Zhia adalah saudara kembar Kenzo yang meninggal dua puluh tahun silam.
Namun mendadak, Zhia hadir kembali di kehidupan Kenzo sebagai sesosok hantu yang mengatur hidup serta kisah cinta Kenzo. Bahkan Zhia juga memaksa untuk menjodohkan Kenzo dengan Florentina yang merupakan sahabat masa kecil Zhia.
Apakah Kenzo akan menyetujui rencana konyol Zhia ini?
Bagaimana sebenarnya perasaan Kenzo pada Florentina, yang baru dikenalnya?
Florentina merasa terkejut saat Zhia tiba-tiba muncul kembali sebagai sosok hantu di hadapannya. Zhia juga memaksa Flo untuk berkenalan dengan Kenzo dan menjalin sebuah hubungan serius.
Namun trauma Flo atas pengkhianatan yang dilakukan mantan pacarnya, membuat Flo menutup hatinya dan enggan menjalin hubungan lagi dengan pria. Apakah pada akhirnya Flo akan jatuh cinta pada sosok Kenzo?
Akankah rencana Zhia untuk menjadikan Florentina sebagai istri Kenzo berjalan mulus?
Apakah Kenzo dan Florentina akhirnya bisa saling jatuh cinta?
Bagian dari novel "ISTRI KEMBARANKU" dan "NATASYA"
UP SETIAP SENIN-SABTU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 11
Di kantor, menjelang jam makan siang.
"Kamu itu di bayar untuk bekerja di sini, Flo! Bukan untuk melamun sepanjang hari."
"Lihat ini! Sudah hampir jam makan siang dan belum ada satu pun laporan yang kamu selesaikan. Pekerjaanmu tidak akan selesai jika kamu hanya melamun!" Kepala bagian sedang mengomeli Flo yang melamun sedari pagi.
Pikiran Flo masih kacau, namun gadis itu memaksa untuk pergi ke kantor hari ini.
Jadilah sekarang Flo malah kena omel karena pekerjaan Flo belum ada yang beres satu pun.
"Karena itulah saya selalu mengingatkan, untuk jangan membawa-bawa masalah pribadi ke kantor. Agar pekerjaanmu tidak kacau seperti ini!" Cerocos ibu kepala bagian itu lagi.
"Saya minta maaf, Bu," lirih Flo seraya menundukkan wajahnya.
Flo hanya menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya.
Flo memang sudah melakukan sebuah kesalahan hari ini. Jadi wajar, jika ibu kepala bagian ini mengomeli Flo di depan rekan-rekan kerjanya.
"Ada apa ini? Kenapa semua berkerumun di sini?" Teguran dari Kenzo yang baru datang langsung membuat rekan-rekan Flo membubarkan diri.
Kenzo mendekat ke arah meja Flo dan mendapati gadis itu tengah menunduk seraya mendapat omelan dari seorang kepala bagian.
"Ada apa, ibu kepala bagian?" Tanya Kenzo cepat.
"Maaf, pak Kenzo. Saya hanya menegur karyawan ini karena melamun sepanjang pagi dan belum ada satupun pekerjaannya yang selesai," jelas ibu kepala bagian tadi.
Kenzo menghela nafas, dan menatap iba pada Flo.
Kalau memang hati dan pikiranmu masih kacau, kenapa kamu harus ke kantor hari ini, Flo! Padahal kamu bisa minta izin padaku kapanpun kamu mau.
Kenzo hanya bergumam dalam hati. Pria itu masih menatap pada Flo.
"Ya sudah, Bu! Biar saya yang menegurnya." Ujar Kenzo pada akhirnya. Ibu kepala bagian tadi hanya mengangguk.
"Flo!" Panggil Kenzo yang langsung membuat Flo mendongakkan kepalanya dan menatap pada atasannya tersebut.
'Wajah Flo masih sembab,' Batin Kenzo kembali merasa prihatin.
"Sa...saya, Pak," jawab Flo tergagap.
"Ikut ke ruangan saya!" Perintah Kenzo.
Flo hanya mengangguk dan segera mengikuti langkah Kenzo menuju ke ruangan Kenzo yang ada di lantai berikutnya.
Kenzo membuka lebar pintu ruangannya dan mempersilahkan Flo masuk ke ruangannya.
Setelah Flo masuk, Kenzo menutup dan mengunci ruang kerjanya tersebut. Flo masih berdiri seraya tertunduk lesu di depan meja kerja yang ada di ruangan tersebut.
Kenzo menarik kursi yang ada di depan meja kerjanya,
"Duduk, Flo!" Perintah Kenzo lembut.
Flo hanya menurut tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Gadis itu segera duduk di kursi yang tadi di tarik oleh Kenzo.
Sedangkan Kenzo ikut duduk di kursi lain yang ada di hadapan Flo. Kini posisi Flo dan Kenzo saling berhadapan.
"Saya siap di pecat, Pak Kenzo," cicit Flo yang masih menunduk.
"Flo," ucap Kenzo lembut seraya meraih dagu Flo dan mengangkat wajah sembab itu. Airmata Flo kembali meluncur turun di kedua pipinya.
Kenzo beranjak dari duduknya dan segera membawa Flo ke dalam pelukannya.
"Ken, aku sudah berusaha..." cicit Flo di sela-sela isak tangisnya.
"Aku berusaha membuang jauh perasaanku pada Driel. Tapi aku tidak bisa, Ken," lanjut Flo lagi masih sesenggukan.
Kenzo menarik nafas dengan susah payah. Dadanya ikut terasa sesak melihat Flo yang menangis tergugu. Kenzo semakin mengeratkan pelukannya pada Flo, berharap dengan cara ini Kenzo bisa sedikit meringankan beban berat di hati Flo.
'Menangislah, Flo! Menangislah sampai hatimu lega. Aku tahu pasti hatimu sangat terluka,' Kenzo hanya bergumam dalam hati.
Kemeja yang dikenakan Kenzo sudah basah sekarang karena airmata Flo yang belum berhenti mengalir. Sudah hampir tiga puluh menit gadis ini menangis. Namun sepertinya Flo masih belum puas.
Kenzo kembali mengusap kepala Flo dengan lembut. Entah sudah yang keberapa kali Kenzo melakukan ini.
Ck,
Zhia berdecak menyaksikan pasangan bukan pacar yang tengah berpelukan tersebut.
"Apa kau hanya akan membiarkannya menangis seperti itu?" Bisikan dari Zhia yang entah sejak kapan berada di ruangan itu, cukup bisa membuat Kenzo terlonjak kaget.
Dasar hantu!
Kenzo kembali harus menggerutu dalam hati.
"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Kenzo yang ikut-ikutan berbisik pada Zhia.
Bukannya memberi solusi, Zhia malah mengendikkan bahunya,
"Kau pakarnya dalam merayu para gadis. Mungkin kau bisa mencobanya pada Flo," usul Zhia masih dengan suara berbisik.
"Gadis ini sedang patah hati dan kau minta aku merayunya? Apa tidak ada solusi lain?" Sahut Kenzo sebal.
Zhia hanya terkekeh,
"Sembuhkan patah hatinya kalau begitu. Ajak dia berkencan mungkin," timpal Zhia masih terkekeh.
Bukannya ikut terkekeh Kenzo justru menatap tajam ke arah Zhia.
Menurut Kenzo ini bukanlah sebuah lelucon, dan Zhia dengan seenaknya malah menertawakan Flo yang sedang patah hati.
Apa gadis hantu ini tidak pernah merasakan patah hati?
Dasar gadis hantu tak berempati!
Flo melepaskan dirinya dari pelukan Kenzo karena mendengar atasannya tersebut tengah berbisik-bisik pada seseorang.
Flo mengusap sisa-sisa airmata di wajahnya demi menormalkan pandangannya. Dan netranya langsung bisa melihat kehadiran Zhia yang kini duduk di atas meja kerja Kenzo.
"Sudah selesai yang menangis, Flo?" Tanya Zhia dengan nada santai.
"Diamlah! Dasar hantu!" Kenzo menoyor kepala Zhia karena kesal. Meskipun tidak kena karena gadis hantu itu tembus pandang.
Zhia hanya mencibir.
"Maaf, Ken. Aku membuat bajumu basah kuyup," ujar Flo dengan nada bersalah.
"Tak apa. Aku masih punya kemeja cadangan," sahut Kenzo cepat dengan nada sesantai mungkin.
Zhia tergelak,
"Kau mau membantu Kenzo mengganti kemejanya, Flo?" Tanya Zhia menggoda.
Wajah Flo langsung bersemu merah. Gadis itu membuang pandangannya ke arah lain karena malu. Terang saja, hal itu membuat Zhia semakin tergelak.
"Sudahlah Zhia! Berhenti menggoda Flo!" tegur Kenzo merasa sebal pada saudara kembarnya tersebut.
"Aku sedang membantumu, Ken! Seharusnya kau berterima kasih kepadaku," sergah Zhia mencari pembenaran. Gadis hantu itu mengibaskan rambut panjangnya.
Ck,
Kenzo hanya berdecak. Sepertinya pria itu sudah malas berdebat dengan Zhia.
Kenzo berjalan menuju sudut ruangannya dan menuang air putih ke dalam gelas.
Kenzo kembali lagi ke hadapan Flo dan mengangsurkan air putih tadi pada Flo,
"Minumlah dulu," ujar Kenzo lembut.
Flo menerima gelas yang diangsurkan Kenzo dengan cepat, lalu meneguk isinya hingga tandas. Gadis itu kembali menghela nafas panjang.
Kenzo sudah duduk di kursi yang ada di hadapan Flo sekarang.
"Kau bisa menceritakan apapun kepadaku," tawar Kenzo bersungguh-sungguh.
"Bagus sekali. Apa kalian akan menjalin hubungan dengan berpura-pura menjadi teman curhat?" Zhia terkikik melihat sikap Kenzo yang sok perhatian pada Flo.
"Diamlah, gadis hantu! Enyahlah dari ruangan ini!" Usir Kenzo sebal.
Zhia mencebik,
"Kau mengusirku? Dasar saudara jahat!" Sahut Zhia yang langsung bergerak cepat dan pindah ke sofa yang terletak di dekat pintu masuk.
Kenzo kembali menatap ke arah Flo yang masih diam.
"Aku hanya bingung," ujar Flo akhirnya.
"Aku dan Driel bersahabat sejak kecil. Lalu kami sepakat untuk menjalin hubungan tiga tahun terakhir. Tapi tiba-tiba Driel mengkhianatiku dan memilih menikah dengan gadis lain. Aku masih tidak paham, apa yang membuat Driel mengambil keputusan ini?" Lanjut Flo lagi seakan sedang mengeluarkan hal-hal yang mengganjal di hatinya.
"Kau sudah bertemu Driel lagi?" Tanya Kenzo cepat.
Flo menggeleng,
"Kau harus menemuinya dan minta Driel menjelaskan semuanya kepadamu, Flo! Itu hak kamu," nasehat Kenzo bijak.
"Aku setuju dengan Kenzo. Kau harus menemui pria brengsek itu dan meminta penjelasan secara mendetail," Zhia ikut menimpali.
"Kamu mau menemaniku, Ken?" Tanya Flo tiba-tiba,
Kenzo tersenyum tipis,
"Tentu saja. Aku akan mengantarmu dan menemanimu bertemu Driel. Bukankah kita teman?" Ujar Kenzo masih tersenyum manis pada Flo.
Cih!
Teman?
"Kenapa tidak bilang sekalian kalau kau ingin menjadikan Flo sebagai calon istrimu?" Zhia berbisik di telinga Kenzo.
Namun Kenzo memilih untuk mengabaikannya saja.
.
.
.
Mulai hari ini ISTRI UNTUK KEMBARANKU akan UP setiap hari dari hari Senin-Sabtu.
Untuk hari Minggu libur karena author UP novel yang satunya yaitu "DRAMA WALIKOTA"
Jangan lupa mampir juga ke sana 😉
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 💕
AKU MNTAN NON MUSLIM, DARI KLUARGA PNGANUT KATOLIK ROMA YG TAAT,, HIJRAH KE ISLAM KLS 1 SMA. AKU BRASAL DRI SALAH SUKU DI YG BRADA DI KALIMANTAN, TEPATNYA KALIMANTAN BARAT.. AKU SATU SUKU DGN IBU IDA DAYAK, YG BULLY SAMA SI MARCEL PESULAP MERAH.. SLAMA MMELUK ISLAM, AKU BNR2 MNDAPATKN KTENANGAN, DN SENANTIASA ISTIQOMAH.. MAKANYA KTIKA AKU MLIHAT ORG2 YG TERLAHIR SDH ISLAM, TPI BNYK BRBUAT MAKSIAT, SUKA IKUTI BUDAYA2 KAFIR, MINUM2 ALKOHOL, SKA CLUBING, PACARAN, BERZINAH, DAN SEBAGAINYA, HATIKU BNAR2 MIRIS,
JDI MAAF KOMEN SPRTI INI, TDK ADA MAKSUD SARA ATAU APAPUN..🙏🏻🙏🏻🙏🏻