NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Atau Calon?

Setengah jam dari kedatangan Bima di rumah Citra, mereka pun akhirnya memutuskan untuk segera berangkat ke Bogor.

"Silakan, Ibu!" Tanpa diduga oleh Ibu Nurul dan Citra, Bima membukakan pintu tengah mobilnya untuk Ibu Nurul.

Ibu Nurul terkesiap, tak menyangka kalau akan diperlakukan sangat hormat dan santun oleh Bima.

"Oh, terima kasih, Mas." Dengan tersenyum haru, Ibu Nurul masuk ke mobil, sementara Ambar langsung berjalan memutar, masuk dari sisi yang berlawanan.

"Kamu duduk di depan!" Ketika melihat Citra ingin ikut masuk duduk bertiga bersama Ibu Nurul dan Ambar, Bima segera membukakan pintu untuk wanita itu dan meminta Citra duduk di sampingnya nanti.

"Benar-benar calon menantu idaman ini sih, Bu. Nggak kayak yang onoh." Ambar berbisik pada ibunya, membandingkan sikap Bima dengan Bayu.

"Sssttt!" Ibu Nurul mendekatkan telunjuk ke bibirnya agar putrinya tidak terlalu banyak berkomentar.

"Terima kasih karena Mas Bima sudah mau mengantar kami pergi ke Bogor." Ketika Bima sudah menyalakan mesin mobil, Ibu Nurul mengucapkan rasa Terima kasih atas bantuan Bima yang mengantar mereka ke tempat saudaranya di Bogor.

Bima melirik dari spion dan mengulum senyuman. "Panggil Bima saja, Bu." Bima meminta Ibu Nurul hanya menyebut nama saja, tapi embel-embel kata Mas di depan namanya. "Saya senang bisa mengantar Ibu dan keluarga ke sana," lanjutnya.

"Kami menginap di sana, pulangnya Minggu. Mas Bima mau ikut nginep juga atau balik ke Jakarta?" tanya Ambar, mencoba mengakrabkan diri dengan Bima.

Citra menoleh dengan mendelik ke arah adiknya, tak senang Ambar bertanya seperti itu.

"Ibu dan Citra akan menginap di sana?" Bima bertanya kepada Ibu Nurul merespon pertanyaan dari Ambar tadi. Dia tidak tahu jika Citra dan keluarganya berniat menginap di Bogor, sehingga dia tak membawa baju salin.

"Iya, rencananya memang seperti itu," jawab ibu Nurul.

"Mas Bima pasti punya kesibukan jadi balik ke Jakarta." Citra menjawab, sebab ia berharap Bima tak menunggui dirinya selama di Bogor. "Biar nanti kami naik bis saja pulangnya, Mas," sambungnya, menegaskan ia dan keluarganya tidak memerlukan bantuan Bima untuk pulang ke Jakarta.

Bima menoleh pada Citra. "Saya tidak ada kesibukan. Mungkin saya akan mencari hotel untuk menginap di Bogor." Tanpa perlu berpikir panjang, Bima sudah mengambil keputusan akan berada di kota yang sama dengan Citra.

Niat Bima memang ingin dekat dengan Citra dan keluarganya, jadi Dia memutuskan mencari hotel untuk dia menginap nanti.

Citra menghempas panjang mendengar keputusan Bima yang ikut menginap di Bogor, meskipun bukan di rumah keluarganya. Dia yakin, Bima pasti akan tetap mengajaknya pergi menikmati malam Minggu.

"Percuma aku pakai alasan ke Bogor, kalau ujung-ujungnya tetap pergi sama dia," gerutu Citra melempar pandangan ke luar kaca jendela, merasa kesal karena dirinya tak bebas karena ada Bima yang menungguinya selama di Bogor.

"Iya, mending Mas Bima menginap di Bogor saja, biar bisa malam mingguan sama Mbak Citra," celetuk Ambar dengan terkekeh.

"Ambar!" Citra langsung menegur Ambar. Citra bahkan kembali mendelik tajam ke arah adiknya, karena menganggap Ambar terlalu lancang berbicara seperti tadi kepada Bima.

"Jangan kurang 4jar gitu bicaranya!" hardik Citra galak.

"Sudah-sudah! Kalian jangan bertengkar! Kasihan Bima sedang mengendarai mobil. Nanti nggak bisa konsentrasi mendengar pertengkaran kalian!" Ibu Nurul melerai kedua putrinya agar tak terjadi keributan lebih lanjut, apalagi saat ini mereka bersama Bima. Tidak enak rasanya bertikai di hadapan orang lain.

"Maafkan anak-anak Ibu ini ya, Bima. Mereka memang sering begini kalau kumpul." Ibu Nurul meminta maaf pada Bima, karena kata-kata tak sopan Citra dan Ambar.

"Tidak apa-apa, Bu. Saya mengerti," sahut Bima memaklumi.

Citra mendengus kasar dan kembali melempar pandangan ke luar jendela, karena adiknya justru seperti memberi jalan pada Bima untuk lebih banyak waktu dengannya, padahal dia sendiri ingin menghindari Bima.

Dalam perjalanan menuju Bogor, Citra lebih banyak diam dan lebih fokus ke ponselnya, curhat pada Vera. Hanya Ibu Nurul dan Ambar yang berbincang dengan Bima.

Pukul 11.10 menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Terlihat pekarangan rumah Uwa Ninik, kakak dari Ibu Nurul tampak ramai. Sepertinya saudara Citra sedang berkumpul di rumah Uwa Ninik Kebetulan rumah Sekar dan orang tuanya bersebelahan, hingga sanak saudara berkumpul di sana menegok Sekar yang baru melahirkan.

Citra memejamkan mata dan menarik nafas perlahan. Pasti kehadiran Bima bersamanya akan menjadi pertanyaan saudaranya yang kepo.

Citra turun dari mobil dan membantu memegang pintu mobil belakang agar tetap terbuka, karena Ibu Nurul hendak turun.

"Assalamualaikum ...* Sementara Ambar yang sudah lebih dulu turun bergegas menghampiri keluarga Uwa Ninik yang menyambut di teras rumah ketika melihat ada mobil mewah masuk ke pekarangan rumah mereka.

"Waalaikumsalam ..." jawab Uwa Ujang dan Uwa Ninik bersamaan.

"Apa kabar, Uwa? Sehat?" Ambar mencium punggung telapak tangan Uwa Ujang dan Uwa Ninik bergantian.

"Alhamdulilah, sehat, Ambar." Uwa Ujang menjawab.

"Kamu makin cantik udah besar gini, lho, Mbar." Sementara Uwa Ninik memuji penampilan fisik Ambar yang makin bersinar memasuki usia dewasa.

"Cantik dong, Wa. Ponakannya siapa dulu!?" Ambar menjawab dengan tersenyum menyeringai.

Sementara Citra berjalan menggandeng lengan ibunya, tak berdampingan dengan Bima.

"Assalamualaikum ..." Giliran Citra dan Ibu Nurul yang menyapa Uwa Ujang dan Uwa Ninik

"Waalaikumsalam ...."

"Kamu sehat, Nur?" Uwa Ninik langsung berpelukan dengan adiknya.

"Alhamdulilah, Teh. Teteh sehat juga?" Ibu Nurul menjawab dan balik menanyakan kabar sang kakak.

"Alhamdulillah, Nur. Mesti sehat, apalagi sekarang tambah cucu, ikut bantu urus anak si Sekar," jawab Uwa Ninik,

Sementara pandangannya kini mengarah kepada pria yang berjalan di belakang Citra dan ibu Nurul.

"Wah, bawa supir ke sininya?" celetuk Uwa Ninik.

Citra menahan tawa ketika Uwanya menganggap Bima seorang supir.

"Hush! Dia teman Citra, Teh." Ibu Nurul menepuk lemah lengan Uwa Ninik karena pertanyaan kakaknya tadi.

"Teman Citra? Calonnya, Nur?" Uwa Ninik makin penasaran.

"Bukan, Wa!" Dengan cepat Citra menyangkal.

"Ini Bima, teman bisnis kantor Citra, A, Teh." Ibu Nurul menjelaskan pada kakak dan kakak iparnya. "Bima, ini kakaknya ibu, Uwa Ninik namanya. Kalau ini Uwa Ujang, suaminya." Lalu Ibu Nurul mengenalkan keluarganya kepada Bima.

"Saya Bima, Pak, Bu." Bima lalu memperkenalkan diri pada Uwa Ujang dan Uwa Ninik.

"Kirain calonnya Citra, udah senang duluan Uwa lihatnya." Kembali Uwa Ninik meledek Citra dan Bima, membuat wajah Citra merona, sementara Bima hanya mengulum senyuman.

"Apaan, sih, Wa!?" Citra langsung menggandeng lengan Uwa Ninik dan melangkah lebih dulu ke dalam.

"Jangan ngomong gitu, Wa. Mas Bima itu relasi bisnis kantor aku. Dia itu bos penasaran. Nggak enak aku jadinya, Wa." Citra berbisik agar Uwanya tidak terus membicarakan soal hubungan Bima dengan dirinya. Dia khawatir keluarganya terlalu berharap kepada Bima, sementara mereka tidak tahu jika Bima adalah kakak tiri dari mantan suaminya.

"Bos pemasaran?" Uwak Ninik menoleh ke arah Bima. "Pantas saja penampilannya keren, ternyata dompetnya memang tebal," komentarnya kemudian.

"Sssttt! Pelan-pelan bicaranya, Wak!" Citra kembali menegur Uwak Ninik.

"Tapi, kenapa dia bisa nganter kamu ke sini?" Uwa Ninik mencurigai sesuatu dengan keikutsertaan Bima bersama keluarga adiknya. "Jangan-jangan, dia suka sama kamu, Cit. Nggak mungkin kalau dia nggak punya perasaan ke kamu, sampai dia rela bela-belain antar ke sini jadi supir pribadi kamu." Uwak Ninik terkekeh, bisa menebak niat Bima terhadap keponakannya. Siapapun akan menebak ke arah sana melihat semangat Bima melakukan pendekatan pada keluarga Citra.

♥️♥️♥️

1
Juwitae
Anaknya belum lahir Mak Zha.. kok udah tamat aja
🍎billaacha90🍎
tuh kan readers mam pada tanya, bahkan aku ikut bertanya-tanya🤭
🍎billaacha90🍎
Wah Mam ini beneran tamat kah, Citra belum lahiran lho mam🤭
🍎billaacha90🍎
Wah Bima hebat banget dia, demi kebahagiaan Citra dia sudah memikirkan sejauh ini
🍎billaacha90🍎
hahaha CEO kalau udah ketemu pawang nya gitu yo🤣🤣🤭
Dest Cookies
alhamdulillah.. mam zha udah up lg... tp kok kisah nya ending sampe sini?.. masih penasaran sama reaksi bayu sama ibunya ngelihat kehidupannya citra sama bima ...kisahnya rico..ambar sama laras..
terimakasih mam zha sudah menghadirkan kisah yg menghibur.. ditunggu kisah2 berikutnya.. sukses selalu...
Indriani Kartini
ko dah tamtvaja lgi Thor, kan blom melahirkan, ada boncapnya Thor, pingin tau anknya mereka
Esther
Yah...bary juga update sudah tamat saja.

Happy ending....
ρυтяσ kang'typo✨
happy ending 🥰🥰🥰g terasa ya teryata sudah di penghujung cerita... Alhamdulillah walau badai yang di lalui begitu nano" tapi Citra sudah bahagia dengan bertemu'y sama maz'Bima
Titik Subekti
Alhamdulillah akhir yg bahagia
ditunggu cerita yg baru 💪💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
bikin haru..setelah melewati badai dalam hidupnya,Citra mendapatkan kebahagiaan dengan dicintai sepenuh hati oleh Bima.bahkan keluarga Citra tak luput mendapat kebahagiaan dan dicintai menantunya.
tapi sedih,kenapa tau2 udah tamat aja.berpisah sama kisah mereka.
sryharty
tau2 tamat mam
popon susana
Lah kok langsung tamat sih mba😥
Ummu Shafira
kok blm up² ya... semoga sehat selalu ya thor
Titik Subekti
waduh lama banget thor gak up
selalu ku tunggu up nya
ρυтяσ kang'typo✨
jangan" nanti Rico justru berjodoh sama Laras🤣🤣🤣tapi jangan lah yaaa...
Ernalita Sitompul
makanya laras jgn lihat luarnya sj,yg ganteng belum jaminan itu org baik
🍎billaacha90🍎
Wah Bima langsung jujur ini. tidak kayak Citra selalu di tutupin😁
sryharty
kira2 siapa ya yang bakalan bisa meluluh lantah kan dunia Rico,,Ambar kah atau Laras
Dest Cookies
awas richo... kamu sombong pastikan bakalan jatuh cinta pada ambar atau laras..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!