NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.

Sebagian besar karyawan sudah meninggalkan perusahaan. Ruangan akuntansi yang tadi siang ramai kini mulai lengang. Hanya terdengar suara ketikan keyboard dan pendingin ruangan.

Bee mengusap tengkuknya yang mulai pegal. Di atas mejanya masih bertumpuk berkas yang sejak sore tadi ia kerjakan.

"Astaga... masih banyak," keluh Bee sambil memijat bahunya pelan.

Tak lama kemudian langkah kaki terdengar mendekat."Bee, kamu belum pulang?"

Bee langsung menoleh. "Pak Xian."

Xian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana sambil melihat tumpukan dokumen di meja Bee. "Sudah malam, pulanglah."

Bee menggeleng pelan. "Tidak bisa, Pak. Berkas ini harus selesai malam ini. Besok pagi sudah harus ada di meja Mbak Sela."

Xian mengernyit. "Coba saya lihat."

Bee menyerahkan beberapa map.

Xian membukanya satu per satu. Semakin lama, dahinya semakin berkerut. Beberapa detik kemudian... Kedua matanya membulat. "Tidak perlu kamu kerjakan."

Bee mengedip bingung. "Hah?"

"Ini laporan audit tahun lalu." Xian membalik halaman berikutnya. "Ini juga Dan yang ini bahkan sudah diarsipkan sejak beberapa bulan lalu."

Bee langsung terdiam. "Jadi..."

"Semuanya sudah tidak dipakai lagi."

Bee melongo. "Masa iya, Pak?"

Xian menatap Bee sambil menghela napas panjang.

"Di sini saya atasannya. Mana mungkin saya tidak tahu dokumen mana yang masih dipakai dan mana yang sudah tidak berlaku."

Bee menatap tumpukan berkas itu bergantian.

Lalu... "Huft..." Ia menjatuhkan kepalanya di atas meja. "Jadi... aku dikerjain lagi."

Xian menahan senyum.

Bee mulai menggerutu pelan. "Ya ampun... pantesan dari tadi aku ngerasa aneh. Angkanya muter-muter terus." Keluh bee "Mana aku sampai tiga kali ngecek lagi. Capek-capek lembur... Eh ternyata cuma disuruh ngerjain berkas bekas." Bee mengembuskan napas panjang.

"Teman kantorku baik banget ya... baik banget ngerjain anak magang."

Xian sampai terkekeh kecil melihat wajah kesal Bee. "Sudah. Besok biar saya yang urus."

Bee langsung menggeleng. "Jangan, Pak."

"Loh?"

"Aku tidak mau gara-gara aku, suasana kantor jadi tidak enak."

"Tapi..."

"Anggap saja latihan mental." Bee tersenyum tipis walau terlihat lelah. "Namanya juga anak magang."

Xian memandang Bee beberapa saat. Gadis itu benar-benar berbeda dari yang lain. "Kalau begitu, sekarang pulang."

"Iya, Pak."

Bee segera merapikan meja kerjanya. Sambil memasukkan laptop ke dalam tas, ia masih sempat mengomel pelan. "Entah sampai kapan mereka bakal ngerjain aku. Besok jangan-jangan disuruh ngitung pasir satu gedung."

Xian yang mendengarnya hanya bisa menggeleng geli. "Dasar bocah."

Bee keluar dari gedung perusahaan Udara malam langsung menyambutnya.

Tit... tit...

Suara klakson terdengar dari pinggir jalan.

Bee mendongak. "Kak Juna?"

Kaca mobil perlahan turun. "Masuklah."

Bee berjalan mendekat. "Kakak ngapain di sini?"

"Jemput kamu pulang."

Bee tersenyum hangat. "Terima kasih." Ia segera masuk ke dalam mobil.

Mobil pun melaju meninggalkan area perusahaan.

Suasana di dalam mobil terasa tenang.

Bee meminta izin menyalakan musik. Alunan lagu romantis mengisi keheningan malam, Sesekali Bee ikut bersenandung pelan mengikuti lirik lagu.

Kak Juna hanya melirik sekilas sambil tersenyum tipis.

"Apa kamu mau makan malam dulu?"

Bee menggeleng.b"Tidak usah, Kak. Ini sudah malam."

Tanpa banyak bicara, Kak Juna meraih paper bag yang berada di jok belakang. "Kalau begitu, ini."

Bee menerimanya. "Apa ini?"

"Makan malam."

Bee membuka sedikit isi paper bag itu Matanya langsung berbinar. "Ini makanan favoritku."

"Aku tahu."

Bee menoleh. "Kok bisa?"

"Kemarin waktu di mal, kamu sempat berhenti cukup lama di depan restoran yang jual menu itu."

Bee tertawa kecil. "Kakak sampai merhatiin?"

"Hanya kebetulan."

Bee tersenyum lebar.b"Wah... perhatian sekali Terima kasih ya, Kak."

"Sama-sama."

Bee memeluk paper bag itu seperti harta karun. "Kalau begini terus aku jadi malu."

"Kenapa?"

"Soalnya Kak Juna baik terus."

Kak Juna tetap fokus menyetir. "Baik itu tidak ada salahnya."

Bee menatap laki-laki di sampingnya. "Kenapa Kak Juna selalu perhatian sama aku?"

Untuk sesaat...

Mobil terasa sunyi.

Kak Juna tersenyum tipis. "Karena aku tidak ingin ada orang yang mengabaikanmu." Jawaban sederhana itu membuat Bee terdiam.

Dadanya terasa hangat. Ia segera mengalihkan pandangan ke luar jendela agar Kak Juna tidak melihat senyumnya yang semakin lebar.

Perjalanan kembali diisi obrolan ringan.

Bee menceritakan tingkah Kriss yang konyol di kantor hingga membuat Kak Juna beberapa kali tersenyum.

Melihat Bee mulai kembali ceria...

Entah kenapa hati Kak Juna ikut merasa tenang.

Sementara itu...

Di kediaman keluarga Luwis.

Mamah Lana, Papah Prans, Kak Darius, dan Jelita sedang menikmati makan malam Suasana meja makan terasa hening.

Kak Darius tiba-tiba menoleh kepada Jelita. "Jelita."

"Iya, Kak?"

"Kenapa kamu tidak pulang bersama Bee? Bukannya kalian satu kantor?"

Jelita menghentikan gerakan makannya. "Tadi... sebenarnya sudah aku ajak pulang bareng."

"Lalu?"

Jelita menggigit bibir bawahnya. "Tapi... Bee memarahiku."

Mamah Lana langsung mengangkat kepala."Memarahimu?"

Jelita mengangguk pelan. "Iya. Dia bilang aku jangan ikut campur urusannya lagi Terus dia menyuruh aku pulang sendiri." Jelita menundukkan kepala, berpura-pura menahan air mata. "Aku sedih sebenarnya..."

Rahang Kak Darius langsung mengeras. "Dia semakin hari semakin seenaknya." Kepalan tangannya mengepal kuat. "Mah, Pah... kalau dibiarkan terus, Bee akan semakin tidak tahu aturan." Ia menoleh kepada Papah Prans. "Pah, Papah harus mengambil tindakan tegas."

"Kalau tidak, dia akan terus membangkang."

Papah Prans membuang napas kasar Sorot matanya penuh amarah. "Setelah dia pulang... biar Papah kasih pelajaran."

"Pah..." Mamah Lana mencoba menenangkan.

"Jangan membela dia terus!" bentak Papah Prans.

Suasana langsung membeku.

Tanpa melanjutkan makan malamnya, Papah Prans berdiri lalu berjalan meninggalkan ruang makan.

Brak!

Suara pintu ruang kerja ditutup keras.

Mamah Lana hanya terdiam dengan wajah gelisah.

Sedangkan di balik wajah polosnya...

Jelita menundukkan kepala agar tak ada yang melihat senyum tipis yang terukir di bibirnya. 'Sedikit lagi...

Sebentar lagi semua orang akan semakin membenci Bee.'

Dan ia menunggu kepulangan Bee... dengan rencana lain yang sudah disiapkannya.

1
Dara Yanti
double up thor ..seru nih cerita nya 🤭
Red Blossom
Thor, kapan kejahatan Jelita terbongkar?
Red Blossom
Satukan Juna sama Bee secepatnya thor biar Bee ada yg melindungi
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!