NovelToon NovelToon
TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: grayen

Berawal dari tabrakan di koridor sekolah saat terlambat, hidup Alya yang tenang mendadak berubah jadi penuh drama gara-gara Raka, si kapten basket populer yang hobi mengganggunya. Situasi makin kacau saat foto candid Alya tak sengaja masuk ke story Instagram Raka dan membuat satu sekolah gempar.

Namun, dari benci jadi chattingan. Di balik sikap usil Raka, Alya pelan-pelan menemukan sisi rapuh cowok itu yang tersembunyi dari dunia.

Sayangnya, saat benih perasaan mulai tumbuh, kehadiran Kevin—murid baru yang mendekati Alya—menyalakan api cemburu Raka. Ditambah rumor sekolah dan kesalahpahaman masa lalu, Alya mulai ragu dengan perasaan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon grayen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang Menyebalkan

"Kalau aja gue bangun lima menit lebih cepat..."

Kalimat itu terus berputar di kepala Alya saat ia berlari melewati gerbang sekolah.

Jam di layar ponselnya menunjukkan pukul 06.58.

Dua menit lagi bel masuk berbunyi.

"Ya ampun, mati gue..." gumamnya sambil mengencangkan tali tas yang hampir melorot dari bahunya.

Pagi itu benar-benar kacau. Alarmnya berbunyi seperti biasa, tapi entah kenapa ia malah menekan tombol snooze berkali-kali sampai akhirnya tertidur lagi. Akibatnya, ia bangun dalam keadaan panik dan nyaris tidak sempat sarapan.

Koridor sekolah sudah ramai oleh siswa yang berjalan menuju kelas masing-masing.

Alya terus berlari sambil sesekali meminta maaf pada orang-orang yang hampir ditabraknya.

"Maaf!"

"Sorry!"

"Permisi!"

Saat berbelok di dekat lapangan basket, seseorang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan.

BRAK!

Alya langsung kehilangan keseimbangan.

Buku-bukunya jatuh berserakan ke lantai.

"Aduh!"

"Eh!"

Ia mendongak dan mendapati seorang cowok tinggi berdiri di depannya sambil memegang bola basket.

Cowok itu juga terlihat sedikit kaget.

Rambutnya agak berantakan, seragamnya rapi, dan wajahnya...

Alya harus mengakui kalau cowok itu lumayan ganteng.

Tapi itu bukan alasan untuk menabrak orang.

"Kalau jalan lihat depan dong," protes Alya sambil memunguti bukunya.

Cowok itu malah mengangkat alis.

"Lah, yang lari kayak dikejar debt collector siapa?"

Alya melotot.

"Apaan sih?"

Cowok itu terkekeh.

"Bercanda."

"Nggak lucu."

"Iya, sih."

Alya semakin kesal.

Bukannya membantu memungut buku, cowok itu malah berdiri santai seperti tidak merasa bersalah.

Untung akhirnya dia ikut jongkok dan membantu mengambil beberapa buku yang tercecer.

Saat mengangkat salah satu buku, cowok itu membaca nama yang tertulis di sampul.

"Alya Pratama."

Alya langsung merebut bukunya.

"Nggak usah dibaca."

Cowok itu tersenyum kecil.

"Oke, Alya."

"Tahu nama orang bukan berarti kita kenal."

"Galak juga."

"Terima kasih."

Cowok itu tertawa lagi.

Alya benar-benar tidak mengerti kenapa orang ini terlihat santai sekali.

Bel sekolah tiba-tiba berbunyi.

TINNGG!

Mata Alya langsung membesar.

"Astaga!"

Ia buru-buru berdiri.

"Makasih bukunya."

Tanpa menunggu jawaban, Alya langsung berlari menuju gedung kelas.

Di belakangnya, cowok tadi hanya memperhatikan sambil tersenyum.

"Menarik juga."

 ---

Alya berhasil masuk kelas tepat sebelum guru datang.

Ia menjatuhkan diri ke kursinya sambil mengatur napas.

Sahabatnya, Nadya, langsung menoleh.

"Kenapa muka lo kayak habis ikut lomba lari?"

Alya mengambil botol minum.

"Jangan ditanya."

"Ditabrak motor?"

"Nggak."

"Dimarahin guru?"

"Nggak juga."

"Terus?"

Alya minum beberapa teguk sebelum menjawab.

"Gue nabrak cowok aneh."

Nadya langsung tertarik.

"Sebentar. Cowok?"

"Iya."

"Ganteng?"

Alya memutar mata.

"Fokus lo selalu itu."

"Jawab dulu."

Alya terdiam sebentar.

"Ya... lumayan."

"NAH!"

"Bukan itu intinya!"

Nadya tertawa keras sampai beberapa teman menoleh ke arah mereka.

"Terus siapa orangnya?"

Alya mengangkat bahu.

"Nggak tahu."

"Nama?"

"Nggak tahu."

"Kelas?"

"Nggak tahu."

"Nomor HP?"

Alya mengambil penghapus dan melemparkannya ke arah Nadya.

"Lo nyebelin."

 ---

Jam istirahat pertama.

Alya dan Nadya berjalan menuju kantin.

Suasana sekolah terasa lebih santai dibanding pagi tadi.

Beberapa siswa berkumpul di taman sekolah, sementara yang lain sibuk mengobrol di koridor.

Saat sedang memilih makanan, Nadya tiba-tiba menyikut lengan Alya.

"Sst."

"Apaan?"

"Itu."

Nadya menunjuk ke arah meja dekat jendela.

Alya mengikuti arah pandangannya.

Lalu ia langsung mengenali wajah itu.

Cowok yang ditabraknya pagi tadi.

Dia sedang duduk bersama beberapa temannya sambil tertawa.

"Alya."

"Apa?"

"Itu kan cowok yang lo ceritain?"

Alya mengangguk pelan.

"Hm."

Nadya terlihat terkejut.

"Lo nggak kenal dia?"

"Emangnya harus kenal?"

"Itu Raka."

"Hah?"

"Kapten tim basket."

Alya kembali melihat ke arah meja itu.

Jadi namanya Raka.

Pantas tadi dia membawa bola basket.

Seolah merasakan ada yang memperhatikannya, Raka menoleh ke arah mereka.

Mata mereka bertemu.

Dan yang membuat Alya kesal, cowok itu malah melambaikan tangan sambil tersenyum.

Alya langsung membuang muka.

Nadya yang melihat kejadian itu malah tertawa.

"Waduh."

"Apalagi?"

"Kayaknya dia ingat sama lo."

"Semoga aja nggak."

Namun entah kenapa, untuk pertama kalinya hari itu, Alya merasa hari yang menyebalkan ini mungkin belum benar-benar selesai.

Dan ia sama sekali belum tahu kalau pertemuan pagi tadi hanyalah awal dari banyak hal yang akan terjadi setelahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!