NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Tengah malam.

Ice terbangun dari tidurnya. Ia perlahan bangkit lalu duduk di atas ranjang.

“Apakah mati lampu?” gumamnya sambil meraba-raba mencari lampu meja di samping tempat tidur.

Tanpa sengaja tangannya menyenggol gelas.

Prak!

Gelas itu jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.

“Gawat... aku memecahkan barang orang,” gumam Ice.

Ia terus meraba-raba hingga akhirnya menemukan lampu meja.

Klik.

Lampu itu langsung menyala.

Namun...

Pandangan Ice tetap gelap.

“Apakah lampunya rusak... atau memang mati lampu?” ujarnya pelan.

Saat itu juga pintu kamar terbuka.

Howard yang mendengar suara pecahan gelas segera masuk.

“Ice!” serunya sambil menghampiri gadis itu.

Tatapannya langsung tertuju pada pecahan kaca yang berserakan di lantai.

“Howard, jangan mendekat. Aku menjatuhkan gelas. Apakah mati lampu? Aku sudah menyalakan lampunya, tapi tetap gelap” tanya Ice.

Howard terdiam.

Lampu kamar menyala dengan jelas.

Perlahan ia mengangkat tangannya dan melambaikannya di depan mata Ice.

Tidak ada reaksi.

Jantung Howard seketika berdegup kencang.

“Ice...” suaranya berubah pelan.

“Matamu... tidak bisa melihat lagi?”

Ice membeku.

“Apa... maksudmu?”

Howard menggenggam kedua bahu gadis itu.

“Lampunya menyala. Tidak ada mati lampu.”

Wajah Ice langsung memucat.

“Ti... tidak mungkin.”

Ia mengangkat kedua tangannya ke depan wajahnya, berusaha melihat.

Namun yang ada di hadapannya...

Hanya kegelapan.

“Tidak...”

“Tidak mungkin...”

Tubuh Ice mulai gemetar.

“Aku... benar-benar tidak bisa melihat?”

Suara gadis itu mulai bergetar menahan tangis.

“Jangan takut, aku akan mencarikan dokter terbaik untukmu,” kata Howard.

Ice menundukkan kepalanya.

“Aku tidak menyangka... semuanya terjadi secepat ini.”

Howard mengernyit.

“Jadi sejak awal sudah ada gejalanya? Kau sudah tahu?”

Ice mengangguk lemah sambil memeluk kedua lututnya. “Iya.”

“Kenapa tidak pernah memberitahuku?” tanya Howard.

Ice tersenyum pahit.

“Untuk apa? Tidak ada yang bisa berubah.”

Howard menggeleng.

“Jangan berkata seperti itu. Besok aku akan membawamu ke rumah sakit.”

“Tidak perlu,” jawab Ice pelan. “Dokter sudah mengatakan biaya operasinya sangat mahal. Selain itu, harus ada pendonor kornea yang cocok. Aku tidak punya keduanya. Aku sudah menyiapkan diri sejak awal. Hanya saja... aku tidak menyangka hari ini datang begitu cepat.”

Howard terdiam beberapa saat, lalu menarik Ice ke dalam pelukannya.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Dokter terbaik akan kucari. Pendonor juga akan kutemukan. Percayalah padaku.”

Ice perlahan melepaskan pelukan Howard.

“Howard, selama ini kau sudah terlalu sering membantuku. Biaya operasi itu tidak sedikit. Aku tidak ingin kau melakukan apa pun lagi demi diriku.”

Howard mengangkat kedua tangannya dan menyentuh lembut wajah Ice.

“Dengarkan aku, Ice. Apakah kau ingin menghabiskan sisa hidupmu dalam kegelapan? Kalau masih ada harapan, kenapa harus menyerah? Dokter mengatakan kau membutuhkan operasi mata. Itu berarti kesempatanmu masih ada. Lalu kenapa kau tidak mau memperjuangkannya?”

Ice menggigit bibir bawahnya.

“Karena aku tidak punya uang. Itulah penghalangnya. Aku juga... tidak bisa menggunakan uangmu," batin Ice.

“Aku akan selalu berada di sisimu. Jadi jangan takut,” ucap Howard sambil memeluk Ice dengan erat.

Ice tidak mengatakan apa pun. Air matanya terus mengalir hingga akhirnya ia tertidur karena kelelahan.

Beberapa saat kemudian.

Howard keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan.

Ia segera menghubungi Mark.

“Bos, ada perintah?” tanya Mark.

“Cari dokter spesialis mata terbaik, di dalam maupun luar negeri. Selain itu, gunakan semua koneksi kita untuk mencari pendonor kornea yang cocok untuk Ice secepat mungkin.”

“Baik, Bos. Saya akan segera menghubungi seluruh jaringan kita. Untuk dokter tidak sulit, tetapi mencari pendonor yang cocok mungkin membutuhkan waktu.”

“Aku tidak peduli berapa biayanya. Gunakan semua orang yang kita miliki. Hubungi seluruh rumah sakit, bank mata, dan pusat transplantasi. Aku hanya ingin satu hasil.”

“Apa itu, Bos?”

“Ice harus bisa melihat lagi.”

“Baik, Bos. Saya mengerti.”

Howard menutup panggilan, lalu menoleh ke arah pintu kamar Ice.

“Aku tidak akan membiarkanmu hidup dalam kegelapan, Ice. Apa pun yang harus kubayar, aku akan membuatmu bisa melihat kembali,” gumam Howard.

Keesokan paginya.

Howard membawa Ice kembali ke rumah sakit tempat dia sebelumnya diperiksa. Mark ikut menemani mereka.

Howard menggendong Ice keluar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit.

“Howard, aku masih bisa berjalan,” ucap Ice pelan.

“Aku tahu. Tapi matamu belum terbiasa dengan keadaan ini. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu,” jawab Howard.

Ice akhirnya tidak membantah.

Setelah tiba di ruang dokter, Howard mendudukkan Ice dengan hati-hati.

Dokter yang sebelumnya menangani Ice segera melihat hasil pemeriksaannya.

“Bagaimana, Dokter?” tanya Howard.

Dokter melihat beberapa hasil pemeriksaan sebelum menjawab, “Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, kerusakan kornea pasien cukup serius."

“Kenapa bisa terjadi?” tanya Howard.

“Ada tanda trauma lama di bagian kepala pasien. Kemungkinan besar pasien pernah mengalami benturan atau pukulan yang cukup keras sebelumnya.”

Howard langsung terdiam.

“Apakah itu bisa menjadi penyebab kondisi matanya?”

“Bisa menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan."

Howard menoleh ke arah Ice.

“Ice, apakah kau pernah mengalami cedera di kepala?”

Ice terdiam beberapa saat.

“Aku sering dipukul oleh keluarga Meng.”

Wajah Howard langsung berubah dingin.

Dokter menghela napas.

“Kalau begitu, ada kemungkinan cedera itu terjadi sejak lama. Yang terpenting sekarang adalah mencari pendonor kornea yang cocok agar operasi bisa segera dilakukan.”

Howard mengepalkan tangannya.

“Dokter, lakukan apa pun yang diperlukan. Berapa pun biayanya, saya akan menanggungnya.”

Dokter mengangguk.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin.”

Setelah keluar dari ruang dokter, Howard masih berdiri diam di depan pintu ruang pemeriksaan.

Mark melihat ekspresi serius di wajahnya.

“Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Howard menatap ke arah ruangan tempat Ice berada.

“Hubungi semua jaringan kita..Cari bank mata dan pusat transplantasi kornea di seluruh negeri.”

Mark langsung mengangguk.

“Baik, Bos.”

“Semalam aku sudah meminta kalian mencari dokter terbaik. Sekarang prioritaskan mencari donor kornea yang sesuai untuk Ice. Gunakan semua koneksi yang kita miliki. Aku ingin mendapatkan kabar secepat mungkin.”

“Baik, Bos. Saya akan segera menghubungi mereka.”

Ice yang berada di ranjang rumah sakit sedang memegang dompetnya.

Jarinya perlahan meraba sebuah foto lama yang terselip di dalam dompet itu.

Foto seorang wanita yang sedang menggendong dirinya ketika masih bayi.

“Ma... aku sangat takut,” gumam Ice dengan suara pelan.

“Aku tidak pernah takut seperti ini sebelumnya. Selama ini meskipun hidupku sulit, aku masih bisa melihat jalan di depanku. Sekarang... aku bahkan tidak tahu seperti apa dunia di sekitarku.”

Ice menggenggam foto itu lebih erat.

“Aku hanya bisa melakukan ini untuk mengurangi rasa takutku.”

Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka.

Howard melangkah masuk membawa makanan dan segera menghampiri ranjang Ice.

“Ice, aku sudah membeli makanan. Kau harus makan dulu,” ucap Howard.

“Howard... apa ada kemungkinan aku mendapatkan pendonor?” tanya Ice pelan.

Howard duduk di samping ranjang dan menggenggam tangan gadis itu.

“Percaya padaku. Percaya pada dokter juga. Kau akan segera bisa melihat kembali.”

Howard mengusap lembut tangannya.

“Aku sudah berjanji akan selalu berada di sisimu.”

Saat hendak mengambil makanan, pandangan Howard tanpa sengaja jatuh ke arah dompet Ice yang masih terbuka.

Foto yang terselip di dalamnya terlihat jelas.

Tubuh Howard langsung membeku.

Foto itu...

Foto wanita yang menggendong seorang bayi.

Foto yang sama yang pernah ia lihat saat Elvis Huang menunjukkannya.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!