NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:147.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam ini saja

Belum sempat Azura menyelesaikan protesnya, tubuh mungil itu sudah terangkat dari lantai, terayun ringan ke dalam pelukan kokoh Xavier. Wanita itu tersentak hebat, tangannya refleks mencengkeram bahu pria itu agar tidak jatuh, wajahnya memerah padam karena kaget dan malu.

"Kau ... kau gila? Turunkan aku!" seru Azura dengan suara berbisik, takut suaranya terdengar ke luar. Ia berusaha meronta pelan, namun tubuh Xavier bagai tembok batu yang kokoh dan tak tergoyahkan.

"Diamlah. Kau tidak punya tenaga, dan kau terlalu lambat. Kalau kubiarkan kau sendiri, mungkin kau baru selesai bersih-bersih saat matahari terbit besok," jawab Xavier datar, tanpa ada nada bercanda. Ia berjalan tegap menuju bak pemandian besar yang uap airnya masih mengepul hangat, sama sekali tidak terpengaruh oleh gerakan kecil wanita di pelukannya.

Dengan gerakan hati-hati, Xavier menurunkan tubuh Azura tepat di pinggir bak. Ia berlutut sedikit agar sejajar dengan wanita itu. Tangan besarnya bergerak tanpa ragu, menyentuh ikatan tali di punggung gaun panjang yang dikenakan Azura. Jari-jarinya yang kasar namun terampil mulai membuka simpul demi simpul itu satu per satu.

Azura membeku di tempatnya. Napasnya tertahan, matanya tak berkedip menatap wajah pria itu yang tampak begitu fokus dan serius. Ia ingin sekali menepis tangan itu, ingin menolak, namun tubuhnya seolah kehilangan kendali. Setiap kali ujung jari Xavier tak sengaja menyentuh kulit punggungnya yang terbuka, rasa panas menjalar cepat ke seluruh tubuhnya, membuat jantungnya berdebar kencang.

Gaun itu perlahan meluncur turun, jatuh menumpuk di lantai marmer, diikuti oleh lapisan kain dalam yang tipis. Kini Azura berdiri telanjang di hadapan pria itu, hanya terhalang sedikit oleh uap air yang menipis. Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangan, menundukkan wajah dalam-dalam, menahan rasa malu yang luar biasa.

Ia berusaha sekuat tenaga untuk terlihat biasa saja, seolah ini hal yang wajar, namun ia tahu betul bahunya bergetar hebat, dan kulitnya memerah panas bukan karena uap air, melainkan karena sentuhan dan tatapan pria di depannya.

Xavier menatapnya sekilas, lalu menopang pinggang ramping itu dan menuntunnya masuk perlahan ke dalam air hangat. Rasa hangat yang memenuhi kulit seketika membuat otot-otot yang tegang itu melemas, namun rasa gugup di dada Azura justru semakin menjadi-jadi.

Tanpa banyak bicara, Xavier mengambil selembar kain halus dan sabun wangi yang tersedia di tepi bak. Ia kembali berlutut di sisi bak, lalu mulai mengusap lembut bahu dan lengan Azura. Gerakannya terampil, kuat namun lembut, menyapu setiap sudut kulit wanita itu dengan teliti.

Azura menggigit bibir bawahnya mati-matian. Setiap kali kain itu bergerak, setiap kali jari-jari Xavier tak sengaja menyentuh kulitnya saat menggosok, getaran halus yang aneh menjalar dari titik sentuhan itu. Ia harus berjuang keras agar tidak mengeluarkan suara aneh atau merespons sentuhan itu secara berlebihan. Ia menundukkan wajah, memejamkan mata, berusaha berpikir bahwa ini hal yang biasa bagi suami istri.

Di sisi lain, Xavier juga sedang berperang hebat dengan dirinya sendiri. Saat tangannya bergerak turun ke lengan, ke punggung, lalu ke bahu wanita itu, ia bisa merasakan kehalusan kulit yang luar biasa itu di bawah kain basah. Aroma tubuh Azura yang bercampur dengan wangi bunga dan air hangat masuk ke indra penciumannya, membuat akal sehatnya perlahan mulai kabur.

Darahnya berdesir panas, dan ia sadar betul bagaimana tubuhnya bereaksi liar di balik celana ketat yang dikenakannya. Kejantanannya sudah bangkit sepenuhnya, menegang keras dan menuntut perhatian, namun ia mati-matian menahannya.

Ia mengertakkan gigi, berusaha fokus hanya pada tugas membersihkan wanita itu, berusaha menganggap Azura hanya patung atau kuda yang sedang ia rawat, meski ia tahu itu kebohongan terbesar yang ia buat pada dirinya sendiri.

Suasana ruangan itu hening, hanya terdengar suara percikan air kecil dan napas tertahan mereka berdua. Tidak ada tuduhan, tidak ada cibiran dan kata-kata tajam. Hanya ada pasangan suami istri yang diam tanpa bicara.

Xavier terus bekerja hingga seluruh tubuh Azura bersih dan beraroma wangi. Ia membasuh rambut hitam panjang itu, menyisirnya dengan jari-jarinya hingga bebas dari kusut dan debu. Gerakannya perlahan menjadi lebih lembut.

Dan saat ia sedang mengusap punggung wanita itu dengan gerakan menenangkan, tiba-tiba ia merasakan berat tubuh Azura bersandar pasrah ke tangannya.

Xavier menghentikan gerakannya. Ia menunduk, dan melihat bahu wanita itu naik turun dengan ritme yang teratur dan tenang.

Bisa-bisanya wanita ini tertidur? Di dalam air hangat, dalam keadaan telanjang, dan saat ia sedang dibersihkan oleh pria yang paling membencinya sekaligus suaminya sendiri? Xavier tertegun, tak percaya. Namun melihat wajah Azura yang damai, tanpa beban, hati Xavier yang keras itu kembali terguncang.

Wanita ini benar-benar kelelahan. Dengan gerakan yang jauh lebih hati-hati dan lembut dari sebelumnya, Xavier menyelipkan tangan di bawah lutut dan punggung Azura, lalu mengangkat tubuh basah itu keluar dari bak. Air menetes membasahi lantai, namun ia tidak peduli. Ia membungkus tubuh ramping itu dengan handuk tebal berwarna putih bersih, menyelimutinya hingga menutupi seluruh bagian, lalu mengusap-usap lembut rambut hitam panjang yang masih basah itu.

Ia berjalan menuju tempat tidur besar berkelambu, lalu membaringkan tubuh Azura dengan sangat pelan di atas kasur empuk beralaskan kain sutra. Xavier menarik handuk itu sedikit, mengelap sisa air di kulit dan rambut wanita itu agar tidak kedinginan. Tangannya bergerak perlahan menyisir rambut itu ke samping, menyingkirkan helai rambut yang menempel di pipi pucat Azura.

Ia duduk di pinggir kasur, menatap wajah wanita itu lama sekali. Menatap alis yang halus, hidung yang mancung, bibir yang kemerahan dan sedikit terbuka karena napas, serta lekukan wajah yang damai itu. Di saat seperti ini, tampak sekali wajah polos Emely yang ia rindukan. Di saat seperti ini, sulit sekali baginya untuk mengingat bahwa wanita ini adalah pengkhianat, bahwa wanita ini adalah dalang di balik semua rencana jahat itu.

Rasa benci, rasa marah, rasa curiga... semuanya seolah melebur kabur digantikan oleh rasa ingin melindungi yang begitu kuat.

Xavier menghela napas panjang, lalu perlahan menarik selimut tebal hingga menutupi dada Azura. Tangannya terulur, menyentuh pipi halus itu dengan punggung jarinya, sentuhan yang begitu lembut dan penuh kerinduan yang ia tolak sendiri.

"Malam ini saja, kubiarkan kau tidur di kasur," bisiknya pelan, suaranya hampir tak terdengar, penuh kepahitan namun juga penuh kelembutan yang tersembunyi.

"Malam ini saja, kubiarkan kau tidur nyenyak, tanpa menuduhmu, tanpa menyakitimu... karena aku tahu, besok pagi, kita akan kembali menjadi musuh yang berpura-pura saling mencintai."

Ia berdiri perlahan, menarik tangannya seolah baru saja menyentuh api agar tidak tergoda lebih jauh. Ia berjalan menuju kursi di dekat jendela, melepas jubah luarnya, lalu duduk bersandar di sana. Matanya tetap tertuju pada sosok kecil di balik kelambu itu, berusaha keras agar hatinya sendiri tidak semakin terperangkap pada perasaan yang salah.

1
Bunda Dzi'3
berceritalahh ke Xavier ttng hdupmu putri smenjak ibu kandungmu meninggal😭
j4v4n3s w0m3n
kasian azzura udah sama xavier di siksa anakpun di siksa semoga takdir azura kedepanya baik ....semua.perlakuan.jahat mereka yg ada di.kerajaan itu nanti akan di.balas sama xavier
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Bagus Azura, kamu gk boleh lemah di depan pelayan yg kurang ajar itu, , , , lawan mereka, , , ,

Semoga saja nnti Xavier punya mata" biar dia tau apa sbnernya yg tjd di istana kerajaan utara
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
kiya
harusnya xavier merampas kertas itu dan membacanya biar terkuak sedikit misteri azura
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!