NovelToon NovelToon
Monster Pedang Gerbang Timur

Monster Pedang Gerbang Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muzu

Lahirnya seorang pangeran yang cerdas dan berbakat seharusnya menjadi keberuntungan suatu kerajaan ataupun kekaisaran, tetapi yang terjadi justru keberadaannya dianggap sebagai ancaman nyata oleh berbagai pihak yang mendambakan kekuasaan semu.

Melalui sebuah konspirasi, sang pangeran harus mengalami musibah. Ia yang sebelumnya dikenal cerdas dan berbakat, berakhir menjadi seorang pangeran yang tidak berguna.

Dengan kondisinya itu, sang pangeran diusir dari istana dan dibuang ke Gerbang Timur, tempat di mana para keluarga istana yang dianggap sampah diasingkan.

Namun, di balik musibah yang terjadi, Gerbang Timur menjadi titik balik kebangkitan sang pangeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persaingan

Suasana tegang memenuhi seisi aula istana Kekaisaran Qin. Sudah lebih dari sepuluh hari sejak Pangeran Qin Canglan meninggalkan istana, keberadaannya masih belum diketahui. Bahkan, tim pengawas misi yang dikerahkan Kaisar Qin untuk melihat situasi di Gerbang Timur pun tak kunjung kembali.

Sebenarnya di dalam hati Kaisar Qin Zhang sudah menyimpan segudang dugaan. Ia pun merinding membayangkan yang terjadi pada diri putranya itu. Namun, yang paling mengganggu pikirannya yaitu, mengapa tidak ada yang bisa kembali? Apakah semuanya dihabisi di sana?

“Kita melupakan satu hal penting. Meskipun Gerbang Timur menjadi bagian dari wilayah kekaisaran, tetapi area itu merupakan zona bebas. Apa pun yang terjadi di sana bukanlah kewenangan istana untuk mencampurinya. Kita tidak bisa lagi mengirim orang-orang istana, tetapi bukan berarti tidak ada yang bisa ke sana. Kita bisa mengundang para ahli untuk membawa kembali Pangeran,” papar Li Wudang. Ia masih peduli pada nasib cucunya.

“Saranmu cukup masuk akal,” ucap Kaisar Qin setelah memikirkannya. Ia pun segera mengeluarkan dekrit, “Sampaikan titahku! Barang siapa yang berhasil membawa pulang putraku, Pangeran Qin Canglan, akan mendapatkan seribu tael emas, sumber daya kultivasi, lahan seluas seribu mu, dan dibebaskan dari kewajiban pajak selama lima tahun.”

“Yang Mulia bijaksana!” timpal semua pejabat. Mereka sangat antusias mendengar dekrit tersebut.

***

Kediaman Pangeran Qin Lei.

Selir Lan Yue tak henti-hentinya berjingkrak kegirangan. Upayanya menghabisi Pangeran Qin Canglan berhasil dijalankan.

“Kak Canglan masih belum diketahui nasibnya, mengapa Ibu sudah begitu gembira?” protes Qin Lei yang harus kembali melihat kejenakaan sang ibu.

“Meskipun jasadnya belum ditemukan, kematiannya sudah bisa dipastikan,” balas Selir Lan Yue, tampak begitu yakin.

“Apa alasannya?”

Selir Lan Yue menjinjitkan alis matanya seraya mendekati wajah sang anak dengan tatapan serius.  “Apa kau tahu? Bahkan, para pembunuh bayaran yang dikirim Adik Ruo pun tidak ada yang kembali. Tentunya hal itu sudah merupakan kepastian dari kematian anak kurang ajar itu.”

“Tentu aku tahu, Bu, tetapi apa salahnya jika kita menunggu sampai kematiannya dipastikan.” Qin Lei belum puas tanpa adanya bukti kuat kematian Qin Canglan. Ia bahkan meyakini jika kakak tertuanya, Qin Zhao masih hidup sampai saat ini.

“Mengapa harus menunggu sesuatu yang bisa kita yakini?” Selir Lan Yue tetap kukuh pada pendiriannya.

“Aku hanya khawatir dia masih hidup.”

“Kemungkinan dia hidup hanya nol persen. Kalaupun ada keajaiban …, anak durhaka itu mana pantas mendapatkannya.”

Tidak diketahui keduanya, ada seorang pelayan yang diam-diam menguping pembicaraan di balik pintu. Pelayan itu lantas pergi ke kediaman Permaisuri Li Hua.

Sang permaisuri masih terus menangis di dalam kamarnya. Suara ketukan pintu yang terdengar nyaring pun tidak dipedulikannya. Tidak kembalinya sang putra membuatnya sangat terpukul.

“Nyonya, ini aku!” kata si pelayan dengan meninggikan suara.

“Masuk!” titah Li Hua sambil menyeka air mata. Ia berharap ada kabar baik yang disampaikan.

“Nyonya, aku mau memberi tahu kabar penting,” kata si pelayan yang kali ini memelankan suara.

“Jangan berbisik!” tegur Li Hua, “katakan dengan jelas!”

“Ba … baik, Nyonya.” Sedikit gemetar tubuh si pelayan. Ia celingak-celinguk sebelum mengatakannya. “Aku tadi menguping pembicaraan Nyonya Lan Yue dengan Pangeran Qin Lei.”

“Apa katanya?” Permaisuri mulai tidak sabar.

“Mereka mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi Tuan Muda.”

Mata Permaisuri Li Hua melebar hingga nyaris keluar dari tempatnya. Gigi gerahamnya pun terdengar beradu, membuat si pelayan menggigil ketakutan.

“Kurang ajar!” Permaisuri Li Hua berjalan ke arah pintu. Meskipun diselimuti kemarahan, tetapi wajahnya yang cantik masih menampilkan pesona seorang permaisuri kekaisaran.

“Lihat saja bagaimana aku menghabisi kalian semua?” gumamnya kemudian.

Permaisuri kemudian menolehkan kepalanya dengan gerakan cepat ke arah si pelayan tanpa memedulikan raut ketakutan di wajah pelayannya itu, ia melontarkan perintah, “Racuni mereka semua. Aku ingin malam ini mereka mati.”

“Baik, Nyonya.” Buru-buru si pelayan meninggalkan kediaman Permaisuri.

Namun, baik Permaisuri maupun si pelayan tidak menduga ada seseorang yang ikut menguping pembicaraan. Orang itu adalah Selir Xian Ruo. Ia sebelumnya akan menemui Selir Lan Yue, tetapi dirinya curiga melihat si pelayan berlari dari kediaman Selir Lan Yue. Ia pun diam-diam mengikutinya.

Setelah merekam pembicaraan mereka, secepatnya Selir Xian Ruo berjalan ke kediaman Selir Lan Yue. Dan tanpa mengetuk pintu, ia langsung masuk ke dalam.

“Hei, sejak kapan kau tidak sopan?” tegur Lan Yue terkejut melihat kedatangannya.

“Sejak tahu Li Hua akan membunuh kita semua,” kata Xian Ruo dengan serius.

“Tu … tutup pintunya!” pinta Lan Yue. Ia begitu gugup.

Setelah menutup pintu, Xian Ruo menoleh ke arah Pangeran Qin Lei. “Kau jaga pintu. Pastikan tidak ada yang menguping pembicaraan kita,” pintanya.

Tanpa menimpali, Qin Lei langsung berjalan ke arah pintu dan berdiri di baliknya.

“Cepat katakan, apa yang direncanakan Li Hua untuk membunuh kita?” Lan Yue begitu tidak sabar mendengarnya.

“Dia akan meracuni kita. Sebaiknya beberapa hari ini kita membuang makanan yang disediakan istana,” ungkap Xian Ruo.

“Hanya racun saja tidak akan sanggup membunuh kita.” Lan Yue tertawa sinis.

“Kita tidak perlu membuangnya. Kita hanya perlu menelan anti racun, dan biarkan pelayan tidak tahu diri itu yang mati duluan,” imbuhnya.

“Ah, aku lupa akan hal itu, tetapi pastinya … Li Hua sudah mengetahui keterlibatan kita. Apa yang harus kita lakukan?” Xian Ruo menatapnya serius.

Sejenak keheningan mengambil alih suasana. Selir Lan Yue memikirkannya dengan mendalam. Dalam hatinya ia dilema. Diam tentu menjadi incaran, beraksi akan membuat semuanya terbongkar. Semuanya memiliki konsekuensi yang berat.

“Kita sudah terlalu lama bertahan. Kini waktunya kita menyerang,” ucap Lan Yue. Ia sudah memiliki cara untuk menjalankan aksinya.

“Apa kita akan membunuhnya?”

“Seperti biasa, kita akan menggunakan tangan orang lain.”

“Tangan siapa? Jangan bilang Kakak meminta orang-orangku lagi. Kakak sendiri tahu, pembunuh bayaran yang aku kirim tidak ada yang kembali. Aku sudah menghabiskan banyak harta untuk semua itu.”

“Bukankah ada orang-orang dari Klan Li yang tidak menyukai keberadaan Li Hua dan ayahnya?” Lan Yue menyeringai.

“Patriark klan Li, Li Baihu,” tebak Xian Ruo.

“Ya, orang tua itu sangat menjaga martabat klan. Diam-diam ia mengutus beberapa putranya untuk memantau aktivitas Li Wudang dan Li Hua di istana. Namun, ia hanya pemantik untuk kita,” beber Lan Yue.

Xian Ruo menatapnya tajam. “Apa kita akan memprovokasinya?”

“Memprovokasi tidak akan sampai membunuh,” jawab Lan Yue cepat.

Suasana mendadak sunyi. Xian Ruo merasa ada sesuatu yang disembunyikan di balik dinginnya sorot mata Lan Yue kepadanya. Ia pun bertanya, “Mengapa Kakak menatapku begitu?”

“Aku tahu hubungan gelapmu dengan Li Pang. Kau tahu maksudku.”

Tercekat Xian Ruo mendengarnya. Perkataan Lan Yue tidak lain adalah melempar tanggung jawab kepada dirinya.

“Lagi-lagi aku.” Xian Ruo mendengus kasar.

“Aku percaya padamu, adikku yang baik.”

1
Didi h Suawa
kacau fiksinya,🤭🤭🤭
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄😄 maafkan 🙏 di sini MC lg masa transisi sebelum dapat kekuatan yang sesungguhnya
total 1 replies
soegiman aja
kok jadi gini?😄😄
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: itu bab penggiringan, Ka. Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏
total 1 replies
RN
di tunggu fantasi lokal nya bg biar kaga belibet nyebut nn nya🤣
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄 nanti ya
total 1 replies
RH
lanjut thor, udah ngasi gift nih👍
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: terima kasih, Ka. Maaf kemarin ga sempat up, agak sibuk di rl 😄
total 1 replies
RH
jdi inget wedang😄
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: wedang jahe diminum pas lg ujan, enak tuh 😄
total 1 replies
Quinnela Estesa
kak Muzu😊 sesekali dong buat Fantasi Barat.
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: Aku kurang suka sama fantasi barat 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!