hubungan Selama tiga tahun tak bisa bertahan karena orang ketiga, sahabat baik suamiku datang dengan dalih pertemanan, awalnya aku menanggapi biasa saja hingga suatu hari aku tak sengaja ingin memberikan kejutan malah aku yang di berikan kejutan oleh suamiku,, perih dan pedih rasanya hingga aku tak mampu bertahan, Bahkan kaki seakan lemas tak bertulang... menyaksikan suamiku membawa sahabatnya dan memperkenalkan sebagai adik maduku.aku yang tak rela di madu memilih mundur..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salsabilaimuet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejulitan tetangga
Setelah berbincang dengan ibunya rendra masuk kedalam kamar guna membersikan badanya, setelah membersikan badanya ia ingin mengunjungi ayu untuk meminta ia kembali ke rumah itu lagi, agan Rendra. tapi belum sempat ingin pergi Vanesa sudah menghadangnya.
"Mas kamu mau kemana kok rapi lagi.." tanya Vanesa yang menelisik penampilan suaminya itu
"Aku mau ketemu ayu, untuk bujuk dia supaya kembali lagi," ucap Rendra yakin.
"Auchh. " Vanesa pura-pura sakit dan memegangi perut itu..
Dan Rendra berbalik dan melihat saat Vanesa merintih kesakitan..
"Kamu gak papa, apa yang sakit ." tanya rendra yang sudah si samping Vanesa.
"Perutku kram mas,, kayaknya dedeknya kita di elus, jangan pergi ya aku takut nanti sakit lagi.." dengan suara manusia Vanesa berkata..
Dan akhirnya Rendra pun tak jadi pergi dan menuntun Vanesa untuk istirahat, dan mendampingi wanita hamil itu. hingga mereka tidur dengan berpelukan.
Di kota lain Ayu sudah sampai di mana bus travel sudah sampai di kota tujuannya.. Ia turun dan akan mencari ojek untuk mengantar kampungnya,
"Pak bisa antarkan ke alamat ini.." ucap Ayu yang sudah berada di depan tukang ojek.
"Oh,, iya neng manga.." ahirnya tukang ojek itu mengantar Ayu ke kampungnya..
Di perjalan Ayu melihat sisi jalan yang terdapat sawah-sawah yang masih sangat asri itu, dan sampailah di depan rumah orang tua atau, ayu turun dan membayar tukang ojek tadi dan berkelana kearah pintu.
Tok
tok
Tok
"Pak assalamualaikum.." ucap Ayu dari luar rumah.
"Sebentar walaikum selam." bapak Ayu berjalan menuju dan membukakan pintu.
Kriek.
pintu terbuka lebar, dan membuat bapak yu mematung.
"Nak kapan kamu sampai kok tidak kabari bapak.." ucap bapak Ayu yang langsung memeluk putri semata wayangnya itu.
"Pak..." Ayu langsung menerima pelukan dari bapaknya dengan tangis haru.
"Masuk nak kamu kesini sama suamimu nak, dan dimana suamimu.." bapak mengajak Ayu dan melihat sekeliling tidak ada rendra bersamanya..
"Ayu akan jelasin pak, kita masuk dulu ." sambil mengusap air matanya.
"Kamu ada masalah nak.." bapak berkata setelah masuk dan mengajak duduk.
"Maafin ayu pak, mungkin Ayu akan menyakiti hati bapak dengan ungkapan Ayu ini.." ayu masih menyakitkan bapaknya agar lebih bisa menghadapi ujian ini..
"Apa yang kamu maksud nak.."
"Pak maaf sebenarnya ayu susah tidak bersama mas rendra lagi, Ayu sudah ditalak pa ,dan Ayu juga di usir oleh mas Rendra yang sudah ketahuan selingkuh, dan sekarang mas Rendra sudah menikah dengan selingkuhannya itu pak.." Ayu menceritakan tentang rumah tangga tampa ada yang di tutup-tutupi..
"Brengsek Rendra itu, bukanya bapak sudah peringatan kamu nak, untuk tak menerima pinangan, karena hatiku yang sekeras batu itu membuat bapak menyetujuinya asalkan kamu bisa bahagia, tapi sekarang dia sudah menyakiti kamu nak.." hati bapak Ayu begitu hancur saat anak satu-satunya di sakiti oleh laki-laki itu.l
"Maafin Ayu pak, Ayu salah, Ayu tidak mendengarkan ucapan bapak, sekarang Ayu sadar bahwa pilihan Ayu tak menjamin Ayu bahagia.."
"Sekarang apa yang kamu lakukan nak.."
"Ayu sudah menggugat mas rendra pak lewat teman ayu, nanti jika sidang saja Ayu akan datang, dan maaf pak sekarang Ayu sedang mengandung, apa bapak mau menerima Ayu.." ucapnya cemas karena ia pulang dalam keadaan mengandung.
"Anak itu titipan nak, dan dia tidak salah, yang salah ayahnya yang tak sabar untuk menantinya., bapak akan selalu menerima kamu nak, bagaimana pun dia cucu bapak.." bapak membawa kepelukan nya..
"Lihatlah buk anakmu sudah dewasa dan sekarang dia akan menjadi ibu, bapak janji akan selalu melindungi dia dan menjadi penguat untuk anakmu.." batin bapak Ayu..
"Apa bapak gak malu jika warga disini menggunjing aku yang cerai karena hamil, nanti apa kata orang pak.." Ayu memikirkan ucapan tetangga disini.
"Jangan kamu pikirkan. nolak, nanti kalo kamu sudah mendapatkan akta cerai bapak akan mengajak kamu pergi dari kampung ini, agar Rendra tak mengusik kamu lagi,.." ucap bapak mantap.
"Baik pak, makasih ya pak, karena bapak selalu ada untuk aku, maafkan Ayu yang belum bisa membahagiakan bapak.."
"Sudah kami istirahat dulu kamu capek kan, apa kamu sudah sarapan nak.." tanya bapak lagi.
"Belum pak, tadi belum sempat, karena ayu trun dari bus travel tadi pagi.." ucap Ayu dan ingin segera masuk kedalam kamarnya untuk menaruh tas nya..
"Yasudah kamu istirahat bapak mau ke warung dulu beli bahan makanan nanti bapak masakin.."
Ayu ahirnya mengangguk tanda mengiyakan saja, ayu masuk kedalam kamar yang dulu saat masih remaja ia tempati..
sama seperti dulu dan tak ada yang berubah. ayu memandangi sekeliling kamar, ia melihat foto pernikahan diatas meja, ia mengambil nya..
"Kamu begitu tega mas, hancurkan kepercayaanku, bahkan aku berjanji akan selalu ada untukmu, jika memang kamu sudah tak mencintai ku lagi kenapa kamu tak mengembalikan aku saja kepada ayah ku, bukanya ayah selalu berkata saat setelah ijab kabul itu.." batin Ayu yang melihat foto pernikahan..
Ayu segera membuang kenangan bersama Rendra, ia juga tak ingin saat mengingat penghianatan itu, ia juga berjanji pada dirinya sendiri ia akan menjadi wanita tangguh nantinya..
"Kamu yang sehat ya anak di dalam , bunda janji akan selalu menyayangi kamu, dan maaf jika suatu saat bunda tak memberi tentang ayah kamu, karena bunda sudah terlanjur sakit." guman Ayu yang mengelus perutnya yang rata.
Di kediaman mama Rendra pagi-pagi sudah riweh dengan celotehan tetangga yang julid di pagi hari, ibu rendra keluar saat nama anaknya di sebut-sebut..
"Ada apa pagi-pagi sudah ribut-ribut.." ibu Rendra keluar dengan berkacak pinggang, karena rumah ibu rendra pasti dengan komplek tetangga.
"Heh, kenapa memang gak boleh.." tanya tetangga satunya yang sinis..
"Memang apa yang kalian bicarakan kepada tadi menyebut-nyebut nama anak saya segala.." ibu rendra masih bertanya.
"Heh bu, apa benar anak ibu itu selingkuh dan menjadikan selingkuhan itu istri kedua.." salah satu ibu kompleks bertanya..
"Terus kenapa bu kalo anak saya menikah lagi lagian istrinya juga mandul belum bisa kasih cucu kepada saya..dengan istri kedua langsung hamil gak nunggu beberapa tahun dulu.." dengan bangga ibu mertua berkata.
"Huh, anak hasil hubungan gelap aja bangga, makanya cepat di nikahkan wong celup dulu.." ucap salah satu ibu kompleks
"Huh, hasil zina aja bangga, "
"Huh, ya kalo saya malu dong, gayanya aja kayak orang alim taunya di luar tak se alim mukanya.."
"Bener tu ibu-ibu jangan percaya sama tampang, gampang-gampang begitu bisa menghanyutkan juga ." ucapnya lagi
Bahkan siapa tetangga membuat ibu Rendra meradang...