerak—dan langkahnya tiba-tiba berhenti.

Di ujung terdalam makam, ada sebuah pondok kayu kecil yang sudah menghitam dimakan usia. Tempat tinggal Sesepuh Mo, penjaga makam yang sudah ratusan tahun mengabdi di sini.

Di sekte, semua orang tahu Sesepuh Mo. Orang tua bungkuk yang kultivasinya sudah cacat sejak lama, tertahan di Ranah Pengumpulan Qi tingkat rendah. Tidak kuat, tidak berbahaya, tidak penting. Sesepuh yang keberadaannya hampir terlupakan seperti makam yang dia jaga.

Tapi di bawah penglihatan Mata Dewa Kekacauan Lin Chen—

Itu bukan yang dia lihat.

Di dalam tubuh orang tua bungkuk yang duduk diam di pondok itu, sebuah dantian yang tersembunyi di balik lapisan penyegelan kuno memancarkan cahaya seperti matahari yang terkurung. Lautan energi spiritual yang masif, dalam, dan bersinar dengan keagungan yang Lin Chen bahkan tidak punya kata-kata untuk mendeskripsikannya.

Ranah Nascent Soul?

Tidak.

Lebih tinggi dari itu. Jauh lebih tinggi.

Bahkan ayah Lin Chen—Kaisar Agung Kekaisaran Shenghuang, yang selama ini dianggap salah satu manusia terkuat di benua ini—tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang tersimpan di dalam tubuh tua bungkuk itu.

"..."

Lin Chen diam selama tiga detik penuh.

Itu adalah pertama kalinya sejak Sistem terbangun, sesuatu berhasil membuatnya benar-benar terkejut.

Dengan sangat tenang—lebih tenang dari yang dia rasakan—Lin Chen menonaktifkan Mata Dewanya.

Dia kembali menundukkan kepalanya. Kembali mengayunkan sapunya dengan ritme yang santai dan membosankan.

Srak... srak... srak...

"Baik," batinnya sambil menyapu daun-daun kering di antara ribuan pedang kuno. "Jadi sekte kelas tiga yang hampir punah ini memiliki seorang ahli yang kekuatannya bisa mengguncang seluruh benua—dan dia memilih menjadi penjaga makam."

"Menarik."

Bukan rasa takut yang mengisi dadanya. Bukan kecemasan.

Justru sebaliknya—sesuatu yang terasa seperti... rasa aman.

"Dengan monster seperti itu yang berjaga dari balik bayangan, sekte ini tidak akan mudah hancur," pikirnya. "Aku bisa check-in di sini dengan tenang selama bertahun-tahun."

Di dalam pondok kayu, Sesepuh Mo yang duduk bersila perlahan membuka sepasang matanya yang keriput.

Pandangannya melayang ke luar jendela.

Ke arah seorang pelayan abu-abu yang sedang menyapu daun kering di antara ribuan pedang, dengan wajah yang sangat... biasa.

Sesepuh Mo diam selama beberapa detik.

Lalu, di sudut bibirnya yang keriput, muncul sesuatu.

Sebuah senyuman sangat kecil—nyaris tak terlihat.

Kemudian matanya tertutup kembali.

Ada dua orang di Makam Pedang Leluhur hari itu.

Satu orang berpura-pura tidak melihat apa-apa.

Satu orang lagi berpura-pura tidak menyadari bahwa dia sudah dilihat.

Keduanya terus berpura-pura.

Untuk saat ini.

1
Ilham Yono
terbaik
Hadi Hadi
semangat😍💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
Ilham Yono
beuh /Determined/
Zahira Valen
Alkemia
Ilham Yono
hihihi/Facepalm/
Ilham Yono
coool🆒
Ilham Yono
kereeen thor/Angry/
Ilham Yono
terbaik Thor...bantai bantai gambatheeeee
Ilham Yono
mulai curiga kayaknya sih sudah tau pangeran 9 bukan kaleng kaleng
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
beuh berat berat ini guys
Ilham Yono
misteri/Shy/
Ilham Yono
hihi mau maen maen ma kita /Facepalm/
Ilham Yono
beuh kaga nyadr
Hadi Hadi
bantai💪
Ihya Ilmi
Terus ditunggu lanjutannya thor
Ihya Ilmi
Kata-katanya mantap poooollll
Ilham Yono
hihihi /Facepalm/
zerotwo
Tanpa ampun MC nya 👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!