Aku hanya ingin benihmu, bukan ingin dinikahi olehmu!” Sungguh, walaupun dia mencintai Sammy. Tapi dia tidak ingin dinikahi oleh lelaki itu. Karena Kirea tau, Sammy memiliki kekasih.
Dan karena tau dia tidak bisa memilik Sammy, jadi dia hanya ingin mendapatkan kenang-kenangan dari lelaki itu, yaitu seorang anak, hingga KIrea sengaja menjebak Sammy agar Sammy tidur dengannya.
"Aku seorang tentara, pantang untukku lari dari tanggung jawab, aku akan menikahimu walau tanpa cinta sekalipun, karena aku tidak ingin anakku lahir tapa status."
Pada akhirnya, pernikahan pun terjadi. Namun, pernikahan itu terasa hambar. Sebab Sammy hanya fokus pada pekerjaan, anak mereka dan masa lalu, lelaki itu mengabaikan KIrea yang sangat mencintainya.
Tanpa Sammy tau, Kirea mengidap penyakit yang sangat mematikan. Alih-alih melakukan pengobatan yang panjang, Kirea lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama anaknya.
apakah Sammy akan tau tentang penyakit Kirea? atau semuanya terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan
Men temen tadinya aku mau update 4 bab, tapi hari ini aku lupa ada jadwal terapi anakku, tapi aku tetep usahain update, tapi aku update dua bab dulu ya, besok 4 bab
Setelah Sammy keluar dari kamar, Kirea berbalik kemudian wania itu memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di ranjang, dia ingin beristirahat karena tubuhnya sangat lemas.
Ketika dia akan memejamkan matanya, satu panggilan masuk kedalam ponselnya hingga Kirea yang akan tertidur mengurungkan niatnya, wanita cantik itu pun langsung mengangkat panggilan yang ternyata dari Naina, adiknya yang berbeda ibu.
"Kirea, kenapa kau baru mengangkat panggilanku, kau baik-baik saja? apa ada yang terjadi denganmu, bagaimana kabarmu dan kabar Vania?" Naina langsung melontarkan pertanyaan yang sangat banyak, ketika Kirea mengangkat panggilan darinya, karena kemarin malam, Naina bermimpi buruk tentang KIrea.
"Ya Tuhan Naina, kau ini jika bertanya panjang sekali, aku baik-baik saja, Vania baik-baik saja dan kami semua baik-baik saja." KIrea menjawab dengan riang, Namun, tentu saja berbanding terbalik dengan wajahnya yang justru terlihat sangat sendu.
''KIrea, aku bermimpi buruk tentangmu, kau yakin kau tidak apa-apa? feelingku mengatakan bahwa kau sedang tidak baik-baik saja."
Mendengar ucapan dari Naina, Kirea membekap mulut karena dia sudah menangis, mendengar kalimat Naina yang mengkhawatirkannnya tentu saja Kirea merasa tersentuh sekaligus merasa sedih.
''Kau ini terlalu banyak menonton drama, mimpi itu hanya bunga tidur. Sudah aku tutup panggilannya, aku mengantuk," jawab Kirea, belum Naina menjawab KIrea sudah terlebih dahulu mematikan panggilan darinya.
Keesokan harinya.
"Apa mommy sudah berbicara dengan daddy?" tanya Vania ketika mereka sedang sarapan, Sammy tidak ikut sarapan bersama kIrea dan Vania, karena tentu saja lelaki itu sudah berangkat pada pukul 5 pagi.
KIrea yang sedang mengoleskan selai pada roti menghentikan sejenak aktivitasnya, dia menatap Vania dengan bingung, dia bingung bagaimana cara dia untuk menjawab ucapan Vania, sebab dia juga belum mendapat persetujuan dari Sammy, sedangkan dia tidak mungkin mengatkan yang sebenarnya karena pasti Vania akan berkecil hati dan terpuruk.
"Mommy belum berbicara dengan Daddy, karena semalam ketika Daddy pulang Mommy sudah tertidur. Mungkin lusa ketika Daddy pulang Mommy akan berbicara,'' jawab KIrea, hanya ini yang bisa KIrea katakan, dia tidak mungkin mematahkan harapan Vania, hingga dia menjawab seperti itu.
"Oh, baiklah." Sepertinya Vania percaya dengan ucapannya, dan setelah membahas itu, KIrea pun kembali melanjutkan aktivitasnya yang sedang mengoleskan selai ada roti.
"Sammy, padahal anak kita hanya meminta hal yang sederhana. Tapi, kenapa kau tidak bisa mengabulkannya." Kirea membatin seraya menatap Vania yang sedang menyupakan roti ke mulutnya.
"Mommy, apa mommy baik-baik saja?" tanya Vania tiba-tiba, karena dia baru menyadari bahwa tubuh ibunya lebih kurus, dan terlihat sangat pucat. Semakin hari, kondisi KIrea semakin melemah.
Terkadang dia selalu merasakan rasa nyeri di perutnya selama beberapa kali dalam sehari dan sakit perut akibat kanker itu sangat menyiksanya. Apalagi sakit perut datang ketika waktu malam hari, hingga Kirea jarang sekali tertidur ketika malam.
Belum lagi, selama satu minggu kebelakang Kirea sudah tidak bisa menelan makanan padat karena setiap dia makan, tenggorokan dan perutnya terasa nyeri, hingga dia hanya memakan makanan yang sangat cair, seperti bubur dan sereal.
“Hmm, Mommy baik-baik saja," jawab Kirea, dia pikir Vania tidak akan menyadari perubahan Fisiknya.
Akhirnya acara sarapan pun selesai, Kirea dan Vania bangkit duduknya, kemudian mereka pun langsung berjalan keluar, karena Kirea akan mengatarkan Vania untuk bersekolah.
****
"By mommy!''
Vania langsung melambaikan tangannya ketika turun dari mobil, dan ketika Vania sudah tidak terlihat, Kirea pun langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya kembali, sehabis ini KIrea berencana untuk pergi ke rumah sakit, dia bukan ingin mengobati tubuhnya melainkan ingin meminta dokter meresepkan obat penahan nyeri.
**
"Nona, kankermu menyebar begitu cepat, dua bulan lalu kankermu masih stadium dua dan sekarang sudah stadium akhir.'' Dokter menatap Kirea dengan tatapan tak percaya, bagaimana mungkin wanita di depannya ini bisa menahan sakit, karena pasti jika sel kanker suah menyebar pasti rasa sakit yang akan di rasakan semakin menjadi-jadi.
KIrea mengingit bibirnya ketika dokter mengatakan itu, dia bingung bagaimana caranya menjawab dokter.
“Nona, Kirea, belum terlambat untuk memulai pengobatan sekarang. Kau masih bisa sembuh.” Dokter berusaha untuk meyakinkan Kirea agar Kirea mau menjalani Kemoterapi.
Dan ketika mendengar ucapan dokter, Kirea dengan tegas menggeleng. “Dok, bukannya aku egois, tapi doker kehidupanku selama ini sudah tidak baik-baik saja dan juga .....” Kirea menghentikan ucapannya ketika tanpa sadar dia akan menceritakan masalah hidupnya. Padahal dia paling anti untuk bercerita masalahnya pada siapa pun.
Dan sepertinya dokter yang berada di depan Kirea mengerti dengan apa yang terjadi hingga Kirea tidak ingin menobati kanker yang di deritanya.
Dokter menepuk-nepuk tangan KIrea.
"Mungkin kau sedang mengalami masalah yang sangat berat, tapi di dalam hidupmu, pasti ada orang yang paling kau sayangi. Jadi, bertahanlah demi orang yang kau sayangi, kau sayangi. Kau bisa datang lagi kemari jika berubah pikiran dan sekarang aku akan meresepkan obat penahan nyeri, aku hanya akan memberikan obat ini untuk satu minggu, setelah itu datang kemari dan katakan padaku jika kau ingin memulai kemo," ucap dokter yang masih berusaha untuk meyakinkan Kirea, agar Kirea mau melakukan Kemo.
Sedangkan KIrea hanya mengangguk, lidahnya terasa kelu untuk di gerakan, dia sama sekali tidak mampu menjawab ucapan dokter, Setelah selesai berkonsultasi, Kirea tidak langsung keluar dari rumah sakit, wanita itu mendudukan dirinya di kursi tunggu, untuk beristirahat sejenak.
“Cobalah bertahan demi orang yang anda sayangi.”
Ucapan dokter barusan menubruk otak KIrea. "Seandainya semua sesimple itu, dok." kirea bergumam lirih. Setelah beberapa saat berlalu, Kirea langsung bangkit dari duduknya, dan setelah pergi ke rumah sakit KIrea memutuskan untuk mendatangi batalion Sammy, karena dia ingin membujuk suaminya agar suaminya mau mengabulkan keinginan vania.
***
Kirea memarkirkan mobilnya di depan batalyon tempat Sammy berdinas. Rasanya, dia ingin masuk untuk menanyakan keberadaan Sammy, karena dia tidak tahu apakah Sammy ada di batalyon atau tidak, tapi tentu saja Kirea tidak seberani itu untuk masuk, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk menunggu saja di depan tempat bertugas suaminya. Beruntung Vania hari ini pulang sore hingga dia pun bisa menunggu Samy di sini sampai sore.
Dua jam kemudian
Tidak ada tanda-tanda Sammy ada di batalion, karena sedari tadi, hanya ada beberapa tentara yang keluar masuk ke batalion tersebut. HIngga KIrea mulai optimis dan menyangka Sammy tiak ada di batalyon dan menyangka suaminya sedang tugas di luar.
padahal, tanpa Kirea tau, Sammy ada di dalam batalyon, dan Sammy juga tau Kirea menunggunya karena tadi saat dia akan pergi ke gudang senjata, dia melihat dari jendela, ada mobil istrinya terparkir di depan tempatnya berdinas, jadi dia memutuskan untuk tidak pergi keluar karena malas jika harus meladeni istinya.
sekarang juha umur brp? 🤔
wkwkw mf kepo 🙏🏻🤣
kok masih Kirea Rega sih , Thor ...tak tunggu Samy Aluna nya..
namun ada kelegaan setekah melihat Kirea bahagia dg Rega yg tulus dg cintanya....
inilah hidup....kdg cinta tak seindah bayangan. namun 1 hal yg hrs diingat ..jika sdh memutuskan suatu harus konsisten...agar tdk menyesal stlh bnr² kehilangan dg sesuatu yg telah dia putuskan...
ketika memutuskan utk menikahi Kirea hrsya Samy konsekuen dg keputusannya krn ada anak yg hrs dijaga ...akhiry menyesal to ..setelah kehilangan Kirea ..?????