Sequel dari PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN.
Seorang pemuda bernama Alvarez Einstein Tomlinson adalah seorang Prince Mafia yang paling disegani baik didunia bawah maupun didunia bisnis. Dia adalah putra sulung dari Queen Mafia bernama Zahiya Z Malik, Alvarez adalah pemuda yang terkenal sangat ganas.
Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja dan terjadi hubungan one night stand saat Alvarez mabuk berat dan memaksa seorang gadis untuk melayani nafsu bejadnya, sehingga Aluna hamil dan melahirkan seorang putra yang mirip dengan Alvarez.
Akankah mereka berdua bisa bersatu dalam ikatan pernikahan?
Atau malah sebaliknya?
Yuk baca dan ramaikan disetiap babnya dengan komentar2 kalian semua... Jangan lupa rat⭐️5nya ya... Thanks and happy reading 😊🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Bingung
Aluna kembali sibuk dengan pekerjaan nya, dia menulikan telinganya saat mendengar keributan didalam ruangan Varez. Sebenarnya dia inginkan sekali melihat dan mungkin membantunya jika saja dia memiliki kemampuan beladiri. Jika dia ikut campur dalam masalah mereka, bukan hanya Varez saja yang terluka. Mungkin dirinya juga sama dan bahkan yang lebih parahnya lagi dia akan mati.
"Apa gue keterlaluan ya sama dia? Tapi kenapa juga gue harus bantu dia, pria menyebalkan dan resek kek dia itu" gumam Aluna yang malah hanya berdiri saja tidak melakukan apa-apa. Bahkan pekerjaan nya dia tinggalkan hanya karena bingung antara membantu atau tidak.
*
Sedangkan didalam ruangan kerja Varez. Elvaroz malah dengan santainya duduk sambil menyilangkan kedua kakinya. Tatapan nya lurus kearah Varez yang menghela nafasnya berulang-ulang hingga merasa lebih tenang. Karena jika adiknya yang satu ini mendatanginya pasti akan membuatnya kesal sekaligus muak, apa lagi jika sudah muncul sifat seenak jidatnya sendiri. Membuat hipertensi kumat.
"Kenapa malah menatap gue seperti itu? Gue tahu jika gue ini sangat tampan, tapi gue ini masih normal dan tidak menyukai pria aneh sepertimu" ucap Elvaroz dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.
"Dih, najis gue harus suka sama kanebo kering kek loe itu. Lagian gue heran sama loe, kenapa loe begitu senengnya mengganggu kehidupan gue sih? Apa obsesi loe itu sudah berubah ke gue gitu? Gue pengen ngelakuin semua keinginan gue dulu, lagian semuanya sedang tenang-tenang saja bukan. Gue juga pengen deketin cewek inceran gue Varo, adek gue yang paling ganteng kagak ketulungan" ucap Varez yang frustasi akan menjelaskan seperti apa pada adik reseknya ini.
Dia sudah semakin kesal dan akhirnya mengatakan apa tujuan nya selalu menghabiskan waktunya dan selalu menginap di hotel milik mereka berdua.
"Kenapa loe tidak bilang sejak tadi? Gue akan membantu loe uantuk bisa dekat dengan nya dan mungkin bisa segera memilikinya. Gue akan mengirimkan semua identitas miliknya padamu abang ku sayang" ucap Elvaroz dengan menyebalkan, dia langsung bangkit berdiri dan meminta asisten pribadinya memberikan laptop baru untuk Varez mengganti laptopnya yang dia cemplungkan kedalam kolam renang.
"Dasar gila, masih saja bersikap seperti itu. Untung saja dia adek gue, jika bukan sudah gue mutilasi mungkin" gumam Varez yang langsung membuka laptop barunya dan melihat rekaman CCTV, dimana Aluna sedang berdiri mematung.
"Jangan mengumpat gue bang, jika tidak ingin berpisah dan masih ingin melihat wanita murahan itu" ucap Elvaroz yang entah dimana dia sekarang, tapi suara dan aromanya masih ada disana. Membuat Varez menghela nafasnya panjang untuk menetralkan perasaan kesal dan dongkol nya pada adiknya yang satu itu.
"His, dasar kanebo kering! Pergi ya pergi saja dan tidak perlu mengancam gue. Muak juga gue lama-lama sama loe V" gerutu Varez yang sudah bisa menebak jika adiknya ini masih bisa mendengar apa yang dia katakan.
Elvaroz ternyata sudah berada didalam mobilnya hanya tersenyum tipis. Dia tahu jika Abangnya yang satu ini tidak akan pernah macam-macam dengan wanita. Apa lagi berbuat yang tidak-tidak, tidak seperti Abangnya yang kedua. Pasti akan selalu melancarkan aksinya untuk bisa selalu dekat dengan wanita incaran nya itu.
TOK... TOK... TOK...
"Tuan, apa anda baik-baik saja? Saya mendengar keributan dari dalam sini tadi?" tanya Aluna yang menyembulkan kepalanya dibalik pintu setelah dia mengetuk pintu ruangan kerja Varez.
"Saya baik-baik saja. Lebih baik kau kerjakan saja pekerjaan mu itu sampai beres semuanya. Jangan ikut campur dalam urusan saya" jawab Varez dengan datar dan tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptopnya.
Untung saja Varez menghadap kearah pintu menatap laptopnya. Jadi Aluna tidak bisa melihat apa yang sedang Varez lihat saat ini. Tapi untuk menutupi rasa canggung dan berdebarnya, Varez memerintahkan Aluna untuk tidak mengganggunya. Padahal dalam hati dia ingin sekali berdekatan dengan Aluna sepanjang waktu.
"His, saya hanya bertanya saja Tuan. Jika tidak apa-apa ya bagus, setidaknya bicara baik-baik nggak perlu seperti itu juga kali" ucap Aluna yang mengatakan nya sambil menggerutu dan meninggalkan ruangan kerja Varez dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kenapa sikap gue nggak pernah baik padanya? Yang ada gue selalu mengajaknya ribut dan berkata tidak suka padanya? Ah, sungguh membuat gue semakin bingung saja. Jangankan mengatakan keinginan juga perasaan gue padanya, yang ada sikap gue nggak pantes banget. Apa yang harus gue lakukan sekarang" gumamnya yang mengacak-ngacak rambutnya sendiri frustasi akan sikapnya yang selalu saja seperti itu dihadapan wanita yang dia inginkan.
Varez sangat bingung akan sikapnya sendiri yang menurutnya sangat aneh itu. Padahal dia begitu sangat ingin berdekatan dan berbicara baik-baik padanya, tapi jika berhadapan dan berdekatan dengan nya? Bukan kata-kata baiknya yang keluar, malah sebaliknya.
Membuatnya menjadi bingung pada dirinya sendiri dan tidak bisa mengerti akan itu semua, ingin bertanya pada orang lain atau pada keluarganya. Yang ada dia malah diejek dan mendapatkan sindiran dari saudara-saudaranya dan bahkan bisa lebih parah dari itu semua.
Saat ini Varez begitu tidak mengerti ada apa dengan dirinya sendiri. Didalam lubuk hatinya ingin sekali berdekatan dengan Aluna, tapi sikap yang dia tunjikkan berbanding terbaik. Itu membuat bingung dirinya sendiri, jika dia saja bingung akan sikapnya sendiri. Bagaimana dengan Aluna yang tidak tahu apa-apa dalam masalah ini?
Aluna tentu saja sedang berfikir untuk resign dari pekerjaan nya yang aneh ini. Tapi dia merasa sayang juga pada pekerjaan nya itu, karena selain dia merasa nyaman dan tenang. Gaji disini juga berbeda dari gaji petugas kepersihan hotel lainnya. Bahkan bisa dikatakan lebih besar dan juga akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan pekerjaan didalam hotel mewah ini. Ya, walau pekerjaan nya juga berat juga. Tapi itu sudah cukup untuk Aluna dan dia sudah sangat nyaman, yang paling penting.
Varez masih menatap layar laptopnya dan dia merasa takut jika Aluna pergi dari sana dan memutuskan resign dari pekerjaan nya. Varez memberanikan diri untuk menghampiri Aluna dan mengatakan yang sebenarnya.
"His, kenapa gue malah jadi kagok gini sih??!!" ucapnya yang akan melangkah keluar dari ruangan kerjanya dan berbalik, duduk kembali.
"Hah, gue memang sudah gila" gerutunya lagi saat benar-benar bingung antara ingin keluar dan tidak ingin keluar.
"Oke Varez, tenangkan diri loe dan tarik nafas dalam-dalam. Loe harus bisa mengatakan nya langsung dan loe jangan membuang-buang kesempatan yang ada. Siapa tahu saja dia juga memang menginginkan hal yang sama juga dengan loe" Varez mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
pasti Varez mempunyai car agar hatimu hangat kembali untuk Varez
jangan lah keras kepala dengan memisahkan ayah & anak y, bagaimanapun iki butuh seorang ayah , iki ingin seperti teman2 y mempunyai ortu yg lengkap