NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Dewa Aturan

Setelah mendapatkan ganti rugi dari Freya, Aamon segera mengejar Steven dengan panduan pak tua di dalam tubuhnya. Aamon bergerak lincah mengikuti petunjuk pak tua yang membimbingnya. Aamon sangat mempercayai orang tua yang berada di alam bawah sadarnya tersebut.

“Kakek Zu, kamu tahu kemampuan yang dimiliki wanita bodoh itu?” Tanya Aamon melompati dahan pohon, lalu mendarat di atap rumah warga. 

Rumah itu adalah rumah di samping rumah dimana Dien melakukan ritual mengintip rahasia ilahi, dan berlatih mengolah energi spiritual. 

Dari atap rumah itu Aamon dapat melihat pertarungan Dien melawan Steven yang terlihat tidak seimbang, karena Steven mampu menggunakan sihir yang merupakan keunggulan praktisi lima elemen, sementara Dien belum bisa menggunakan sihir dan hanya bisa mengandalkan energi spiritual. 

“Wanita itu sepertinya mewarisi kekuatan dewa. Mungkin dia pewaris dewa yang berhubungan dengan aturan.” Ucap kakek Zu setelah diam sesaat. 

“Kekuatan dewa?” Aamon mengerutkan kening. 

“Kakek tidak menipuku, kan?” Tanya Aamon memastikan. 

“Anggap saja aku menipumu." Balas kakek Zu santai dan tidak peduli. 

Aamon terdiam, lalu fokus melihat pertarungan sengit Dien dan Steven. 

Freya tidak bergerak dari rumah warga yang hancur akibat dihantam tubuhnya yang terhempas. Wanita muda itu mengeluarkan buku usang dan kuno, namun pancaran energi spiritual buku tersebut sangat pekat. Buku usang itu berjudul 1001 kisah dewa aturan, salah satu senjata dewa yang dapat memberikan warisan dewa kepada pemiliknya atau pewaris yang terpilih. 

Freya adalah pewaris yang terpilih tersebut.

Freya menatap buku usang tersebut dan menarik nafas dalam, mencoba menenangkan dirinya yang tegang dan tegang. Freya menarik nafas beberapa kali, lalu masuk ke alam bawah sadarnya. 

Di alam bawah sadarnya, Freya melihat buku usang tersebut melayang di udara. 

“Aku sudah menjadi praktisi spiritual lima elemen. Aku sudah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian selanjutnya. Aku tidak boleh ragu lagi.” Gumam Freya menguatkan mentalnya untuk melakukan ujian kedua warisan dewa aturan. 

Freya dengan tegang dan hati-hati membuka lembaran buku usang tersebut. Buku itu langsung memancarkan sinar terang dan membawa Freya masuk ke alam ujian warisan dewa aturan. 

Alam ujian warisan dewa. 

Suasana alam bawah sadar Freya yang sebelumnya berbentuk danau di tengah hutan, kini berubah menjadi sebuah istana kuno dengan pintu gerbang raksasa. Freya menyadari bahwa alam ujian warisan dewa tumpang-tindih dengan alam bawah sadarnya. 

Freya menghela nafas menenangkan diri, lalu mendorong gerbang pintu istana raksasa tersebut. 

Pintu didorong terbuka!

Freya melihat dalam istana kuno yang hancur dan menjadi reruntuhan. Freya melihat singgasana raja yang agung, tempat duduk para menteri, dan berbagai patung hancur lebur dan berserakan di dalam istana kuno tersebut. 

Freya melangkah masuk dan memicu munculnya kalimat pesan yang terbuat dari energi spiritual keemasan. Freya yang sudah melihatnya saat ujian pertama hanya tersenyum mengerti dan membaca pesan tersebut.

Pesan itu berbunyi “Ujian kedua: Seorang anak berusia 7 tahun masuk ke dalam rumah tetangganya tanpa izin pemilik rumah. Anak itu mendekati dan bermain dengan bayi yang merupakan anak tetangga tersebut. Saat bermain, sang bayi tiba-tiba menangis kencang membuat anak itu panik dan ketakutan. Anak berusia 7 tahun itu dengan panik menutup mulut sang bayi, membuat bayi itu kesulitan bernafas dan akhirnya meninggal dunia. Hukuman apa yang pantas diberikan kepada anak tersebut?”

Freya menatap pertanyaan tersebut dengan yakin. 

“Aku tidak akan memberikan hukuman kepada anak itu. Dia tidak tahu apapun mengenai resiko setiap tindakannya, dia masih terlalu kecil memahami kesalahannya. Yang seharusnya dihukum adalah orang tua si bayi, karena meninggalkan anaknya seorang diri di teras rumah tanpa penjagaan.” 

Setelah Freya menjawab pertanyaan, tiba-tiba istana kuno bergetar hebat dan Freya kehilangan kesadarannya. Saat bangun, wanita itu mendapati dirinya berada di altar pernikahan. 

Freya menatap Aamon yang menjadi pengantinnya. Freya terkejut dan bingung untuk sesaat. Freya bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Dalam ingatannya, mereka berdua menjalankan misi ke desa Sukahati, dan mereka berakhir terluka oleh seorang pria yang mengincar roh ikan buntal yang merupakan penyebab anomali di desa tersebut. 

Aamon tersenyum lembut sembari memasukkan cincin di jari manisnya. Freya dengan linglung menerima cincin itu, lalu berciuman panas dengan Aamon di altar pernikahan dengan disaksikan para tamu undangan. Ciuman itu berlanjut di ranjang yang sudah dihiasi bunga mawar, terlihat begitu indah. Aamon menggigit daun telinganya, dan tangan pria itu menelusuri tubuhnya dengan lembut. 

“Akhirnya kita memiliki waktu sendiri. Aahh… aku sudah tidak sabar merasakan tubuhmu istriku.” Ucap Aamon lembut, mengandung nafsu birahi yang membara. 

Freya entah mengapa tidak bisa melawan. Dia dipaksa untuk menikmati pertarungan ranjang tersebut. Aamon dengan ganas merobek pakaian pengantinnya, lalu mencium inci demi inci tubuhnya, hingga akhirnya Aamon memasukkan penisnya ke vagina Freya yang sudah mengembang. 

“Mari kita mulai sayang.” Aamon tersenyum dan menghentakkan tusukannya. 

“Aah… apa yang… ah… ah… Amon kau… ah!” Freya kaget penis Aamon mendobrak vaginanya. 

Freya mendesah disetiap hentakan dan yakin Aamon sedang memperkosanya, apalagi posisinya sedang ditindih Aamon yang telanjang bulat. 

“Kau…” Freya marah namun juga sangat menikmati setiap hentakan Aamon. 

“Kamu begitu cantik saat malu-malu istriku.” Aamon menggigit telinga Freya dan berbisik dengan lembut. 

Aamon dengan semangat membajak Freya yang hanya bisa pasrah, mendesah, dan sedikit melawan yang pada akhirnya berakhir sia-sia. Malam pertama itu dilewati oleh Freya dengan penuh cinta, kenikmatan, dan semangat sebagai seorang wanita yang bersuami. 

Entah berapa lama waktu berlalu, Freya yang sudah menikah perlahan-lahan menerima Aamon sebagai suaminya, meskipun hatinya merasa ada sesuatu yang mengganjal. 

Freya perlahan-lahan melupakan beberapa hal karena mengandung anak pertama, wanita itu selalu tersenyum menyambut kepulangan Aamon dari bekerja. Setiap malam Aamon yang memiliki nafsu menggebu-gebu selalu bersemangat membajak tubuhnya dan Freya sangat menikmati setiap cinta dan kasih sayang yang diberikan Aamon. 

Anak pertama mereka akhirnya lahir, seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan manis. Freya dan Aamon sangat menyayangi bayi pertama mereka tersebut. 

“Anak baik. Anak ibu yang cantik.” Ucap Freya tersenyum menghibur bayinya. 

Kaca pecah! 

Freya kaget ketika sebuah batu kecil terlempar ke rumahnya dan menghancurkan kaca rumahnya hingga membuat bayinya menangis kencang. Wanita itu melindungi bayinya yang rentan terkena lemparan batu dan pecahan kaca.

Setelah menidurkan bayinya, Freya dengan marah keluar dan menemui anak-anak nakal yang melempar batu ke arah rumahnya. Freya memarahi mereka beserta ibu dan ayahnya, namun keluarga-keluarga anak-anak itu malah membela anak mereka karena masih terlalu kecil. 

“Apa-apaan kamu, mereka terlalu kecil dan tidak mengerti apapun. Kamu jangan berlebihan. Mereka masih anak kecil!!!” Pekik seorang pria yang merupakan ayah salah satu anak. 

“Anakmu membahayakan putriku!” Pekik Freya marah. 

Perdebatan panjang itu berakhir tanpa kejelasan. Anak-anak nakal itu tidak dihukum, bahkan tidak diberi peringatan, membuat mereka tersenyum besar kepala. 

Freya pulang dengan hati dongkol dan penuh kebencian.

Lima hari kemudian. 

Freya yang sibuk memasak di dapur sesekali melihat ruang tamu, dimana putri kecilnya berada dan tertidur di kursi roda bayi. Freya merasa was-was tanpa sebab, lalu dengan langkah ringan ibu muda itu menuju ruang tamu dan menemukan sang bayi tertidur pulas di kursi roda khusus bayi. 

Freya tersenyum lembut dan kembali ke dapur, lanjut memasak makanan untuk suaminya yang akan pulang setelah seharian bekerja.

Kaca pecah! 

Freya kaget kaca jendelanya kembali pecah. Freya segera menoleh ke belakang hanya untuk mendapati kepala putri kecilnya pecah dan menyemburkan darah segar. 

Terlihat sebuah batu kerikil bersarang di lubang kepala putrinya yang pecah. 

“TIDAK!!!” Raung Freya shock, histeris, dan tidak percaya melihat tragedi tragis yang menimpa putri kecilnya tersebut. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!