NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan jodoh?

“Aku nggak nyangka, Kak Sena, mau nikah sama kamu. Secara umur kamu jauh banget dari dia. Berapa umur kamu?” tanya Dinda pada Aruni yang saat ini sedang duduk santai bersandar di sofa sambil menikmati kacang kulit dan cola.

“Aku dua puluh tahun kak,” jawab Aruni santai.

“Baru dua puluh? Pantesan…” ucapnya sambil terkekeh meremehkan saat melihat tubuh Aruni dari atas ke bawah. “Jauh banget ya, dari Kak Bianca. Dia bohay banget, montok, Kak Sena pasti ngerasain bedanya.” Dinda menutup mulut yang terkekeh mengejek.

“Dinda!” Rendra mendesis sambil melirik sinis wanita dua puluh tujuh tahun yang bertingkah kekanak-kanakkan itu.

"Apa? Emang kenyataannya begitu. Kamu jangan marah ya Arunika? Cewek itu yang dilihat kan penampilannya, bodynya. Kalau kurus kering kayak gitu, nggak enak, kan dipeluk?” Entah disadari atau tidak, Dinda memaju-majukan dadanya, seolah ingin menunjukkan bahawa dia juga punya dada besar dan montok seperti Bianca.

Sena mendesis sambil melirik Dinda yang masih terus saja menyindir Aruni.

Aruni tersenyum, “mungkin cewek-cewek di sekitar Kak Dinda seperti itu, tapi tidak di sekitarku. Buat aku, cewek itu di lihat dari kecerdasannya. Jadi bukan sekedar bentuk tubuh montok atau kurus. Bentuk tubuh bisa di manipulasi dengan operasi plastik, tapi kecerdasan otak nggak bisa dimanipulasi pakai apapun.

Lagipula, aku baru menikah, sebelumnya pun masih perawan, kak. Nanti kalau sudah sering di tidurin sama Mas Sena atau mulai konsumsi pil KB, pasti badanku berisi kok, tenang aja, kak Dinda nggak usah repot-repot mikirin bentuk tubuhku.”

Hampir saja Aditya menyemburkan bir yang baru saja dia minum, lalu perlahan meletakkan kaleng  birnya di meja. Aruni ini walaupun kelihatan kalem, tapi diam-diam lidahnya tajam juga. Tapi asyik juga sih, nggak gampang direndahkan, dia berani melawan. Cewek keren.

Dinda diam, matanya langsung melirik sinis pada Arunika. Dari awal dia emang kurang suka pada perempuan ini, ditambah berani menjawab ucapannya, tentu saja membuat Dinda makin tak suka padanya.

Rendra diam tapi kepalanya manggut-manggut setuju dengan ucapan Arunika, “lu, punya istri yang hebat Sen. Beda jauh sama Bianca ininya…” bisiknya pada Sena sambil menunjuk kepala.

 Aruni sendiri tampaknya tak terpengaruh pada ucapan Dinda yang sebenarnya sedikit sarkas. Aruni terlalu sibuk memperhatikan band yang sedang menyanyikan lagu slow di atas panggung. Suaranya enak, orangnya juga enak dilihat, caranya memetik gitar juga keren. Aruni terpana untuk beberapa saat, Dan menurutnya, di caffe ini yang paling menarik buatnya hanyalah band itu.

Sesekali Aruni menguap, lalu buru-buru menutup mulutnya dengan tangan.

“Sudah ngantuk?” tanya Sena –berbisik di telinga Aruni. Dia nggak sadar, tindakan nya ini membuat bulu kuduk Aruni merinding disko.

Aruni mengangguk.

“Mau pulang aja?”

Aruni menoleh, dan mata mereka bersitatap –terlalu dekat sampai Aruni bisa merasakan hembusan napas  Sena di pipinya. “Boleh?”

Sena mengangguk sambil mengulas senyum tipis, “Ayo pulang,” ajaknya sambil beranjak dan mengulurkan tangan untuk membantu Aruni bangun.

“Bro, gue pulang duu, ya. kasihan Aruni udah ngantuk.” Pamit Sena pada teman-temannya.

Rendra mengangkat lengannya dan melihat arloji mahalnya, “bener juga, sudah jam dua belas lebih, hampir setengah satu. Gue juga pulang aja, kasihan Zayan. Takut nyariin gue.”

“Kak Rendra, kalau pergi, Zayan sama siapa dirumah?” kaget Aruni, kalimat itu terlontar begitu saja karena teringat ucapan Sena jika istri Rendra sudah tiada.

“Ada nanny di rumah,” jawabnya dengan senyum manis.

Aruni mengagguk paham. Bagi aruni, di circle teman-teman Sena ini, Rendra itu cowok nomer dua yang menarik. Dia tampan dan ramah dan sopan. Pasti sebenarnya banyak perempuan antri untuk jadi pasangannya. Tapi Rendra ini tipe cowok mahal! matanya nggak jelalatan dan begitu setia pada istrinya. beruntung sekali almarhumah istrinya itu.

“Ayo.” Tiba-tiba tangan Sena melingkari pinggang ramping Aruni dan mengajaknya berjalan keluar dari area VIP itu.

Gerakan reflek yang nggak biasa itu, ternyata menarik perhatian Aditya, Bimo dan Rendra.

“Lihat saja… bentar lagi juga dapat ponakan kita..” gumam Bimo sambil menutupi mulutnya dengan kaleng bir. Dan disambut kekehan lirih Rendra dan Aditya.

“Kak Rendra, bisa anterin aku pulang dulu, nggak?” pinta Dinda. Da segera bangun mengikuti Rendra yang mulai berjalan menjauh.

“Lu kan bawa mobil, Din… ini sudah malam kalau aku mampir-mampir lagi, kasian Zayan,” desah Rendra enggan.

“Biar gue yang anter lu, Din!” ucap Aditya cepat, sambil menyambar jaketnya.

Dinda melotot pada Aditya, “Ogah!” ketusnya lalu berjalan dengan menghentakkan kaki –menjauh, menuju kakaknya yang saat ini ada di meja bar.

“Hm! Bocah aneh!” geram Aditya.

“Kayak lu nggak tau aja, Dit! Dia itu bisa pulang sendiri, Cuma pengen manja ama sama Rendra,” Bimo tergelak.

“Ya udah, gue duluan ya.” Sena meninju pelan lenga Bimo, Adit dan Rendra lalu berjalan beriringan dengan Aruni menuju meja bar untuk berpamitan pada Wisnu.

“Nu, kita pulang dulu, ya. Aruni udah ngantuk.”

“Oke bro! ati-ati. Besok ke sini lagi Runi.” Ucap Wisnu ditengah kesibukannya meracik minuman.

“Siap kak Wisnu,” jawab Aruni dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

.

“Kamu jangan masukkan ke hati ucapannya Dinda, ya? orangnya memang suka blak-blakkan,” ucap Sena ketika mereka berdua sudah ada di dalam mobil Sena.

Aruni menyandarkan punggungnya sambil tergelak,  “Nggak lah, Mas…”

Sena menatap Aruni yang sepertinya sudah lelah. Dia mendekat –wajahnya melewati wajah Aruni, membuat Aruni tersentak kecil karena kaget. Ternyata Sena menarik seatbelt di kursi Aruni dan memasangnya.

Aruni berdehem –untuk menghilangkan gugupnya. “kalau aku jadi kak Dinda, dan pengen deketin Kak Rendra, aku akan pakai cara yang beda.”

“Bagaimana caranya?” tanya Sena, dia menoleh, sambil menggerakkan tuas persnelingnya dan mulai menjalankan mobil.

"Ya deketin aja Zayan. Kalau hati kak Rendra sulit di lunakkan, hati anak kecil pasti lebih mudah, kan? Dan kalau Zayan suka sama Kak Dinda, lama-lama Kak Rendra juga pasti luluh padanya.”

Sena tersenyum, “Sayangnya Dinda nggak suka anak kecil. Makanya jadi susah.”

“Yah.. berarti mereka memang nggak jodoh. Mending kibarkan bendera putih aja lah kak Dinda itu,” ucap Aruni dengan suara yang makin tak jelas –seperi orang bergumam.

“Jodoh itu… nggak bisa dipaksakan… mau sedekat apapun kalau nggak jodoh, nggak akan bisa bersatu. Dan walaupun terpisah di benua lain, kalau jodoh, mereka pasti bersama. Udah itu hukum Tuhan, nggak bisa diganggu gugat…”

Sena tersenyum lagi, “kamu itu masih muda tapi kayak orang tu-“ Sena terdiam saat menoleh melihat Aruni sudah tertidur. “Hem… dasar…” gumamnya.

Sena pun memutar lagu lembut di mobilnya, sekalian untuk pengantar tidur Aruni agar makin lelap. Dalam keheningannya sendiri, Sena memikirkan ucapan Aruni.

“Mau sedekat apapun, kalau nggak jodoh, nggak akan bersatu… mungkin itu adalah gue dan Bianca…” gumamnya. Jemarinya mencengkram erat setir mobil dan merenung sendirian dalam alunan musik lembut yang mengalun.

"Aku sekuat hati bertahan, kamu sebisanya menghancurkan...

Aku mengalah karena cinta, kamu sengaja menggores luka.."

Merasa hatinya tercubit karena lagu yang mengalun itu, buru-buru Sena mematikkan radionya.

"Lagu anji*g!" kesalnya pada diri sendiri.

#Musik yang diputar ternyata lagu melayu yang judulnya Haruskah aku mati  punya Arief putra. Hadueh makin sakit nggak tuh hati Sena.. wkwkwkw..."

1
falea sezi
perawan dpet bekass 🤣🤣kasian amat dpet bekas kakak sendiri klo q sih mual
Tamie: g papa kak, kan emang bukan kamu yg dapet... 🤭
total 1 replies
falea sezi
ya sena cowok bekass🤣🤣🤣🤣 males deh
Reni Anjarwani
lanjut
sryharty
ya salaaam 5 ronde gaeessss,,
lecet2 ga ya punya rumi,,😁😁
Tamie: jangan ditanya... 🤭🤣
total 1 replies
hiro_yoshi74
wk wk hebat juga run 5 x di bolak balik kayak tahu goreng dadakan ....🤭
hiro_yoshi74: mendadak 🤭🤣🤣
total 2 replies
hiro_yoshi74
nah to bikin treveloka kk tam .....
Tamie: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
nek sampe ping 4 pa 5 kue normal ping 1 pa 2 kue Ra normal
masa iya perdana kur Pindo 😂😂🤭🤭🤭 ya noo good lah
Tamie: weh.. suhune metu... 🤭🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut
Tamie: udah kak 🤭
total 1 replies
sryharty
kentang ka kentang,,bikin penisirin aja
selanjutnya mau apa mereka di kamar😁😁😁
Tamie: ngapain ya kira2... 🤭🤭😅
total 1 replies
partini
ya elah otak ku wis Travelling Thor 🤭😂😂
Tamie: 🤣🤣🤣 wes ngarep mesti kie... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Hiro Yoshi
siap eksekusi run🤭🤣🤣
Hiro Yoshi: lanjut kk
total 2 replies
aku
buyar dah moment nya 😌😌🤣🤣🤣
Tamie: ambyar... 😅😅
total 1 replies
partini
welehhh endingnya di kokop tadi mode Curek budek gawe nek wkwkwkwkkkk
partini: he ahh ngerti Bae koh,,ga kokop sedina ora afdol 🤭🤭😂😂
total 2 replies
hiro_yoshi74
mau mau aje ly di umpani adit ren ren wirang kan 🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: kasihan... 🤭🤭😅
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Hiro Yoshi
sadapp..... begitu Dateng langsung dapet samsak ........ jozzz
Hiro Yoshi: bobel up lah KK 🤭 plissss🙏
total 2 replies
partini
lah Thor part Sena cuma SE etttttwellll
partini: yesss ora ngapak ora kepenak 🤭
total 4 replies
hiro_yoshi74
wk🤣🤣🤣🤣 ngk nyangka juga vivi bakalan langsung tersepona sama adit 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
kak tam bukanya runi masih dapet ya ......
/ itu udah sembuh kan ngk lucu dah mancing bujang lapuk eh ngk bisa di exsekusi 🤭.......
hiro_yoshi74: ya sallam awass ajo kalo sampe di tunda ngk seru 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
sryharty
jangan pengecut makanya kamu sen,,
ayo rum bikin seno cemburu marah berat,,😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!